
Adi melirik Indri yang menunduk di samping nya. Untuk menghilangkan kegugupan akibat gurauan jenaka dari Pak Wito, Adi langsung mengambil sebatang rokok dan menyulutnya.
Cinta dan Dhea yang duduk diantara mereka berdua sedang asyik menikmati pastel isi daging ayam. Mereka berdua terlihat akur.
Bu Siti segera mundur ke dapur.
"Sudah siap Ta?", tanya Bu Siti pada Nita yang baru selesai menata ayam bumbu kecap ke atas piring oval.
Nita mengangguk tanda mengiyakan.
Segera Nita membawa nasi dalam bakul besar, di ikuti Diah yang membawa ayam bumbu kecap menuju ruang tamu. Heru langsung ikut ke belakang. Mereka bergiliran membawa berbagai macam masakan ke ruang tamu. Selain ayam bumbu kecap, ada oseng ati ampela campur kentang, semur daging sapi, urap sawi dan bayam, lodeh nangka muda campur kepala dan cakar ayam dan sambel goreng pepaya campur tempe dan teri.
Bu Siti mengangguk pada Pak Puh Bud. Kakak sulung nya itu segera mengerti.
"Monggo di dahar Pak Bu, seadanya nggeh", ujar Pak Puh Bud.
Di mulai Pak Jarno, mereka mulai makan bersama.
Indri segera menuangkan nasi ke piring. Perempuan itu langsung menoleh pada calon suaminya itu.
"Mau lauk apa mas??".
"Urap, oseng ati ampela sama sambel goreng pepaya campur teri itu yank", jawab Adi segera.
Indri segera mengambilkan apa yang di inginkan Adi. Dan mengulurkan piring yang sudah penuh lauk itu padanya. Indri kemudian mengambil nasi putih dan ayam kecap kemudian menyerahkan pada Cinta yang duduk di sebelah nya. Kemudian dia kembali mengambil nasi dan ayam bumbu kecap bermaksud untuk menyuapi Dhea.
Bocah cilik itu langsung menggelengkan kepalanya.
"Dhea gak mau sama ibuk. Dhea mau sama ayah", ujar Dhea sambil menutup mulutnya dengan tangan.
Karena tak mau ribut dengan Dhea, Indri menyerahkan piring nya pada Adi.
"Mas, tolong ya", ujar Indri sambil tersenyum. Walaupun dengan sedikit tak enak hati karena di depan orang banyak.
Adi langsung meletakkan piring nya dan menerima piring makanan untuk Dhea.
"Dhea, ayok sini di suapi ayah", Adi mendekat ke Dhea. Bocah cilik itu langsung membuka mulutnya lebar-lebar untuk menerima suapan Adi.
"Mbak Cinta,
Mau disuapi kayak adik Dhea gak?", Indri menatap wajah cantik putri semata wayang calon suami nya itu.
Cinta mengangguk senang. Buru buru dia menyerahkan piring di depan nya pada Indri.
Jadilah mereka lebih dulu menyuapi anak anak.
Bu Siti menatap Adi dan Indri bergantian. Ada seberkas rasa haru menyelusup ke hati nya melihat Indri yang telaten menyuapi Cinta. Terlihat rona bahagia dari wajah gadis cilik itu saat mendapat perhatian Indri.
Setetes air mata bening perlahan menetes dari pipi perempuan tua itu.
'Ya Allah,
Satukanlah hati mereka sampai maut memisahkan', doa Bu Siti dalam hatinya.
Selesai Cinta dan Dhea kenyang, giliran Adi dan Indri makan. Walaupun masih malu-malu, mereka terlihat bahagia saat saling menyuapi. Semua orang menyaksikan ulah mereka berdua hanya mengulum senyumnya.
"Memang kalau sedang jatuh cinta, dunia terasa milik berdua. Yang lain cuma ngontrak", seloroh Pak Puh Bud.
Gerrrrrrr
Tawa terdengar lagi dari ruang tamu rumah Adi.
Adi dan Indri hanya tersenyum tipis mendengar gurauan mereka.
Malam itu, dua keluarga itu melebur dalam canda tawa dan senyum.
Jam sudah menunjuk angka 20.30
Pak Jarno segera berpamitan pada keluarga Bu Sarmi.
"Mas Bud, karena ini sudah malam, kami sekeluarga bermaksud mohon diri.
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam tutur kata baik yang di sengaja ataupun tidak.
__ADS_1
Semoga tali silaturahmi antara keluarga kita, akan terus berlanjut hingga akhir nanti".
Pak Puh Bud tersenyum tipis.
"Sama sama mas Jarno, kami sekeluarga hanya bisa mendoakan semoga perjalanan pulang panjenengan semuanya bisa lancar dan selamat sampai di rumah".
Setelah bersalaman, keluarga Indri keluar dari ruang tamu rumah Bu Siti.
Nita, Diah dan Yu Sih berlarian memberikan jajan dan makanan yang sudah mereka siapkan sejak tadi sore.
Mobil keluarga Indri perlahan meninggalkan rumah Adi di ikuti 4 motor di belakang nya.
Adi mengantar mereka sampai ke jalan aspal depan rumah nya.
"Le, kamu harus cepat ke pak Modin loh.. Waktu nya tinggal 28 hari. Takutnya nanti sudah waktunya akad nikah, suratnya belom jadi", ujar Bu Siti setelah rombongan keluarga Indri menghilang di keramaian jalan.
"Iya buk, besok pagi Adi ke rumah pak Modin Jamroni.
Kalau perlu besok subuh Adi berangkat", Adi melengos pergi tanpa mendengar jawaban Bu Siti.
"Kamu itu kalau di kasih tau, pasti ngeyel nya dulu yang keluar", gerutu Bu Siti.
Hehehehe
Adi hanya cengengesan sambil berlalu menuju kamar tidur nya. Badannya lelah sekali hari ini.
Malam segera berganti pagi.
Pagi itu Adi sudah bersiap untuk ke rumah pak Modin Jamroni untuk mengurus surat untuk persyaratan nikah dengan Indri.
Dia membongkar lemari pakaian nya sebelah atas untuk mencari surat duda nya sekalian foto kopi KTP dan KK juga akte kelahiran nya.
"Buk, KK ku kok tidak ada?", tanya Adi pada Bu Siti yang sedang memakaikan baju pada Cinta.
"Coba cari dulu disitu, biasanya kumpul sama akte dan ijazah kamu kog", jawab Bu Siti seraya menyisir rambut Cinta.
"Gak ada buk,
Sudah tak bongkar ini. Kalau akte kelahiran sih ada", Adi terus membolak balik tumpukan kertas di rak atas lemari kayu itu.
Tunggu sebentar, ada yang kelupaan ini.
Eh iya ya, kemarin KK nya ibu foto kopi untuk ngurusi BPJS kesehatan. Hehehehe", Bu Siti terkekeh geli.
"Huuuu...
Bilang kek dari tadi. Terus sekarang itu KK ibu taruh dimana??", Adi menggerutu.
"Sebentar ibuk ambilkan", Bu Siti lalu masuk ke dalam kamar tidur nya. Tak berapa lama kemudian dia kembali dengan membawa selembar KK dan sebuah foto kopian.
Adi menerima nya dan memasukkan ke dalam tas ransel punggungnya. Kemudian, duda beranak satu itu segera memacu motornya menuju ke sekolah Cinta.
Usai mengantar Cinta, Adi balik ke arah rumah pak Modin Jamroni yang rumahnya di kampung sebelah.10 menit kemudian, dia sudah sampai disana.
Tepat saat itu, Pak Modin Jamroni hendak pergi ke kantor KUA kecamatan Sela.
Melihat Adi datang, pria paruh baya itu segera mendekati Adi yang baru memarkir motornya.
"Assalamualaikum.
Weh mas Adi.
Tumben kesini. Ada apa mas?", tanya Pak Modin Jamroni sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Walaikumsalaam pak Jam,
Ada perlu dikit sama pak Jam ini", jawab Adi sambil menjabat tangan Modin desa Mande itu.
"Woalah, monggo monggo mas.. Silahkan masuk", ujar pak Modin sambil tersenyum dan berjalan mendahului Adi.
Setelah mereka duduk di ruang tamu rumah Pak Modin, Adi langsung mengeluarkan berkas berkas untuk surat persiapan nikah nya.
"Ini ada keperluan apa mas? Kalau lihat kertas ini sepertinya mas Adi mau nikah lagi ya", Pak Modin Jamroni tersenyum simpul.
__ADS_1
"Iya pak, ini berkas-berkas yang di perlukan. Tolong njenengan periksa. Kalau ada yang kurang, silahkan di beritahu saya", ujar Adi sambil mengeluarkan sebungkus rokok dan mengambil sebatang lalu menyulut nya.
Pak Modin Jamroni memeriksa berkas itu sebentar.
"Ini tinggal foto 3x4 5 lembar, 4x6 5 lembar, sama surat pengantar dari RT.
Ini butuhnya kapan mas Adi?", Pak Modin menatap wajah Adi.
"27 hari lagi pak Jam, masih cukup kan waktunya?", tanya Adi kemudian.
"Wohh masih, pokok gak kurang seminggu masih bisa Mas..
Itu anaknya pak Qadar, 2 Minggu juga jadi.
Oiya, dapat cewek mana mas?", tanya Pak Modin Jamroni penasaran.
"Dari desa Marga kecamatan Panggung pak Jam", Adi menjelaskan semuanya.
"Wasyeeekkkk...
Perawan apa janda mas?", selidik Modin desa Mande itu sambil tersenyum.
"Janda pak, anak satu", Adi tersenyum malu-malu.
"Wah bagus itu mas", Pak Jamroni tersenyum penuh arti.
"Kog malah bagus pak??", Adi garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Menikahi janda itu sama dengan kita menggandeng surga lo mas. Banyak pahalanya, apalagi janda yang sudah punya anak.
Insyaallah, surga sudah pasti untuk mu mas", ujar Pak Modin Jamroni menjelaskan.
"Aamiin ya Allah...", Adi langsung mengamininya.
"Dan lagi sekarang ada slogan lagi ngetrend loh mas", Pak Modin Jamroni tersenyum simpul.
"Apa itu pak??", Adi langsung penasaran.
Modin desa Mande itu terkekeh melihat Adi yang penasaran. Dengan kalem dia berbisik,
"Janda semakin di depan"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pak Modin kog mencurigakan gini yak🤭🤭
Author mengucapkan beribu terima kasih atas dukungannya kakak reader tersayang semuanya pada cerita ini 👍👍👍👍👍
Love you pull dah ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Selamat membaca 😁😁😁😁