
Sakha berjalan dengan dada yang bergemuruh, kesal dan juga marah itu yang kini ia rasakan, saat melihat anak yang dari bayi sudah ada dalam rengkuhannya, dibuat menangis sampai susah untuk bernapas.
Hanum yang sama sekali tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Hanya menunduk dan berjalan mengikuti Sakha yang lebih dulu berada di depannya.
Hingga langkah kakinya berhenti, karena tanpa sengaja dirinya menabrak Sakha yang kini tengah berdiri tegak didepan tubuhnya.
"Jalan lihat jalannya, jangan sambil menunduk!" ucap Sakha sedikit ketus, bukan tanpa maksud Sakha bersikap seperti itu. Tapi melihat Hanum yang seakan memikirkan mantan suaminya itu, membuat rasa cemburu yang berusaha Sakha tahan selama ini, akhirnya keluar tanpa bisa dia cegah.
"A-aku nggak Bang!" Hanum sedikit tergagap menjawab pertanyaan Sakha, ada rasa tak enak hati saat matanya tanpa sengaja menatap mata Sakha yang sedikit memperlihatkan amarah.
"Masuklah, kita pulang!" ajak Sakha yang kini tengah membuka pintu untuk Hanum.
Hanum pun dengan sigap masuk kedalam mobil, "Reyhan sama aku saja Bang?" ucap Hanum saat melihat Sakha masih menggendong Reyhan.
"Gapapa biar Reyhan di belakang, sekarang dia lagi tidur!" jawab Sakha sambil membuka pintu belakang dan meletakkan Reyhan yang tengah tertidur pulas.
Reyhan langsung tertidur saat ia berada dalam gendongan Sakha, rasa lelah karena terus menangis yang membuat Reyhan tertidur lebih cepat.
Sakha kembali memutari mobilnya sebelum ia masuk dan membawa kendaraan beroda empat itu keluar dari area rumah sakit.
__ADS_1
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Sakha bertanya saat ia melihat Hanum yang terus diam.
"Aku gak mikirin apa-apa Bang, hanya banyak hal yang Hanum gak tahu. Kejadian tadi benar-benar membuat Hanum terkejut!"
"Abang juga gak tau apa yang sebenarnya terjadi tapi�" Sakha sedikit menjeda kalimatnya.
"Tapi apa Bang?"
"Tapi Abang gak suka kalau ada yang membuat Reyhan menangis sampai seperti itu, rasanya Abang ingin memukul mantan suami kamu itu." jawab Sakha disertai geraman.
"Maaf Bang?"
Sakha menoleh dan menatap Hanum heran. "Kenapa kamu yang minta maaf?"
Sakha menggeleng, "Itu bukan salah kamu, Han. Jadi kamu gak perlu minta maaf sama aku!"
"T-tapi Bang, semua ini karena masa lalu yang tak pernah habis di hidup Hanum!" ucap Hanum lemah.
Saat Sakha mendengar ucapan Hanum yang sedikit sedih, Sakha langsung memarkirkan mobil nya ke pinggir jalan yang tidak begitu jauh dari arahnya pulang.
__ADS_1
Hanum yang melihat Sakha berhenti sejenak merasa bingung. "Kok berhenti di sini Bang, bukannya sebentar lagi sampai?"
Sakha menatap Hanum, "Ada yang ingin ku katakan padamu Han, dan aku sudah tak bisa menunggu lebih lama lagi. Sebenarnya aku masih mau menunggu sampai restoran kerjasama kita selesai, tapi semakin aku tahan hatiku semakin gak nyaman. Terlebih sekarang ilham selalu hadir diantara kita, jadi aku ingin memastikan yang sebenarnya!"
Alis Hanum terpaut, nampak jelas raut kebingungan di wajahnya tentang apa sebenarnya yang ingin Sakha katakan.
"Ada apa ini Bang?"
"Maaf Han, mungkin ini terdengar gak masuk akal buat kamu. Tapi jauh didalam lubuk hatiku, perasaan ini nyata dan apa adanya, setelah apa yang kita lewati selama ini gak mudah buat ku untuk terus diam dan menahannya di dalam hati. Sudah saatnya aku untuk bilang kalau aku, jatuh cinta padamu!"
Hanum terkejut mendengar pengakuan Sakha, bukan Hanum tak menyadari selama ini. Hanum hanya berpikir mungkin itu memang salah satu sifat baiknya Sakha, tapi saat pengakuan ini Sakha ucapkan, ada perasaan haru juga takut. Hanum terharu ternyata ada orang yang bisa menyukainya setelah apa yang terjadi di dalam hidupnya. Tapi Hanum juga takut untuk memulai sesuatu yang baru terlebih sudah ada anak di dalam hidupnya.
***
Hallo kak maaf ya untuk bab ini sengaja dibuat pendek karena, sudah mulai masuk tahap akhir dari cerita Luka Hati Istri Pertama.
Cerita ini seharusnya selesai di bab 70 tapi mengingat, rata-rata semua novel yang ada di novel toon mempunyai bab yang panjang, sedangkan untuk cerita ini saya gak bisa untuk berbab-bab.
Takut ceritanya hanya berputar di satu konflik yang sama. Oleh karena itu setelah bab ini, bab selanjutnya pun akan sama pendeknya dengan durasi bab nya yang panjang sampai bab kesekian. semoga saya masih bisa untuk up 2 bab di waktu yang sama, jadi durasi baca nya akan tetap sama minimal 1500 kata.
__ADS_1
Terima kasih dan maaf ππ
Happy Reading π