
Hari baru lagi di minggu yang baru,. tapi tidak baru bagi otak Irsam yang makin gesrek tidak jelas dan tidak seteguh kemarin untuk akan menceraikan Lamiah.
Masih ada cinta, masih ada rindu untuk si madu. Sehingga di jam makan siang, ia memilih akan menyambangi Lamiah ke rukonya, dengan restu dari Lilis istri ke satu.
Belum sempurna mobil Irsam terparkir di depan ruko itu, sebab siang itu banyak mobil yang sudah duluan terparkir rapi di depan ruko itu.
"Mungkin pelanggan salon Miah sedang banyak." Pikir Irsam menyimpulkan sendiri. Lalu berjalan pelan mendekati pintu rumah Lamiah.
Tubuhnya belum sepenuhnya masuk. Tapi indra pendengarannya menangkap sebuah dialog yang ia tebak adalah suara laki-laki dan perempuan.
"Mana kakimu yang terkilir. Sini aku pijat. Tolonglah demi bayi ini, berhati-hatilah Mia." suara bariton itu begitu nyata di dengar oleh Irsam.
"Percayalah aku selalu berhati-hati Mattew. Dan kami tidak apa-apa." Jawab Lamiah dengan lembut.
"Tapi telepon Vinsa tadi sungguh merusak fokusku untuk bekerja dan langsung ingin memastikan keadaan kalian. Ke dokter ya, kita periksa, my baby... kamu baik-baik di dalam sana sayang?" Suara itu sangat jelas di telinga Irsam membuatnya geram dan langsung masuk ke dalam rumah itu, tepat saat telinga Mattew tertempel di permukaan kulit perut Lamiah. Sempurna.
"Astagafirullahalazim. Apa yang sebenarnya kamu lakukan di belakangku Miah? Siapa laki-laki ini? Hah?" Marah Irsam yang langsung menarik krah baju Mattew mendirikannya sejajar dengan tubuh dan wajahnya.
"Jika mau berkenalan denganku, sebaiknya santai saja. Tidak perlu sampai menarik pakaianku seperti ini." jawab Mattew santai.
Plakh.
Irsam menampar pipi Mattew.
"Aku Mattew, suami siri Mia." Jawab lelaki itu bergetar.
Plakh
Irsam menampar pipi sebelah Mattew kembali.
__ADS_1
"Lakukan lebih keras lagi, kalau perlu hingga berbekas dan berdarah-darah. Agar hasil visumnya jelas, dan kamu akan sukses ku kirim ke penjara." Lantang Mattew membakar emosi Irsam.
"Ba jingan... apa yang sudah kau perbuat dengan istriku hah?" Irsam mendorong tubuh Mattew nempel di dinding rumah tersebut.
"Apa salahku melindungi wanita yang aku suka, bahkan ia sedang hamil." Mattew sangat terlihat tenang juga propesional menghadapi orang yang di penuhi emosi seperti Irsam.
"Salahmu adalah suka pada wanita yang masih memiliki suami. Aku suaminya, kamu merebutnya dariku breng sek."
"Hah... hanya saat aku melihat foto pernikahan di kamar kalian dan sepasang surat nikah yang membuat aku tau jika Mia memiliki suami. Selebihnya TIDAK. Sejak pertama aku mengenalnya, bagiku ia tak lain hanya seorang wanita hamil yang kesepian, yang kehadirannya hanya sebagai wanita kedua, madu yang awalnya di damba, kemudian di sia-siakan, hanya untuk di siksa tidak untuk di hujani cinta. Masih berani kamu bilang dia istrimu, HAH...!!!!" Mattew benar-benar menguraikan posisi Lamiah yang sesungguhnya pada Irsam.
Cengkraman Irsam sudah terlepas dari Mattew, ia ternyata masih punya malu dan membenarkan hal yang lelaki itu sampaikan. Sungguh ia sangat malu pada Mattew.
"Aku kecewa padamu Miah. Tak ku sangka semudah itu kau beberkan aib rumah tanggamu dengan mulutmu sendiri, bahkan dengan orang yang entah sejak kapan kau kenal. Dan apa tadi... suami siri. Oh... Tuhan. Pantas saja kau siap bercerai dariku. Karena kamu telah memiliki penggantiku." Lamiah hanya terduduk lesu dalam isak tangisnya, tak sanggup berkata dan menjelaskan apa-apa pada Irsam.
"Aku memang tak pernah berikan kebahagiaan padamu selama bersama, bahkan cintaku tak pernah utuh dan bulat untukmu. Tapi tidak dengan pengkhianatan juga Miah." Rutu Irsam patah hati terhadap wanita yang tadinya ingin ia sambangi untuk memastikan bahwa tidak akan ia ceraikan. Tapi keadaan ini sungguh di luar akalnya, mengapa semesta justru menunjukkan betapa wanitanya telah berpaling cinta?
Sesakit inikan sebuah pengkhianatan?Seperih inikah yang Lilis rasakan saat melihatnya bermesraan dengan Lamiah selama ini?
Tapi mengapa rasanya sangat sakit jika bercerai karena ada pihak ke tiga dalan rumah tangganya?
Sungguhkah Irsam telah tergantikan?
Irsam tersungkur memeluk Lamiah. Lalu berkata : "Kamu memang akan ku bebaskan untuk hidup sendiri nanti. Tapi bukan berarti kamu semudah ini mengkhianati cinta kita Miah." Suaranya bergetar, sungguh tak terima jika Lamiah mendua hati.
"Aku salah tak pernah mencintaimu dengan sungguh-sungguh, tapi tak boleh begini. Kamu membuat aku sakit hati Miah." Tangis keegoisan Irsam meraung-raung. Mattew hanya menggelengkan kepala, baru bertemu dengan lelaki sekurang ajar Irsam.
Berani beristri dua, tak adil dalam membagi cinta, tiba saat istrinya menemukan perhatian dari orang lain tidak terima, bukankah itu namanya serakah.
"Aku salah... tapi tidak seharusnya kamu beginikan aku Miah." Ujarnya memeluk Lamiah dengan tangis putus asa.
__ADS_1
"Maaf.
Maafkan Miah, bang. Miah kira, Miah juga pantas untuk bahagia. Sama seperti bahagianya abang bersama Lilis. Istri pertama abang, istri yang kedudukkannya tidak akan pernah bisa Miah gantikan dalam hati abang." akhirnya Lamiah mengeluarkan suaranya.
"Salah Miah. Kamu salah mengartikan posisimu. Lihat hancurnya hatiku saat ini, saat melihat ada lelaki lain memberikan perhatian untukmu, abang gila Miah. Abang hancur. Karena cinta abang terlampau besar untukmu. Harapan untuk tetap memperistrimu masih terlalu kuat di sini Miah." Jawabnya menunjuk dadanya.
"Pulanglah bang. Miah butuh waktu untuk sendiri."
"Bila kamu butuh sendiri, mengapa ada dia?" tunjuk Irsam pada Mattew.
"Mattew...." panggil Lamiah lembut.
Sontak lelaki yang memiliki nama Mattew itu berjalan mendekati Lamiah membelai perut Lamiah, mencium perut itu di balik pakaian yang ia pakai, terakhir mencium kening Lamiah agak lama.
"My baby, dady pulang dulu ya sayang. Sebentar lagi tidak akan ada yang dapat memisahkan kita sayang." Ucap Mattew sengaja kembali memercikkan api, menyulutkan cemburu dalam hati Irsam.
Irsam makin berang, ia lagi ingin memukul Mattew dari belakang saat Mattew telah menuju pintu keluar.
Lamiah berdiri dan memeluk Irsam dari belakang.
"Cukup aku pernah mencintai suami sahabatku, janganlah juga pria yang ku cintai tersebut juga sebagai pembunuh. Aku masih sangat mencintaimu, abang." Lembut sekali Lamiah mengucapkan hal tersebut di dekat telinganya.
"Katakan sekali lagi kalau kamu mencintai abang Miah." Irsam berbalik ke arah Lamiah.
"Miah cinta abang. Tolong jangan menjadi orang yang bengis dan kasar terhadap Mattew." Pinta Lamiah dengan lugas.
"Apakah benar kamu telah menikah siri dengannya?" Selidik Irsam penuh tanda tanya dan penasaran.
"Aku takut akan dosa perzinahan, sehingga menikah siri mungkin jalan terbaik agar hubungan kami layak di hadapan Tuhan." Jawab Lamiah dengan kepala tertunduk, tak berani menatap Irsam.
__ADS_1
Bersambung...