Luka Hati Istri Pertama

Luka Hati Istri Pertama
Kenangan


__ADS_3

Sudah satu bulan lamanya Hanum tinggal bersama ibu dan adiknya. Dan hari ini adalah hari pertama persidangannya dengan sang suami, ada rasa takut yang tiba-tiba menyusup di dalam hatinya. Sanggupkah dirinya nanti, saat harus bertemu dengan sang suami dengan keadaan yang berbeda, bukan lagi sebagai suami dan istri.


Hanum masih berdiri di depan kaca yang ada di kamarnya! masih berusaha menguatkan yang nama nya hati untuk tetap baik-baik saja, walaupun yang kini Hanum rasakan sungguh berbeda.


Hingga ketukan pintu kamarnya, membuatnya memalingkan wajah dan menatap wanita tua, yang kini sedang menatapnya dengan rasa haru.


"Kamu baik-baik saja Num? tanya sang Ibu.


Hanum mengangguk dengan senyuman yang terulas cantik di kedua sudut bibirnya.


"Haruskah Ibu yang menemani Num?"


Hanum menggeleng samar, "Sudah ada Ardi Bu yang nemenin Hanum, Ibu baik-baik dirumah ya dan jangan lupa do'ain Hanum biar semuanya cepat selesai hari ini." ucap Hanum menenangkan sang Ibu.


Bu Surti menangkup kedua sisi wajah Hanum dan berkata, "Ibu selalu mendoakan untuk kebaikanmu Num! entah dulu, hari ini ataupun nanti. Ibu selalu berdoa, semoga anak Ibu selalu mendapatkan kebaikan dalam hidupnya."


"Terima kasih, Ibu yang terbaik di dunia ini!" ucap Hanum menahan haru.


"Kamu akan tahu, saat menjadi Ibu nanti Nak?"


Hanum tersenyum kecut, "Bagaimana ia akan menjadi Ibu jika pernikahan nya saja sudah hancur sekarang!" batin Hanum.


Bu Surti yang melihat kediaman Hanum menunjukan kesedihan, ia lantas memegang kedua tangan anak perempuan nya. "Walaupun bukan dengan ilham tapi masa depan mu masih panjang! siapa tahu akan ada jodoh lain yang akan memberikanmu kebahagiaan yang sesungguhnya." ucap Bu Surti menguatkan.


Hanum mengangguk dan tersenyum, "Semoga saja ya Bu, tapi kalau misalkan nggak juga gak papa. Hanum masih memiliki Ibu dan Ardi yang akan menemani Hanum hingga tua nanti!" kekeh Hanum.


Bu Surti mengangguk, "Kalau sudah selesai ayo kita keluar Ardi sudah menunggu di depan." ajak Bu Surti.


Hanum melangkah meninggalkan kamarnya bersama sang Ibu, saat senyum Ardi menyambutnya di ruang tamu. "Udah siap Mbak?" tanya Ardi.


"Sudah, kita berangkat sekarang ya! takut macet kalau kesiangan."


"Iya, ayo Mbak!" ajak Ardi.


"Kami pamit ya Bu, doakan semoga semuanya lancar dan Hanum kuat saat mendengarkan keputusannya nanti." ucap Hanum sembari memeluk tubuh tua sang Ibu.


"Hm, pergilah doa Ibu bersama kalian! Ardi jaga kakakmu baik-baik." pinta Ibu.

__ADS_1


"Siap komandan!" ucap Ardi mencairkan suasana yang mulai sendu, diantara mereka.


***


Di tempat lain, Ilham masih menatap foto pernikahannya dengan sang istri, yang sebentar lagi akan menjadi mantan istrinya.


Setelah kepergian Hanum dari rumah mereka, Ilham tak lantas kembali kerumah Ibu ataupun istri keduanya. Dirinya masih bergelut dengan rindu yang semakin membuat nya susah melupakan semua kenangan bersama sang istri.


Tempat tidur yang menjadi saksi cinta mereka, masih menyimpan harum tubuh sang istri di setiap ujungnya, entah di bantal di kamar mandi ataupun di setiap sudut kamarnya.


Setiap harum dan kenangan nya bersama sang istri sedikit demi sedikit melukai perasaannya. Kini ia merasakan bagaimana Hanum nya dulu merasakan perasaan ini.


Benar yang dulu Hanum katakan, kalau dirinya sudah tak sanggup menjalani hidup dengan orang yang telah membagi hati. Dan sekarang dirinya sendiri merasakan apa yang Hanum nya rasakan.


Hari ini panggilan sidang perceraian nya, seandainya ia bisa memutar waktu tak akan pernah sekalipun Ilham mendaftarkan perceraiannya. Tapi dirinya juga tidak bisa memilih antara anak dan seorang istri.


Sebulan yang lalu.


Setelah menyelesaikan makan masakan yang terakhir dibuat oleh hanum. Ilham beranjak masuk kedalam kamar mereka, memeriksa setiap sudut yang memang telah kosong. Ilham berjalan ke arah lemari pakaian mereka, satu sisi lemari yang berisi semua pakaian hanum kosong, tak satupun tersisa hanya ada satu kotak beludru yang masih tertinggal.


Ilham meraih kotak tersebut dan membukanya, hatinya seketika mencelos saat melihat cincin bermata biru, yang dulu sempat ia belikan sebagai tanda permintaan maaf, atas kesalahan nya yang dulu. Tapi kini malah tersimpan rapi di dalam lemari.


Ilham memasukan cincin itu ke dalam saku celana nya dan berharap saat nanti dirinya bertemu dengan hanum, Ilham masih punya kesempatan untuk memberikannya sebagai kenangan terakhir.


Ilham kembali duduk di tepi ranjang yang biasa Hanum pakai untuk tidur, mencium wangi sang istri yang masih tertinggal di bantal, hingga lelap datang lebih awal dan membuat Ilham tertidur lebih cepat.


***


Ketukan di pintu yang terus menerus, mengusik tidur lelap Ilham. Hingga tanpa sadar Ilham memanggil hanum, "Sayang tolong bukain pintu nya dulu dong, Mas masih ngantuk banget nih."


Tak terdengar sahutan sama sekali dan saat Ilham membuka mata, ia tersadar kalau yang dia panggil sekarang sudah pergi meninggalkan nya. Dengan langkah malas, Ilham membuka pintu dan betapa terkejut dirinya! saat mendapati amel berdiri dengan tangan yang disilangkan ke dada.


"A-amel!"


"Ya ini aku Mas, kenapa kamu terkejut melihat aku ada sini?" tanya amel sarkas.


"Bukan begitu, kamu kenapa kesini?"

__ADS_1


"Kamu lupa udah janji apa sama aku, kamu bilang akan pulang hari ini tapi sampai jam segini gak muncul juga! Aku udah kerumah mama dan mama bilang kamu belum pulang dari pagi, jadi aku putuskan kesini dan ternyata kamu lagi asik mengenang kenangan yang sudah berlalu dengan mantan istri kamu itu."


"Kecilkan suara kamu, gak enak di dengar tetangga!"


"Biarin aja, habis kamu nya begitu! aku lagi hamil Mas aku butuh kamu disamping aku." rajuk Amel.


"Oke iya, ya sudah ayo kita pulang?" ajak Ilham.


"Kita nginep disini aja ya Mas, udah kemaleman juga kalau mau pulang?" pinta Amel.


Ilham sejenak memandang Amel dan isi dalam rumah, tak mungkin ia akan membiarkan istri kedua nya untuk menginap di rumah ini walau cuma semalam. Hati kecil Ilham masih waras, ia tak ingin lebih membuat hanum terluka, karena rumah ini dulu adalah rumah impian hanum dan Ilham tidak ingin membuat kenangan yang hanum tinggalkan, menjadi rusak karena kedatangan istri keduanya.


"Kita pulang saja ya, gak enak kalau sampai di lihat tetangga?" ajak Ilham.


"Tinggal bilang aku istrimu apa susahnya sih Mas?" ucap Amel yang masih kekeh tidak ingin pulang.


"Baiklah, kalau kamu mau disini biar Mas yang pulang!" ucap Ilham tegas.


Ilham bergegas mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas meja ruang tamu dan berlalu pergi meninggalkan Amel yang masih mematung, mendengar penolakan Ilham.


Suara mesin mobil, menyadarkan Amel dan ia seketika berlari kecil menyusul Ilham yang sudah duduk dibalik kemudi mobilnya.


Amel masuk dan memasang muka masam, untuk permintaan nya ini Ilham tidak mengabulkan, padahal sebelumnya Ilham tak pernah menolak apa yang Amel inginkan.


"Kenapa Mas gak bolehin aku nginep dirumah itu, padahal rumahnya kan kosong?" tanya Amel yang masih kesal karena penolakan Ilham.


"Aku hanya menjaga nama baikmu, apa kata orang jika melihat kamu keluar dari rumah itu besok? sedangkan yang orang tahu hanya hanum istri ku satu-satunya?" ucap Ilham mencari alasan.


Amel terdiam, bahkan apa yang diucapkan suaminya benar. "Maka nya Mas buruan resmiin pernikahan kita, biar orang tidak memandang rendah aku dan anak kita nantinya?"


Ilham menarik napas nya panjang, "Hm, kamu yang sabar sebulan lagi sidang perceraian ku dengan hanum dan setelah resmi aku akan meresmikan pernikahan kita!"


Amel tersenyum senang, "Aku pasti sabar nunggunya Mas!"


Mobil kembali melaju membelah gelapnya malam, di antara hiruk pikuk jalanan. Ilham merasa kesepian yang teramat dalam di dasar hatinya! bahkan kedatangan istri keduanya, tak mampu membuat rasa rindu yang mulai terkumpul untuk sang calon mantan istri hilang begitu saja.


Ilham hanya berharap perasaan nya ini tak akan selamanya, karena ada hati lain yang juga harus dijaga, supaya kegagalan itu tak datang untuk kedua kalinya.

__ADS_1


***


Maaf ya saya lambat update, dikarenakan kondisi badan yang lagi gak enak. Terima kasih sudah menunggu, happy reading ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2