Luka Hati Istri Pertama

Luka Hati Istri Pertama
Flashback.


__ADS_3

"Aaah … aahh … aahh. Lebih cepat sayang?"


"Kamu yakin?" ucap lelaki yang kini tengah memompa tubuh perempuan yang mulai lemas di bawah tubuhnya.


"Hm, aku sebentar lagi sampai…!" rancaunya.


"Kamu terlihat cantik sayang, apalagi saat kamu mulai mendesah di bawahku!" ucap lelaki itu sambil mengimbangi gerakan pinggulnya.


"Apa suamimu tak bisa memuaskanmu seperti diriku?"


Wanita yang tengah menggoyang pinggulnya itu pun tergelak dalam *******. "Suamiku terlalu sibuk kerja, dia tak pernah ada waktu untukku apalagi membuatku puas seperti ini." ucapnya dengan nafas yang tersenggal.


"Kalau begitu ijinkan aku untuk selalu membuatmu puas?"


"Tentu saja, setelah ini kita main lagi. Tapi ku mohon cepatlah aku sudah tak tahan lagi!"


"Apa kamu tidak takut suamimu pulang dan melihat kita seperti ini?"


"Tenang saja dia lagi ada di luar kota untuk seminggu lamanya, jadi kita bisa bersenang-senang tanpa dia harus tahu!"


"Baiklah." jawabnya sambil terus memompa tubuh wanita itu, hingga pelepasan datang dengan sangat cepat.


"Aaahhh sayang, terima kasih kamu selalu bisa membuatku puas berkali-kali!" ucap wanita itu sambil mencium bibir lelaki yang masih berada di atasnya.


Sakha mengepalkan kedua tangannya, saat mendengar semua ucapan wanita yang tengah menikmati kepuasan itu. Istrinya diam-diam selingkuh dan membawa laki-laki lain untuk bercinta di atas tempat tidurnya dengan amarah yang membludak Sakha menendang pintu yang tak sepenuhnya tertutup itu.


Brak.

__ADS_1


Kedua insan yang baru saja menikmati pelepasan itu, dibuat terkejut karena pintu yang ditendang dengan keras.


"M-mas Sakha…?"


Andini terkejut bukan main, dirinya tak tahu jika Sakha akan pulang secepat ini dan sialnya, Sakha melihat dirinya yang tanpa busana bersama laki-laki lain. Yang kini juga tengah panik.


"Brengsek…!" maki Sakha dengan wajah yang mengeras, Sakha menarik paksa laki-laki yang masih belum berpakaian itu, lalu memberi bogeman mentah di wajah dan tubuhnya.


Andini yang terkejut pun tak bisa berbuat banyak, dirinya hanya berteriak meminta Sakha untuk melepaskannya. "Mas udah tolong nanti dia bisa mati?" pintanya sambil menarik Sakha.


Sakha menatap Andini nyalang, "Lepaskan aku perempuan murahan!" bentaknya.


Andini yang mendengar suara bentakan Sakha mulai merasa takut bahkan selama dua tahun pernikahan, tak sekalipun Sakha berkata kasar atau membentaknya. Tapi kini Sakha yang dia lihat bukan Sakha yang dulu.


Andini lalu bersimpuh di kaki Sakha dan menggumamkan permintaan maaf dengan berderai air mata. "Maafkan aku Mas, aku khilaf!" ucapnya sambil terus menangis.


Sakha yang mendengar tangisan Andini seketika menjadi muak, wanita yang di nikahnya selama dua tahun itu, tega mengkhianati dirinya dengan tidur dengan laki-laki lain. Wanita yang selama ini diperjuangkannya tega menusuknya dari belakang.


"Kamu jahat Andini!" ucap Sakha parau, di tengah gejolak amarah yang masih menyelimuti hatinya. "Apa kurangku, sehingga kamu melakukan semua ini padaku? Aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu, memberikan semua keinginanmu tapi kenapa, kenapa??!" ucap Sakha frustasi.


"Maafkan aku Mas, aku khilaf aku tak sengaja melakukannya?"


"Tak sengaja kau bilang, bahkan kamu berniat untuk melakukannya lagi saat aku belum pulang. Itu yang kamu bilang tidak sengaja? Sudah berapa kali kamu lakukan ini?" bentak Sakha.


"Maaf Mas?" Andini menangis sesenggukan sambil memeluk kaki Sakha. "Aku janji tak akan melakukan ini lagi Mas tolong beri aku kesempatan?"


"Pergilah, bawa semua baju-baju mu, aku sudah muak melihat wajahmu? Dan tolong juga kau bawa lelaki ini sebelum nyawanya melayang di tanganku?" ucap Sakha sembari melangkah kan kaki nya pergi.

__ADS_1


"Nggak Mas, aku mohon maafkan aku. Aku tidak akan mengulangi nya lagi. Tolong Mas jangan pergi?" ratap Andini.


Sakha menghentikan langkah kaki nya, tanpa berbalik dia berucap. "Aku keluar dan saat aku kembali, aku harap aku tidak melihat wajah kalian berdua. Dan jika aku kembali kalian masih disini, jangan salahkan aku. Jika aku tak akan segan untuk menghabisi kalian berdua?"


Sakha pergi dari rumah terkutuk itu, rumah yang pernah menjadi impiannya dan Andini. Rumah yang Sakha pikir mampu untuk membawa kedamaian dalam hidupnya. Rumah yang akan menjadi tempatnya melepas lelah dan penat saat dirinya terjebak dalam pekerjaan. Tapi rumah itu juga yang kini menjadi saksi, kehancuran rumah tangganya dan juga hatinya karena pengkhianatan istrinya.


Sakha mengemudikan mobilnya ke arah klub malam, sudah sangat lama dirinya tak pernah menginjakan kaki lagi setelah pernikahannya. Dulu dirinya dan Andini tak sengaja bertemu di klub ini juga, pertemuan tak sengaja hingga berbuah manis bisa menikahinya, walaupun restu sama sekali tak di dapat dari mamanya.


Dulu Sakha berpikir saat mamanya tak memberikan restu, mungkin karena mama nya belum begitu mengenal Andini. Andini yang Sakha tahu adalah wanita yang lembut, pertemuan tak sengaja di klub karena pesta ulang tahun teman, yang tak sengaja mereka hadiri. Hingga perkenalan itu berlanjut dan sampai di sebuah pernikahan.


Saat mengingat semuanya kembali, Sakha menangis, hatinya hancur. Wanita yang paling dicintai setelah ibunya, tak lebih dari seorang wanita murahan yang dengan senang hati membuka kaki nya di hadapan laki-laki lain.


Rasa sakit hati membawa Sakha untuk meminum minuman keras. Andaikan ah seandainya dirinya tidak pulang apakah Sakha akan melihat kecurangan istrinya? Seandainya Sakha tidak pulang apakah rumah tangganya akan baik-baik saja?


Pertanyaan itu terus menerus bersemayam di pikirannya, seandainya! Tanpa sadar Sakha mengumpat. "Brengsek, sialan kau Andini aku membencimu?" Hingga tanpa sadar Sakha terus minum minuman haram tersebut. Hingga kesadarannya yang perlahan mulai menghilang.


Rio yang tak sengaja juga datang ke klub terkejut melihat Sakha yang sudah tak sadarkan diri. Rio dan Sakha sudah berteman lama jauh sebelum Sakha menikah, karena mereka tinggal dan kuliah ditempat yang sama sewaktu di luar negri. Dan Rio sangat heran, saat melihat sahabatnya ini malah tak sadarkan diri karena alkohol. Karena setahu Rio Sakha anti dengan minuman seperti ini.


"Kha bangun oii, tidur dirumah bukan disini?" ucap Rio sambil menggoyangkan badan Sakha.


"Hm, jauhkan tanganmu brengsek. Aku membencimu Andini!" rancau Sakha tak jelas.


Rio menggaruk kepalanya yang tak gatal, masalah apa yang membuat sahabatnya ini sampai berbuat seperti ini? Dan siapa Andini yang sedang di maki nya itu?


Dengan terpaksa Rio membawa Sakha untuk pulang, karena ia tak tahu harus dibawa kemana. Selama dirinya kembali ke Indonesia. Rio belum pernah sekalipun menginjakan kakinya ke rumah Sakha, bahkan setelah pernikahannya dulu. Dengan sangat terpaksa, akhirnya Rio membawa Sakha pulang ke apartemen nya sambil menunggu laki-laki ini sadar dari mabuknya.


"Ck, dude kau menyusahkanku di hari pertama kita bertemu. Akan aku hitung sebagai hutang. Ingat itu?" omel Rio sambil memapah Sakha pulang.

__ADS_1


****


__ADS_2