LILIS - LAMIAH NERAKA DUA CINTA

LILIS - LAMIAH NERAKA DUA CINTA
BAB 72 : PENGHUNI SURGA


__ADS_3

Lamiah memandang Mattew dengan tatapan penuh permohonan. Seolah meminta ijin akan menyampaikan sesuatu. Dan hanya dengan sorotan mata itu Mattew paham, sehingga reflek menganggukkan kepalanya ke arah Lamiah.


"Begini yang sesungguhnya mbak. Antara aku dan Mattew tidak ada hubungan apa-apa selain berteman baik. Ya ... walau kadang tangannya bertindak lancang, yang selalu mengusap perut buncitku. Aku tau itu salah dan dosa. Sebab bersentuhan yang bukan muhrimku. Tapi, toh aku memang wanita penuh dosa. Sejak menerima menjadi madumu." Lamiah mulai mbuka sebuah kisah yang sesungguhnya sambil mengusap perutnya.


Ponsel Mattew berdering, sehingga Lamiah tak melanjutkan dulu kisahnya. Sekedar memberi waktu untuk Mattew menyelesaikan obrolam via telpon tersebut.


"Mia... maaf, aku tak bisa lama di sini. Ada panggilan mendadak dari dokterku. Buahnya di makan ya... demi baby." Lagi,. Mattew mengusap perut itu. Kemudian pamit pada Lukis juga.


Kisah Lamiah tadi terpotong, karena adegan ke pulangan Mattew. Tentu saja hal itu membuat suasana nyaman dan leluasa bagi pasangan madundan racun itu saling bicara.


"Aku datang ke sini tidak untuk menghakimi dosa-dosamu. Justru akulah satu satunya iblis yang menyulut api neraka di antara kita." Tegas Lilis lantang.


Lamiah hanya menelan salivanya. Berusaha tidak terpengaruh kembali dengan apapun yang akan diutarakan oleh Lilis sahabatnya tersebut.

__ADS_1


"Aku ke sini untuk menyampaikan selamat atas pencapaianmu yang sudah berhasil menguasai hati mas Irsam. Kamu menang Lamiah, kini aku hanya seonggok raga yang dulu di penihi cinta namun kini sirna tanpa rasa. Luar biasa, kau benar sukses menggeser aku dari dalam hatinya. Aku hampir tak percaya itu." Lilis berucap dengan nada sinis.


"Mbak jangan pesimis, bagaimanapun bang Irsam masih lebih sayang mbak daripada denganku. Hanya mbak yang tidak menyadarinya. Mungkin karena mbak membandingkannya saat masih hanya kalian berdua, saat aku belum hadir. Tapi, jangan khawatir bukan kah aku siap mundur?" Pelan Lamiah meyakinkan Lilis untuk yakin bahwa Irsam masih berpotensi untuk ia miliki seutuhnya.


"Tapi aku luka dan pedih, saat ia menangis di dada ini saat ia tau jika kamu telah mengkhiantinya Miah. Fix, ia patah karenamu." geleng Lilis dengan kenyataan itu.


"Apa mbak pikir aku tak sakit atas semua yang sudah terjadi? semuanya mbak. Semua. Harus aku uraikan satu per satu agar mbak sadar, bahwa bang Irsam atau mba Lis bukan korban di sini. Apa sesungguhnya mau kalian mba? saat aku tak di nafkahi secara benar dan utuh aku diam, saat aku gagal dua kali meiliki anak, aku terima mba. Saat kalian berlibur dan mengambil semua jatah waktu bersama bang Irsam, aku harus pura-pura bahagia? dan saat ada laki-laki yang mendekatiku, peduli dengan anaku, memperhatikan asupan gizi kami, aku masih di salahkan, karena itu melukai hati bang Irsam. Katakan padaku apa yang benar aku di mata kalian?" tangis Lamiah pecah tak sanggup menahan yang ia sandang.


Lilis terduduk dengan kedua lutut terlipat tak sanggup menjawab.


"Tidak!!! kamu tidak salah Miah. Seratus persen ini salah mbak. Terlalu ikut campur urusan jodohmu yang ku kira tak kunjung tiba, hingga berbagi suamipun kita lakoni."


"Berbagi suami...? tanya jujur pada hatimu mbak, apa benar kita sudah berbagi suami? yang kurasa justru berebut suami. I'm done mba!!! Tidak sanggup melanjutkan ini." Tegas Lamiah yang sudah tidak terisak lagi.

__ADS_1


"Apa karena Mattew? Apa karena telah punya tambatan hati yang baru, kamu setegar ini mengakhiri ini?" tanya Lilis menelisik kebenaran posisi Mattew.


"Apa mbak kira aku tak bisa hidup tanpa laki-laki sehingga selalu mbak khawatirkan diriku? asal mbak tau ya. Aku dan Mattew bukan pasangan suami istri. Dia bukan suami siriku atau apapun di antara kami tidak ada ikatan lebih dari teman, dan sampai kapanpun akan selalu begitu. Di antara kami tidak ada rasa yang lebih kuat dalam hal mencinta atau di cinta. Aku dekat dengan Mattew semata-mata hanya ingin menuntaskan rasa penyesalannya yang pernah gagal menjaga istrinya yang sedang hamil, ia memohon agar aku mau ia perhatikan. Oh bukan aku, tapi anak yang sedang aku kandung ini. Yang bahkan di lirik abinya pun tidak, di sentuh pun hanya saat aku yang menarik tangan bang Irsam untuk meraba perutku. Katakan padaku mbak... di mana letak cinta abang yang lebih besar untukku?" Lilis menangis menyadari betapa egoisnya mereka berdua Irsam.


"Untuk mbak ketahui, ku tidak pernah membeberkan aib rumah tangga kita pada siapapun. Tapi secara tidak sengaja saat kalian VC saat aku liburan di pantai. Mattew mendengar semua yang mbak katakan, dia mendengar perdebatan kalian atasku. Dan saat kemarin kalian datang ingin menceraikanku saat tau aku hamil pun ia ada di luar mendengar semuanya. Ia sedih untukku. Maka hal itu yang membuatnya mengarang tentang hubungan kami mbak. Hah... orang yang baru kemarin saja semarah itu saat tau posisiku. Di mana nurani kalian yang selalu menyakitiku mbak? Bahkan orang yang baru mengenalku saja tau jika aku telah kalian dzolimi." Lamiah makin mengibarkan bendera kebenaran pada Lilis yang sudah tak berkutik.


"Dan mbak harus tau aku ikuti sandiwara Mattew agar bang Irsam membenciku. Agar bang Irsam tau, bukan hanya dia satu satunya lelaki di dunia ini yang bisa memberikan aku ke bahagiaan. Agar bang Irsam segera menceriakanku. Segeralah gugat cerai aku mbak, atas tuduhan selingkuh dan apapun itu. Aku percuma mengaku diri sebagai angsa putih, sebab dari awal kalian hanya menganggap aku sebagai tikus curut pencuri makananmu. I'm fine mbak." Lagi Lamiah masih berapi-api mengungkapkan isi hatinya.


"Jadi di antara kamu dan Mattew benar tak ada hubungan apapun?" tanya Lilis tak percaya.


"Ia bahkan bukan orang muslim yang bisa di ajak nikah secara sah ataupun siri mbak." jawab Lamiah jelas, sejelas jelasnya.


"Kamu najis Miah. Kamu berhubungan, bersentuhan dengan yang bukan muhrimmu bahkan tidak seiman denganmu." Lilis mungkin merasa dirinya satu server dengan malaikat. Suci.

__ADS_1


"Sudah ku katakan aku adalah pendosa. Tak usah menjelaskan apapun tentang dosa yang ku buat. Sebab seorang sahabat yang mengajak berbagi suami dan menjanjikan surga dunia namun neraka yang di dapat karena rumah tangga itu tak ada keadilan, adalah satu satunya penghuni surga. Seperti mbak adalah orang suci anti dosa." Emosi Lamiah sungguh meluap, meletup-letup.


Bersambung...


__ADS_2