Luka Hati Istri Pertama

Luka Hati Istri Pertama
Luka


__ADS_3

"Saya terima nikah dan kawin nya Amalia binti Aziz dengan seperangkat alat sholat dibayar tunai"... Sah… sah"


" Suara itu terdengar jelas, membuat luka dalam hati ini semakin tersayat perih…. Ya itu adalah suara seseorang yang begitu berarti dalam hidup ku, suara seorang imam dalam hatiku, yang telah membersamai dalam suka duka hidupku 5 tahun terakhir.


Tapi sekarang suara ini juga yang telah memporak-porandakan hatiku… meluluh lantakkan pertahanan yang mati matian ku bina, agar air mata ini tak sedikit pun menetes.


"Hari ini tepat 5 tahun usia pernikahan kami, dia dengan jelas mengatakan akan menikah lagi dengan wanita yang belum lama di kenalnya, dia bilang dia jatuh cinta, hancur hati ini saat dia, lelaki yang menjadi satu-satunya memilih untuk menikah lagi.


Air mata tak sanggup lagi ku bendung dengan isak lirih ku bertanya ?" Sejak kapan rasa itu ada mas?


"Entah semua berjalan begitu saja tanpa aku sadari, karena sering nya kita bertemu rasa itu perlahan hadir dalam hatiku.

__ADS_1


Apakah kamu sudah tidak mencintaiku lagi mas?


Bukan sayang, aku masih mencintaimu tapi rasa ini juga tak dapat ku hindari, semakin ku coba menjauh semakin sakit rasanya!


"Aku tergugu, menangis dalam kesakitan ku, kenapa mas? Apa kurangku! kenapa kau tega apa karena sampai saat ini aku blm bisa memberikan keturunan sehingga kau berpaling?


" Maafkan aku… tapi ku harap kau mengerti & mau menerima semua ini, aku janji akan jadi suami yang adil untuk kalian nanti.Aku mohon tolong kau pahami.


Lalu dia pergi meninggalkan diriku dengan luka yang dia tinggalkan, luka yang entah berapa lama akan sembuh dan memudar, sampai hilang tak tersisa.


"Dengan langkah tergesa aku pergi meninggalkan acara pernikahan suamiku dan.

__ADS_1


" Braakkk"


"Tanpa kusadari aku menabrak seorang laki-laki yang tengah menggendong anak kecil! "


"Maaf mas saya tidak sengaja"


"Gimana sih mbak, hati hati dong klo jalan, saya lagi gendong anak kecil nih klo sampe jatuh gimana"?


" Saya benar-benar minta maaf mas, saya tidak sengaja" Dengan masih berurai air mata diriku mengatakan maaf."


"Hhhh, ya sudah lain kali hati hati ya!" Lalu dia pergi meninggalkan Hanum yang masih menangis!"

__ADS_1


Dengan langkah gontai Hanum kembali kerumah mereka, rumah yang menjadi saksi cinta mereka, rumah yang menjadi saksi suka duka seorang " Hanum" seorang istri yang menemani perjuangan suami dari nol, kilas balik kenangannya bersama sang suami kembali menari di pelupuk mata. "Ya Allah seberat ini kah cobaan-Mu," apa aku sanggup Ya Allah.


Dengan berurai air mata, Hanum melangkah ke kamar mereka, kamar yang menjadi saksi saat lelah & penat melebur jadi satu dalam desah nafas yang memburu, sesakit ini kah menjadi seorang istri yang cinta suami nya mulai terbagi, dengan wanita lain yang baru hadir di tengah kehampaan menunggu rezki yang tak kunjung hadir dalam bentuk janin.


__ADS_2