
Hati Indri benar benar bahagia. Dia mengandung buah cintanya dengan Adi, lelaki yang telah mencuri hati nya saat mereka berjumpa di Warkop X.
Dengan penuh semangat, Indri segera menelpon Adi. Bukan untuk memberi tahu masalah kehamilannya tapi hanya ingin mendengar suara lelaki yang sudah menanamkan benih cinta di dalam perut nya.
Tuuuttttttttttttt
Tuuuttttttttttttt
Adi yang sedang asyik membaca lay out pekerjaan dam sungai CV Barata Konstruksi itu segera menoleh ke arah ponsel pintar nya yang di letakkan di kursi tempat duduk nya.
Dari Indri!
Memikirkan kondisi Indri sebelum berangkat kerja tadi, buru buru mandor proyek itu segera menekan tombol hijau pada layar ponsel nya.
📞
Adi : Assalamualaikum yank...
Indri : Walaikumsalaam Mas..
Adi : Ada apa yank? Tumben nelpon saat jam kerja? Kamu gak apa apa kan yank?
Indri : Gak apa apa Mas, tenang aja. Aku baik baik saja kog.
Adi : Lha terus ada apa yank? Gak biasanya loh, kamu telpon saat jam kerja seperti ini.
Indri : Gak ada apa apa Mas, cuma pengen denger suara Mas Adi aja.
Adi : Cieeeee ada yang lagi kangen nih kayaknya hehehehe...
Indri : Emang gak boleh ya Mas?
(Ada nada sengit dalam suara Indri)
Adi : Yang ngelarang itu siapa yank? Orang ini juga milik kamu, hak kamu yank hehehehe..
Indri : Ya sudah kalau begitu, Eh mas nanti kalau pulang tolong belikan ayam goreng kentaki yang ada sambelnya ya.. Yang sayap ya mas, yang banyak. Terus sama bakpao isi strawberry mas, aku mau 5 loh. Yang masih anget pokoknya.
Adi : ??????
( Adi melongo mendengar kata kata Indri)
Indri : Mas..Mas Adi Mas haloooo..
( Suara Indri sedikit keras)
Adi : Eh iya yank iya, nanti mas belikan ya..
Indri : Ya sudah kalau mas ganteng mengerti. Pokoknya gak boleh pulang telat, awas kalau sampai pulang telat. Dah sayang.
Wassalamu'alaikum.
📞
Ceklek
Belum sempat Adi menjawab salam nya, Indri sudah mematikan telponnya.
'Indri kenapa? Tumben sekali minta macam macam. Apa dia sedang sakit? Tapi kalau sakit kan harusnya tidak doyan makan, ini malah minta makanan aneh-aneh lagi...', batin Adi dipenuhi beribu pertanyaan.
Sementara Adi kebingungan sendiri, Indri di rumah tersenyum tipis. Entah karena pengaruh hormon kehamilan nya, atau karna mood nya sedang bagus, hari ini dia ingin masak buat sang suami tercinta nya. Dia sibuk menyiapkan beraneka bahan untuk masakan.
Bu Siti geleng-geleng kepala melihat ulah mantunya itu.
Biasanya mantunya itu kalau mau masak selalu menunggu Bu Siti menunjukkan resep nya, karena takut tidak sesuai dengan selera lidah suaminya, tapi hari ini dia seolah memiliki kepercayaan diri memasak.
Jam tangan Adi sudah menunjuk angka 15.40.
__ADS_1
Pria itu segera memakai helm KYT putih dan jaket kulit busana kebesaran nya. Tak lupa tas ransel punggungnya.
"Tok, aku pulang dulu ya", pamit Adi pada Antok yang masih sibuk mengoleskan semen cair pada cover atas drainase.
Antok tak menjawab, hanya mengacungkan jempol nya pada bosnya itu.
Motor Adi melaju ke arah pasar kecamatan Sambi. Di depan stand penjual ayam goreng kentaki di dekat lampu merah, Adi berhenti. Si penjual segera berdiri saat Adi turun dari motor nya.
"Mas, itu sayapnya berapa satu?", tanya Adi sambil memandang kearah penjual ayam goreng yang masih berusia muda itu.
"Satu 3500 pak. Mau berapa potong pak?", tanya si mas penjual ayam goreng dengan sopan.
"Itu berapa potong semuanya?", Adi membuka tas kecilnya dan mengambil duit 50 ribu.
"Tinggal 8 pak", Si mas penjual ayam goreng menghitung jumlah sayap ayam goreng yang masih ada.
"Bungkus semuanya", ujar Adi yang membuat si penjual ayam goreng segera memasukkan sayap ayam goreng kentaki itu ke dalam plastik hitam.
Usai membayar dan menerima kembalian, Adi bergegas melajukan motornya menuju ke arah kecamatan Selo. Di depan pasar, ada 2 gerobak penjual bakpao yang parkir di dekat pintu masuk pasar.
Adi memarkir motornya di samping salah satu gerobak bakpao.
"Pak, yang isi strawberry yang mana ya?", tanya Adi pada salah satu penjual bakpao yang berumur.
"Ini mas, tinggal dua biji", ujar si bapak penjual bakpao. Adi melirik ke gerobak bakpao sebelah nya. Disana juga hanya tersisa 3 biji.
Akhirnya Adi mendapat 5 biji bakpao dari dua gerobak yang berbeda. Usai membayar, Adi pulang ke rumah dengan perasaan tenang. Indri jarang sekali meminta di belikan sesuatu kalau tidak pengen banget, makanya Adi berusaha memenuhi permintaan istri nya itu.
10 menit kemudian, Adi sudah sampai di rumah. Dua putri nya sedang berganti baju di bantu oleh Indri, mereka baru saja mandi.
Melihat Adi pulang, Dhea langsung berlari menuju ke arah Adi dan segera meminta gendong.
"Wah anak ayah sudah cantik cantik ya", puji Adi pada dua putri kecilnya itu.
"Iya dong yah, tadi Cinta sudah mandi sendiri. Dhea juga. Jadi kalau adik lahir, Buk In tidak repot lagi", cerocos Cinta.
"Eh yank, ini pesenan kamu sudah dapat", imbuh Adi yang kemudian menurunkan Dhea dari gendongan nya. Adi segera membuka tas punggungnya, kemudian menyerahkan dua plastik pada Indri. Mata Indri langsung berbinar seketika kala melihat sayap ayam goreng kentaki dan bakpao rasa strawberry.
"Nah karena mas udah bawain aku sayap ayam goreng, sekarang mas harus makan masakan buatan istri tersayang mu ini", ujar Indri sambil menarik tangan Adi menuju dapur.
"Tapi yank..."
"Gak tapi tapi an, sekarang mas makan dulu. Aku udah capek-capek masak buat mas", potong Indri segera. Dua putri kecilnya itu hanya menatap ke arah ibu mereka dengan tatapan tak mengerti.
Mata Adi melotot melihat aneka masakan di atas meja makan di dapur. Ada sayur asem, lodeh tahu kentang, urap sayur daun pepaya, bothok teri, dadar jagung, dan oseng kangkung.
'Tumben masak banyak gini, ada apa sebenarnya?', batin Adi.
"Mas Adi makan dulu, nanti ada yang mau aku kasih tau", ujar Indri sambil mengambilkan nasi buat sang suami tercinta.
Adi makan dengan lahap, karena semua itu adalah menu favoritnya.
Setelah makan, Indri mengulurkan air putih untuk sang suami.
Kemudian dengan mesra, Indri duduk di paha sang suami. Tangannya menggelayut mesra di leher Adi. Perlahan dia mendekatkan bibirnya ke telinga Adi dan berbisik pelan.
"Mas, aku hamil"
Pufffftttt
Adi sontak menyemburkan air putih nya. Untung tidak mengenai wajah Indri maupun makanan di meja.
"Beneran yank?", tanya Adi usai reda kaget nya.
Indri merogoh kantong baju nya dan memberikan testpack pada Adi. Dengan segera Adi melihat 2 garis merah tergambar jelas di testpack itu.
"Alhamdulillah...."
__ADS_1
Hanya itu yang keluar dari mulut Adi. Dia langsung menghujani pipi istri nya itu dengan ciuman bertubi-tubi.
Cinta yang melihat kejadian itu langsung bergegas menghampiri mereka.
"Ada apa yah? Kog cium cium buk In gitu?", tanya Cinta penasaran.
"Dengar ya Ta, sebentar lagi Cinta punya adik baru", ujar Adi sambil tersenyum simpul.
"Yang benar yah? Asyik...", Cinta bersorak kegirangan mendengar ucapan sang ayah. Dia sudah lama menantikan kehadiran seorang adik kecil.
Adi dan Indri tersenyum bahagia..
"Eh yank besok kita ke dokter aja ya, sekalian periksa kehamilan kamu", ujar Adi menatap wajah Indri.
"Istri ikut kata suami mas..
Tapi ada syaratnya mas", Indri tersenyum penuh arti.
"Apa yank?", Adi penasaran dengan omongan istri nya.
"Mas makan dulu itu semua yang tadi mas beli", Indri meraih tas plastik berisi bakpao dan sayap ayam goreng.
"Hahhhhh???
Bukannya kamu yang mau yank? Kog aku yang makan?", Adi terheran-heran melihat tingkah istri nya itu.
"Jadi mas gak mau? Pengen anak ini ileran?", tiba tiba raut wajah Indri berubah menjadi muram.
Duhhh...
Terpaksa Adi memakan sayap ayam goreng kentaki itu 5 biji. Yang tiga diserahkan pada Bu Siti, Cinta dan Dhea. Selebihnya Adi yang harus menghabiskan.
Perut Adi sampai sebah gara gara kekenyangan.
"Mas,
Bakpao nya belum dimakan"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ikuti terus kisah selanjutnya guys 😁😁
Jangan lupa sedekah like vote dan komentar nya 👍👍👍👍
Selamat membaca 😁😁😁
__ADS_1