LILIS - LAMIAH NERAKA DUA CINTA

LILIS - LAMIAH NERAKA DUA CINTA
BAB 75 : EMPAT MATA


__ADS_3

Irsam tertunduk lesu mendapatkan jawaban dari istri keduanya yang jika ia simpulkan telah mati rasa karenanya.


Astagaa... Lilis bahkan sudah kehilangan kepercayaan diri dalam hal menarik perhatiannya. Kini Lamiah justru berkeras hati untuk tidak mau menerimanya.


Irsam akhirnya mengakui ialah pecundang sesungguhnya. Lalu ia bisa apa? melepas keduanya seperti yang ia ancam selama ini? atau melepas salah satunya, yaitu Lamiah. Dan akan menjalani rumah tangga dengan normal bersama Lilis?


Tapi... apa dia tega?


Ini bukan soal Irsam lebih cinta Lamiah di banding Lilis. Tapi lebih kepada kemanusiaan. Di mana hati nuraninya sebagai suami. Yang pernah di perlakukan bak seorang raja oleh istri keduanya itu.


Akhirnya Irsam membayar seorang detektif untuk mencari informasi tentang Mattew. Irsam ingin bertemu empat mata dengan pria yang pernah mengaku sebagai suami siri Lamiah tersebut.


Hanya membutuhkan waktu 3 hari setelah detektif itu melaksanakan tugasnya. Kini Irsam sudah duduk di sebuah restoran dimana ia dan Mattew sudah melakukan janji temu.


"Maaf menyita waktu berharga anda tuan Mattew." Basa basi Irsam, saat Mattew sudah hinggap di dekatnya.


"Ah... saya yang merasa tersanjung mendapat undangan makan siang dari seorang pengusaha sukses seperti anda pak Irsam." Jawab Mattew tak kalah berbasa basi dengan Irsam.


"Silahkan di nikmati dahulu menu makan siang kita." Tawar Irsam pada Mattew. Dan tanpa ada penolakan Mattew tak ingin menunda waktu, segera melahap makanan yang sudah tersedia.


Hamparan aneka menu makan siang tadi sudah berubah menjadi tumpukan piring dan mangkuk kosong. Keduanya tampak tidak saling malu malu untuk mentransfer sajian tadi ke kampung tengah mereka, hingga benar-benar tandas.


"Makanan kita sudah habis, boleh saya tau ada apa gerangan saya di minta ke sini. Yang saya yakin bukan hanya sekedar untuk menikmati makan siang ini." Mattew mengarahkan ke tujuan awal mereka bertemu.


"Tentu. Tentu saja bukan sekedar makan siang. Apalagi yang perlu saya bahas, selain tentang istri saya. Lamiah." jawab Irsam langsung merujuk pada inti pertemuan.


"Hmm... sudah ku duga." tebak Mattew.


"Saya tau. Tentang menikah siri kalian tidaklah benar. Apa maksud dan tujuanmu, bersandiwara?"

__ADS_1


"Itu tidak sandiriwara, hanya belum terlaksana. Mia adalah wanita keras kepala dalam hal mencinta. Aku tidak mengerti di buatnya."


"Maksud anda?"


"Apa yang ingin anda ketahui dariku, sedangkan anda sendiri tentu lebih tau jika wanita itu amat sangat mencintai anda." Dengus Mattew terdengar jengkel


"Ya itu mungkin dulu. Saat kami baru menikah, tapi entah dengan sekarang." Ungkap Irsam terdengar lirih juga sedikit putus asa.


"Ha..ha. Saya tidak sedang membahas masa lalu kalian. Saya bahkan baru kenal beberapa minggu dengannya, tepatnya saat anda dan istri pertama anda, sedang liburan kemarin." Irsam mengeryitkan alisnya, serasa tidak percaya jika Mattew benar baru mengenal Lamiah.


"Entah siapakah aku, yang berani memberikan saran pada anda walau mungkin tidak pernah di minta. Bagi saya, Mia adalah wanita yang harus di lindungi bukan di sakiti. Ia memang wanita kedua dalam rumah tangga kalian, tapi bukan berarti tak punya cinta. Ia manusia bahkan sedang berbadan dua, jangan membencinya. Setidaknya kalian pernah dengan penuh cinta membuat rahimnya kini terisi janin tak berdosa. Sesalah apa sih Mia di mata kalian, sehingga harus menanggung derita." Mattew sungguh teriris membayangkan wanita yang ada dalam posisi Lamiah.


"Coba pikir baik-baik,. sudah benarkah cara anda memperlakukannya? Yang saya tau, anda hanya menyebar luka." lanjut Mattee tanpa jeda.


"Saya tidak pernah bermaksud melukainya." Bela Irsam dengan dirinya.


"Boleh saya bertanya?" Mattew mengganggu pikiran Irsam yang sudah berkelana tadi.


"Apa yang ingin kamu tanyakan?" Irsam segera merespon.


"Kapan secara resmi anda melepaskan status bodongnya sebagai istri?"


"Kenapa?"


"Tentu saja karena saya yang akan memperistrikan dia. Menjadikannya istri satu satunya dalam rumah tangga kami kelak. Bukan hanya sebagai madu, yang saat manisnya pudar lalu semaunya saja di buang." Tukas Mattew menohok hati Irsam.


"Hah...? Siapa bilang aku akan melepasnya? siapa yang sudah membuang siapa?" Irsam tersulut lagi. Lupa jika ia pernah berjanji akan menceraikan Lamiah setelah melahirkan nanti. Jiwa ingin selalu melindungi Lamiah berkobar kembali di hatinya, tak terima jika nanti lelaki di depannya ini yang akan membahagiakan wanita keduanya itu.


"Hah. Saya mendengar semuanya sendiri, bahkan Mia tak pernah menceritakan apapun pada saya. Bukankah hanya karena ia sedang hamil anda menunda proses perceraian itu." ejek Mattew terdengar makin membuat Irsam takut Lamiah benar akan di rebut lelaki ini.

__ADS_1


"Itu... itu hanya emosi sesaatku." Jawab Irsam sekenanya.


"Emosi sesaat? karena otak anda telah di cuci bersih oleh istri pertama anda itu kan? bukankan setelah lama meninggalkannya sendiri, perasaan yang harusnya menggebu itu adalah rindu? bukan justru semangat untuk menceraikannya." Irsam terdiam, membenarkan sendiri ucapan Mattew.


"Maaf 30 menit lagi saya ada meeting. Jadi, saya minta ijin untuk mengakhiri obrolan ini. Pesan saya, ngurus cerainya jangan pakai lama. Ada gejolak besar yang sudah sangat ingin aku tuntaskan pada wanita kedua mu itu. Bahkan saat ia hamil pun, tak dapat menyembunyikan kecantikan rupa juga sifatnya. Saya tidak sabar ingin menjadikannya ratu bukan madu, dalam hati dan hidup saya, selamanya." Mattew berdiri, dengan menganggukan kepala, kemudian berlalu tanpa jabat tangan. Tanpa menunggu jawaban apapun dari pria yang kini sedang di landa perasaan kalut sendiri.


Heeyy... kenapa Irsam kini lebih cemburu pada Mattew. Apa benar Lilis yang mengarahkannya dengan sempurna dan tidak ia sadari untuk pelan pelan menghapus jejak cinta di hatinya?


Apa keputusannya untuk bercerai dengan Lamiah sudah final?


Apa hubungannya dengan Lamiah memang sudah tak dapat di perbaiki?


Sesungguhnya, tak semudah itu bagi Irsam melepas wanita keduanya.


Tapi sejujurnya, apa siih alasan mereka hendak bercerai?


Irsam merasa bahwa mereka, masih saling cinta. Bahkan kini mereka akan memiliki buah hati. Buah cinta pengikat rasa yang pernah mereka miliki yang begitu kuat.


Lilis...


Apakah benar wanita ini yang telah mencuci otaknya untuk membenci Lamiah?


Tapi...


Tunggu.


Sebenarnya salah Lamiah itu apa, sehingga harus di cerai?


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2