Luka Hati Istri Pertama

Luka Hati Istri Pertama
Permintaan Maaf


__ADS_3

Pagi ini saat Hanum mulai membuka mata, menoleh ke sisi tempat tidur yang lain, hati nya sedikit mencelos mengingat selalu ada yang mengucapkan selamat pagi, juga mengajak nya untuk sholat subuh berjamaah, tapi kini sisi ranjang itu terasa dingin.


Tak mau terus berlarut dalam kesedihan, Hanum mulai menapakan kaki nya, berjalan arah kamar mandi untuk sekedar menyegarkan tubuh. Selesai mandi Hanum tak lupa berwudhu dan menghadap sang Pencipta bukan untuk mengeluh, hanya meminta untuk diberi kekuatan lebih agar ia mampu melalui semua cobaan yang hadir dalam hidup nya.


Pagi ini seperti biasa, Hanum selalu melakukan pekerjaan rumah nya sendiri, rumah dengan model minimalis tak membuat Hanum merasakan lelah saat melakukan aktivitas yang biasa dia lakukan setiap paginya, hanya sekarang semua tampak berbeda rumah yang biasanya memberi keceriaan, memberi kehangatan kini mulai berubah menjadi suram.


Selesai membersihkan rumah dan memasak, Hanum kembali masuk kedalam kamar, berniat untuk menenangkan diri, belum sampai membuka pintu kamar, terdengar suara pintu diketuk dari luar.


Tok


Tok


Tok


Assalamu'alaikum.


Terdengar sapaan salam dari luar, Hanum bergegas membuka pintu untuk melihat siapa yang datang pagi-pagi ke rumahnya.


"Wa'alaikumsalam," jawab Hanum sambil membuka pintu. Alangkah kaget saat membuka pintu ternyata mama mertua nya yang datang berkunjung.

__ADS_1


"Mama," pekik Hanum. Tak menyangka kalau mama mertua nya akan datang kerumah sepagi itu.


"Ada apa Ma, tumben Mama pagi-pagi sudah datang? tanya Hanum heran.


" Lho memangnya Mama gak boleh datang num?" manyun bu Suryo.


"Bukan begitu Ma, Hanum hanya heran mama pagi-pagi sudah datang, Mama apa kabar?"


"Mama baik-baik saja, Num Mama gak boleh masuk nih dari tadi masih di depan pintu saja?"


"Astaghfirullah, ayo masuk Ma Hanum sampai lupa," kekeh Hanum disertai ringisan dari mertua nya.


"Hanum sudah masak ya," tanya bu Suryo sumringah.


"Belum, Num Mama sengaja datang pagi-pagi kesini karena ada yang pengen Mama katakan sama Hanum."


"Ada apa Ma, Mama baik-baik saja kan? tanya Hanum khawatir.


"Mama baik-baik saja Num, tapi kamu sendiri tidak, ya kan?" tebak bu Suryo.

__ADS_1


"InsyaAllah Hanum baik-baik saja Ma, Hanum tidak apa-apa." ucap Hanum tegar.


Dengan tiba-tiba bu Suryo memeluk Hanum sambil menangis, meminta maaf atas semua yang sudah Ilham lakukan, ya dulu memang bu Suryo tidak suka dengan Hanum yang hanya lulusan SMA, juga dari keluarga yang tidak berpunya, tapi seiring berjalannya waktu, bu Suryo mulai menyukai Hanum karena sifatnya, juga karena Hanum mampu membawa dirinya untuk mengimbangi keluarganya, sampai bu Suryo tak lagi malu membawa Hanum setiap kali pergi berkumpul bersama teman-teman sosialita nya dan bu Suryo malahan bangga memperkenalkan Hanum sebagai menantunya.


Dan kini dia menangis memeluk hanum, merasa menyesal atas apa yang dilakukan Ilham anak lelaki satu-satunya, yang dengan tega melukaimu hati menantu yang sudah dianggap seperti anak sendiri.


"Maafkan Mama Num," isak bu Suryo.


"Mama kenapa minta maaf sama Hanum, Mama gak salah apa-apa sama Hanum Ma, semua yang terjadi sama Hanum mutlak karena Allah jadi apa yang Mama tangisi?" ucap Hanum lirih.


Masih dengan hati yang tidak baik-baik saja, Hanum mencoba terlihat biasa saja, masih dengan senyum yang sama Hanum mengusap punggung ibu mertuanya yang masih sesenggukan, menyampaikan lewat usapan itu kalau dirinya baik-baik saja.


"Mama hanya merasa gagal mendidik Ilham, sampai dia bisa menyakiti kamu sampai sedalam ini Num."


"Ma … maafkan Mama." tangis bu Suryo.


"Hanum gak papa Ma, Hanum juga tidak menyalahkan Mama," senyum Hanum menyakinkan mertuanya.


"Jangan dipikirkan lagi ya Ma, Hanum baik-baik saja! Mama belum sarapan kan yuk kita sarapan bareng, pas banget hari ini Hanum bikin ayam rica-rica kesukaan Mama sama Papa," tawar Hanum bersemangat.

__ADS_1


Walaupun masih dengan perasaan bersalah, bu Suryo tidak menolak ajakan Hanum, semata-mata dia ingin membuat menantu yang sudah dianggap sebagai anak sendiri itu merasa senang, tak melulu mengingat sakit hatinya, walaupun tak dipungkiri bahwa luka sakit hati yang sekarang Hanum rasakan itu karena ulah anak nya sendiri yang telah tega menduakan menantunya.


***


__ADS_2