Maidatul Khan

Maidatul Khan
Pengumuman karya baru


__ADS_3

Hai lurrr....


Aku nulis karya baru nih... mampir, masih komedi tipis-tipis, kali ini berbau fantasi


****


"Aku menyukaimu!"


"Tidak kaget sih, banyak orang menyukaiku, kata mereka aku gadis yang menyenangkan, aku tahu"


"No, bukan itu maksudku. Lebih dari menyukai ..."


"Cinta?"


Aroof menggangguk. Sejak kapan entah, tapi kenyataannya dia jatuh cinta pada seorang manusia. Sedangkan dirinya yang asli, hanya seekor lele albino yang hampir punah.


Bora terkekeh geli. Nadanya mengejek Aroof yang terlihat bodoh di matanya.


"Hei, asal kakak tahu, meskipun kakak tampannya di luar nalar, tapi maaf, aku belum mau memikirkan cinta untuk saat ini"

__ADS_1


"Kenapa?"


"Eummbb... " Sambil ngupil Bora menyampaikan alasannya. Sebuah cita-cita yang mustahil sih jika di nalar.


"Sebelum aku berhasil menjadi founder parfum mahal, aku berjanji tidak akan jatuh cinta, ah... apa itu cinta?"


Dengan joroknya, Bora malah menyentil hasil pencarian harta karun dari lubang hidungnya. Aroof tidak jijik, justru Bora terlihat lebih menggemaskan.


Sanggupkah Aroof memenuhi misinya untuk menghancurkan manusia?


####


Chapter 1: Satu


Jala di tebar, dengan susah payah Pak Daman menarik jala itu berharap panennya kali ini berhasil. Namun yang dia dapat hanya ikan bandeng kurus yang gagal tumbuh, mungkin kena stunsting. Pak Daman memindahkan ikan-ikan itu ke dalam tong biru, lalu mengulangi menebar jala seperti tadi.


"YaAllah, mbok yo gini dapatnya putri duyung, atau sekalian dapat ikan paus" gerutu Pak Daman.


Sesekali Pak Daman menyeka keringat di dahinya. Lupa dengan tangannya yang penuh lumpur, alhasil cemong kayak bocil yang main di comberan. Pak Daman membungkuk, jalanya nyangkut di sebatang kayu bambu reot yang menancap di tengah tambak.

__ADS_1


Matanya menyipit saat sinar matahari menyilaukan pandangannya yang kabur. Kabur karena antara tetesan keringat yang ikut masuk ke dalam selaput mata atau karena kurang minum Aquo jadi tidak fokus.


"Eh, siapa itu?" Monolog Pak Daman.


Dari jarak sekitar empat atau lima meter, Pak Daman bisa melihat ada seorang laki-laki yang berjalan ke arahnya. Tapi tunggu, apa yang salah? Pak Daman belum bisa mengenali laki-laki itu. Semakin dekat, semakin jelas. Laki-laki itu berjalan bak model catwalk. Wajahnya terlihat dingin dan songong.


"Astaghfirullah..."


"Astaghfirullah..."


"Astaghfirullah hal adzim"


Pak Daman menutup matanya dengan dua telapak tangannya. Setelah agak dekat, ternyata pengelihatan Pak Daman tidak salah, laki-laki itu telanjang bulat. Tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Tubuhnya kotor penuh lumpur. Meski begitu Pak Daman masih bisa melihat jelas bagaimana belalai gajah milik laki-laki yang jalan bak model songong itupun terlihat klewer-klewer tak tahu diri.


###


Ini novel ke empat saya, semoga saya bisa menulis lebih baik lagi.


Dukungan kalian mood booster bagiku yang hanya butiran deterjen. Terimakasih ♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian di sana🤣



__ADS_2