Mandor Proyek Dan Janda Muda

Mandor Proyek Dan Janda Muda
Mau Pacaran


__ADS_3

Adi memacu kuda besi nya meninggalkan kantor CV Barata Konstruksi setelah Maya datang. Maya yang membonceng di jok belakang kelihatan sangat menikmati kebersamaan dengan Adi.


Tiba di tempat Antok, Adi segera memarkir kendaraan bermotor nya di tepi molen beton.


"Siang bos, bagaimana sudah sesuai harapan belum?", ujar Antok saat Adi melongok pekerjaan nya.


"Bagus Tok, semakin cepat semakin bagus lah", sahut Adi tersenyum lebar melihat pekerjaan yang sangat sesuai ekspektasi nya.


"Semen kamu bagaimana Tok?


Besok minggu loh, kalau sampe kehabisan semen, gak bisa kerja kamu".


"Besok libur bos, aku ada acara keluarga di rumah mertua. Gak enak kalau gak hadir", Antok memasang wajah memelas.


"Ya gak apa-apa, namanya juga menantu sholeh harus patuh sama mertua hehehehe", seloroh Adi yang di sambut senyuman kecut dari Antok.


"Oiya berapa total semuanya?".


"3 juta dan 720 ribu bos, sudah di potong bon saya 1,5 juta", ucap Antok penuh semangat.


Adi mengambil duit 3 juta dan 750 ribu. Antok menghitung jumlah uang sesuai hitungan nya.


Antok sudah paham sisa 30 ribu pasti untuk beli rokok pekerja.


Sesudah memberikan uang, Adi segera meninggalkan Antok. Maya menggelayut manja saat motor Vixion kesayangan Adi melesat menuju tempat Didik di proyek jembatan.


20 menit kemudian


Adi memarkir motornya di depan direksi kit di sebelah kiri jembatan. Maya bergegas turun menuju jembatan yang sudah setengah jadi.


Didik yang melihat adik kandung bos besar turun, langsung mungkret. Dia pernah kena semprot dari adik bos Alex itu, saat cek 100 persen pekerjaan di kecamatan Bina.


"Selamat siang Bu Sekretaris", Didik mengucapkan salam dengan suara sehalus mungkin.


"Hemmmm", hanya itu yang keluar dari mulut Maya saat membalas salam dari Didik.


'Aduh aku harus hati-hati, sepertinya mood nya tidak terlalu bagus', batin Didik dalam hati.


Didik begitu lega saat Adi memanggil nya.


"Berapa jumlah bayaran nya Dik?


"6 juta 670 ribu bos, di potong bon 2 juta, jadi kurang 4 juta 670 ribu', ujar Didik sambil menunjukkan absensi dan H.O.K pekerja.


Adi memotret dengan kamera ponsel pintar nya, lalu membayar Didik sesuai permintaan.


"Bos, macan betina itu kenapa ikut kesini?", tanya Didik sambil melirik ke arah Maya yang asyik memotret jembatan.


"Buat laporan ke bos Alex lah, memang mau apalagi coba?", ada niat jahil Adi untuk mengerjai Didik.


"Memang ada masalah apa bos?", Didik menyelidik tak mengerti.


"Kinerja kalian molor aktiva", Adi acuh tak acuh.


"Yang benar bos? Waduh gawat nih", Didik ketakutan.


"Makanya, kerja yang cepat. Biar si macan itu tidak seringkali ke lapangan", ujar Adi sambil menahan tawa.


"Siap bos, mulai hari ini gas pol saya", potong Didik.


Adi tertawa kecil melihat ketakutan Didik.

__ADS_1


'Rasain kamu'.


Maya melangkah menuju ke tempat Adi. Didik buru buru menyingkir dengan alasan ingin buang air kecil.


Sebentar kemudian, motor Vixion kesayangan Adi sudah melesat meninggalkan proyek jembatan CV Barata Konstruksi.


Lagi lagi Maya menggelayut mesra di boncengan Adi, layaknya ABG yang baru jatuh cinta. Di lampu merah, seorang anak punk tampak asyik memetik gitar mini nya di samping mobil box. Adi ingat ada duit 2 ribuan, mengambil dari dalam tas kecil, dan mengulurkannya pada anak punk tersebut.


"Makasih bang", teriak anak punk yang di balas Adi dengan anggukan kepala.


Lampu hijau menyala dan Adi memacu motornya menuju ke kecamatan Gandu.


Sesampainya di lokasi proyek pengaspalan jalan, pak Warno masih asyik mengorek arang dari tungku pembakar aspal. Adi memarkir motornya di depan toko penjual rokok. Maya langsung turun dan bergegas menuju toko. Sementara Adi berjalan ke arah pak Warno.


"Buk, isotonik sama teh botol nya satu ya. Juga keripik kentang itu", ujar Maya sambil mengambil duit 50 ribu dari dompet.


"Mbak istrinya bos jalan itu ya?", tanya penjaga toko yang melirik ke arah Adi.


Maya langsung tersenyum.


"Kelihatan seperti istri nya ya Buk?", tanya Maya sambil membuka botol plastik minuman isotonik.


"Lha memang nya bukan ya mbak?", tanya si penjaga toko.


"Masih calon buk, sebentar lagi jadi istrinya", jawab Maya dengan pede nya.


"Oh gitu ya", tukas si penjaga toko sambil mengulurkan kembalian.


"Doakan saja ya mbak", ucap Maya yang di balas dengan senyum si penjaga toko dengan 2 jempolnya.


Sementara itu Adi yang mendekati pak Warno, langsung bertanya kepada pria paruh baya itu.


"Berapa orang pak?".


"12 orang bos, yang satu baru bisa masuk besok katanya".


Ohhh, tak kasih kasbon 2 juta 400 ribu ya. Per orang kasih 200 ribuan dulu", ujar Adi kemudian.


"Siap bos, Alhamdulillah", ujar pak Warno sambil tersenyum.


Adi segera mengambil bundelan duit di tas kecil. Menghitung sebentar dan menyerahkan ke pak Warno.


Pak Warno terlihat berseri seri.


Maya berjalan mendekati Adi. Kedatangan nya menarik perhatian semua pekerja. Mereka tau Adi tidak pernah mengajak perempuan selama ini.


"Bos, siapa tuh? ", tanya pak Warno penasaran.


"Teman pak Warno, satu kantor", jawab Adi sambil mengambil foto dengan kamera ponsel pintar nya.


Teman biasa apa teman tidur bos?", Pak Warno masih penasaran.


Adi mengerutkan keningnya.


Belum sempat Adi menjawab, Maya mengulurkan teh botol ke Adi.


"Minum dulu mas, biar adem".


Adi tersenyum tipis sambil melirik pak Warno saat menerima teh botol dari Maya. Pria paruh baya itu benar benar tidak menyangka, bos nya yang duda bisa menggaet cewek cantik yang kelihatan masih perawan ini.


"Sudah selesai kan mas? Yuk jalan", ujar Maya sambil menarik tangan Adi.

__ADS_1


Sebentar dulu ya May, ambil foto dulu untuk dokumentasi", sahut Adi sambil memotret beberapa kali.


Setelah merasa cukup, Adi mendekati Maya yang sudah memakai helm. Adi pun segera mengenakan jaket kulit dan helm KYT putih half facenya.


Mereka berdua meluncur ke arah selatan. Di sebelah taman hijau, Maya meminta Adi berhenti.


"Kenapa May?"


"Lapar mas, dari tadi cuma minum isotonik", jawab Maya sambil menunjuk warung soto di sebelah taman hijau.


Tak di duga, ternyata di warung soto ada seorang lelaki dan perempuan cantik sedang asyik menikmati makanan.


Saat Maya memesan soto, tiba-tiba wajah perempuan cantik itu seperti di kenalnya.


"Indah ya? Indah Permatasari kan?", Maya menyelidik.


"Iya benar. Siapa ya?", jawab si perempuan cantik lupa lupa ingat.


"Ya ampun, mentang mentang sudah jadi ASN teman SMA dilupakan. Ini Maya. Maya Barata", jawab Maya menegaskan.


"Ya ampun, kog aku bisa pikun begini ya? Pangling aku May, kamu cantik banget", jawab Indah dengan seru.


"Oiya May, kenalkan ini suami ku. Mas Dian", ujar Indah. Maya kemudian menyalami Dian, suami Indah.


"Itu siapa May?", tanya Indah kepo.


"Kenalin ini Mas Adi", jawab Maya. Adi lalu bersalaman dengan mereka.


"Adi??? Jangan jangan ini cowok yang membuat kamu meno......"


Belum sempat Indah menyelesaikan omongannya, mata indah Maya melotot padanya.


"Itu mulut tetap saja ember ya?".


"Sorry May, keceplosan ngomong", Indah cengengesan.


"Eh kalian darimana dan mau kemana May??", tanya Indah kemudian.


Maya dengan pedenya berkata,


"Dari rumah dan mau pacaran"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Selamat membaca guys 😁😁


Yang berpuasa author doakan semoga puasanya lancar..


__ADS_2