Luka Hati Istri Pertama

Luka Hati Istri Pertama
Sah


__ADS_3

Dua bulan kemudian.


Hari ini Ilham datang bersama dengan kedua orang tua nya berniat untuk melamar Hanum secara resmi, walau masih ada perasaan ragu di kedua hati orang tua Ilham, tapi janji untuk meminang Hanum harus di laksanakan mengingat apa yang sudah di lakukan Ilham.


Dua bulan yang lalu.


"Kamu bisa menikah dengan Hanum tapi ada syarat nya Ilham?" kata pak Suryo


"Apapun syarat nya Pah, Ilham pasti lakukan."


"Anak cabang dari perusahaan Papa yang ada di daerah semarang perlu di tinjau lagi, mengingat perusahaan itu mengalami kemunduran jadi Papa harap kamu bisa membawa perusahaan itu menjadi lebih baik, apa kamu sanggup Ham?" tanya pak Suryo.


"InsyaAllah, Ilham bisa Pa!" ucap Ilham menyanggupi syarat dari pak Suryo.


Dan selama waktu dua bulan itu Ilham mampu membuat perusahaan ayah nya berkembang, walaupun belum begitu pesat pertumbuhan nya, tapi mampu membawa kemajuan dan memberikan keuntungan! dan sesuai janji dari pak Suryo maka beliau merestui Ilham menikah dengan Hanum.


Flashback off


Setelah acara lamaran resmi, pernikahan itu di laksanakan seminggu setelahnya. Dan sekarang disinilah mereka, mendampingi Ilham menikah dengan Hanum. Meriah suara petasan juga musik pengiring pengantin, yang datang memasuki rumah mempelai wanita, di sambut hangat oleng sang empu rumah.

__ADS_1


"Selamat datang Pak Suryo dan Ibu," sambut bu Surti ramah dengan senyum yang mengembang di kedua sudut bibir tua nya.


"Terima kasih Bu," ucap bu Suryo ramah.


Begitu juga dengan Ilham, yang langsung dapat pelukan dari sang adik ipar. Rasa hangat masuk kedalam hati Ilham mendapat sambutan yang luar biasa untuk nya juga keluarganya.


"Mas Ilham," panggil Ardi ramah.


"Ya Ar ada apa?" senyum Ilham.


"Boleh Ardi meminta satu hal sama Mas Ilham karena ini penting untuk Ardi?" tanya Ardi.


"Ardi hanya meminta satu Mas, jika suatu saat nanti tidak ada kecocokan atau cinta dari Mas Ilham untuk mbak hanum, tolong jangan sakiti hati mbak hanum, kembalikan saja mbak hanum pada kami, aku masih sanggup untuk menjaga dan melindungi nya Mas, karena dia satu-satunya orang yang ku sayang selain ibuku setelah kepergian almarhum ayahku," ucap Ardi sendu. Dengan sedikit menetes kan air mata Ardi meminta itu dari Ilham yang sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya.


Dengan perasaan haru, Ilham menyanggupi permintaan Ardi "Ingatkan dalam hati juga pikiran mu Ar, aku tidak akan pernah menyakiti Hanum walaupun seujung kuku, itu janjiku." jawab Ilham mantap.


"Aku serahkan juga titipkan mbak Hanum padamu Mas, tolong jaga dan sayangi mbak Hanum seperti kami menyayangi nya."


"Akan ku lakukan Ardi, kamu dan ibu jangan khawatir."

__ADS_1


Dan akad nikah di lakukan pagi itu dengan suara lantang Ilham ber'ikrar "Saya Terima nikah dan kawin nya Hanum binti Hermawan dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai."


sah ... sah.


Alhamdulillah semua bersyukur akad nikah berjalan lancar. Pun dengan Hanum yang mendengar suara Ilham dengan lantang mengucap ijab qobul dengan lancar, tak di pungkiri debar yang dirasakan Hanum kian menggebu, rasa itu membuncah di dalam dada rasa bahagia yang sulit untuk di ungkapkan dengan kata-kata.


Tak lama setelah selesai mengucapkan ijab qobul, Hanum di bawa masuk oleh orang tua juga adik nya. Ada rasa haru saat Ilham melihat Hanum yang sangat cantik dengan balutan kebaya warna putih, wanita yang selama ini hanya menjadi bayang-bayang kini bersanding di pelaminan bersama dengan dirinya.


Pak Suryo dan Bu Suryo juga terharu melihat anak lelaki satu-satunya menikah, walaupun belum begitu ikhlas melepas Ilham menikah dengan Hanum, tapi mereka juga tidak membenci pernikahan ini.


"Semoga mereka bahagia ya Pa?" ucap bu Suryo.


" Iya Ma, semoga mereka berdua bahagia."


Pernikahan dengan cinta yang tiba-tiba, hanya manis di awalnya saja, saat cinta itu mulai luntur dan pudar seiring dengan datang nya orang ketiga diantara mereka. Kebahagiaan yang di cita-citakan tak mampu untuk di pertahankan, menyesalkah? entah ini seperti fatamorgana di dalam hati juga hidup Hanum.


Manis madunya rumah tangga yang di bangun Hanum, harus menelan kepahitan saat sang suami ingin berpoligami.


Disinilah Hanum, menangis meratap mengingat kembali bagaimana dulu, dia bahagia bersama Ilham lelaki yang menyatakan cinta saat pandangan pertama, walaupun banyak pertentangan di keluarganya tapi dengan gigih dia memperjuangkan dirinya. Apakah cinta itu sudah pudar dengan waktu lima tahun bersama? saat rintangan itu sudah mulai bisa di taklukkan. Lelah Hanum lelah memikirkan semuanya dan tanpa dia sadari, dirinya sudah tertidur di kamar mereka, kamar yang menjadi saksi cinta dan kerinduan lima tahun lamanya.

__ADS_1


***


__ADS_2