
Adi tersenyum lebar mendengar jawaban Indri.
Pujian Indri langsung membuat hidung nya mengembang.
"Baru nyadar yank kalau calon suami mu ini ganteng?
Kemarin kemana aja??", Adi menyeruput teh hangat nya.
"Ya sadar sih mas, dari pertama juga udah sadar kalau mas ganteng. Cuma gak nyangka aja kalau ada penggemar mas yang segila itu.
Atau jangan-jangan masih ada lagi yang seperti itu mas??", Indri menatap Adi menyelidik. Dia ngeri membayangkan jika ada yang nekat berbuat kasar lagi.
"Kamu tenang aja yank,
Aku akan melindungi mu mulai hari ini hingga seterusnya sampai maut memisahkan kita berdua", ucap Adi sambil tersenyum tipis.
Ohhhhh so sweet banget!!
Indri tersenyum bahagia mendengar ucapan Adi barusan. Perempuan cantik itu langsung mengangguk.
Usai makan nasi pecel khas kota Patria, mereka melanjutkan perjalanan ke kecamatan Sela yang merupakan tempat tinggal Adi.
Sepanjang perjalanan, Indri tampak gembira. Seumur hidupnya dia tidak pernah mengenal daerah daerah diluar lingkungan tempat tinggal nya. Paling mentok sampai di alun alun kota, itu pun setahun sekali belum pasti pergi kesana.
20 menit kemudian, mereka sudah sampai di proyek depan SMP Jati. Adi segera memarkir motornya di ujung pekerjaan nya.
Beberapa orang pekerja tampak sedang hilir mudik dengan kereta sorong. Ismoyo sedang sibuk menata batu gebal yang di pecah menjadi ukuran 10/15 oleh Darsiman dan Darsiyo.
Adi mengeluarkan ponsel pintar nya dan memotret pekerjaan itu untuk laporan progres pekerjaan pada Bu Rini sang majikan.
Sementara Adi sibuk dengan pekerjaan, Indri berteduh di bawah pohon nangka yang ada di halaman rumah warga.
"Mbak, berteduh di sini loh", ujar seorang ibuk pemilik rumah.
Indri segera menoleh kearah ibuk ibuk tadi dan kemudian berjalan menuju teras rumah.
"Sampean loh mbak, panas panas kog ya ikut suami kerja", ibuk ibuk tadi melihat Indri datang bersama Adi.
"Diajak buk, sekalian jalan-jalan. Di rumah terus bosan hehehehe", Indri terkekeh kecil mendengar ucapan ibuk ibuk itu.
"Ealah gitu, tak kira kalau takut suami kecantol perempuan lain. Makanya sampe diikuti kerja", ibuk ibuk itu tersenyum tipis.
Indri hanya tersenyum saja mendengar ucapan si ibuk ibuk itu.
Sementara itu Adi yang sudah selesai urusan nya, segera kembali ke motor nya. Mereka berdua segera menuju ke studio foto di dekat pasar Sela. Karena Adi belum menyerahkan foto persyaratan surat pelolosan nikah.
Setelah berfoto di studio, dan menunggu sekitar setengah jam, Adi dan Indri mendapatkan foto yang dibutuhkan untuk syarat pengajuan surat pelolosan nikah.
Adi segera menelpon pak Jamroni, Modin desa Mande.
Tuuuttttttttttttt...
Tutttt...
📞
Pak Jamroni : Assalamualaikum mas Adi, ada yang bisa di bantu??
Adi : Walaikumsalaam pak Jam.. Ini posisi dimana pak?
Pak Jamroni : Ini ada di kantor desa mas. Pripun?
Adi : Ini pak Jam, surat pengantar dari RT dan foto nya sudah jadi. Tak bawa ke kantor desa atau ke rumah saja??
Pak Jamroni : Woh langsung ke kantor desa saja mas. Saya tunggu nggeh?
Adi : Njihh siap. Saya meluncur kesana sekarang. Wassalamu'alaikum.
Pak Jamroni : Walaikumsalaam...
📞*
Ceklek..
__ADS_1
"Mau kemana mas??", tanya Indri sambil memandang wajah Adi.
"Kita ke kantor desa. Di tunggu pak Modin disana", jawab Adi sambil memakai helm nya. Indri segera mengikuti.
Tak berapa lama kemudian, motor Vixion Adi segera melaju ke arah kantor desa Mande.
10 menit kemudian, mereka sudah sampai di kantor desa Mande. Adi segera melepaskan helm nya di ikuti Indri. Mereka melangkah menuju ruang administrasi kantor desa.
Kebetulan saja, para perangkat desa sedang berkumpul di sana. Ada Pak Lurah Bejo, Kamituwo Slamet, Bayan Wardi, Jogoboyo Tangin dan Carik Fatkhur. Melihat Adi datang dengan membawa seorang wanita, Kamituwo Slamet segera mendekat.
"Weh Mas Adi, ada apa mas? Tumben sekali jam segini ke kantor desa", ujar Kamituwo Slamet sambil menghisap rokok Sampoerna hijau nya.
"Anu pak Wo, ada perlu sedikit dengan pak Modin", Jawab Adi malu-malu.
"Weh lha iki, kelihatannya sebentar lagi ada bau bau pengantin baru ini hahahaha", seloroh Kamituwo Slamet sambil tertawa dan melirik kearah wanita disamping Adi.
Semburat merah segera terlihat di wajah Indri.
"Pak Jamroni ada di ruang sebelah. Monggo tak antar", imbuh Kamituwo Slamet sambil berjalan ke ruang di sebelah ruang administrasi.
Adi mengikuti langkah Kamituwo Slamet. Indri mengekor di belakang nya.
Pak Jamroni langsung berdiri begitu melihat Kamituwo Slamet datang bersama Adi dan Indri.
"Monggo silahkan duduk", ujar Modin desa Mande itu ramah pada Adi dan Indri. Kamituwo Slamet segera berlalu pergi kembali ke tempat nya.
Adi kemudian menyerahkan kekurangan berkas kemarin pada Pak Jamroni.
"Ini rencananya akad nikah di sini atau di pihak mempelai wanita mas?", tanya pak Jamroni kemudian.
"Di sana Pak Jam, sesuai kesepakatan keluarga kemarin", jawab Adi segera.
Modin paruh baya itu tersenyum tipis.
"Surat nya mbak e ini sudah di urus?", Pak Jamroni mengalihkan pandangan nya pada Indri.
"Sudah pak, yang mengurus pak Lik saya. Kemarin persyaratan nya sudah diambil pak Modin desa saya pak", jawab Indri dengan sopan.
"Oh bagus..
Adi segera membuka tas kecilnya dan mengeluarkan duit 7 lembar ratusan ribu.
Usai menuntaskan urusan mereka di kantor desa, Adi dan Indri segera meninggalkan tempat itu menuju ke kecamatan Wana tempat lokasi proyek pengaspalan jalan dari CV Megah Sarana punya pak Purwadi.
Hari menjelang sore, Adi dan Indri sudah sampai di rumah Bu Sarmi. Tampak pak Jarno dan Bu Sarmi sedang berbincang di ruang tamu rumah Bu Sarmi.
Adi dan Indri segera masuk ke dalam rumah.
"Le, ini Lik mu mau ngomong", ujar Bu Sarmi saat Adi dan Indri sudah duduk di kursi ruang tamu.
Adi mengangguk tanda mengiyakan.
"Begini Mas,
Untuk biaya srakah (mengundang penghulu ke rumah), itu mau kamu gimana? Kita paron (bagi berdua), atau bagaimana menurut mu?", tanya pak Jarno menatap wajah Adi.
"Berapa biayanya pak Lik?", tanya Adi kemudian.
"1 juta 50 ribu Le..
Kata pak Modin segitu", jawab pak Jarno sambil menyeruput kopi.
Tanpa menjawab, Adi langsung membuka tas kecilnya. Menghitung jumlah uang. 11 lembar ratusan ribu. Lalu menyerahkannya kepada Pak Jarno.
Bu Sarmi dan Pak Jarno tersenyum tipis melihat tindakan Adi.
Jam sudah menunjuk angka 18.30
Adi segera mohon diri. Usai bersalaman dengan calon mertua dan istrinya, motor Adi melaju meninggalkan rumah itu.
**
3 hari lagi menjelang akad nikah.
__ADS_1
Selama waktu kemarin, Adi menyelesaikan semua pekerjaan nya dengan baik. Hubungan nya dengan Indri juga semakin mesra.
Proyek di kecamatan Wana sudah selesai, begitu juga proyek talud tikungan CV Multi Guna.
Pak Warno dan kawan kawan mengerjakan proyek pengaspalan jalan di depan SMP Jati.
3 hari lagi mereka selesai. Alhamdulillah, keuangan dari Bu Rini lancar, sehingga tabungan Adi bisa di pakai untuk acara pernikahan nya.
Antok hampir separuh mengerjakan proyek drainase di kecamatan Sambi.
Didik dan Paino sudah menyelesaikan separuh dam sungai kecil proyek CV Barata Konstruksi.
Maya di bawa ke rumah sakit jiwa. Dia mengalami depresi pasca peristiwa kemarin di kantor CV Barata Konstruksi. Dia ternyata memiliki riwayat gangguan kejiwaan setelah ibunya meninggal dunia dalam kecelakaan saat Maya masih kecil.
Adi sedang duduk di tepi pasangan dam sungai di tepi CV Barata Konstruksi saat sebuah panggilan telepon masuk ke ponselnya.
Tuuuttttttttttttt
Tutttttt..
Adi segera melihat ponsel pintar nya. Setelah membuka kunci layar, sebuah nomor telepon tanpa nama terpampang di situ.
Merasa tak mengenal, Adi mengacuhkan nya.
Nomor telepon itu kembali membuat panggilan.
Adi tetap saja tidak peduli. Dia asyik menikmati kopi dan rokok Diplomat nya sambil menatap ke arah Didik dan Paino yang sibuk menata batu pondasi di sebelah sungai.
Tuuuttttttttttttt
tuuuttttttttttttt...
Nomer itu kembali masuk. Sudah 10 kali panggilan nya. Karena kesal Adi mengangkatnya.
Ceklek
📞
"Halo siapa ini??", Adi bertanya sedikit kasar.
Setelah beberapa detik, suara seorang wanita terdengar ditelinga Adi
"Ini Niken mas....."
Degg!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mau apa ini perempuan?? 🤔🤔
Terimakasih banyak author ucapkan kepada semua kakak reader tersayang yang sudah memberikan dukungannya terhadap cerita author ini 👍👍👍👍
Lophe lophe dah ❤️❤️❤️
__ADS_1
Selamat membaca guys 😁😁😁