Mandor Proyek Dan Janda Muda

Mandor Proyek Dan Janda Muda
Pisang Goreng


__ADS_3

Adi sibuk mencuci muka dan kaki nya di kamar mandi rumah warga. Aktivitas nya sesore ini benar benar membuat nya lelah. Tapi lumayan itung2 olah raga.


Setelah merapikan baju ganti dan memakai jaket nya, Adi memacu motornya keluar dari lokasi proyek pengaspalan jalan. Pak Warno dan beberapa pekerja melambaikan tangan kearah Adi yang membalas dengan klakson keong nya.


Motor Vixion kesayangannya itu meraung keras membelah jalanan.


Setengah jam kemudian, Adi sudah sampai di rumah. Putri kesayangannya Cinta, sedang asyik menonton film kartun lucu di tv. Adi segera mandi.


Guyuran air dingin benar benar membuat segar seluruh badan nya. Usai mandi, Adi bergegas menuju kamar tidur nya. Tanpa sadar Adi merebahkan tubuhnya di kasur. Sekejap kemudian, dia sudah terbang ke alam mimpi.


"Yah ayah.. Yah bangun yah".


Suara Cinta membangunkan Adi. Astaga jam 6.


"Ada apa Ta?", ujar Adi sambil mengucek matanya.


"Pengen bakso Yah, yang gede", rengek Cinta sambil menarik tangan Adi.


"Beli sama pak Wanto saja, sebentar lagi lewat to?", bujuk Adi yang malas keluar rumah.


"Gak mau, mau nya bakso gede di pak Kholid itu yah', Cinta tetap kekeuh sama permintaannya.


"Ya wes, kamu tunggu ayah ganti baju, nanti kita berangkat", Adi mengalah.


Cinta buru buru berlari keluar kamar. Wajah gadis cilik itu berseri seri. Adi hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah putri semata wayangnya itu.


Adi yang jarang di rumah karena harus kerja, sangat jarang berinteraksi dengan Cinta. Tapi beginilah cara mereka bertahan hidup di tengah kerasnya kehidupan.


Cinta selalu memilih duduk di depan dekat tangki bensin saat naik motor Vixion kesayangannya Adi. Sudah kebiasaan dari kecil.


Mereka berdua segera meninggalkan rumah. Motor berjalan dengan kecepatan rendah. Sampai di utara pasar kecamatan Selo, warung bakso pak Kholid ternyata tutup. Cinta tetap merengek bakso besar membuat Adi memutar motor nya ke arah barat. Adi tau sebuah warung bakso yang biasanya menjual bakso ukuran jumbo.


Di barat kantor desa Durenan, mereka berhenti. Warung bakso jumbo itu sedang ramai pembeli. Adi memarkir motornya dan menurunkan Cinta.


Mereka berdua segera memesan 2 porsi bakso jumbo lengkap dengan es jeruk.


Saat menunggu pesanan, sebuah notifikasi WA masuk ke ponsel pintar nya Adi. Pria itu segera membuka kunci layar sentuh ponselnya.


Dari Indri!


Om ganteng, repot tidak?


Adi membalas chat Indri dengan senyum.


Enggak nih, ada apa?


Setelah terbaca, sebuah video call dari Indri berbunyi. Adi mengangkatnya.


Terlihat wajah Indri yang kusut. Indri mengatakan, Dhea ngamuk minta ayah nya. Adi tersenyum dan memberikan kode jempol. Tak lama kemudian wajah Dhea muncul. Ada air mata bening di matanya.


Dhea tetap menangis minta ayahnya datang. Adi tersenyum dan berjanji akan segera datang. Kemudian video call di tutup.


Adi dan Cinta segera menyantap bakso jumbo itu dengan lahap.


"Bang, bungkus 3 lagi ya", teriak Adi sambil menggigit bakso nya.


"Assiaapp", jawab si Abang penjual bakso sambil mengacungkan jempol nya.


Usai makan dan membayar, Adi memacu motornya kearah barat. Cinta yang tidak tau apa tujuan Adi segera bertanya.


"Kita mau kemana yah?"

__ADS_1


"Ke rumah adik kecil", jawab Adi sambil memacu motornya melintasi jalan hotmix kabupaten. Sampai di perempatan lampu merah, mereka belok kiri lurus ke selatan.


20 menit kemudian, Adi sudah sampai di pertigaan Warkop X. Dia segera membelokkan motor nya menuju ke arah rumah Indri.


Dhea langsung berlari ke arah Adi dan mengulurkan tangannya. Adi sigap menggendong bocah itu sambil menggandeng tangan Cinta. Bu Sarmi yang melihat itu, tersenyum tipis.


'Seperti suami idaman'


Adi menurunkan Dhea dan segera kembali ke motor nya. Bakso dalam plastik segera dia serahkan pada Bu Sarmi.


"Apa ini Le?", tanya Bu Sarmi.


"Tadi saya sama Cinta ke warung bakso Bu, itu untuk Indri dan juga Dhea sama ibu", jawab Adi.


"Woalah merepotkan saja", sahut Bu Sarmi malu malu.


"Hanya bakso saja kog Bu


Cinta, ayo salim sama mbah".


Cinta menurut dan salim sama Bu Sarmi. Perempatan tua itu menjawil pipi kiri Cinta.


"Ayo masuk dulu jangan di luar", ujar Bu Sarmi. Adi menggendong Dhea lagi, dan menggandeng Cinta masuk ke dalam rumah.


"Itu siapa Yah?", tanya Cinta menunjuk ke arah Indri.


"Nanti. Kamu kenalan dulu sana", jawab Adi sambil berjalan ke arah Indri di atas kasur.


Janda muda itu tersenyum saat Cinta mendekati nya.


"Mbak cantik siapa nama nya sayang?", Indri mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Cinta Bulik", jawab Cinta sambil mencium punggung tangan Indri.


'Apa maksud nya itu?'.


Malam itu Dhea lengket dengan Adi. Meski mau bermain dengan Cinta, dan menonton TV bersama, tapi sebentar sebentar mendekati Adi. Bu Sarmi sampai terheran heran melihat tingkah Dhea. Indri pun sama.


"Om Ganteng, itu Dhea om kasih pelet ya?", ujar Indri sambil melirik Dhea.


Adi yang sedang duduk di ranjang Indri pun mendelik sewot.


"Kalau ngomong yang benar dong. Gini gini, aku orang yang tak suka syirik. Enak aja".


"Lahhh marah. Buktinya itu Dhea lengket terus sama Om Ganteng. Seumur umur, baru kali ini itu anak mau dekat sama orang. Biasanya langsung mengkerut tiap di dekati", sahut Indri.


"Kamu harusnya paham dong. Dhea cuma mau dekat sama orang ganteng kayak aku", Adi keluar ilmu sombong nya.


"Iya iya percaya kalau situ Ganteng. Gak usah pakai ngegas juga kali", Indri melengos.


"Jangankan Dhea, ibunya aja juga kepincut dengan kegantengan ku", Adi terus berkoar-koar.


Blushhh


Ucapan songong dari Adi sukses membuat wajah Indri memerah seperti kepiting rebus.


'Tega banget si om ganteng menganiaya hatiku'


Bu Sarmi yang membawa pisang goreng buatan nya sendiri menyelamatkan Indri dari situasi canggung akibat gombal Adi.


"Siapa mau pisang goreng?"

__ADS_1


Dhea dan Cinta langsung mendekat ke Bu Sarmi. Dua tangan mereka masing masing memegang dua pisang goreng hangat. Begitu mendapat pisang goreng, mereka segera kembali ke TV. Bu Sarmi kembali ke dapur, menyelesaikan acara goreng nya.


"Kamu mau?? ", tanya Adi ke Indri. Perempuan itu mengangguk tanda mau. Adi segera mengambil salah satu piring berisi pisang goreng ke dekat Indri.


Adi mengambil sepotong dan menyuapkan nya ke mulut Indri. Dengan malu malu tapi mau, Indri membuka mulutnya.


'Laki laki ini pintar mengambil hatiku'.


Habis sepotong, kemesraan mereka di kejutkan deheman dari seseorang.


Ehem ehemmmm


Adi dan Indri kompak menoleh ke arah pintu. Wawan dan istrinya, Narsih datang membawa kelapa tua sama beras dan beberapa bungkusan.


"Eh mas Wawan. Buk e ada di dapur tuh", ujar Indri menutupi kegugupannya. Tanpa banyak bicara, Wawan dan Narsih segera menuju dapur.


Adi pun tersipu-sipu.


"Emang mau ada acara apa Ndri?".


"Rutinan untuk bapak ku om. Rencana sih besok sore", jawab Indri menghela nafas lega.


Hemmmm


Dhea usai makan pisang goreng terlihat mengantuk. Gadis cilik itu menguap beberapa kali. Dia segera menghambur ke arah Adi minta gendong. Tak berapa lama Dhea sudah pulas di gendongan Adi.


Usai menidurkan Dhea, Adi berpamitan karena sudah cukup malam. Cinta bersalaman dengan Indri, dan di balas Indri dengan ciuman gemas di pipinya. Bu Sarmi mengantar Adi sampai pagar rumah.


Setengah jam kemudian, Adi sampai di rumah. Bu Siti yang khawatir, menunggu mereka di teras.


"Dari mana kamu Le?"


Adi sambil mendorong motor nya masuk rumah menjawab kalem.


"Apel"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ikuti terus kisah selanjutnya guys 😁😁


Jangan lupa untuk dukung author terus semangat menulis dengan like vote dan komentar nya ya 👍 👍👍

__ADS_1


Share juga boleh di FB Noveltoon


Selamat membaca 😁🙏🙏


__ADS_2