Maidatul Khan

Maidatul Khan
Chapter 8: Pacaran


__ADS_3

Hari-hari berikutnya, brondong manis itu selalu mengusik hati Datul yang sejatinya tak pernah damai. Muncul ke toko hanya untuk membeli plester luka sebiji. Atau sekedar lewat klakson-klakson tidak jelas. Seperti saat ini.


Tot...tottt...!


Datul refleks mendongakkan kepala, dan brondong manis itu sekedar lewat, melambaikan tangan dengan senyuman termanisnya. Detak jantung Datul jadi tidak karuan. Dia salah tingkah, bermaksud mengabaikan pesona sang brondong, Datul balik kanan dan malah menabrak rak obat di belakangnya.


Gubrak!


Benjot-benjot tuh kepala!


"Datul, kamu kenapa sih? rak anteng aja kamu tabrak" seloroh Mbak Nur, teman kerja Datul yang bergelar A.Md Farm.


Datul hanya bisa meringis sambil mengelus jidadnya yang benjol. Hla untung pas ke jedor tidak pas kena jerawatnya yang sebesar bukit Teletubbies. Nangis darah kalau sampai kena. Pasti sakitlah.


Hari berikutnya, hampir tiap sore Nugroho mengirimkan jajanan ke apotek. Jajanan receh namun rasanya ga recehan, karena apa? Karena di kirim dengan sepaket cintalah. Edan po!


Senin seblak, Selasa cilor idaman, Rabu sempolan, Kamis Leker, dan sore ini bakso kuah. Bukan bakso beneran, tapi bakso-baksonan, itu hlo yang sasaran pembelinya anak-anak SD, jadi boleh beli dua ribu, tiga ribu atau lima ribu. Bebas, yang penting bayar pakai uang. Jangan tanyakan rasanya, wong itu cuma adonan tepung di bulat-bulat terus di kasih kuah segentong sama micin sebagor. Meski begitu Datul suka. Dia pecinta makanan berkuah jangan lupa.


"Jum'at berkah hari ini apa nih?" sindir Mbak Nur yang Bejo selalu kecipratan jajanan kiriman Nugroho.


"Wkwkwk... Bakso kuah Mbak, nih ambil!"


"Kira-kira ada peletnya ga ya ini? pelet-pelet cinta...pelet-pelet cinta! pelet-pelet cinta! pelet-pelet...." Mbak Nur meneruskan pertanyaannya dengan menyanyikan lagu yang di populerkan Soimah itu. Membuat Datul langsung ngakak bengek.


"Basmalah Mbak, biar luntur peletnya!"


"Wakakak... maklumlah bocil yang ngasih, jadi ini bakso-baksonan yang di tepi jalan sana ya, bentar tak itunge berapa gelinding ini"


"Wkwkwkw... tujuh biji Mbak udah tak itung, kuahnya banyak sampai mereka mengapung-ngapung di dalam"


"Yah, lumayan sebungkus tujuh ribu, meski bocil ga pelit-pelit amat, pengertian juga sih, sampai saya selalu kecipratan, udah di belikan teros, paling tidak saya harus baik-baikin dia nih"


Datul tertawa lagi, semenjak kemunculan Nugroho hidupnya kembali berwarna. Setiap hari ada yang mengirimkan pesan. Selamat pagi, udah makan belum, lagi apa? Saat akan tidur juga, mimpi indah ya, jangan lupa pasang obat nyamuk! Absurd kadang brondong manis itu.


Meski tidak membalasnya sama sekali, tapi Datul senyum-senyum saat membaca pesan-pesan itu.

__ADS_1


"Datul, saran nih ya. Kita udah terima jajannya tiap hari, masak iya kamu masih gantung dia ga jelas gitu... kalau ga mau ya bilang ga mau, ga usah ga mau orangnya terima jajannya, curang itu!"


Datul ngakak lagi. "Embuhlah Mbak, wong masih SMA gitu, ga yakin aku. Yang udah tua saja menyakitkan, apalagi yang masih labil!"


"Bener juga sih..."


"Lagian saya juga udah nolak, tapi dianya yang masih ngeyel terus"


"Salah kamu juga sih, punya wajah bayi gitu, dikiranya seumuran deh"


"Wajah bayi apa coba mbak, penuh bisul gini!" jawab Datul frustasi.


Giliran Mbak Nur yang ngakak. Datul mencibir lalu beralih dengan bakso kuah miliknya. Langsung seruput aja dari ujung plastik ga usah pakai acara di pindah di mangkuk. Segerrrr...!


****


"Mbak, apa lagi yang harus saya buktikan. Saya suka mbak, saya yakin Mbak juga suka saya, kalau belum saya janji bakal bikin Mbak suka, jadi mari kita pacaran saja!"


Sebulan berlalu, Datul akui imannya setipis baju lingerie. Astoge, di tembak brondong manis dengan serius gitu... siapa yang tidak melting coba. Datul sampai lemas, udah mirip jelly ngliyutan. Dan kepalanya tiba-tiba mengangguk saja. Udah gitu aja, mereka jadian.


"Ayo naik!"


"Mau kemana?" sudah jam setengah sepuluh malam. Datul mengernyitkan dahi saat berondong manisnya malah menariknya untuk membonceng. Datul menurut, meski sedikit cemas, pasti Farkhan menunggu kepulangannya.


Nugroho melajukan motornya, melewati jalan yang sudah mulai sepi. Toko-toko yang biasa ramai dengan segala hingar bingarnya pun sebagian besar sudah tutup. Mereka terus melaju melewati persawahan. Datul masih tidak tahu akan di ajak kemana. Brondong manisnya malah terus bersenandung, menyanyikan lagu-lagu romantis.


Lalu sebelah tangannya meminta tangan Datul agar melingkar di pinggangnya. Hah, hati Datul berdesir tak karuan. Biarkan ini di sebut apa. Entah pelampiasan atau perasaan semu saja. Yang jelas Datul bahagia begini.


Brondong manisnya, anggap saja ini obat move on dari brekele sialan itu. Datul hanya bisa berharap, semoga saja hatinya tidak akan sakit lagi.


"Kita makan di sini aja ya..."


"Hah?" Datul cengo, tak sadar mereka sudah berada di depan tenda nasi goreng.


"Makan dulu baru nanti aku antar pulang"

__ADS_1


Datul tertegun, jika hanya makan nasi goreng kenapa harus sejauh ini?


"Karena aku pengen berlama-lama sama pacar baru aku"


Sialan... selalu saja Nugroho bisa membaca isi hati Datul. Parahnya Datul terpesona. Datul menyimpan nama warung tenda yang mereka kunjungi ini. Nasi goreng Andalas.


Oke, ini tempat bersejarah bagi mereka bukan?


***


Sudah fitrahnya hati yang selalu mudah di bolak balik. Datul bahagia menjalani hari-harinya bersama Nugroho. Bahkan kebahagiaan yang berdesakan di hatinya, membawa efek baik pada hormon di tubuhnya.


Datul tidak berganti merek krim yang dia pakai selama enam bulan terakhir ini. Dan bagusnya, kini wajahnya nampak berseri-seri dan satu persatu jerawat-jerawat di wajahnya mengempes. Tinggal bekas-bekasnya saja. Tak apa Datul akan sabar. Se sabar dia menunggu balasan pesan dari Nugroho.


Kenapa hanya centang satu? apa dia tidak punya kuotang?


Harusnya dia bilang, aku pasti akan membelikan untuknya.


Apa dia masih marah padaku?


Lantas tidak mengaktifkan datanya?


Dia menyiksaku sekarang... ahghhghhhh....


.


.


.


.


.


Dikit dulu, pemanasan😁

__ADS_1


__ADS_2