
Video yang di unggah pengunjung pantai Tambakrejo menjadi viral di media sosial. Beratus komentar ramai memperbincangkannya. Ada yang simpati, ada yang iri, ada juga yang mengatakan itu hanya settingan dan rekayasa.
Maya yang tak sengaja melihat video itu, langsung cemberut wajahnya. Dia jelas melihat siapa lelaki yang bersama perempuan cantik yang memakai kruk itu.
Rasa panas menjalar di hati sekretaris kantor CV Barata Konstruksi itu. Selama ini dia berusaha untuk mendekati Adi, tapi Adi tetap saja tidak ada tanda-tanda menyukainya.
Alex yang kebetulan juga melihat video itu, langsung berteriak memanggil Maya.
"May, si Adi viral nih. Liat nih komentar udah sampai ribuan loh".
"Udah tau. Gak penting banget sih bang", jawab Maya ketus.
"Ini kira kira pacarnya Adi atau calon istri nya May? Aku heran juga, si kulkas itu bisa mesra kayak gini", Alex nyerocos kayak ember plastik bocor.
"Auk ah gelap. Bukan urusan ku bang", Maya ngeloyor pergi meninggalkan Alex di ruang tengah. Gadis itu langsung bergegas menuju kamar tidur nya.
Sampai di kamar, mood Maya benar-benar berantakan. Ingin sekali dia menelpon Adi dan menanyakan hal ini, tapi saat akan di lakukan, logikanya menghalangi.
'Apa yang harus kulakukan?'
Maya kalut dalam pikiran nya sendiri.
**
Sementara itu, Depi yang juga melihat video itu langsung histeris. Tadi dia membaca beranda FB nya. Seorang temannya membagikan video yang sedang viral di jejaring sosial media.
"Brengsek!
Siapa perempuan ini? Kenapa dia begitu mesra dengan mas Adi?", Depi benar benar marah.
Segera dia berusaha menghubungi Adi namun nomer telpon nya telah di blokir Adi sejak pertemuan mereka di Lesehan Ndeso kemarin.
Depi mondar mandir di ruang tamu rumah nya.
"Aku harus ketemu mas Adi, harus", ujar Depi sambil menyambar kunci motor nya dan segera bergegas menuju ke tempat Adi.
Dengan pikiran kalap, perempuan itu memacu motornya dengan kecepatan tinggi sambil memegang ponsel nya.
Di tikungan jalan raya kabupaten, motor Depi yang terlalu ke tengah langsung di sambar truck bermuatan pasir.
Bruakkk!
Perempuan itu terlempar sejauh 5 meter dan dengan keras tubuh nya menabrak bahu jalan. Ponsel nya mencelat ke dalam saluran got berair keruh.
Tubuh Depi tidak bergerak sama sekali.
Kecelakaan itu sontak membuat warga keluar rumah dan mengerumuni tempat kejadian.
Sang sopir tampak syok berat. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya kedepannya akan seperti apa.
Seorang warga segera melapor kecelakaan itu. Tak berapa lama kemudian, polisi datang ke tempat kejadian perkara dengan membawa mobil ambulance.
Depi segera diangkut ke rumah sakit daerah.
**
Di tempat lain, Adi dan Indri masih menikmati indahnya suasana hati yang damai.
Celoteh Dhea yang terus merajuk menjadi hiburan tersendiri untuk mereka berdua.
"Yah mas Adit punya adik. Kapan aku punya adik yah?", tanya polos Dhea. Adit adalah anak tetangga depan rumah Indri.
Indri yang sedang minum teh botol langsung tersedak mendengar ucapan Dhea.
'Ni anak apaan sih? Bisa bisanya minta adik sana Mas Adi'.
"Dhea pengen nya punya adik berapa?", tanya Adi tersenyum penuh arti sambil melihat wajah Indri yang memerah.
Gadis kecil itu nampak berpikir keras.
Seketika Dhea membuka 5 jari tangan nya dan di tunjukkan kepada Adi.
__ADS_1
"5 yah. Dhea pengen adik 5", Dhea meringis memamerkan gigi susu nya yang baru ompong.
Indri melotot melihat Dhea mengatakan 5.
'Dikira aku mesin produksi anak apa? Duhh anak siapa sih ini?'
Adi terkekeh geli melihat ekspresi wajah Indri. Dia sengaja menggoda Indri lewat celoteh Dhea.
"Kalau 5, nanti Dhea mau merawat adik adik Dhea??.
Gadis kecil itu segera mengangguk tanda yakin.
"Dhea maunya Adik cewek atau cowok?", tanya Adi sambil terus tersenyum.
"Cewek aja yah. Biar bisa main masak masakan", jawab Dhea dengan polosnya
.
"Coba Dhea tanya ibuk Indri, mau gak punya adik 5?", Adi menggiring Dhea pada Indri.
Indri menatap Adi dengan kesal.
"Buk e , mau punya adik 5. Boleh?", Tatapan mata Dhea begitu menghiba.
"Boleh Nak, apa sih yang gak buat Dhea??", jawab Indri tersenyum manis untuk Dhea.
Jawaban Indri membuat Dhea tersenyum. Indri sengaja menuruti ucapan Dhe sebab kalau tidak, bisa bisa gadis kecil itu pasti ngamuk.
Adi nyengir kuda. Segera dia mendekati Indri sambil bertanya kepada janda muda itu.
"Yakin mau tambah anak 5 lagi yank?".
Indri mendelik tajam kearah Adi.
"Mas jangan asal deh. Aku tau mas ngompori Dhea. Emang di kira aku mesin produksi anak apa ya? Tambah anak cukup satu aja mas. Sudah ada 2 juga kog".
"Duhh yayank mikirnya jauh banget. Belum juga di ijab kabul, eh udah mikir buat produksi anak. Mbok sabar to yank", ujar Adi membuat Indri langsung merona merah wajah nya.
"Aduuhhhh sakit yank", Adi mengelus pinggangnya.
"Syukurin. Salah sendiri kenapa godain aku terus", Indri ketus.
Melihat Adi terus mengelus bekas cubitan nya, Indri merasa bersalah.
"Mas beneran sakit ya?", mimik Indri penuh penyesalan. Adi hanya mengangguk begitu saja, sebenarnya tidak sakit tapi niat jahilnya muncul begitu saja.
"Maaf ya mas. Indri gak niat begitu kog".
"Iya gak papa kog",Adi tersenyum tipis melihat kekhawatiran Indri.
Trauma pernikahan pertama nya perlahan terkikis oleh hadirnya Indri di hati nya. Semakin lama semakin dia yakin bahwa Indri memang jodoh kedua yang di berikan kepada nya.
Hari semakin sore. Adi segera berpamitan pada Indri dan Bu Sarmi. Meski sedikit sulit membujuk Dhea, akhirnya Adi berhasil juga menundukkan ngeyelnya Dhea yang ingin ikut Adi pulang.
Bu Sarmi dan Indri mengantar Adi sampai ke pagar halaman rumah.
Si keong racun Nanik buru buru mendekati Indri begitu melihat Adi berlalu.
"Eh bu, baru kencan dari pantai ya??"
Indri kaget mendengar ucapan Nanik.
'Darimana si biang gosip ini tau?', batin Indri. Dia mengerutkan dahi nya.
"Ah cuma keluar cari makan. Emang kamu tahu darimana kalau aku baru saja dari pantai?".
"La wong video mu viral di FB kog Ndri, ribuan komentar malahan", ujar Nanik meyakinkan.
"Hah?? Masak to?", Indri kaget.
"Nih liat kalau gak percaya", Nanik membuka aplikasi FB nya dan menunjukkan video Adi dan Indri yang sedang berjalan dengan mesra di pantai Tambakrejo.
__ADS_1
Indri melongo melihat nya.
"Emang sudah resmi pacaran ya Ndri?", tanya Nanik kepo.
Indri hanya tersenyum tipis sambil mengangguk.
"Kapan lamaran? Buruan jangan lama lama, entar di gaet wanita lain. Laki laki kayak dia itu sudah langka. Daripada keduluan sama setan bergincu, mending segera di ikat. Lagian kalau lama-lama pacaran juga gak enak di lihat tetangga. Kita itu hidup di desa. Segala tindakan kita entah itu salah atau benar, selalu di komentari sama orang", Nanik nyerocos kayak air hujan jatuh ke talang, sok bijak menasehati.
"Terimakasih atas nasehatnya Nik. Tapi kami masih pengen menikah dulu masa pacaran. Biar tambah saling mengenal satu sama lain.
Kalau masalah hati, aku percaya sama dia Nik. Dia dewasa, bertanggung jawab. Tau cara menyenangkan hati ku, sekaligus keluarga ku", jawab Indri diplomatis sambil berjalan menuju rumah.
Nanik si keong racun terus menjejeri Indri.
"Bener itu Ndri, tapi ya jangan lama-lama. Sayang kalau sampai dia lepas ke perempuan lain".
"Tenang saja, aku sudah menguncinya hatinya dari perempuan lain", Indri tersenyum tipis.
Sementara itu Adi yang mengendarai motor nya, terus melaju ke arah rumah. Dua puluh menit kemudian, dia sudah sampai.
Adi segera memarkir motornya di teras. Duda beranak satu itu masuk ke rumah seraya menenteng ikan asap yang dia beli di pantai Tambakrejo.
Bu Siti mendekati Adi yang kemudian menyerahkan ikan asap kepadanya.
"Dari tambak Le?", tanya Bu Siti.
"Iya buk, tuh buktinya", jawab Adi yang ngeloyor ke arah kamar mandi.
Dari luar kamar mandi, perempuan paruh baya itu masih bertanya.
"Sama siapa Le?"
Diam.
Tak ada jawaban.
Sedetik kemudian Adi menjawab pertanyaan Bu Siti.
"Sama pacar"
Byurrr!!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gimana reaksi Bu Siti ya?
Ikuti terus kisah selanjutnya guys 😁😁
Maaf author sedang sibuk persiapan lebaran, jadi up episode selanjutnya tidak menentu.
Jangan lupa untuk tidak pelit meninggalkan jejak berupa like vote dan komentar nya 👍👍
Selamat membaca 😁😁
__ADS_1