
Adi benar benar kaget. Depi cewek tomboy yang suka berantem jadi wanita cantik seperti itu. Untuk beberapa saat Adi masih bengong sampai Depi menggoyangkan tangan nya di depan Adi.
"Mas... Mas Adi...
Mass..."
"Eh iya", Adi tersadar seketika.
"Ngelamunin apa mas??", tanya Depi.
"Ah enggak, cuma aku gak percaya aja kamu bisa berubah kayak gini Dep..
Orang dulu kamu udah mirip gangster dari pada cewek normal ", ujar Adi kemudian terkekeh geli.
"Yeee itu mulut asal aja ngomongnya" , Depi mengerucutkan bibirnya tanda ngambek tapi dalam hati membenarkan apa kata Adi.
Adi tertawa kecil.
"Eh sampai lupa, Dep kenalin nih sekretaris bos ku, Namanya Maya.. May kenalin ini adik kelas ku di STM Kebangsaan, namanya Depi", kata Adi memperkenalkan mereka berdua.
Depi nampak semangat tapi Maya acuh tak acuh.
"Sumpah ya, tadi aku pangling banget sama kamu Dep. Secara kamu dulu kayak preman pasar, kog bisa berubah begini. Dapat hidayah dari mana ?? ", Adi nyerocos kayak ember bocor.
"Asem kamu mas. Ya emang aku akui kalau dulu aku tuh kayak cowok banget, tapi sekarang kan dah normal kayak orang lain mas", kata Depi membela diri.
Hehehehe
Adi kembali cekikikan.
"Eh anakmu berapa Mas?", tanya Depi kemudian.
"Baru satu Dep.. Lha kamu Dep? Melihat body mu sih turun mesin 3 ini hahahaha", Adi ngakak keras..
"Dasar semprul kamu mas. Anak ku baru satu juga. cowok kelas TK nol besar", jawab Depi cemberut.
Maya dari tadi diam saja, tiba tiba berdiri dan berkata,
"Mas, jalan yuk.."
Adi teringat tugas ke Malang, segera melihat arloji branded nya.
'Damn, kog udah hampir setengah 3 sih', gerutunya.
Adi bergegas berdiri.
"Dep maaf ya gak bisa lama lama. Soalnya ada tugas ke Malang nih. Lain waktu disambung lagi ya", ujar Adi sambil memakai jaket kulit nya.
Maya juga telah bersiap.
"Eh mas, minta nomer HP nya dong. Biar gampang kontak nya. Yang ada WA nya", ujar Depi berlari mendekati Adi yang sudah naik ke atas motor. Depi menenteng ponsel dari dalam tas nya.
Cihhhh
'Dasar Mak Mak ganjen', gerutu Maya sambil melengos kesal.
"Ok deh, 0813xxxxxxxx.
Ok sampai ketemu lagi ya. Kami berangkat dulu", ujar Adi sambil men-start motor Vixion kesayangannya.
Motor Adi melesat cepat menuju ke arah Malang.
Depi masih menatap arah kepergian Adi. Baginya Adi adalah pahlawan dan cinta pertama nya.
"Apapun yang terjadi, aku akan mendapatkan cinta pertama ku kembali", kata Depi sambil menuju parkiran motor.
Sepanjang perjalanan Maya merenggut saja.
Dilihat dari sisi manapun kelihatan kalau perempuan bernama Depi Ambarwati itu menyimpan perasaan ke Adi.
Hatinya benar-benar panas saat Adi memberikan nomor telepon nya. Bisa jadi mereka saling menghubungi suatu saat nanti.
Entah kenapa Maya berharap hape Depi blank dan tidak bisa menghubungi Adi lagi.
1 jam lebih mereka menaiki motor, sampai di Malang. Saat memasuki kantor CV Maju Bersama di Kepanjen Malang, jam sudah menunjuk angka 15.31.
__ADS_1
"Untung belum tutup mas", ujar Maya sambil berlari masuk.
Adi tidak masuk, dia memilih mengistirahatkan tubuh di teras kantor sambil menyulut rokok Diplomat favoritnya.
Sampai jam 5 lebih Adi belum melihat Maya keluar dari kantor. Adi lalu masuk.
"Masih lama May?",
Maya cuma mengangguk. Layar komputer menjadi fokus perhatian Maya saat ini.
Deerrtttt deerrtttt
Ponsel Adi bergetar tanda notifikasi WA masuk.
'Nomor siapa ini?'
Klik
*Mas Adi
Depi nih. Sudah sampai mana*?
Adi tersenyum tipis...
Sudah sampai Malang nih
Itu tadi siapa sih mas?
Selingkuhan mu ya?
Bukan, adik bos ku.
Kenapa memangnya?
Sepertinya dia suka mas.
Adi tersenyum lagi...
Suka suka dia lah, orang aku juga duda.
Hahahaha
Betul sekali
Adi lalu meletakkan ponselnya. Pria itu menyulut rokok Diplomat favoritnya. Maya yang tadi melirik Adi senyum senyum sendiri curiga.
"WA dari siapa mas?".
"Dari Depi", jawab Adi singkat padat dan jelas.
"Dia mantan pacar mu ya mas?", kembali Maya menyelidik.
"Bukan, dia satu geng di sekolah. Diantara 3 cewek di STM Kebangsaan cuma dia yang jago berantem", jawab Adi sambil menghembuskan asap rokok.
"Kenapa sih emangnya? Sepertinya kamu kepo banget May", sambung Adi kemudian.
Maya segera menoleh ke layar komputer.
"Sepertinya dia suka mas"
Adi melotot kaget lalu sesaat kemudian tertawa terbahak-bahak. Ponselnya segera mode selancar internet dan pandangan Adi tak beralih dari sana.
"Kalian kog kompak gitu ya jawab nya hahaha", Adi masih tertawa.
Maya memandang Adi sedikit aneh.
"Maksudnya apa mas?"
"Ya kamu sama Depi lah. Depi mengira kamu suka aku dan Kamu mengira Depi suka sama aku", ucap Adi terkekeh geli..
'Aku memang suka mas sama kamu. Bukan hanya suka tapi cinta mati', batin Maya sambil tersenyum kecut.
"Mas selfi bentar ya??", ujar Maya sambil mengangkat ponselnya. Adi tetap cuek dengan selancar internet nya.
Setelah satu jam akhirnya beres. File yang Maya butuh kan sudah tersimpan rapi di flashdisk.
__ADS_1
"Mas, aku lapar", ujar Maya setelah selesai semua urusannya. Adi sudah mandi, numpang di kantor CV Maju Bersama. Maya malah belum.
Adi bergegas menyambar tas ransel nya, usai jaket nya sudah terpakai.
"Yuk pulang, dah sore nih", ujar Adi sambil memasang helm KYT putih half facenya.
"Tapi Maya lapar mas, tega amat lihat aku kelaparan", ujar Maya sedikit merajuk.
"Nanti, di sebelah stasiun Ngebruk. Ada nasi goreng spesial disitu", kata Adi sambil mengulurkan helm retro style punya Agung.
Maya segera memakai nya. Dan segera melaju meninggalkan kantor CV Maju Bersama setelah pamit pada Admin yang lembur. Maya melingkarkan tangannya ke pinggang Adi seperti orang pacaran. Adi sebenarnya risih. Tapi apa daya karna dia memacu kuda besi nya cepat.
Sesampainya di depan stasiun Ngebruk, Adi menghentikan laju motornya. Tertulis di sebuah warung nasi goreng "Cak Joko", Adi dan Maya melangkah kesana.
Seorang pria paruh baya berkumis tebal seperti pagar kabupaten, sibuk mengaduk nasi dengan bumbu.
Lumayan ramai warung nasgor nya. Setidaknya ada 8 orang sedang makan nasi goreng atau mie goreng. 3 orang terlihat menunggu nasgor di bungkus oleh pembantu Cak Joko yang sedang mengaduk nasi goreng.
Adi mendekat ke pak Joko,
"Cak, nasgor spesial 2 ya, pakai sosis dan bakso. Minumnya es jeruk sama es teh".
"Siap bos", Cak Joko tetap mengaduk nasi goreng spesial nya.
Adi dan Maya memilih duduk di kursi agak pojok. Adi mengambil krupuk rambak dan membuka nya, sedang Maya asyik memandang layar ponsel nya.
Setelah pesanan datang, Adi yang bersiap makan di tahan oleh Maya.
"Sebentar Mas, selfi dulu yak", hardik Maya sambil sambil siap selfi.
Mau tidak mau Adi ikut memberikan pose 2 jari setelah Maya mengomel ketika foto nya jelek.
Maya segera meng-upload foto selfi nya di IG dengan caption GAGAL DIET GUYS, KHILAF DENGAN AA' GANTENG..
Dengan senyum bahagia dan semangat 45, Maya segera melahap nasgor dan es teh nya.
"May, lapar atau kesurupan?", Adi takjub dengan lahapnya Maya makan.
Maya malah cengengesan.
Usai makan, mereka bergegas pulang menuju kota Patria.
Di Bendungan Lahor, perbatasan Malang dan kota Patria, Maya bikin ulah lagi. Padahal jam sudah menyentuh angka 8 malam.
Maya meminta Adi berhenti dan foto selfi di jalan atas bendungan.
Adi menggerutu dalam hati.
'Kerja atau selfi sih?'
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Author juga bingung sendiri
Maya kerja atau selfi 😁😁😁
__ADS_1
*********
Semoga sehat selalu readers, thanks for reading my novel.