Mandor Proyek Dan Janda Muda

Mandor Proyek Dan Janda Muda
Kalau Kangen Bilang Saja


__ADS_3

Menjelang sore, Adi langsung gaspol ke proyek jembatan CV Barata Konstruksi. Meninggalkan segala hiruk pikuk pekerjaan pengaspalan jalan di kecamatan Waru. Adi memberikan duit bayaran pekerja sebelum berangkat ke proyek jembatan.


Setelah selesai kecamatan Waru, rencananya pindah ke kecamatan Wana, mengerjakan proyek pengaspalan jalan juga.


Sampai di tempat proyek jembatan CV Barata Konstruksi, Didik tidak ada. Hanya Paino dan Wiji dan 4 orang pekerja sedang mengecat plonto jembatan.


"Didik kemana pak No?", tanya Adi pada Paino si tukang batu.


"Gak tau bos, wong dari kemarin nomernya gak bisa di telpon kog", jawab Paino.


Hemmmmm


'Ada yang aneh disini'


Adi segera membuka tas kecilnya dan mengambil ponsel pintar nya. Dia mencari kontak Didik. Dan benar! Ternyata tidak aktif. Tak biasanya Didik menghilang seperti ini. Pasti ada yang salah.


"Pak No, hari ini kalian waktunya kasbon ya?", tanya Adi.


"Iya bos", jawab Paino antusias mendengar ucapan bos nya.


Adi tersenyum tipis.


10 orang yang bekerja, Adi menyerahkan duit 2 juta. Paino segera membagikan nya kepada kawan kawan nya.


Tutttttt tuuutttttt


Hape Adi berbunyi. Sebuah nomor telepon baru.


Adi sejenak mencoba mengingat nomor telepon siapa ini. Akhirnya dia mengangkat nya juga.


📞


Adi : Hallo Assalamualaikum


Yoga : Walaikumsalaam bro, posisi dimana??


Adi : Lagi kerja nih, maaf ini siapa??


Yoga : Asem, mentang mentang sudah sukses lupa sama teman. Ini Yoga bro..


Adi : Ealah pe'a... Dimana kau?


Yoga : Di kota Patria lah.. Ada waktu luang gak bro?


Adi : Emang ada loh? Tumben nyari aku.


Yoga : Yo kangen lah bro, lama tak kumpul kita.


Adi : Eleh lagakmu seperti ABG pacaran. Ada apa sih?


Yoga : Gimana kalau kita nge-jam bareng. Gatal nih, pengen gebuk drum.


Adi : Ente kontak si Ari dan Ruri. Kalau mereka oke, aku sih yes.


Yoga : Mereka udah oke. Nanti sore kita kumpul di studio Alhambra. Jam 6. Bisa gak bro?


Adi : Oke siap.


Yoga : Ya sudah kalau gitu. Sampai jumpa nanti malam. Wassalamu'alaikum.


Adi : Walaikumsalaam.


📞*


Adi tersenyum tipis. Bayangan kegilaan masa muda melintas di otak nya.


Sebagai vokalis band kelas teri, dia pernah pentas di ajang musik di berbagai kota di Jawa Timur. Hidupnya penuh dengan hingar bingar musik di masa itu. Andai punya manajemen berkualitas, mungkin saja mereka bisa menjadi musisi top sekarang.

__ADS_1


Sayang nya, setelah dia dan Yoga menikah, mereka memilih untuk bekerja di bidang masing-masing. Yoga sang drummer menjadi sopir truk antar kota, Adi sibuk dengan urusan proyek, Ari tetep culun dengan urusan ayam aduan dan Ruri memilih untuk membuka cafe di perbatasan kota.


Selepas jam kerja, Adi segera pulang menuju ke rumah nya. Usai memarkir motornya, dia langsung menuju kamar tidur nya. Melepaskan jaket dan tas ransel nya.


Usai mandi Adi berganti pakaian. Dengan kaos oblong hitam bertuliskan Punk rock never die!, celana jeans hitam pendek, jam tangan merk Ca***, kalung rantai perak bertuliskan huruf C, sandal Car***, Adi sudah seperti anak band sungguhan. Apalagi rambut cepak nya di pomade berdiri, semakin menambah gaya nya.


Bu Siti terheran heran melihat tampilan putranya itu. Seingatnya, Adi berdandan seperti itu saat usianya menginjak 25 tahun.


"Mau kemana le?", tanya Bu Siti sambil mengernyitkan keningnya. Belakangan Adi memang berdandan sedikit aneh. Dia seperti melihat Adi 8 tahun yang lalu.


"Ada undangan buk", ujar Adi sambil terus menata gaya rambut nya di depan cermin lemari.


"Undangan apa? Kog pakai dandanan aneh begini", Bu Siti menarik kaos oblong hitam nya Adi.


"Undangan nge-band buk. Hiburan buk. Biar awet muda hehe", Adi cengengesan sambil memandang kearah cermin lemari.


"Hah? Nge-band? Gak salah Le?", Bu Siti terkejut mendengar ucapan putranya itu.


"Hiburan buk. Sekali sekali gak papa lah. Biar otak segar buk. Tidak mikir pekerjaan melulu. Bisa cepat tua aq kalau hanya mikirin pekerjaan buk", cerocos Adi bak kran air bocor.


"Ya Ndak masalah sebenarnya Le, tapi mbok di sesuaikan sama umur. Kamu itu bukan ABG lagi loh", Bu Siti mencoba menasehati.


"Yeee ibuk ya, gak bisa liat aku seneng dikit saja. Toh gak setiap hari aku dandan metal seperti ini. Ini juga untuk menghargai orang yang sudah mengundang aku buk", Adi tetap kekeuh sama pendirian nya.


Bu Siti hanya geleng-geleng kepala melihat ulah putranya itu.


Motor Adi melesat menuju ke studio musik Alhambra yang ada di dekat rumah sakit saat jam sudah menunjuk angka 17.33.


Hanya 15 menit, Adi sudah sampai di situ. Yoga, sang drummer asyik berbincang dengan Ruri sang gitaris. Sementara Ari nampak juga baru datang.


"Woy, apa kabar kalian semua?", ucap Adi sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan gaya khas anak band.


"Baik bos, kog tambah item aja lu bos?",Ari sang basis terkekeh geli melihat Adi yang memang sedikit hitam.


"Biasa Ri, aku orang lapangan. Kalau sedikit gosong itu wajar dong. Kata cewek cewek, cowok hitam itu seksi", Adi tak mau kalah dengan gaya tengil nya.


"Eh Ga, tumben kau bisa rehat. Gak takut di ceraikan istri mu apa??", ucap Ruri melirik kearah Yoga.


"Tenang guys, istri gue sudah jinak sekarang. Gak kayak kemarin", jawab Yoga.


"Eleh gayamu Ga, nanti di sita lagi hape mu tau rasa kau hehehehe", Adi tertawa kecil.


"Masak istri Yoga kayak gitu bos?", tanya Ari penasaran.


"Kelihatan dari muka Yoga. Anggota persatuan suami takut istri", jawab Adi sambil melirik ke arah Yoga. Tampang drummer itu memang lagi kusut abis seperti cucian kering tidak di setrika.


"Ah sialan kau bro", Yoga tersenyum tipis.


Tak berapa lama kemudian, giliran mereka masuk ke studio musik. Semua sudah dalam posisi masing-masing. Yoga di belakang drum, Ari menyandang gitar bas elektrik, Ruri memegang gitar Ibanez nya dan Adi berdiri di belakang mik dengan gitar Fender Stratocaster.


Usai nge-jam 10 menit untuk melemaskan otot-otot tangan yang kaku karena lama tidak bermain musik, mereka mulai memainkan lagu favorit mereka.


🎵🎵


Ku terima surat mu telah ku baca


Dan aku mengerti


Betapa merindunya dirimu


Akan hadir nya diriku


Didalam hari hariku


**Bersama lagi


....

__ADS_1


Semua kata rindumu semakin membesar ku


Tak berdaya menahan rasa ingin jumpa


Percayalah padaku aku pun rindu kamu


Ku akan pulang melepas semua kerinduan


Yang terpendam


🎵🎵**


Sementara Adi dan kawan kawan nya asyik bernostalgia dengan lagu favorit mereka, Indri sedang gelisah karena Adi tidak ada kabar nya. Tadi selepas pulang kerja, Adi lupa memberi tahu Indri kalau dia ada acara.


Biasanya sore begini, mereka selalu chat di aplikasi WA. Kalau sebelum resmi pacaran, Indri tidak begitu besar perhatian tapi setelah resmi menjadi kekasih mandor proyek itu, Indri selalu kelimpungan saat Adi tidak ada kabar.


Bu Sarmi yang sedang melihat TV, sekilas melirik putri bungsu nya itu.


"Ada apa Nduk? Muka mu kog seperti orang kebingungan gitu".


"Gak papa buk, cuma lagi khawatir saja", Indri sebentar sebentar melirik hape nya.


"Khawatir dengan apa?", Bu Sarmi penasaran.


"Itu itu om ganteng ndak ada kabar dari tadi sore", Indri merona wajah nya.


Bu Sarmi tersenyum penuh arti mendengar ucapan Indri.


"Mbok jangan gengsi..


Kalau kangen bilang saja"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Akhirnya bisa up juga.


Ada yang kangen Mas Adi gak?


Kalau kangen bilang saja yah 😁😁😁


Maaf kemarin author lagi repot banget jadi gak sempat menulis 🙏🙏


Yang masih suka kisah Mas Adi dan Indri jangan lupa untuk dukung dengan like vote dan komentar nya

__ADS_1


Selamat membaca guys 😁😁😁


__ADS_2