Mandor Proyek Dan Janda Muda

Mandor Proyek Dan Janda Muda
Pijat


__ADS_3

Dengan wajah muram, Heni pulang dari kafe Y. Hati nya sakit dengan semua hal yang baru saja dia alami. Sepanjang perjalanan pulang air mata nya jatuh menetes. Dia begitu mencintai Adi tapi hanya sakit hati saja yang di terima.


Segumpal amarah itu semakin lama semakin besar. Dia membulatkan tekad untuk merebut Adi dari Indri.


Setibanya di rumah, Heni langsung memasukkan motor nya ke dalam rumah. Bu Mamik yang melihat kedatangan putri nya mencoba untuk mencairkan suasana.


"Darimana Hen?", ujar Bu Mamik sambil menoleh ke arah putri nya itu.


Bukan menjawab pertanyaan ibunya, Heni langsung ngeloyor pergi ke kamar nya dan membanting pintu kamar nya dengan keras.


Bu Mamik sampai terkaget mendengar bantingan pintu kamar Heni. Seketika dia mengelus dadanya. Semenjak Adi menikah lagi, perilaku Heni berubah drastis. Dulu dia ceria dan penuh senyum, sekarang jangankan tersenyum, tiap hari wajah nya di tekuk terus.


Di dalam kamar tidur, Heni langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Air mata nya terus berlinang.


Tiba tiba terdengar hapenya berbunyi. Seorang temannya yang bernama Desi menelponnya. Heni segera mengangkatnya.


Ceklek


Desi : Assalamualaikum Bu Guru, gimana kabarmu?


Heni : Walaikumsalaam, Alhamdulillah baik Des. Kamu sendiri gimana?


Desi : Udah nikah aku. Ni mau lahiran. Eh kamu udah nikah belum. Apa masih gak bisa move on dari cinta SMA mu?


Heni : Gila, kilat banget. Gaspol Des? Kamu gak usah bahas itu lah, pusing kepala ku.


Desi : Hehehehe... Pusing kenapa Hen?


Heni : Dia udah nikah lagi Des, barusan juga baru berantem aku sama istrinya.


Desi : Hah? Bar bar banget kau.. Gimana cerita nya?


Heni lalu menceritakan semuanya kepada Desi.


Desi : Ckckckck, kamu aja yang terlalu polos Hen. Jaman sekarang kalau mau dapat yang diinginkan, ya segala cara harus dipakai Hen.


Heni : Maksud mu Des?


Desi : Contoh aku nih. Kalau gak pakai segala cara, mana mungkin sekarang aku mengandung anak nya Mas Edo.


Heni : Aku masih gak paham maksud mu Des. Memang segala cara itu apa?


Desi lalu bercerita tentang bagaimana dia mendapatkan Edo suaminya.


Desi : Saingan mu kan cuma istri nya Hen, gampang itu. Lha aku mesti bersaing dengan para penggemar mas Edo.


Heni : Terlalu ekstrim Des caramu. Aku masih takut.


Desi : Ya terserah kamu Hen. Pilih sakit hati seumur hidup atau mendapat keinginan mu dengan cara ku. Kamu pikir baik baik deh.


Ya udah, laki ku datang nih. Kapan kapan disambung lagi kalau kamu sudah nemu jawabannya. Daaahhh.. Assalamualaikum.


Heni : Walaikumsalaam.


Ceklek


Heni nampak termenung sejenak setelah menerima telepon dari Desi. Di kepalanya sejuta pikiran menghantui otaknya yang terus memikirkan Adi.

__ADS_1


Karena kecapekan, Heni ketiduran sampai pagi menjelang.


Pagi itu dengan semangat 45 Heni bersiap untuk berangkat kerja. Usai sarapan pagi buatan Bu Mamik, Heni berangkat kerja. Sambil melajukan motornya, Heni terus terngiang-ngiang ucapan Desi kemarin. Di perempatan dekat sekolah Cinta, dia melihat pemandangan yang mengorek luka hatinya.


Cinta turun dari motor matic Adi, bersalaman dengan Adi dan Indri, kemudian berlari masuk ke sekolah nya.


Heni mendengus dingin lalu mengegas motor nya dengan kencang. Hatinya langsung mendidih.


'Kau yang memaksaku untuk berbuat Mas Adi, jangan salahkan aku. Kau pasti jadi milikku', batin Heni. Dia sudah memutuskan untuk memakai cara Desi.


Sementara itu Adi dan Indri langsung pulang ke rumah usai mengantar Cinta ke sekolah.


Hari ini dia berencana untuk pijat. Badannya yang terasa sakit semua setelah jatuh gara gara menabrak anjing kemarin. Meski hanya dengkul kiri nya yang babras, tapi separuh tubuhnya terasa linu.


Sesampainya di rumah, Adi segera menuju ke depan TV. Indri tadi pagi sudah menghubungi Yu Maryati, seorang dukun pijat yang terkenal di desa Mande.


Bu Siti sudah menyiapkan bobok (parem) dari kencur. Sedangkan Indri menyiapkan kopi tubruk untuk Adi yang sejak tadi pagi belum sempat ngopi.


Wawan, Antok, Yudi dan Pak Wito yang baru datang langsung menengok Adi yang sedang berbaring di depan TV setelah mendengar ucapan Bu Siti kalau Adi kemarin jatuh dari motor.


"Kamu gak apa apa Di?", tanya Wawan yang hanya melihat dengkul kiri babras mencium aspal.


"Gak apa apa mas, cuma badan ku njarem (ngilu) saja", jawab Adi sambil duduk di atas kasur lantai.


"Kog bisa jatuh kenapa bos?", tanya Antok dengan kepo nya.


"Nabrak anjing Tok. Di sebelah kecamatan Bina", jawab Adi sambil meringis menahan sakit saat kakinya yang babras digerakkan.


"Jadi karena ini, kemarin kamu gak bisa di telpon Di?", tanya Wawan kemudian.


"Gak mas, kemarin itu hape nya low batt. Lha power bank nya ketinggalan di rak tv tuh", jawab Adi menatap ke arah TV.


"Memang ada apa mas?", tanya Adi yang kemudian menatap Wawan.


"Gak.. Gak ada apa apa kog. Ya udah aku naik dulu. Mau nerpus dulu", jawab Wawan segera beranjak meninggalkan Adi. Dia bisa menebak bahwa Adi belum mengetahui bahwa Indri kemarin ribut dengan wanita itu. Dia tidak mau terlalu jauh ikut campur urusan rumah tangga adiknya itu.


Setelah mengambil cetok, dia naik ke atap menunggu Yudi mengantar campuran bahan untuk terpus atap bangunan. Sementara Antok mulai lepan ( mengoleskan pasir halus campur dan semen) di dinding ruangan baru di bantu Pak Wito.


Jam 8 mereka sarapan pagi dengan menu sayur bening, sambel tomat, kerupuk dan tahu goreng. Indri yang masak pagi itu.


"Assalamualaikum"


Terdengar suara salam dari depan rumah. Bu Siti bergegas menuju ke arah pintu rumah. Seorang wanita paruh baya tampak berdiri di depan pintu.


"Walah Yu Maryati, monggo silahkan masuk. Sarapan dulu Yu", ujar Bu Siti sambil mempersilahkan dukun pijat itu.


"Wah matur nuwun Mbakyu, saya sudah sarapan di rumah.


Lha yang mau pijat dimana orang nya?", Yu Maryati tersenyum tipis.


"Tuh di depan TV Yu, sudah nunggu dari tadi. Monggo", Bu Siti berjalan menuju ke arah ruang TV diikuti Yu Maryati.


"Nah ini orang nya Yu, baru apes jatuh dari motor dia", ujar Bu Siti sambil menunjuk Adi yang rebahan di kasur lantai.


"Walah kog ada ada saja", Yu Maryati segera duduk di sebelah Adi.


"Ini kemarin jatuh nya gimana mas? Biar gampang benerin otot nya", tanya Yu Maryati sambil mulai mengurut telapak kaki Adi.

__ADS_1


"Badan sebelah kiri dulu Bu", jawab Adi sambil mulai meringis menahan sakit karena pijatan tangan perempuan paruh baya itu lumayan kuat. Dengan bobok beras kencur yang diberikan Bu Siti, Yu Maryati terus mengurut kaki kiri Adi.


Indri yang melihat suaminya meringis hanya tersenyum saja.


'Badan gede gitu, masak kesakitan dipijit?', batin Indri dalam hati.


Saat mencapai pinggang, Adi sampai meronta ronta menahan sakit akibat pijatan tangan Yu Maryati.


"Tahan sedikit mas, ini otot pinggang mu ada yang muntir (terpilin). Kalau gak di benerin, bisa resiko", ujar Yu Maryati sambil tersenyum tipis melihat Adi yang polahnya mirip cacing kepanasan.


Adi benar benar tersiksa. Keringat nya mengucur saat jari jari kurus Yu Maryati mengurut pundaknya. Memang bagian itu yang paling sakit sejak jatuh kemarin.


Glethukk


Terdengar suara saat tangan kiri Adi di tarik oleh Yu Maryati. Adi benar benar tidak menduga bahwa di balik jari jari kurus perempuan paruh baya itu tersimpan tenaga yang besar. Namun setelah ditarik itu, pundak Adi terasa lebih baik. Tidak sesakit tadi.


"Sudah baikan belum mas pundaknya?", tanya Yu Maryati sambil tersenyum tipis.


"Iya Bu, tidak sesakit tadi", jawab Adi sambil tersenyum kecut.


"Itu owah (bergeser) bahu mu mas. Kasep (terlambat) di benarkan bisa bisa resiko", ujar Yu Maryati sambil memijat lengan atas Adi.


Hampir dua jam perempuan paruh baya itu memijat Adi. Jangan tanya rupa Adi saat pas dipijat, sudah merah kehitaman wajah nya.


Begitu selesai, Adi langsung menarik nafas lega. Indri segera mengulurkan tangannya yang berisi duit 50 ribu kepada perempuan itu saat dia pamit pulang.


"Gimana rasanya pijitan nya Mas?", tanya Indri sambil tersenyum penuh arti.


Dengan wajah lega, Adi menjawab..


"Luar biasa"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ikuti terus kisah selanjutnya kak 😁😁


Yang suka silahkan tinggalkan jejak kalian dengan like 👍, vote ☝️, favorit ❤️ dan komentar 🗣️ nya

__ADS_1


Selamat membaca kak 😁😁


__ADS_2