LILIS - LAMIAH NERAKA DUA CINTA

LILIS - LAMIAH NERAKA DUA CINTA
BAB 89 : TALAK


__ADS_3

"Ijinkan aku pergi." Ucap Lamiah dengan suara serak menahan gejolak berat di dadanya.


"Apa maksudmu...?" tanya Lamiah menarik tubuh Lamiah yang masih bersimpuh.


"Maaf... maafkan aku. Aku berbohong selama ini. Aku tak pernah sakit seperti yang kalian lihat. Aku hanya berpura-pura. Untuk itu tolong... talak aku sekarang. Agar aku tak memiliki ikatan apapun dengan kalian lagi." Jawab Lamiah dengan tatapan mata tajam ke arah keduanya.


"Katakan kamu hanya berbohong Miah." pekik Lilis mengelus dadanya.


"Semakin lama ku simpan ini sendiri, semakin besar dosaku. Apalagi kini aku telah hijrah. Dosaku semakin berat atas kebohongan ini." tangis Lamiah terurai menyadari kesalahannya. Namun sampai kapan ia dapat bertahan dalam situasi yang tidak mengenakkan baginya itu.


Irsam tercenung tak percaya, betapa selama ini ia telah terpedaya oleh istri keduanya. Yang licik.


Licik?


Entahlah. Sebab manusiawi sekali bukan? tak selamanya hati manusia selalu baik, apalagi pernah tersakiti seperti pada posisi Lamiah.


"Saya, talak kamu, Lamiah Pradipta!" "Mulai saat ini kamu bukan lagi istriku!" Tanpa bantahan tanpa pengulangan tanpa persetujuan lagi dari Lilis. Kalimat talak pun telah menguar di tempat mereka berdiri.


Sah lah kini Lamiah menjadi janda. Untuk surat menyurat akan di urus di kemudian hari oleh Irsam.


"Terima kasih. Maaf, menunda momen ini hingga sekarang. Sebab, aku masih ingin memberi waktu saat benar siap hidul berdua saja dengan Gary nantinya. Apapun boleh abang tidak berikan padaku, asalkan Gary bersamaku. Hanya itu yang ku minta." Lamiah meminta kembali.


"Silahkan. Abang tidak akan mempersulit apapun. Dan sesuai pembicaraan awal, ruko itu tetap akan jadi milikmu. Itu hak mu. Tetapi jika kamu tidak menerima, setidaknya itu untuk Gary, darah dagingku." Ujar Irsam tanpa melihat wajah Lamiah.


Bohong saja Irsam tak kesal, mustahil ia tak marah atas kebohongan yang Lamiah lakukan. Tapi Irsam tak mau bereaksi lebih. Baginya, Lamiah sungguh telah sembuh pun sudah cukup.


Apapun alasan Lamiah berbohong, Irsam tidak peduli. Yang ia tau Lamiah telah lama menahan rasa yang kecambuk di dalam hatinya, mulai dari memendam cinta, hingga meyakinkan diri untuk benar pergi bersama si buah hati.


Jika bercerai adalah satu satunya keinginan Lamiah, maka itulah yang harus ia wujudkan. Seperti yang pernah Mattew sampaikan. Lamiah pantas bahagia, walaupun menjadi janda sekalipun.


Lilis tak kalah takjub dengan rahasia yang di simpan Lamiah selama ini. Ingin marah, tapi merasa tak memiliki hak, bukankan ia biang dari semua kesalahan ini. Maka saling bermaaf-maafan adalah hal terbaik yang dapat mereka lakukan ini.


"Miah... maafkan mbak." tangis Lilis di pelukan Lamiah.


"Sama-sama mbak. Aku juga minta maaf dan mohon kerelaan atas kesalahan yang ku sengajakan ini." Pinta Lamiah sungguh sungguh.

__ADS_1


Lilis menggeleng gelengkan kepalanya. Selain telah berhijrah. Ia pun sangat sadar akan kesalahannya. Kesalahan yang tak ingin ia ulang kembali.


Lilis sungguh telah jera menciptakan neraka dua cinta yang ia ciptakan sendiri itu.


Hari itu juga, Lamiah yang secara agama telah resmi menjadi janda. Pindah ke rukonya untuk sementara.


Ya... sementara. Sebab ia sudah memutuskan akan pergu dari kota yang memberikannya sebongkah cinta bersama seribu luka. Lamiah sungguh tak meminta harta asalkan Gary menjadi miliknya tanpa campur tangan Irsam.


Di sela Irsam lengah, sebelum benar di perbolehkan pulang ke rumah setelah ua sadar. Ayub mendatangi Lamiah. Untuk menyerahkan sepucuk surat dari Mattew untuk Lamiah.


^^^"Terima kasih atas ijinmu beberapa bulan terakhir boleh menghiburku, seolah aku seorang ayah dari bayi yang kamu kandung.^^^


^^^Maaf tak pernah jujur atas sakit yabg akan menutup usiaku.^^^


^^^Jika boleh aku meminta, walau antara kita tak ada cinta, tapi ijinkan aku memberikan cindera mata untuk Gary.^^^


^^^Pesanku ihklaskan cinta pertamamu, ayah dari anakmu yang telah memberi luka pada hatimu. Percayalah Tuhanmu akan pertemukanmu dengan cinta terakhirmu yang kelak akan menghadirkan surga untukmu, yang pasti bukan aku.^^^


^^^Aku titip saham perusahaanku di Jakarta untuk Gary. Kelak sampai tiba waktunya, serahkan padanya. Ini amanah dari dady Gary. Mattew Andre Suseno" ^^^


Demikian bunyi surat yang Mattew untuk Lamiah.


Untuk urusan menutup mukut baby sitter Gary, tentu saja uang dapat membantu Lamiah. Bukankah hal yang mudah baginya, hanya mengunci pintu demi membiarkan ibu dan anaknya saling bercengkrama, agar tidak ketahuan oleh sang ayah.


Kini Lamiah, Gary dan baby sitternya sudah berada di ruko milik Lamiah. Entah ia beruntung atau matre. Sehingga setelah menyandang gelar janda Lamiah tetap memiliki sebuah ruko 3 pintu berlantai 2 itu, juga memiliki saham di perusahaan yang bergerak di bidang transportasi di Jakarta hasil warisan dari Mattew untuk Gary.


Layaklah Lamiah di juluki janda kaya. Sebab, salonnya pun tetap berjalan di dua kota.


Surat menyurat perceraiannya sudah selesai. Tepat saat usia Gary satu tahun. Ada perayaan ulang tahun kecil kecilan yang mereka adakan untuk Gary di hadiri Irsam, Lilis dan Adilla. Sekaligus acara perpisahan sebab esok Lamiah akan benar pergj dari kota tersebut.


Pernah ada luka dalam, namun telah berangsur sembuh. Pernah ada amarah namun tidak di sertai dendam. Pernah ada salah namun tidak untuk di ulang.


Irsam dan Lilis cukup bersyukur saja jika mengurus Lamiah yang pura pyra lumpuh itu adalah suatu ganjaran hukuman untuk mereka.


Sebab mereka masih sehat walafiat, tetap di ijinkan menikmati kekayaan yang mereka punya.

__ADS_1


Bagaimanapun marahnya Irsam merasa di kelabui oleh istri mudanya, toh tetap besar dosanya yang pernah begitu bo doh mempermainkan perasaan wanita yang akhirnya jatuh pada jerat cintanya.


Siapakah Lilis yang ingin membenci Lamiah, sedangkan ia sendiri hal ikhwal sumber petaka jahanam rumah tangganya. Maka, adakah alasan untuk Lilis menyalahkan Lamiah terus menerus.


Egoiskah Lamiah, yang pernah memepermainkan dua orang itu, saat aktingnya berhasil menjadi orang lumpuh agar mendapatkan perhatian dan kesungguhan suami istri tersebut.


Tidak jawabannya adalah tidak.


Kini Lamiah telah pergi menutup semua luka, mengikhlaskan pahitnya cinta yang pernah singgah.


Lamiah bersyukur pernah jatuh cinta, pernah merasakan di cinta dan mencinta, namun tak boleh selamanya buta. Sebab cinta itu telah termiliki.


Bagaimanapun manisnya cinta, jika tak bulat dan tak utuh. Semanis apapun tetap akan menghadirkan kepiluan.


Datang karena cinta pergipun karena cinta. Sebagaimana ia di sambut dengan senyum, kini ia pergipun dengan doa tulus dari Lilis sahabatnya.


"Tetaplah saling menjaga komunikasi Miah, kamu bukan lagi sahabatku. Tetapi saudaraku." Peluk Lilis pasa Lamiah.


"Terima kasih." Jawab Lamiah dengan tulus. Di lanjutkan salim takzimnya pada Irsam mantan suaminya.


Tidak ada kata kata yang mampu Irsam ucapkan, hanya tepukan di bahu Lamiah pertanda restunya teriring untuk kepergian wanita kedua.


...TAMAT...


Salam sayang untuk para readers setia.


Mohon maaf jika dari awal hingga pada part demi part hingga ini berakhir, hanya reader berhati kuat saja yang mampu bertahan uji nyali.


Silahkan ambil sisi baik yang bisa di ambil dari kisah ini.


Kisah nyata sesunggunya tidak seekstrim ini, author terlalu banyaj membubuhkan cabe pada kisah ini. Agar sesuai dengan judulnya.


Terima kasih telah menggiring ini hingga selesai.


Sampai jumpa apda kisah Author yang lain, yang tentu tak sepedas kisah ini.

__ADS_1


Salam sehat buat semua


❤️❤️❤️❤️


__ADS_2