Mandor Proyek Dan Janda Muda

Mandor Proyek Dan Janda Muda
Bingung


__ADS_3

Pak RT mengangguk bloon mendengar kata kata mutiara dari Adi.


Setelah sedikit basa basi pak RT meninggalkan rumah Adi.


Adi mengantar keluar, lalu memarkir kendaraan bermotor nya ke dalam rumah.


Dengan malas, Adi merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Badannya benar benar lelah setelah seharian berkutat di dunia konstruksi.


Pagi menjelang tiba. Adi yang masih tertidur pulas, di bangunkan dering panggilan ponselnya.


"Siapa sih yang udah gila telpon pagi pagi begini?", gerutu Adi sambil menggeser tombol hijau di ponselnya.


📞


Ya halo siapa ini?


Mas Adi baru bangun tidur ya? Maaf ganggu.


Iya gak papa. Ini siapa sih?


Ya ampun, Mas melek dulu napa? Tuh liat siapa nama di kontak pemanggil.


(Adi menengok layar ponsel nya, Maya ternyata)


Iya May, ada apa pagi pagi ganggu tidur ku?


Eh nanti sore ada waktu gak mas? Ada perlu dikit sama mas Adi.


Ini malam minggu May, waktunya bayarin pekerja.


Maya ikut ke lokasi deh, sekalian ikut bayarin mas Adi.


Terserah kamu lah May, awas kalau sampai mengeluh lama.


Oke deh mas, nanti aku susul di proyek jembatan ya. Byeeee...


📞


Ceklek


Adi melempar ponsel pintar nya ke atas kasur dan bergegas ke belakang. Bu Siti nampak sibuk memasak sayur. Dengan langkah gontai, duda beranak satu itu mencuci muka di kamar mandi.


"Buk bikinin kopi dong", pinta Adi sambil melangkah ke kamar. Adi mencari tas kecilnya.


Dia membuka tas itu, dan menemukan apa yang dia cari. Rokok! Dengan sedikit tergesa, akhirnya Adi menemukan sebatang rokok Diplomat di ujung bungkus nya.


Adi keluar kamar dan menyulut rokok Diplomat favoritnya sambil duduk di kursi dapur.


"Ini kopi mu, makanya Le cepet nikah biar ada yang mengurus kebutuhan mu. Ibu sudah tua, sudah waktunya pensiun dari urusan dapur. Apa kamu gak kasian sama ibu mu yang tiap hari repot masak buat kamu?", omelan Bu Siti yang kayak pengajian ustad dari Bojonegoro sukses membuat Adi melongo.


"Buk e gak salah minum obat kan?", Adi memperhatikan wajah ibu nya dengan seksama.


"Kamu itu loh kalau di bilangin orang tua alasan nya ada aja", gerutu Bu Siti.


Adi cengengesan sambil menyeruput kopi tubruk kesukaan nya. Adi memang tidak suka kopi instan, apa pun mereknya pasti kembung setelah beberapa saat. Tapi kalau kopi tubruk, satu teko juga gak bakal buat Adi K.O.


"Buk, kentaki semalam masih gak?", tanya Adi yang sedikit kelaparan.


"Tuh di meja, Masih utuh belum di makan.


"Memang dapat darimana Le?", Bu Siti kepo.


"Bikinan si Heni buk, semalam aku ngantar dia pulang terus di kasih es krim sama kentaki buatan nya itu", ujar Adi sambil mengambil kentaki di tas plastik dan memakannya.

__ADS_1


'Lumayan juga masakan Heni', batin Adi.


"Jangan jangan Heni suka sama kamu Le?", Bu Siti tiba tiba nyeletuk.


Uhuk uhuk uhukk..


Adi tersedak kopi nya.


"Ibuk kira kira dong kalau ngomong, pagi pagi udah ghibah melulu", Adi mengusap air yang keluar hidung nya.


"Lha habis, akhir akhir ini sering banget kasih sesuatu buat kamu. Entah itu es krim untuk Cinta atau kentaki yang baru kamu makan itu", ujar Bu Siti sambil mengulek bumbu dapur nya.


'Apa iya Heni suka aku? Akhir akhir ini dia memang sering WA aku sih', batin Adi.


Adi bergegas ke kamar mandi. Segera mengguyur tubuhnya dengan air dingin untuk menjernihkan pikiran nya. Cuci muka, sikat gigi dan facial wash favoritnya.


Setelah itu, Adi bergegas menuju kamar nya untuk berganti baju untuk bersiap berangkat kerja.


**


Depi menekuk wajahnya. Dia benar benar geram teringat kejadian tempo hari di Malang.


Suami nya, tertangkap basah selingkuh dengan istri bawahan. Setelah di selesaikan dengan kekeluargaan, masalah itu dianggap selesai. Suami Depi sampai bersujud di kaki Depi agar mau menerima kembali. Alasan mengapa suami nya memohon kepada Depi adalah putri semata wayangnya, Lisa.


Depi yang tidak ingin Lisa mengalami nasib seperti dirinya, memilih menerima permohonan maaf suaminya dengan catatan dia pulang ke kota Patria untuk menenangkan diri. Ada rasa marah luar biasa yang belum Depi bisa padamkan.


Dina, teman kuliah nya dulu, ketika Depi curhat dengan entengnya kasih solusi gila buat Depi.


"Dia sepuluh kamu sebelas, Dia selingkuh ya harus kamu balas".


"Kamu gila Din, kasih solusi yang benar dong", teriak Depi kesal.


"Ya itu terserah kamu. Tapi di jamin hati kamu lega", ujar Dina sambil tersenyum penuh arti.


Kalau mau selingkuh ya selingkuh sama siapa? Selama menikah dengan Tomi, dia hanyalah ibu rumah tangga yang duduk diam di rumah.


Tapi setelah ketemu Adi, cinta pertama nya di SMK Kebangsaan, Depi seperti menemukan jawaban atas pertanyaan hati nya.


Adi


Ya Adi..


Pria itu yang akan menjadi tempat pelampiasan emosi nya.


Depi pun merancang sebuah jebakan untuk menaklukkan Adi. Dan malam ini dia akan melakukan nya.


Depi segera mengirim pesan singkat di WA.


Sebuah rencana untuk menjebak Adi dalam misi balas dendam kepada suaminya.


**


Adi mengambil ponsel pintar nya, setelah mendengar notifikasi WA masuk.


Dari Depi ternyata.


*Mas, Aku butuh bantuan mu . Tolong temui aku di rumah ku di jalan XX no 22 nanti jam 19.00*


'Ada apa dengan Depi?, sepertinya penting', gumam Adi sambil memasukkan kembali ponsel pintar nya ke tas kecil.


Adi men-start motor Vixion kesayangannya dan melesat ke arah kantor CV Barata Konstruksi.


Kantor CV Barata Konstruksi sudah terbuka saat Adi memarkir kendaraan nya. Sepeda motor CBR 150R punya Andis sudah terparkir rapi di sudut parkir.

__ADS_1


Adi melangkah masuk dan melihat Andis sudah sibuk dengan penawaran di layar komputernya.


"Rajin amat bos".


Suara Adi sukses mengagetkan Andis. Wajah bersih Andis seketika menoleh.


"Eh mas Adi, tumben pagi pagi sudah sampai. Ada apa mas?"


"Tuh adik bos Alex katanya pengen ikut ke lokasi", ujar Adi sambil merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu kantor.


"Oohh, mungkin dia pengen lihat panasnya lapangan mas hehehehe", Andis terkekeh kecil.


"Mungkin juga. Kadang aku heran juga sama dia, kalau pengen sesuatu mirip orang ngidam deh. Gak di turuti ujung-ujungnya pasti ngamuk", Adi menyalakan kipas angin di sudut ruangan.


"Biasa mas, dia kan anak bos. Pasti udah terbiasa manja kan?", ujar Andis sambil memandang kembali ke layar komputer.


Tak berapa lama kemudian, Agung si staff administrasi juga nongol di pintu kantor.


"Pagi semuanya", ujar Agung menyapa Adi dan Andis sambil menggoyangkan tangan nya.


"Gayamu Gung, lebay...", Adi nyeletuk dari sofa ruang tamu kantor.


Agung terkekeh kecil mendengar ejekan Adi.


"Lho ini lagi trending topik lho mas, masak gak tau??", ujar Agung seraya menuju meja nya.


"Sak senengmu lah Gung", ujar Adi acuh tak acuh.


Agung tertawa lagi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Yang semangat ya menjalani ibadah puasa..


Jaga kesehatan selalu..


Untuk yang mau sedekah like vote dan komentar nya, author ucapkan terima kasih sebesar-besarnya 😁😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2