Mandor Proyek Dan Janda Muda

Mandor Proyek Dan Janda Muda
Kasbon


__ADS_3

Malam semakin larut..


Adi masih asyik menikmati layar ponsel pintar nya. Cinta menikmati es krim dari Bu Mamik, habis dua cup. Mata bocah cilik itu terlihat mengantuk, tapi masih nekat melihat acara sinetron lebay di tv.


"Cinta, bobok sana", perintah Adi sambil melirik putri semata wayangnya.


"Bentar lagi yah, itu film nya dikit lagi", rengek Cinta


"Tidur atau ayah matikan TV nya? "


Cinta terlihat kesal beranjak dari ruang tengah menuju kamar Bu Siti.


Lalu Adi meneruskannya acara browsing internet nya.


Tak terasa sudah jam 12 malam. Adi beranjak menuju tempat tidur nya.


Dan pagi menjelang.


Seperti biasa, Cinta ribut kalau mau sekolah. Dan Bu Siti kewalahan dengan kemanjaan cucu nya yang hanya takut dengan teriakan dari Adi.


Setelah menyuapi sarapan, Bu Siti memakaikan baju sekolah. Adi yang selesai mandi, langsung berganti baju kebesaran nya. Kebiasaan Adi memang tidak pernah sarapan di rumah.


Adi mengeluarkan motor Vixion kesayangannya, bersiap berangkat ke kantor.


Cinta berlari menyusul ayahnya ke teras rumah.


"Yah, bareng ..."


Kemudian bersama dengan Cinta, Adi memacu kuda besi nya.


Tak sampai 10 menit, mereka sudah sampai di sekolah Cinta. Cinta turun lalu mencium punggung tangan Adi.


"Yah, uang saku..", ujar Cinta sambil menengadahkan tangan.


"Lha kan tadi udah di kasih Buk e", tukas Adi.


"Cuma 2 ribu yah, kurang lah", rengek Cinta memelas.


Adi membuka tas kecilnya, mengambil uang 2 ribu perak dan beberapa receh sisa kembalian rokok.


Cinta tersenyum senang, dan bergegas masuk ke sekolah.


Adi bergegas mengegas motor nya, menuju kantor.


Hampir setengah jam, Adi sampai di kantor CV Barata Konstruksi. Pintu gerbang sudah terbuka.


'Tumben ada yang berangkat pagi'


batin Adi sambil celingukan mencari siapa yang berangkat pagi.


Motor CBR 150R berwarna merah terparkir didepan pintu samping. Itu motor Andis. Sudah seminggu anak itu libur, gara gara sakit.


"Tumben pagi pagi dah sampai, dah mendingan kamu?", ucap Adi saat melihat Andis di depan komputer nya.


"Sudah mas, kalau kelamaan libur gak enak juga dengan bos Alex", jawab Andis, staff administrasi nomer 2 di kantor CV Barata Konstruksi setelah Agung.


Adi mengacungkan jempol nya.


"Mas Adi tumben pagi pagi masuk, biasa nya jam 8 paling cepet", sambung Andis seraya memandang teman nya yang sudah asyik menghisap rokok Diplomat favoritnya.


Hehehehe


Adi cengengesan.


"Ada urusan dikit dengan bos Alex, Ndis"


Andis sudah paham bagaimana cara kerja Adi, hanya tersenyum tipis.


"Eh Ndis, putarin lagu favorit ku dong.


Volume nya jangan keras-keras tapi biar sahdu", teriak Adi kemudian.


Andis langsung membuka folder musik di komputer nya.


Dan klik..


"*Mungkin takdir ini terlalu menuntut


Diriku tak dapat pergi dari mu


Walaupun seribu bintang tinggalkan ku


Dan pelangi tak bersinar

__ADS_1


Wajah mu terlalu indah tuk kubenci


Dan ku terus mencintaimu


Engkau terus melupakan ku


Duhai cinta tataplah aku disini


tetap menatap mu


Walau perih terus kau sakiti aku


tetap mengharap mu*"


Lagu cilapop dari Tito yang berjudul "Kubenci Kau Dengan Cintaku" menggema indah di ruang kantor CV Barata Konstruksi.


Sampai suara motor matic Agung memasuki parkiran kantor tidak terdengar.


"Busyet pagi pagi dah melankolis", teriak Agung dari luar pintu.


Adi dan Andis langsung menoleh ke pintu.


Agung nyengir kuda sambil menenteng laptop Acer terbaru nya. Tuh anak kayaknya nglembur semalam.


"Pagi semuanya,,"


"Pagi....", Adi dan Andis kompakan menjawab.


"Ndis, kecilin suaranya", teriak Adi.


Andis buru buru mengecilkan volume music box nya.


"Gung, aku mau tanya nih.


Termin uang muka jembatan di kecamatan Selo sudah turun belum??", tanya Adi serius.


"Sudah 5 hari mas, sepertinya belum di ambil sama bos Alex. Kenapa mas?", jawab Agung sambil menatap Adi.


"Hehehehe, aku mau kasbon. Operasional di lapangan sudah mepet nih", Adi cengengesan sambil garuk-garuk kepala.


"Ealah, mas mau telpon bos Alex langsung atau saya yang menghubungi?", tanya Agung.


"Kamu aja deh"


Agung sibuk telpon bos Alex, sementara Andis berkutat pada layar laptop. Adi membuka tas nya, membuka lembaran kertas detail gambar proyek talud.


"Mas, berapa banyak mau kasbon?", Agung mendekati Adi.


Adi tak menjawab hanya membuka 5 jari tangan nya, Agung paham lalu melanjutkan telpon nya.


Tak berapa lama, Agung keluar. 15 menit kemudian sudah balik ke kantor.


"Ini mas kasbon nya", Agung menyerahkan satu ikat duit 5 juta pada Adi. Agung lalu mengambil sebuah nota keuangan, menempel materai 6 ribu. Dan menyerahkan nya pada Adi untuk di tandatangani.


Adi menghitung jumlah uang, dan segera menandatangani nota keuangan.


"Ya sudah, aku ke lapangan dulu ya.


Kasian di tunggu Didik dari tadi malam hehehehe", ujar Adi beranjak setelah memasukkan uang di plastik hitam dan menaruh nya di tas kecil.


"Yeeee si mas bro, dapat duit langsung ilang", ceplos Andis sambil tersenyum simpul..


Adi hanya meringis, sambil mengenakan jaket nya, dan memasang helm KYT putih half facenya.


25 menit kemudian


Adi sudah sampai di proyek talud tikungan.


Antok sudah menunggu bos nya di tepi jalan.


"Bagaimana tok? sampai mana progres pekerjaan??", tanya Adi sambil mengamati pekerja di bawah tebing..


"Galian pondasi di ujung pekerjaan kurang dikit bos, besok sudah bisa pasang", jawab Antok sambil menunjuk ke arah barat.


"Pak Bakri sudah kirim material apa aja?", tanya Adi setelah melihat ada tumpukan pasir dan batu kali di sebelah nya. Kelihatannya baru di kirim, pasir nya masih basah.


"Baru 1 rit pasir dan dua rit batu kali bos, besok pak Bakri bilang mau ngepul nya", jawab Antok sambil menunjukkan nota barang..


Adi mengecek nota itu,


"Tok, cantumkan jam penerimaan ya?


Juragan Basuki agak rewel orang nya".

__ADS_1


"Siap bos", Antok memberi hormat seperti upacara


Adi terkekeh geli melihat ulah Antok.


"Lagakmu lebay maximal"


"Oiya bos, kasbon kemarin gimana? Sudah ada belum?", tanya Antok dengan wajah melas nya.


Timbul niat iseng Adi.


"Belum ada tok, belum di kasih sama bos besar"


"Yaaahhhh, lemes deh", Antok auto letoy tanpa gairah.


"Buat apa sih tok?", tanya Adi sambil memandang kearah Antok.


"Itu bos, anak saya mau bayar buku. Ada juga pekerja baru yang minta", Anto down mood deh


Hehehehe


Melihat Adi cengengesan, Antok bingung.


"Kenapa bos? Kesambet demit aspal?".


Ganti Adi yang mendelik.


"Semprul kau hehehehe...."


Adi lalu membuka tas kecilnya, mencabut duit 1,5 juta dari bendelan.


Antok seketika sumringah, melihat duit..


"Huuu liat duit langsung ijo mata kamu", ledek Adi.


"Ingat tok, catat siapa yang bon. Besok catatan nya kasih ke aku"


"Siap bos", Antok langsung semangat 45.


Antok lalu berteriak pada pekerja di bawah tebing.


"Pak Wito, Pak Nardi, Davi ini bon nya sudah datang"


Yang di panggil langsung menoleh keatas. Pak Wito langsung mengucap syukur. Lalu mengacungkan jempol pada bos besar mereka.


Adi turut gembira melihat raut kegembiraan di wajah pekerja nya.


"Ya dah tok, aku cabut dulu", pamit Adi pada kepala tukang nya itu.


"Mau kemana bos?? ", tanya Antok kepo.


Dan Adi cuma menjawab,


"Ngopi..".


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*Kira kira Adi ngopi dimana ya??


Tebak aja guys..


Kalau nyari novel dengan karakter CEO tajir melintir, disini bukan tempatnya ya guys..


Ini kisah perjalanan cinta dengan latar belakang biasa saja, dan kisah perjalanan cinta luar biasa..


Ok have a nice read..

__ADS_1


Ni author sedikit letoy soalnya 😁😁😁*


__ADS_2