
Malam menyapa begitu sempurna, langit terang karena cahaya bulan purnama. Kata orang jawa, setiap rembulan terlihat bulat penuh ini pertanda sudah memasuki tanggal lima belas. Sepertinya semesta akan mendukung Datul malam ini.
Tamara pulang setelah berhasil menyulap Maidatul Khan bak putri Elsa Frozen. Lagi, Datul mematut dirinya di depan cermin. Takjub sekaligus gugup. Gugup menunggu di jemput pangeran Hamam Amirul Mukminin, apakah dia akan di jemput dengan kereta kencana layak putri atau malah di jemput pakai kereta mini?
Hah entahlah, tapi jika di jemput dengan motor macho milik Mas Hamam sekalipun Datul tidak akan menolak meski nanti sedikit kerepotan. Gimana ga repot sekarang Datul sudah sangat anggun dengan dress flowy ala Korea berwarna peach terang. Atasan dress itu berupa brokat ruffle sedangkan bawahnya rok berbahan tile yang jatuh dengan lembut. Jalankan tertiup angin jalanan, tertiup nafas Mas Hamam saja mungkin akan tersibak. Uhhh...
Lalu sebuah ketukan pintu membuat jantung Datul semakin berdebar.
Hufttttt... rasanya kenapa jedag-jedug gini...
kalem, kuasai Datul...
Datul memastikan lagi, dress dan rambutnya tidak kusut. Like buat Tamara, berkat kelihaian tangannya juga rambut Datul ikutan naik kasta. Oke, dari ujung rambut sampai ujung tumit fix Datul sudah kece badai. Waktunya open the door.
"Iya, aku bukain pintunya sekarang!"
Blassss....
Pintu terbuka, angin sepoi-sepoi berhembus, menggetarkan hati dua anak manusia yang diam-diam saling mengagumi malam ini. Bagi Datul kagum pada Hamam biasa dia lakukan setiap hari dan setiap waktu, meski laki-laki itu pakai celana kolor dan kaos merek toko bangunan Ho, Datul tetap memuja. Beda bagi Hamam, melihat penampilan Datul malam ini yang begitu cantik dan menawan, jujur Hamam terkesima.
WOW! Ternyata Datul manis juga. Polesan make up hasil karya Tamara memang luar biasa, kalau begini lama-lama panas adem juga aku deket-deket Datul.
Dih, berpikir apa sih aku...? jelas cantiklah, baju yang aku belikan juga nominalnya ga murah. Biar aja ngisi amplopnya seratus ribu rupiah, aku udah modal banyak buat make over ini si Datul mentul-mentul...
Mas Hamam, lemes lututku. Kenapa sih kamu bisa tampan berlebihan gini, udah gitu makin keren pakai setelan jas seperti itu, sumpah Mas kamu tampan pakai banget... kita nikah aja yok sekarang... wkwkkw...
"Ehem! udah bisa pergi sekarang?"
Datul menjijak bumi. Khayalan ngajak Hamam nikah buyar sudah.
"Eummm... iya ayo Mas, aku udah pamitan kog sama Bapak kalau mau pergi sama kamu,"
"Jadi ini kita langsung?"
"Yaaa... lagian Bapak juga lagi tiduran di kamar" Datul merapatkan pintu namun tidak menguncinya. Ingin sekali saat berbalik badan, heels yang dia pakai keseleo terus jatuh di pelukan Mas Hamam. Tapi nyatanya tidak ada adegan romantis ala FTV seperti itu. Hamam bahkan ngacir duluan.
Eh tapi-tapi, dimana motor macho Mas Hamam? Laki-laki tampan yang menyejukkan hati itu ternyata bawa mobil kempling ndaaa...
Kuk... kuk...!
__ADS_1
Suara kunci otomatis mobil di tekan Hamam dengan sombongnya. Datul terbang dong nyundul bulan purnama. Mungkin sekali ini saja bakal terjadi. Pergi ke pesta mewah dengan orang tampan naik mobil mewah pula. Duh dek, besok pagi-pagi Datul ikhlas jika di jadikan bahan hibahan para tetangga, asli.
"Pakai seat belt Datul, bisa?" Rahang Datul rasanya pegal, nahan meringis karena pikiran gilanya sendiri.
"Heee...gimana Mas pakainya, aku belom paham ini"
"Katrok emang!" hujat Hamam, sambil membetulkan seat belt Datul. Datul malah terkekeh ga tau malu.
"Jalankan pakai seat belt, cara beli ayam goreng di KFD aja aku ga tau Mas" bangganya Datul jadi orang ndeso.
"Makanya main ke kota Tul, jangan angkrem di rumah teros"
"Ajakin dong Mas..." balas Datul sok menggoda. "Aku kepengen makan ayam goreng KFD seember itu hlo, kapan ya aku punya uang, pengen beli itu teros tak makan sendiri habis itu ngomong KFD jagonya ayam!"
Hamam mengulas senyum, Datul lucu sekaligus serakah. Baru kali ada gadis kepengennya sederhana gitu. Makan ayam KFD seember. Tak di balas jawaban oleh Hamam, Hamam kira Datul bakal cari topik lain sepanjang perjalanan mereka. Nyatanya gadis itu tetap saja bahas ayam KFD.
"Harganya berapa ya Mas seember? terus isinya berapa potong?"
"Dasar, otak kamu kayaknya isinya cuma ada makanan aja yah!"
"Jomblo di maklumilah Mas, mau mikirin mantan juga yang ada malah bikin sesak napas, mau mikirin masa depan juga sudah jelas, masa depanku jelas suram Mas" Andai masa depanku kamu Mas, tentu beda cerita. aku Datul lalu sok imut mencebikan bibir.
Kenapa sih ini jantungku!
Sementara Datul terlihat santai, menikmati pemandangan di luar kaca. Sesekali membaca plang nama toko-toko berjajaran yang mereka lewati. Atau membaca plang petunjuk jalan yang sekarang ini mencolok karena berwarna hijau.
"Itu tugu muda ya Mas, wooooohhh... bagus banget ya sekarang, ada lampu-lampunya"
Sontak Hamam mengusap wajah frustasi. "Astaga Datul, lihat tugu muda aja heboh. Nanti di pesta jangan sampai malu-maluin aku, jangan jauh-jauh dariku, aku jadi khawatir kamu tersesat di sana"
"CKk! nanti aku bakal gondeli kamu teros Mas, jangan khawatir, hehe..."
Beberapa saat kemudian, mereka sudah berada di tengah kemegahan pesta. Ballroom hotel yang di penuhi hiasan bunga-bunga indah. Hidangan lezat. Musik klasik yang mendayu-dayu membuat Datul ngantuk dan malah pengen rebahan di karpet lantai berwarna merah itu.
"Pssstttt... Mas Hamam, mana teman-teman kamu, aku mulai parno nih, ga tau mereka lihatin kamu atau aku sih, kayaknya kog pandangan mereka gimana gitu.."
"Itu karena kamu can---," bisa geer kalau aku bilang dia cantik.
"Itu karena kamu kelihatan aneh, stop pegang ujung jas aku, kamu kira aku bapakmu apa"
__ADS_1
Datul monyong-monyong, aneh apanya. Penampilannya malam ini paripurna kog.
"Memang harus pegang yang bener gimana?"
"Pegang gini baru bener!" Hamam menggandeng Datul layaknya pasangan sungguhan. Datul tidak keberatan kog malah seneng woi.
"HAMAM!"
Pemilik nama itu menoleh dan sekoyong-koyong lima pemuda keren mendekat.
"Oi bro! akhirnya lo datang juga" sapa cowok berambut keriting paling tengil diantara yang lain.
"jadi ini cewek yang lo taksir?"
Datul beringsut, di pindai dari atas kebawah, kebawah ke atas lagi siapa yang tidak risih. Tanpa sadar tangannya mencengkram lengan Hamam.
"Manis asli, kenalan dong!"
Datul tersenyum canggung. Sedangkan Hamam langsung menangkis uluran tangan teman satu gengnya yang terlihat beringasan ingin mendekati Datul.
Andai kalian tahu wajah asliku, apa mungkin kalian bakal berebut seperti itu, batin Datul nestapa.
"Kenalkan namanya Maidatul Khan, ga perlu salaman kalian, ini bukan hari raya kali"
"Wuisss... over protective!!!" sorak kelima teman Hamam sambil tertawa pecah.
-
-
-
bersambung...
Ini dress flowy ala Korea yang di pakai Datul mentul-mentul😋
Jangan lupa pencet like, komen, bagi kembang🥰
__ADS_1