Luka Hati Istri Pertama

Luka Hati Istri Pertama
Membuat Keributan


__ADS_3

Keesokan harinya Ilham sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. Sebelum pergi ia sempat memastikan kalau amel baik-baik saja. Bukan tanpa sebab pertengkarannya semalam cukup membuatnya kepikiran, ada rasa sesal yang tiba-tiba masuk kedalam hatinya.


Amel sedang duduk di depan meja makan saat Ilham datang menemuinya. "Kamu mau sarapan bersama Mas?" tanya Amel.


"Aku buru-buru, nanti aku sarapan saja di kantor!" ucap Ilham.


"Baiklah!" jawab Amel.


Ilham pergi meninggalkan rumah dengan perasaan yang mulai tidak enak, ada rasa kehilangan yang tiba-tiba merasuk kedalam hatinya.


"Ada apa dengan hatiku?" monolog Ilham. Tapi sekuat hati Ilham mengabaikan firasat itu, "Ah mungkin aku hanya lelah!" ucapnya lagi.


Setelah Ilham pergi Amel pun bersiap, Amel menyiapkan semua yang harus ia bawa untuk bertemu dengan hanum. Amel sudah membulatkan tekad, jika memang harus berpisah! baik dirinya juga hanum tidak ada satupun yang bisa memiliki Ilham kembali.


Cinta telah membuat hati Amel buta, walaupun kesalahan ada padanya! tapi saat ego dan rasa ingin memiliki lebih besar ia bisa melakukan segala cara.


Ilham sampai di kantor, pekerjaan nya memang sangat banyak setelah berhari-hari dirinya absen dan lebih memilih untuk selalu setia menunggu di tempat hanum.


Pekerjaan Ilham yang menumpuk seharusnya cukup untuk membuatnya sibuk tapi entah, pikiran dan hatinya hanya tertuju kepada sang mantan istri. Hingga Ilham memilih untuk keluar dan bertemu dengan hanum di sela-sela jam kantornya.


Ilham sampai di tempat hanum sebelum jam makan siang, jadi keadaannya juga tidak terlalu ramai. Dan itu sangat memudahkan Ilham untuk mengajak hanum berbincang sebentar.


"Dek?" sapa Ilham.


"Iya."


"Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu?"


"Tentang apa Mas?"


Ilham meminta hanum untuk duduk tak jauh dari dirinya, "Perasaan ku gak enak dari pagi, apa kamu baik-baik saja?" tanya Ilham.


"Aku baik Mas, alhamdulillah!" jawab Hanum.


"Oh, baguslah kalau begitu!"


"Memangnya ada apa Mas, kamu kelihatannya khawatir banget?"


Ilham menggeleng pelan dan saat ia ingin menjawab pertanyaan Hanum. Suara tepuk tangan terdengar sangat keras di belakangnya.


Prok … prok … prok


Ilham dan Hanum langsung melihat kearah, dimana Amel yang sedang berdiri dan bertepuk tangan dengan senyum yang sulit untuk diartikan.

__ADS_1


Ilham sontak berdiri, ia terkejut bagaimana Amel bisa datang ketempat Hanum, banyak pertanyaan yang tiba-tiba muncul di pikiran Ilham.


"A-amel?" lirih Ilham.


Amel tersenyum sinis menatap keduanya, dirinya tak berhenti untuk bertepuk tangan seolah-olah ada pertunjukan yang bagus di depan matanya.


"Hebat Mas saat kamu bilang mau sarapan di kantor, ternyata kamu disini?" tanyanya sinis.


"Aku bisa jelaskan Mel?"


"Apa yang ingin kamu jelaskan Mas? oh atau kamu mau bilang kalau kamu hanya bisa sarapan,


saat mantan istri kamu yang membuat makanannya?"


"Jangan mengacau Mel, ini di tempat umum!"


"Aku mengacau apa? bahkan aku tidak melakukan apapun."


Amel melihat Hanum, tapi saat menyadari ada yang berbeda dengan mantan kakak madunya itu, Amel berjalan mendekat.


Amel terkejut saat dirinya sudah sangat dekat dengan sang mantan kakak madunya itu. "Kamu hamil Mbak?" tanya Amel dengan ekspresi yang benar-benar terkejut.


Hanum mengangguk, "Iya aku sedang hamil!"


"Amel … ?" teriak Ilham.


Amel seketika menatap sang suami, "Apa Mas, kenapa kamu berteriak?"


"Jaga ucapanmu!"


"Ucapan yang mana yang harus aku jaga?" tanya Amel geram.


"Hanum hamil anakku?" ucap Ilham.


Amel menganga, ia sedikitpun tak mempercayai ucapan suaminya itu. "Bagaimana Mbak Hanum bisa hamil denganmu, kalau kalian saja sudah bercerai sangat lama atau jangan-jangan selama ini kamu sering pulang larut karena bersama dengan Mbak Hanum lagi, kalian berzina?"


"Bukan seperti itu Amel!" geram Ilham. "Hanum ketahuan hamil sesaat setelah perceraian itu dan aku sendiri yang mengantarnya ke rumah sakit saat Hanum pingsan!"


Amel tersenyum sinis, "Berarti kamu membohongi aku Mas, saat kamu bilang ada urusan di kantor padahal kamu sedang cuti dan semua itu hanya untuk menemani Mbak Hanum yang sedang pingsan?" tanya Amel emosi.


"Maafkan aku Mel?"


"Maaf katamu Mas setelah sekian banyak kamu bohongin aku? tapi apa kamu yakin kalau anak yang dikandung Mbak Hanum itu anakmu?"

__ADS_1


"Amel … !!!" teriak Ilham, yang bersamaan dengan Hanum yang juga terkejut dengan ucapan Amel.


"Astaghfirullah Mel!" ucap Hanum.


"Kenapa Mas kamu kaget saat aku ngomong begitu? Mbak Hanum ketahuan hamil saat bercerai denganmu bahkan sebelum itu pun kalian sudah tidak tinggal bersama, lalu salahku dimana?"


"Hanum tidak seperti itu!" bantah Ilham.


"Bagaimana kamu tahu Mas? bahkan aku yang selalu bersamamu dua puluh empat jam saja, kau masih ragu kalau anak yang kini kukandung adalah anakmu!" jawab Amel berair mata.


Hanum yang mendengar ucapan Amel sontak menatap Ilham, banyak pertanyaan yang ingin Hanum tanyakan kenapa bisa seperti itu? Tapi suara Amel yang kembali menangis, membuat Hanum iba.


Hanum mendekati Amel dan berusaha menenangkan dirinya di tengah isak tangisnya, tapi dengan kasar Amel menolak perhatian Hanum.


"Kenapa Mbak? apa kamu bahagia melihatku begini?" tanya Amel sinis.


"Aku gak begitu Mel, aku malah baru tahu keadaan rumah tanggamu!" ucap Hanum pelan.


"Aku gak yakin Mbak baru tahu, bahkan tanpa aku tahu Mbak sering bertemu dengan Mas Ilham di belakangku!"


"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan Mel?"


"Lalu apa yang aku pikirkan Mbak? saat melihat sang suami masih begitu mencintai mantan istrinya, yang diam-diam sering mengirimkan uang padanya dan sekarang malah sering bertemu diam-diam seperti ini!" ucap Amel yang mulai tersendat-sendat karena air matanya yang tak berhenti mengalir.


"Apa kamu mencoba membalasku Mbak, karena membuat Mas Ilham meninggalkanmu dulu?"


"Aku gak begitu Mel!" kilah Hanum.


"Lalu apa Mbak, bahkan sekarang Mas Ilham meragukan anak yang kini ku kandung karena melihatmu yang sebentar lagi juga punya anak?"


"Demi Allah Mel Mbak gak tau apa-apa, selama ini Mas Ilham tak pernah menceritakan apapun!"


Amel makin tergugu mendengar ucapan Hanum, "Bagaimana Mas Ilham akan bercerita jika itu mengenai diriku Mbak, karena yang selalu Mas Ilham pikirkan hanya Mbak Hanum saja."


"Dengarkan Mbak Mel?"


"Apa yang harus aku dengar Mbak, berapa banyak lagi kebohongan kalian untukku?" ucap Amel disertai ringisan saat perutnya tiba terasa kencang.


Hanum yang melihat Amel sedikit kesakitan segera mendekat dan mencoba memeluknya, tapi tak disangka Amel yang masih dikuasai emosi tak sengaja mendorong Hanum kebelakang dan karena ketidaksiapan Hanum, tubuhnya mulai limbung dan hampir terjatuh jika tidak ada tangan lain yang lebih dulu menangkap tubuh nya.


Ilham yang menyaksikan semua itu sedikit terkejut dan berteriak, "Hanum …!!!" ia berusaha secepat mungkin menangkap tubuh Hanum tapi ia terlambat saat ada tangan lain yang lebih dulu menangkap tubuh mantan istrinya itu.


***

__ADS_1


Maaf ya kak, baru bisa update kesehatan saya agak menurun. Lagi sering merasakan kram perut dan pinggang jadi maaf banget untuk semuanya🙏🙏🙏


__ADS_2