
Amel pulang dengan perasaan yang sangat kacau, dirinya baru mengetahui jika selama ini suaminya diam-diam masih berhubungan dengan sang mantan istri di belakangnya.
Kecewa tentu saja, saat ia sedang berusaha membuktikan kalau anak yang sedang ia kandung benar anaknya Ilham tapi Ilham sendiri malah diam-diam mengkhianati nya dengan sering berhubungan dengan mantan istrinya.
Amel sampai dirumah, sejenak ia menatap nanar rumah yang pernah menjadi saksi cintanya. Saat ia mati-matian mempertahankan lelaki yang telah membuatnya jatuh cinta tapi kini kenyataan sangat menampar hati dan juga pikirannya.
Amel menangis, "Akan seperti apa rumah tangga kita ini mas nantinya? jika saat ini pun aku juga mulai lelah mempertahankan nya!" ucap Amel dalam tangisnya.
Amel masuk kedalam rumah, ia memilih untuk menunggu Ilham pulang. Amel ingin tahu dengan jelas nasib rumah tangganya ini, jika pun tak bisa untuk dilanjutkan biarkan Amel menyelesaikan nya dengan adil.
Tak lama menunggu suara deru mesin mobil yang berhenti di depan rumahnya, sedikit mengembalikan kesadaran Amel untuk bersikap seolah-olah ia tak mengetahui apapun. Amel ingin melihat sampai dimana kejujuran dari suaminya ini.
Ilham masuk kedalam rumah dan terkejut melihat Amel yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
"Baru pulang Mas?" tanya Amel basa-basi.
"Hmm."
"Dari mana?"
Ilham yang berniat meninggalkan Amel tanpa menjawab pertanyaannya, sejenak ia berhenti saat pertanyaan, dari mana Amel tanyakan.
"Maksudmu?"
"Aku hanya bertanya kamu dari mana, karena saat tadi aku ke kantor kamu gak ada?" tanya Amel dengan menatap wajah Ilham.
Amel sedikit berbohong dengan menyebut kalau dirinya ke kantor! padahal Amel hanya menelpon sekretaris Ilham dan menanyakan atasan nya itu ada atau tidak? tanpa sedikitpun menginjakan kakinya ke tempat kerja suaminya itu.
"Aku ada meeting di luar jadi aku gak ada di kantor hari ini!"ucap Ilham memberi alasan.
"Oh, meeting di luar apa bertemu seseorang yang dirindukan?"
"Apa maksudmu, aku tidak mengerti?" jawab Ilham sedikit terkejut.
"Aku hanya menebak Mas, kamu gak perlu se gugup itu juga!" kekeh Amel. "Oh iya Mas aku lupa, kamu tahu gak kabarnya Mbak hanum sekarang, aku ingin bertemu dengannya?"
"Untuk apa kamu mau bertemu dengan hanum?" tanya Ilham.
__ADS_1
"Aku hanya ingin bertemu saja, agar aku bisa melihat hidupnya atau hidup ku yang kini terlihat sangat menyedihkan!"
"Jangan aneh-aneh Amel, hanum sudah bahagia sekarang!" ucap Ilham yang tanpa sadar menjelaskan kalau hanum baik-baik saja.
"Wah, hebat kamu Mas bisa tahu kalau mantan kamu sudah bahagia, apa kamu sering menemuinya?"
"A … aku!"
"Jawab Mas, aku apa?"
"Ya aku sering menemuinya hanya untuk menebus rasa bersalah ku padanya, tak ada niat lebih!"
"Aku gak percaya Mas!"
"Terserah kamu mau percaya apa nggak, yang jelas aku gak perlu kasih tahu kamu semua yang aku lakuin!" ucap Ilham ketus.
"Tapi aku istrimu Mas, aku berhak tau kamu kemana dengan siapa, apa aja yang kamu lakuin?" ucap Amel dengan sedikit emosi.
"Kamu sudah kehilangan hak itu semenjak kamu menipuku!" ucap Ilham seraya meninggalkan Amel yang masih mematung melihat suaminya.
"Mas?" panggil Amel. "Kamu gak bisa lakuin ini sama aku, statusku masih istri kamu!"
"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan Mas, tapi ingat kamu akan menyesali semuanya! saat anak yang kukandung ini benar anakmu dan saat kamu juga kehilangannya." ucap Amel.
Ilham tertegun mendengar ucapan Amel, apa maksudnya apakah dirinya sedang disumpahi oleh istrinya ini? suara batin Ilham bergejolak, ia ingin berbalik dan bertanya apa maksudnya, tapi ego nya masih terlalu tinggi. Hingga Ilham memilih untuk masuk kedalam kamar yang merangkap ruang kerjanya itu, untuk sedikit mendinginkan pikirannya.
Amel yang masih menangis menatap nanar kamar yang kini ditempati sang suami, badannya lelah begitu juga dengan hatinya Tapi saat ia ingin berbalik untuk masuk kedalam kamar, pikiran nya mengajak untuk masuk kedalam kamar Ilham, saat melihat pintu kamar itu tidak tertutup sempurna.
Dengan memberanikan diri, Amel masuk dan saat dirinya sudah di dalam. Amel tak menemukan sang suami ada di dalam kamar, hanya ada suara air yang terdengar dari dalam kamar mandi.
Amel memberanikan diri melihat ponsel sang suami, Amel terkejut saat mendapati banyak pesan yang dikirim suaminya untuk sang mantan istri, bahkan tidak hanya obrolan tapi juga bukti transfer yang dilakukan sang suami untuk mantan istrinya.
Amel terluka lebih parah dari sebelumnya, saat mendapati sang suami masih mencari mantan istrinya tapi tak hanya itu, suaminya bahkan masih memberikan nafkah untuk mantan istrinya.
Amel membekap mulutnya, saat dirinya sadar isakan tangis itu mulai lolos dari bibirnya. Amel bergegas pergi saat suara air di dalam kamar mandi mulai berhenti. Tak lupa ia juga mengirimkan semua bukti transfer dan pesan dari ponsel Ilham ke ponsel miliknya.
Amel kembali masuk kedalam kamarnya, matanya menatap nanar ponsel yang sekarang ia pegang. "Ternyata selama ini kamu belum bisa melupakannya mas, bahkan kamu diam-diam mencari dimana dirinya tinggal. Tanpa aku tahu dan selama ini pula kamu terus membohongiku! baiklah jika ini sudah menjadi keinginanmu, besok kita lihat antara aku dan mbak hanum siapa yang akan kamu pilih?"
__ADS_1
***
"Mbak?" panggil Ardi.
"Kenapa Ar?" tanya Hanum sembari menghitung pendapatannya hari ini.
"Kenapa Mbak masih mau bertemu dengan mas ilham?" tanya Ardi penasaran.
"Maksudnya?" tanya Hanum pura-pura tak mengerti maksud dari pertanyaan Ardi.
"Mbak …??"
Hanum terkekeh, "Lalu Mbak harus apa Ar? melarangnya untuk datang begitu maksudmu? bukankah kita pernah melakukannya dengan pergi dan membuka usaha ini di tempat baru, tapi apa? mas ilham bahkan bisa menemukan kita lagi kan?"
Ardi mengangguk, "Aku hanya gak mau Mbak Hanum kembali terluka, saat mas ilham kembali ke dalam hidup kita?"
"Mbak janji, kalau Mbak akan baik-baik saja dan tidak akan terluka lagi untuk yang kesekian kalinya!" ucap Hanum meyakinkan.
"Tapi Ibu yang takut Num? jawab Bu Surti yang tiba-tiba hadir di antara mereka. "Ibu takut ilham datang hanya untuk membuatmu merasakan sakit hati lagi, ibu takut jika kedatangannya akan membawa masalah baru untuk hidup kita yang sudah lebih bahagia ini!"
"InsyaAllah nggak Bu, Ibu jangan berpikir yang aneh-aneh ya? Hanum janji tak akan ada lagi masalah yang akan datang di hidup kita lagi!"
"Kenapa Mbak Hanum gak nikah lagi?" tanya Ardi.
Hanum terkejut, "Menikah dengan siapa Ardi, Mbak gak pernah punya pikiran kesana? Mbak hanya ingin fokus membahagiakan kalian dan anak Mbak nantinya?" jawab Hanum.
"Tapi seandainya nanti Hanum ketemu sama jodohnya, yang mau menerima kamu apa adanya. Kamu juga gak boleh nolak ya Num?" pesan Ibu.
"Kok Ibu bicara begitu?"
"Kita tidak mungkin selamanya akan bersama begitu juga dengan Ardi, yang nanti akan mempunyai keluarga sendiri. Setidaknya saat kamu sudah ada pendamping yang bisa melindungi kamu dan anak kamu nanti. Ibu pasti akan sangat bahagia?"
"Hanum janji Bu, jika memang nanti ada, Hanum akan memikirkannya lagi?" ucap Hanum sembari memegang tangan Ibunya.
"Ya sudah ayo kita tidur ini sudah malam, kamu juga Num harus banyak beristirahat supaya kandunganmu tetap sehat?" ajak Bu Surti.
Malam ini Hanum tidur dengan gelisah, hatinya sedikit tidak tenang saat Ardi membahas ilham. Apa yang akan terjadi esok Hanum tak pernah tahu. Hanum hanya berdosa jika apa yang dipikirkan nya tak akan pernah menjadi kenyataan.
__ADS_1
***
Saya lelah banget hari ini kak, jika ada typo tolong di maklum ya 🤭 jika ada sisa vote yang tersisa boleh lah di vote cerita receh ini😂😂🤭 Terima kasih dan happy reading🙏🙏