
Baca pakai nada lagu liburan telah tiba miliknya kak Tasya ya!
Gajian telah tiba...
Gajian telah tiba .... hore! hore!
Hati Datul bergembira. Pasalnya hari ini dia gajian. Gajian untuk yang pertama kali, setelah satu bulan keringatnya bercampur bensin dan solar. Suatu pencapaian yang patut di acungi jempol kaki, baru kali ini Datul akan menerima upah sesuai upah minimum kota. Genap, tidak kurang atau lebih karena Datul tidak pernah kerja lembur. Segitu saja Datul sudah bersyukur.
Otak Datul sudah membuat list apa saja yang akan dia beli. Cita-citanya membeli baju baru, sepatu, tas dan kaca mata untuk selfi-selfi di tepi pantai harus di wujudkan. Mengingat besok dia akan healing ke Jogja bersama Tomi. Semesta mendukung mereka, karena tanpa harus repot-repot mengarang alasan untuk perijinan, besok adalah jadwal libur Datul. Uhuy! suit! suit!
Datul menerima amplop coklat berisi gaji pertamanya dengan mata berbinar. Andai ini film anime, mungkin mata Datul sudah keluar bintang-bintangnya. Karena tergolong karyawan baru, jadi Datul menerima gajinya cash.
Enakkan gini sampai seratus perak pun di kasihkan. Coba lewat ATM, pasti harus ada saldo mengendap minimal lima puluh ribu. Hihihi.... seratus perak bisa buat kerokkan kalau masuk angin... ah mantap!
Pulang bekerja Datul memborong jajan. Martabak asin, martabak manis, cilok, bakso kuah dan Thai tea bermerek. Datul akan makan itu semua bareng bapaknya di rumah. Bapak pasti bangga, anak gadisnya sekarang sudah bisa jajan sendiri pakai uang hasil kerja. Nanti juga Datul bakal memberi sebagian gajinya untuk Bapak. Biar Bapak tambah bangga.
"Banyak sekali jajannya Tul, jangan boros-boros, gaji kamu sebagian jangan lupa di tabung, katanya pengen beli motor"
Farkhan senang melihat anaknya sudah tidak jadi pengangguran lagi. Bisa punya uang sendiri. Terlebih bisa untuk beli krim agar wajah anaknya tidak jerawatan parah. Syukur lagi kalau bisa buat beli motor baru. Farkhan tidak mampu membelikan Datul motor, jadi setidaknya Datul harus memikirkan itu mulai sekarang.
"Di makan Pak, ini pertama kali Datul jajanin Bapak, nggak boros kog Pak, nggak tiap hari juga"
Datul melahap bakso di mangkuknya. Bakso dengan ukuran sebesar bola kasti itu merekah minta di hajar. Rasa gurih daging bakso beradu dengan kuah sambal yang pedas menjalari lidah Datul. Nyam-nyam!
"Oh ya Pak, ini buat Bapak, buat beli kopi, sedikit nggak apa ya Pak"
Farkhan berkaca-kaca, tepat sekali dugaan Datul. Pria tua yang di panggilnya Bapak itu pasti sedang bangga dan terharu. Meski Datul belum pernah jadi pahlawan atau belum pernah mengharumkan nama bangsa.
"Simpen kamu aja Tul, Bapak nggak bisa nerima ini, Bapak nggak bisa ngasih kamu apa-apa, selama ini kita makan juga seadanya,"
"Kamu simpen buat beli motor, Bapak bakal seneng kalau kamu udah beli motor,"
Datul berpikir sejenak. Memang benar, diantara yang lainya, hanya mereka yang belum punya benda itu. Farkhan masih mengandalkan sepeda tuanya untuk pergi kemana-mana. Padahal pria seusianya entah sudah berapa kali gonta-ganti motor. Farkhan beli rodanya saja belum pernah.
__ADS_1
"Nanti kalau sudah rejeki pasti kebeli Pak, pokoknya Datul mau Bapak terima ini dulu, biar Datul seneng, di terima ya Pak..."
Farkhan baru manggut-manggut. Kalau di tolak lagi pasti anaknya malah sedih. Farkhan menerima uang pemberian Datul. Dalam hati lelaki tua itu berjanji akan menabungkan uang pemberian Datul. Kalau untuk makan saja dia masih mampu dari hasil jualan kerupuk.
"Terimakasih nak, semoga rejekimu di lapangkan, punya suami tampan, baik, dan kaya raya"
"Eh... Bapak!" Datul memekik. Standar yang terlalu tinggi, Datul takut tidak mampu meraihnya.
"Amin Tul aminnnn!"
Datul drengesan. Di pikir lagi mau juga punya suami yang spec gitu.
"Iya deh iya... amin ya Allah"
***
Malam harinya, Datul keluar rumah bersama Maktun dan Ativa. Mau beli baju baru, tidak lupa kaca mata. Karena yang bawa motor cuma Ativa, mau tidak mau mereka bonceng tiga. Alias cabe-cabean. Tidak apa, mereka tidak malu malah seru. Meski kadang hampir oleng nabrak kakek-kakek.
"Serius beli baju buat pergi bareng pacar orang?" tanya Maktun yang lugu, lucu tur wagu.
"Hooh, enakkan beli model gimana sih, bingung aku dari tadi"
"Edan! berani banget kamu Tul, nggak takut di labrak kalau ketahuan?"
"Ya jangan sampai ketahuan dong, gimana sih kamu Mak" Ativa hanya menelan ludah. Sedangkan Maktun semangat misuh-misuh.
"Anjay... siapa sih ini gurunya! Ntar ketahuan nangesss!" ledek Maktun.
Datul yang di ledek malah ngakak. Slow-slow Bae. "Beli kaos aja kali ya, cari dress kog kebayang ke tiup angin di tepi pantai, wushhh... keasyikan si Tomi, ntar malah lihat paha mulusku lagi"
"Yakin mulus?" cibir Maktun. Pasalnya Datul dulu pernah panuan di paha kanan. Ketahuan pas mereka renang bareng. Maktun langsung nyetok salep panu ketika itu, jaga-jaga kalau tiba-tiba ketularan.
"Hahahaha..." Datul ngakak lagi. Ah banyak uang, memang membuat orang lebih mudah good mood kali ya?
__ADS_1
"Nggak lihat apa, wajahku sekarang aja udah mendingan mulus nggak sih? Ns glow emang mantap betul, aku seneng banget, pas mau pergi, pas lagi cantik-cantiknya kayak gini, btw, mungkin habis mens juga ngaruh kali ya?"
"Heem! udah di heemi ajalah Tiv, jarang-jarang dia bahagiakan"
"Wkwkwkkwkwk"
Mata Datul mendelik saat menemukan kaos couple keren banget. Warnanya navy, simple dan nggak alay menurut Datul. Yang menarik buat Datul yaitu tulisan di kaos itu. Yang untuk cowok tulisannya 'Oh gitu' sedangkan untuk cewek tulisannya cuma 'Ya udah'. Syarat akan makna. Atau memang cocok karena di nilai memang pas untuk hubungan perselingkuhan mereka yang nyeleneh.
"Wah cocok banget ini, buat aku dan si Tomi luwak, hahaha..."
"Besok bakal aku paksa dia pakai kaos ini, keren bisa couple-lan biar kelihat kompak, ya kan?" Datul menaik turunkan alisnya. Menggoda dua temannya yang mungkin sejak tadi sudah beristighfar dalam hati.
"Nggak sekalian aja cari yang tulisannya, satu 'pacar orang' dan yang satunya 'selingkuhan'?"
"emang ada? mana? boleh juga kalau ada"
Hmmm... seketika Maktun dan Ativa tepuk jidat. Sepertinya, temanya itu salah satu muridnya Gus Samsudin. Jadi rada aneh.
-
-
-
-
To be continue...
Komen yang banyak di sini!
Sambil nunggu update yang seringkali lama, silahkan di baca lagi Busway I'am in love dan Terjerat Cinta Mas Paijo.
Baca lagi, like, komen lagi, hahahah🤣
__ADS_1