Mandor Proyek Dan Janda Muda

Mandor Proyek Dan Janda Muda
Peyek Uceng


__ADS_3

Depi duduk di depan tv. Tatapan mata kosong.


Ucapan terakhir Adi di rumah makan itu membuat nya semakin lama semakin frustasi.


Dia sadar dia salah. Dia sadar dia yang menjebak Adi. Tapi dia melakukan itu atas dasar balas dendam pada suaminya. Meski pun saat Adi menyentuhnya dia sangat menikmatinya. Lebih dari sentuhan yang pernah dia terima dari suami nya.


Mungkin ini karena Adi adalah cinta pertama Depi. Saat dulu di SMK Kebangsaan, Adi pernah menyelamatkan Depi dari pemerkosaan oleh anak SMK Dr. Iskandar, musuh bebuyutan SMK Kebangsaan.


Saat itu, Depi yang baru saja naik angkot, tiba tiba angkot yang di tumpangi di bajak anak SMK Dr. Iskandar. Mereka menyeret Depi dan Anis, teman sekelas Depi ke gudang pasar dekat sekolah. Kebetulan saja, Adi yang baru mau pulang melihat Depi dan Anis di seret segera berlari menuju sekolah, dan kembali membawa 10 orang temannya.


Saat Depi dan Anis sudah setengah telanjang, Adi dan kawan kawan mendongkrak masuk ke dalam gudang pasar dan menghajar anak anak SMK Dr. Iskandar.


Mulai saat itu, Depi jatuh cinta pada Adi. Meski Adi tidak pernah menanggapi nya, namun bara cinta pertama Depi tidak pernah padam.


Depi segera berdiri, saat tiba-tiba pintu rumah nya di ketuk oleh seseorang. Perlahan dia menuju ke arah pintu rumah.


Ceklek


Wajah suaminya, Agus dan putri nya Lisa ada di sana.


"Mamaa...", teriak Lisa yang segera menghambur ke arah Depi.


"Lisa, kenapa kesini?", ujar Depi lembut. Dia sama sekali tidak peduli dengan kehadiran Agus.


"Lisa kangen mama", jawab Lisa dengan polosnya.


"Hehehehe, mama juga kangen sama Lisa. Yuk ikut mama, ada es krim vanilla kesukaan Lisa di kulkas", ujar Depi sambil menarik tangan kecil bocah itu.


Agus hanya memandangi istri dan putrinya yang berlalu menuju dapur.


Pria itu benar benar tidak tau lagi apa yang harus dilakukan untuk membuat Depi memaafkan dirinya. Saat di jodohkan dulu dia tidak pernah menyukai Depi, namun setelah Lisa lahir, Depi yang memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dengan melepaskan pekerjaan nya, membuat dia semakin menyukai Depi.


Namun, karna seringnya dia bertugas keluar kota bersama sekretaris kantor nya, membuat Agus terjebak perselingkuhan dengan Ani, sang sekretaris kantor yang juga istri bawahan nya. Mereka sama-sama memiliki keluarga. Hubungan mereka berjalan mulus selama dua tahun, sampai suami Ani menangkap basah ulah busuk mereka.


Berita mereka begitu viral masuk di sosial media. Depi yang setia dan sayang pada keluarga, berubah total 180 derajat. Dia menggugat cerai suaminya.


Agus kelimpungan saat Depi menghilang setelah beredar berita itu, apalagi Lisa sangat bergantung pada Depi. 3 hari menghilang, surat gugatan cerai Depi masuk ke meja kantor nya. Untung saja ada sahabat Depi yang bersedia membocorkan rahasia tempat tinggal Depi. Agus sampai bersujud kepada Depi agar mau kembali ke rumah.


Saat tiba di rumah, keluarga besar mereka berdua sudah berkumpul. Sidang keluarga menjadi dasar Depi mau mencabut gugatan perceraian namun dia minta waktu untuk serumah dengan Agus. Dan keluarga mereka terpaksa menyetujui permintaan Depi.


Walaupun pada dasarnya, perasaan Depi pada Agus sudah mati. Tapi demi Lisa, dia masih mau satu ikatan pernikahan dengan Agus.


Lisa sedang asyik menikmati es krim vanilla kesukaan nya sambil menonton TV.


Depi yang berniat mengambil hape di kamar nya, di tahan oleh Agus.


"Dep, maafkan aku".


"Untuk apa mas minta maaf? Mas tidak salah. Mas selalu benar. Hanya aku yang salah. Salah karena terlalu bodoh percaya sama mas", sinis Depi sambil mengibaskan tangannya.


"Dep, mas tau mas salah. Tapi tolong sekali saja kasih mas kesempatan", bujuk Agus memelas.


"Huhhh enak saja mas bilang seperti itu. Mas mau kesempatan, oke aku bisa kasih", ujar Depi dingin.

__ADS_1


"Terimakasih Dep terimakasih", raut wajah Agus seketika cerah.


"Tunggu dulu, aku belum selesai bicara mas.


Aku kasih kesempatan ke mas, jika mas ijinkan aku selingkuh terus aku hamil dengan selingkuhan ku, baru nanti aku mau serumah lagi sama mas.


Bagaimana mas?", Depi menyeringai lebar. Pandangan matanya begitu benci sama Agus.


Wajah Agus seketika merah padam. Dia tidak menyangka Depi akan berkata seperti itu kepada nya.


"Kamu sudah gila ya?", hardik Agus geram.


"Iya aku sudah gila. Tau apa sebabnya?


Mas sendiri.


Enak saja mau kembali setelah berselingkuh dengan wanita binal itu. Kalau mas bisa, aku juga bisa", teriak Depi lebih garang.


Agus terdiam seketika.


"Apa tidak ada cara lain Dep?", nada suara Agus merendah.


"Tidak ada! Tau gak, setiap aku melihat wajah mas, aku selalu terbayang mas sedang asyik tidur dengan perempuan jalang itu.


Aku juga ingin mas merasakan apa yang aku rasakan selama ini. Aku juga ingin mas tau bagaimana rasanya setiap melihat ku, mas terbayang aku sedang bercinta dengan lelaki lain.


Terima syarat itu, atau tidak terserah mas.


Kalau mas tidak tahan dengan sikap ku, segera ajukan gugatan cerai ke pengadilan agama. Aku senang hati menandatangani", emosi Depi tersulut lalu meninggalkan ruang tamu rumah nya.


Sementara itu, Adi masih asyik menikmati pekerjaan nya. Dengan telaten, dia menyapu sisi batu tepi.


Pak Warno yang melihat bos nya, terkagum kagum dengan semangat duda beranak satu itu.


"Bos rajin amat. Ada angin apa nih??".


"Olahraga pak Warno, sedikit diet biar nanti baju pengantin muat tak pakai", ujar Adi sambil terus menyapu.


"Hah si bos mau nikah? Kapan bos??", tanya pak Warno penasaran.


"Ya segera dong ah. Masak bobok sendiri terus ya gak enak to pak", Adi terus asal menjawab pertanyaan tukang bakar aspalnya itu.


"Dapat orang mana bos?", Pak Warno terus melanjutkan kepo nya.


Adi lalu menghentikan kegiatannya.


"Nanti kalau sudah saatnya, pak Warno juga pasti tau".


Pak Warno hanya tersenyum saja. Dalam hati dia berdoa semoga bos nya mendapatkan jodoh yang baik. Sudah lama dia kasihan sama Adi, mengingat Adi selalu baik pada anak buah nya.


Adi mengajak Alan makan siang di sela waktu istirahat. Pengen rasanya dia makan ikan sungai kecil kecil itu di goreng kering kemudian di sayur.


Mereka berdua masuk ke sebuah warung makan yang biasa-biasa saja tapi ramai pembeli di Utara pasar tradisional. Setidaknya ada 10 orang yang sedang menikmati menu andalan warung makan itu, peyek uceng.

__ADS_1


"Mau pesan apa mas??", ujar seorang ibu ibu paruh baya di sudut ruangan warung.


"Mbak, nasi sama lodeh iwak kali ya, sama itu perkedel kentang dan kerupuk. Minum nya es jeruk.


Kamu apa Lan??", Adi memandang kearah Alan yang sedang asyik melihat etalase kaca lauk.


"Itu ayam bakar bumbu manis, tumis kangkung sama kerupuk. Minum nya Es teh saja", ujar Alan bersemangat.


Mereka memilih duduk di sudut ruangan yang terlihat masih kosong.


Sambil menunggu pesanan mereka datang, Alan bertanya pada Adi.


"Bos, aku dengar dirimu mau nikah lagi ya?".


"Heelehhh kamu itu sama kaya pak Warno Lan, kepo", Adi bersungut-sungut.


"Lha emang aku dengar kog. Kalau iya aku bersyukur bos", Alan tersenyum tipis.


"Kog aneh. Bersyukur untuk apa?", Adi mengerutkan keningnya heran.


"Teman ku akhirnya laku juga", Alan tersenyum mengejek.


Adi mendengus kesal, kemudian berkata.


"Iya aku laku,


Sedangkan kamu jomblo akut"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ikuti terus kisah selanjutnya guys 😁😁


Ada banyak kejutan menanti..


Jangan lupa untuk dukung author terus semangat menulis dengan like vote dan komentar nya ya 👍👍👍

__ADS_1


Selamat membaca guys 😁😁😁


__ADS_2