
Sebulan lebih sudah Adi dan Indri menjalani kehidupan berumah tangga. Alhamdulillah mereka berdua rukun nyaris tanpa ada masalah. Seminggu dua kali mereka sekeluarga bermalam di rumah Bu Sarmi. Sekedar untuk menemani sang Ibu agar tidak merasa kesepian di tinggal Indri dan Dhea yang tinggal bersama Adi di desa Mande.
Pekerjaan Adi juga lancar, saluran drainase di kecamatan Sambi sudah tahap finishing. Sementara proyek dam sungai kecil di kecamatan Gandu juga tinggal memasang pintu air juga cover di beberapa bagian.
Pagi itu, Adi hendak berangkat ke kecamatan Gandu untuk pengawasan finishing karena kemarin ada telpon dari kantor CV Barata Konstruksi agar Adi menunggui proses finishing nya.
Adi sedang memakai jaket nya. Namun Indri yang biasa nya semangat melihat suaminya bekerja, kali ini tidur saja di sofa.
"Yank, kamu kenapa?", tanya Adi yang melihat istrinya tiduran di sofa ruang tamu usai mengantar Cinta berangkat sekolah.
Indri tidak menjawab. Wajah cantik nya terlihat pucat. Entah kenapa dari tadi perutnya seperti di aduk aduk.
"Gak papa mas, cuma sedikit pusing aja", ujar Indri sambil berusaha tersenyum.
Adi mendekati Indri kemudian meraba dahi istri nya itu. Tidak panas juga.
"Yakin gak apa apa yank? Apa mau aku antar ke dokter", tawar Adi kepada sang istri.
"Gak usah repot-repot mas. Mas hati hati kalau berangkat kerja", ujar Indri sambil tersenyum tipis.
Adi segera menyalami istri nya itu. Indri dengan senyum manis langsung menyambut tangan sang suami dan mencium punggung tangan Adi.
Adi segera memacu motornya meninggalkan rumah menuju ke kecamatan Gandu. Indri memandang kepergian suaminya dengan tatapan mata sendu.
Wanita itu kembali berbaring di sofa ruang tamu. Rasa pusing kembali menyerang kepalanya.
Bu Siti yang baru belanja sayur dan ikan pindang di bakul etek ( penjual sayur keliling ) sedikit terkaget melihat menantunya sedang tiduran di atas sofa.
"Kamu kenapa Ndri?", tanya Bu Siti mendekati Indri sambil menenteng pindang dan sayur kol di tangan nya.
Mencium bau pindang, seketika itu juga perut Indri seperti diaduk lagi. Langsung dia berlari menuju ke kamar mandi di belakang. Dan...
Hoeeeegggggg
Hoooeegggghhh
Bu Siti langsung mengejar Indri yang sedang muntah muntah di dapur.
"Kamu kenapa Ndri? Kamu sakit ya?", tanya Bu Siti dengan penuh kekhawatiran. Mata Indri sampai mengembun karena muntah.
"Gak papa buk, mungkin masuk angin aku. Dari kemarin malam gak makan apa apa kog", jawab Indri sambil berusaha tersenyum.
"Duhh anak ini. Mbok jangan kebiasaan telat makan to", ujar Bu Siti sambil berjalan menuju rak dapur. Dia bermaksud membuat teh hangat untuk Indri.
"Nih minum dulu, biar perutmu tidak kosong", Bu Siti menyodorkan secangkir teh hangat pada menantu nya itu.
"Terimakasih buk", ujar Indri sambil menyeruput teh hangat buatan Bu Siti.
Tiba tiba bau ikan pindang yang ada di dekat kompor kembali tercium oleh hidung Indri. Perut Indri mual seketika.
"Hukkkk...
Hukkkk...."
Indri segera berlari menuju kamar mandi lagi dan..
Hoeeggghh
Huekkkk...
Teh manis yang baru dia minum keluar semuanya. Bu Siti yang khawatir ikut menunggui menantunya itu.
__ADS_1
"Ndri, kog muntah lagi. Kamu kenapa?", tanya Bu Siti sambil menatap wajah Indri yang berjongkok di kamar mandi.
"Gak tau buk. Bau pindang nya nusuk hidung banget", jawab Indri sambil mencuci muka nya agar lebih segar.
Bau pindang???
Bu Siti buru buru mendekati tumpukan ikan pindang yang baru di belinya tadi. Hidung perempuan paruh baya itu mengendus aroma ikan pindang itu. Tidak ada yang aneh. Bau nya seperti ikan pindang pada umumnya.
"Buk, hari ini gak usah masak lodeh ya. Kita masak yang seger seger saja gimana?", ucap Indri yang baru dari kamar mandi.
"Yang seger seger gimana to Ndri?", Bu Siti menatap wajah menantu nya itu dengan sedikit keheranan.
"Ya pokoknya yang seger buk. Sayur asem atau sayur sop gitu loh buk, kayak e seger banget. Apalagi kalau makan pakai sambel terasi pasti enak banget buk", ujar Indri sambil tersenyum penuh semangat.
Pagi itu Indri mengantar Dhea ke TK dengan senyum senyum sendiri. Entah kenapa pagi itu dia pengen makan sesuatu yang asem. Setelah mengantar Dhea, Indri langsung menjalankan motor matic tunggangan nya ke toko sayur di selatan pasar Selo.
Mata Indri langsung melebar melihat tumpukan sayur mayur yang jadi bahan membuat sayur asem. Indri juga membeli tomat segar 1kg, terasi dan juga cabai merah.
Melihat tomat segar itu, air liur Indri nyaris menetes. Tanpa malu-malu, dia langsung mengunyah tomat segar itu setelah mencuci di kran depan toko sayuran itu.
Dengan semangat 45, sesampainya di rumah, Indri langsung mengolah sayuran yang dia beli menjadi sayur asem. Begitu matang, dia makan dengan lahap di temani sambal terasi.
'Tadi bau ikan pindang muntah muntah, sekarang makan sayur asem kayak kesetanan gitu, hemmmm jangan jangan....'
"Ndri, kapan kamu terakhir menstruasi?", tanya Bu Siti sambil menatap wajah cantik Indri.
"Sehari sebelum akad nikah buk, itu hari terakhir mens Indri", jawab Indri sambil terus mengunyah sayur asem nya.
Bu Siti langsung tersenyum mendengar jawaban itu. Sudah dia duga.
"Kamu gak sadar bahwa kamu sudah sebulan lebih menjadi menantu ibuk? Bukankah ini seharusnya jadwal menstruasi mu sudah lewat?", Bu Siti tersenyum penuh arti.
Kluntinnnngggg...
"Astaghfirullah hal adziimmm,
Kog aku bisa lupa???", Indri langsung menepuk jidatnya. Terhitung dia sudah telat lebih dari semingguan.
"Ya semoga saja jadi Nduk.. Sekarang kamu pergi ke apotek. Beli testpack. Buruan", perintah Bu Siti segera.
Indri segera bergegas menuju kamar tidur nya, mengambil dompet nya dan bersalaman dengan Bu Siti lalu segera menjalankan motor matic nya ke arah apotek di depan kantor kecamatan Selo.
15 menit kemudian, Indri sudah sampai di situ. Setelah memarkir motornya, perempuan itu langsung mendekati penjaga apotek.
"Ada yang bisa di bantu mbak?", tanya si penjaga apotek itu dengan ramah.
"Ada testpack mbak?", Indri menatap wajah si penjaga apotek itu.
"Ada mbak, mbak mau nya yang seperti apa?", si penjaga apotek itu dengan tersenyum tipis ramah melayani Indri.
"Apa aja mbak, yang paling penting bisa untuk mengetes kehamilan", jawab Indri dengan sedikit tidak sabar.
Penjaga apotek itu segera mengambil beberapa jenis testpack dan mengulurkan beberapa testpack pada Indri. Setelah memilih jenisnya, akhirnya Indri mengambil 2 jenis merek OneM** dan Sens****. Perempuan itu segera membayar nya kemudian bergegas menuju ke motor nya. Kemudian ia memutar motor nya untuk pulang ke rumah.
15 menit kemudian, Indri sudah sampai di rumah. Buru buru dia memarkir motornya dan duduk di sofa ruang tamu.
Pikiran nya kacau bercampur deg-degan tidak karuan.
Bu Siti yang melihat kedatangan mantunya itu segera mendekati Indri.
"Sudah beli Ndri?", tanya Bu Siti penuh perhatian.
__ADS_1
"Sudah Buk, tapi Indri kog takut ya.
Kalau cuma masuk angin biasa gimana buk", tanya Indri sambil memandangi wajah sepuh mertua nya itu.
"Setidaknya untuk memastikan Nduk, kalau masuk angin ya segera di obati, kalau hamil ya Alhamdulillah to", jawab Bu Siti sambil tersenyum tipis.
Usai mendengar ucapan Bu Siti, Indri sedikit lega. Dulu saat hamil Dhea, dia tidak pernah ngidam apa apa. Tapi melihat tadi dia senang makan sayur asem, dia juga heran.
Indri lalu bergegas menuju kamar mandi. Setelah mengambil sampel urine nya pada cawan untuk sampel yang dia beli di apotek, dengan hati hati Indri segera menyelupkan ujung testpack pada sampel urine nya.
Menunggu satu menit.
Dan 2 garis merah tergambar jelas di testpack itu. Positif!
Masih kurang puas dengan hasil di situ, Indri mengambil satu testpack lainnya dan segera melakukan tes kehamilan pada urine nya.
Hasil nya pun sama. Positif!
Senyum bahagia langsung tercetak jelas di wajah Indri.
Buru buru dia menuju ke ruang tamu untuk menunjukkan hasil tes pada Bu Siti. Perempuan paruh baya itu tersenyum simpul melihat 2 garis merah menyala pada alas pengetes kehamilan itu.
"Selamat ya Nduk,
Akhirnya kebahagiaan keluarga kita lengkap sudah", ujar Bu Siti yang disambut anggukan kepala dari Indri.
Hehehehe
'Ternyata Adi masih tokcer juga'
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ikuti terus kisah selanjutnya kak 😁😁😁
Yang sudah memberikan dukungannya terhadap cerita ini, author mengucapkan beribu terima kasih ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Selamat membaca guys 😁😁😁😁