Maidatul Khan

Maidatul Khan
Chapter 62: Kado


__ADS_3

Pas waktu itu Datul tidak jadi pingsan. Tertolong dua mendoan dan dua bakwan jagung pemberian Indah. Lagi dan lagi Indah yang memberi makanan saat dia kelaparan. Di dalam hati, Datul berjanji kelak saat Indah menikah, dia tidak akan ngamplop lima puluh ribu, melainkan cukup lima puluh lima ribu rupiah saja.


Saat sampai rumah, sepulang dari kerja Datul balas dendam makan. Separuh nasi di dalam magicom hampir di tandas Datul tanpa ampun. Padahal lauknya cuma Indomie rebus yang kuahnya seember. Datul kenyang, pikirannya jadi tenang. Lalu ngantuk dan akhirnya tertidur di depan televisi. Anak gadis Pak Farkhan ini memang banyak minusnya ya.


****


Awal bulan yang di tunggu sebagian besar umat manusia akhirnya tiba. Datul benar-benar merasa jadi orang kaya. Mumpung ada uang dan baunya masih anget fresh from ATM, Datul mengajak Indah makan bakso.


"Hari ini aku yang traktir, oke!"


"Apaan sih Mbak Datul, aku juga baru gajian kog"


"Ckk, enggak boleh nolak. Pesen gih yang spesial, nambah bungkus buat pulang juga boleh"


"Wuihhh... nyenengin Mbak Datul, makasih hlo Mbak" Indah full senyum, sikap baiknya kemarin-kemarin murni tanpa pamrih tapi kalau dapat rejeki kayak begini, ya ampun ditolak.


Dua mangkuk bakso sudah berada di hadapan mereka. Asap mengepul dari mangkuk, menandakan bakso itu masih panas. Datul suka micin, tapi tidak dengan saos. Jadi sebelum menyantap bakso miliknya, seperti biasa, Datul menambahkan micin seujung cendok kecil dan tiga sendok sambal tanpa saos dan kecap. Kalian catat ya, itu selera bakso versi Datul, barangkali pas ujian semester keluar. Hihihi...


"Tambahin micin ndah! biar goblok! hahaha..."


Indah mengernyit, "Mbak Datul kog kelihatan bangga sekali kalau bodoh, jangan ajak aku Mbak, serius aku enggak kepengen"


"Wkwkwkkw... udah banyak orang pinter di dunia ini, ujung-ujungnya malah pada perang karena merasa paling pinter, ribut ini ribut itu, berisik!"


"Jadi, enggak apa, tak aku aja yang jadi orang bodoh" Satu suap bakso berhasil masuk ke kerongkongan Datul. Masih panas main di telan saja. Datul megap-megap, panasnya sampai dada. Dasar Datul!


"Eumm... berarti besok-besok kalau Mbak Datul masuk angin, enggak boleh minum tolak angin dong, kan Mbak Datul enggak pinter, hehe..."


"Jangan ngeledek, meski kamu seniorku ya, aku ini lebih tua, kualat nanti kamu ndah!" Datul memasang tampang garang yang malah terlihat lucu di mata Indah.


"Lah slogannya memang gitu, kalau di ganti orang bodoh minum tolak angin, niscaya tidak ada yang mau beli mbak"


"Udah-udah, ganti topik aja. Dari tadi malah bahas tolak angin, enggak dapat royalti jugaa. Ngimping-ngiming, menurut kamu kado yang cocok buat laki-laki dewasa apa ya? bingung aku tuh"


"Buat pacar Mbak Datul?"


Datul manggut-manggut sambil nitili sumsum balungan kaki sapi yang pada ngumpet.


"Hm, masak pacar orang aku beliin. Ya pacar aku dong Ndah"


Indah mikir-mikir, meski usianya tiga tahun di bawah Datul, pola pikirnya cukup dewasa. Dia paham Datul sedang mabuk cinta, mata dan telinganya seperti tertutup saat keburukan sang pacar sudah mulai terbaca oleh yang lainnya.


"Beliin sesuai budget Mbak Datul aja, jangan di paksa beli yang mahal-mahal, nanti repot Mbak Datulnya lagi"


Datul menggulir layar ponselnya lalu menyodorkan pada Indah. "Kemarin itu Mas Ali sempet kayak ngasih kode pengen jam tangan ini"


Mata Indah hampir lepas dari tempatnya, sontak tangannya ikut berekspresi menggebrak meja.


BRAKKK!!!!

__ADS_1


"Gila Mbak! Alexandre Christie ori!? harganya bisa bikin Mbak Datul enggak makan setahun kali Mbak!!!" Intan ikut meradang. Was-was kalau apa yang di omongin teman-temannya yang lain itu terjadi. Datul di bodohi atau paling parah cuma di manfaatkan.


Bahu Datul merosot. "Emang sih, cuma kog ya aku kepengen gitu bisa ngasih yang Mas Ali mau. Kalau aku kasih yang lain takutnya malah dia enggak sreg"


"Apa aku pakai paylater aja ya, lumayan bisa nyicil"


"Terus Mbak Datul terseok-seok bayar utang? jangan deh Mbak, nyiksa diri sendiri"


"Utang boleh sih Mbak, jaman sekarang siapa sih yang enggak punya utang? tapi juga harus di perhitungkan, sekiranya sudah ada satu yang harus di angsur ya jangan ambil yang lain dulu,"


"Nih ya mbak, aku utang panci aja enggak berani minta nambah utang yang lain, apalagi Mbak Datul yang ada angsuran motor, di tambah itu cuma buat kado ulang tahun, tidak etis aja kalau terlalu di paksakan"


"Lagian Mas Alinya Mbak Datul itu udah ngasih apa aja coba?"


"Ya enggak gitu juga konsepnya, masak itung-itungan sama pacar"


"Hilih Mbak, pacarku aja tak kado topi seharga seratus ribu udah seneng, nerimo, malahan di pakai terus sampai enggak pernah di cuci, hehe..."


"Hmmm... bocah! kalian pasangan muda, jelas beda sama Mas Ali yang udah dewasa"


"Coba nanti aku pilih-pilih lagi yang harganya under satu jutaan, enggak apa aku angsur paylater"


"Huh, terserah Mbak Datul, yang jelas aku udah ingetin,"


***


Datul kalau sudah menjalin hubungan dengan lawan jenis memang gampang baperan lantas menaruh hati. Ibarat kata si cowok ngasih hatinya secuil, Datul balas dengan hati satu glondong beserta ampelanya.


Hati Datul masih berbunga-bunga karena masih punya uang. Entah kalau besok, sudah beda cerita pastinya. Selesai berhias, Datul menunggu Mas Ali di ruang tamu. Laki-laki dewasa itu bilang akan menjemput Datul. Ini perdana dia mau ke rumah Datul. Makanya Datul senang.


Pintu di ketuk, Datul menyambut kekasihnya dengan senyum tersungging.


"Mas...."


Mata Datul di suguhi penampilan Mas Ali yang nampak necis dan klimis. Sudah begitu bau harum parfum maskulin menguar menggelitik hidung Datul.


Mas Ali tampan sekali malam ini, enggak rugi aku beli hadiah mahal untuknya...


"Masuk dulu Mas..."


"Oh oke... Bapak ada?"


Datul mengangguk lantas membuka lebar pintu rumahnya. Pak Farkhan keluar kamar sambil membetulkan ikatan kain sarungnya.


"Siapa Tul?"


"Mas Ali Pak, yang Datul ceritain tadi"


"Selamat malam Pak" Mas Ali meraih tangan Pak Farkhan untuk di salim. Beuhh... rontok hati Datul. Benar-benar calon suami idaman.

__ADS_1


"Iya, selamat malam..."


"Mau pergi keluar?" tanya Pak Farkhan yang irit bicara apalagi dengan orang baru.


"Euuuumm, iya Pak, mohon ijin sebentar mengajak Datul makan malam"


"Tidak duduk dulu?"


"Matur suwun Pak, ijin langsung mawon"


"Kalau begitu hati-hati," Pak Farkhan melirik Datul dengan tatapan yang Datul artikan.


'jangan malam-malam pulangnya'


Oke! kalau ingat ya Pak, hehe...Balas Datul dalam hati.


Jalankan berduaan dan merayakan hari kelahiran kekasihnya, Datul sering lupa kalau sudah kumpul teman dan ghibah berjamaah. Rasanya baru sebentar ngobrol, tau-tau udah lima jam ghibah. Wkwkkw... besok paginya, mulutnya di ikutkan senam biar fit kembali.


Mereka sudah duduk berhadapan di kafe yang baru buka sepekan yang lalu. Nuansa kafe yang romantis dan nyaman cocok sekali untuk kaula muda menghabiskan waktu di sana. Datul hatinya terus berbunga semenjak tadi. Lama-lama hati Datul jadi taman bunga impian.


Apalagi saat sepotong daging steak terhidang di hadapan Datul, ugh...jadi tidak sabar ingin cepat memakannya. Biasa makan mendoan ini di suguhi steak ya ngiler dong. Datul terkesan sekali, karena merasa sedang kencan ala kaum elite. Padahal sih biasa aja ya.


"Terimakasih ya sayang, kamu cantik sekali malam ini"


OMG, manis sekali kata-kata Mas Ali. Ya meskipun aku tahu dia sedang menggombal.


Apa yang cantik coba? wajahku aja mulai tumbuh jerawat lagi...


Karena tidak mau merusak momen, Datul tersenyum, tersipu kemayu. Lantas mengulurkan paper bag kecil berisi kado untuk Mas Alinya.


"Buat Mas Ali, semoga suka"


Mas Ali berbinar. Kalau Datul sesuai dengan penilaiannya, maka tidak perlu tanya apa isi paper bag itu.


"Wow! boleh di buka?"


"Tentu, itu punya kamu Mas"


Tepat sekali. Kado itu berisi jam tangan Alexandre Christie berwarna hitam metalik, incaran Mas Ali sejak beberapa bulan yang lalu. Mas Ali belum mampu membelinya, karena gaji driver busway juga tak seberapa. Dan malam ini dia dapatkan dengan cara yang mudah, bahkan tidak perlu susah payah.


Gadis ini, terlalu mubazir kalau di abaikan....


_


_


_


Lemesin otak dulu, tiga hari tidak update. Maapkeun saya yang hanya pejuang receh di real life.

__ADS_1


Selamat membaca, semoga masih sayang ya sama Datul mentul-mentul😜


__ADS_2