Mandor Proyek Dan Janda Muda

Mandor Proyek Dan Janda Muda
Kenalan Lama


__ADS_3

"Maksudnya apa bos??", Pak Warno masih penasaran.


"Maksudnya, kalau nangka muda disayur enak pak", seloroh Adi terkekeh geli melihat kebingungan pak Warno.


Pak Warno auto garuk garuk kepala yang tidak gatal.


Adi segera bergegas ke sebuah toko.


"Bu, ada rokok?".


"Oh ada mas. Mau yang apa?", tanya penjaga toko berusia 30 an. Tampang sosialita desa tercetak jelas di wajahnya yang menor.


"Oh itu Bu, GG inter saja", Adi menunjuk rokok di pojok etalase.


"Oh ini, 17 ribu mas", penjaga toko itu mengulurkan rokok pesanan Adi sambil memandang wajah tampan Adi.


"Mas bukan orang sini ya?", kepo si penjaga toko.


"Hehehehe iya Bu, saya orang kecamatan Selo.


Eh Bu, ada konter pulsa gak sekitar sini?", tanya Adi kemudian.


"Saya ada pulsa mas. Mau berapa?", si penjaga toko terus melirik Adi.


Adi sebenarnya tau dia diperhatikan si penjaga toko, tapi pura pura cuek.


"25 ribu saja", Adi mengeluarkan ponsel pintar nya.


"Nomer telpon nya berapa mas?", tanya si penjaga toko sambil tersenyum dan meraih ponsel nya.


"0813xxxxxxxx", ucap Adi santai menunggu notifikasi masuk.


"Kerja dimana mas?", si penjaga toko penasaran dengan tampilan Adi yang sederhana tapi menunjukkan identitas lain.


"Nguli Bu, tu di jalan ", jawab Adi sekenanya.


"Alah ngapusi, mana ada kuli jalan dandanan nya rapi begitu", sahut si penjaga toko.


Adi terkekeh geli mendengar suara si penjaga toko.


Tinggg...


"Dah masuk Bu,


Berapa semuanya?", Adi membuka tas kecilnya.


27 tambah 17, semua 44 ribu mas", si penjaga toko melirik isi tas Adi. Melihat bundelan duit di dalam tas kecil, pupil mata penjaga toko melebar.


Adi menyerahkan duit 50 ribu.


"Ini berapa Bu?", Adi menjemba sebotol minuman isotonik.


"Dengan itu, pas 50 ribu mas", jawab penjaga toko.


Adi mengangguk dan segera pergi dari toko menuju pak Warno.


'Ganteng, duitnya banyak', batin si penjaga toko sambil tersenyum penuh arti.


"Pak Warno, rokok an dulu pak", teriak Adi.


Pak Warno segera bergegas menuju bos nya.


"Bagikan sama yang lain ya"


"Siap bos", ujar pak Warno langsung berlari ke teman temannya.


"Duren cangkokan, leren rokok an.


(Duren di cangkok, Istirahat ya merokok)", teriak salah satu pekerja disambut tawa teman-temannya.


Adi tersenyum lebar. Ya beginilah kerja lapangan, hanya canda tawa yang ada untuk mengusir lelah.


Derrrtttt derrrtttt..


Ponsel Adi bergetar.


Adi buru buru membuka layar kunci ponsel pintar nya.


Nama kontak Maya CV tercantum disitu.


'Ada apalagi ni orang', gerutu Adi sambil menekan tombol hijau.


"Halo mas Adi ada dimana?


Salam dulu kek, main halo aja.

__ADS_1


Hehehehe, Assalamualaikum mas Adi.


Walaikumsalaam. Ada apa nyari aku?


Mas Adi dimana sekarang?


Di Gandu, nengok persiapan aspal.


Ohhh, masih lama gak mas?


Bentar lagi mau ke jembatan. Ada apa sih??


Anu, mau minta tolong mas. Anterin Maya ke Malang ya? Plisss..


Acara apa di Malang? Kalau acara pesta lagi ogah aku.


Disuruh papa, ambil berkas persiapan konsorsium. Bisa gak??


Agung lagi COC , Andis sama bang Alex ada pertemuan di Cafe Y.


Ya sudah, aku ke kantor sekarang.


Wassalamu'alaikum.


Walaikumsalaam.


Klik.


Adi mendengus kesal.


Segera berdiri dan berjalan ke Pak Warno,


"Pak Warno, besok tambah 6 pekerja lagi ya. Usahakan besok pembersihan sudah selesai, karna lusa kita sudah ngaspal".


"Siap bos", ujar pak Warno.


Melihat Adi memakai jaket dan ransel nya, pak Warno pemasaran.


"Mau kemana bos?"


"Ngantor. Ada berkas yang harus diambil.


Aku pamit dulu ya", ujar Adi sambil men-start motor Vixion kesayangannya.


"Hati hati bos, awas kecantol janda", seloroh pak Warno.


"Bos Adi itu belum punya istri ya kang?", tanya si Aziz, pekerja sekaligus saudara jauh pak Warno.


"Duda Ziz, anaknya satu", ujar pak Warno sambil menghisap rokok nya.


"Kelihatannya orang nya baik kang, kog bisa duda", sambung Aziz.


"Kowe takon aku, lha aku takon sopo?


(Kamu tanya aku, lha aku tanya siapa?).


Sesama orang tidak tau dilarang saling bertanya, bisa jadi fitnah. Dosa nanti", potong pak Warno kesal.


30 menit kemudian, Adi sudah sampai di kantor CV Barata Konstruksi. Dia disambut Maya, yang kelihatan senang banget bisa jalan berdua dengan Adi.


"Kamu mau ke Malang pake rok gitu?", ujar Adi memandang Maya.


Maya berdandan cantik ala sekretaris kantor dengan blouse warna krim dan rok selutut berwarna abu-abu.


"Lha kan bawa mobil kantor mas", jawab Maya.


"Ogah, kalau mau tak antar ke Malang, kita naik motor aja. Gak mau aku bersyukur", potong Adi sambil menenggak minuman isotonik nya.


"Iya iya aku ganti, sewot amat", Maya dongkol, tapi demi berdua dengan Adi dia rela bermotor.


Maya masuk ke dalam kamar sekretaris, 15 menit kemudian sudah keluar dengan jaket jeans dan celana kain flanel, sepatu flat dan tas punggung merek terkenal. Dandanan tipis nya, membuat dia semakin cantik. Maya tau Adi tidak suka dandanan menor perempuan, makanya dia dandan setipis mungkin.


"Helm kamu mana?", tanya Adi kemudian.


"Pinjam punya Agung", jawab Maya sambil mengambil helm retro style nya Agung.


Agung hanya bisa pasrah melihat helm yang baru dibelinya, di pakai adik bos nya.


"Gung, kami berangkat dulu ya", pamit Adi.


Agung hanya mengangkat jempol nya tanpa bersuara. Mata nya terus menatap layar komputer di depan nya.


Adi dan Maya segera berangkat.


Adi menjalankan motor Vixion kesayangannya dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Maya melingkarkan tangannya ke pinggang Adi. Senyum bahagia jelas terpancar dari wajah gadis itu. Sekecil apapun momen nya, dia sangat menikmati kebersamaan bersama Adi.


Adi hanya bisa mendengus melihat ulah Maya.


Setelah hampir setengah jam perjalanan, Adi mengarahkan motor nya ke sebuah SPBU. Adi melirik jam tangannya.


Sudah jam 12.30. Waktunya isi perut.


Setelah keluar SPBU, Adi masuk ke sebuah warung bakso yang lumayan ramai. Tempat itu memang langganan Adi dari dulu.


Maya turun dari boncengan, lalu menuju meja pemesanan. Sedangkan Adi memilih masuk ke toilet. Mengambil wudhu dan sholat di mushola kecil di area warung bakso.


'Ganteng, beriman lagi. Ini sebabnya aku gak bisa move on dari kamu mas', batin Maya melihat Adi keluar dari mushola.


"Sudah pesan?", tanya Adi melihat Maya cengar-cengir.


"Aaah sudah mas, Es jeruk sama Bakso kikil kan?", Maya hapal kesukaan Adi.


Lelaki itu tersenyum, lalu duduk di kursi di sebelah Maya.


Tak berapa lama, pesanan mereka datang.


Mereka lalu menyantap makanan dengan lahap.


Bakso kikil disini memang favorit Adi. Setiap ada kesempatan, Adi selalu mampir. Rasanya enak dan harga nya juga tidak membebani kantong.


"Eh mas Adi ya??"


Suara merdu perempuan membuat Adi dan Maya menghentikan aktivitas nya.


"Iya ini mas Adi dari STM Kebangsaan", ujar perempuan itu lagi.


Maya langsung cemberut melihat ada perempuan cantik mendekati Adi.


Adi mengerutkan keningnya, dia merasa tidak mengenal perempuan itu.


"Maaf siapa ya?"


Perempuan itu tersenyum, paham kalau Adi tak mengenalinya karna mereka sudah lama sekali tidak bertemu.


"Depi mas, Depi Ambarwati. Adik kelas mas Adi di STM Kebangsaan. Hayo lupa ya?"


"Depi...


Sebentar Depi Depi..


Hahhhh.. Depi tomboy?", ucap Adi .


Perempuan itu tersenyum dan mengangguk pelan.


"Ya ampun, ini benar kamu?", Adi masih tak percaya.


Perempuan itu mengangguk lagi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hayo siapa perempuan itu?


Hehehehe


Hanya author yang tau..

__ADS_1


😁😁😁😁


__ADS_2