
Indri segera menoleh ke arah warung bakso solo. Karena saking bahagianya Indri gak ingat kalau Adi tidak pernah sarapan pagi. Wanita cantik itu langsung tersenyum manis sambil mengikuti langkah sang calon suami nya dengan bantuan kruk.
Mereka berdua berdua mendapatkan meja kosong di dekat showcase yang memajang aneka minuman botol.
"Mas, bakso nya dua ya", ujar Adi saat si mas penjaga warung bakso solo mendekati mereka.
Si mas segera mengangguk dan bergegas menuju ke dalam.
"Mau minum apa yank??", Adi menatap wajah Indri. Perempuan itu tersenyum manis sambil menjawab,
"Teh pucuk saja mas. Tolong ambilin ya?", Indri menunjuk ke teh botol yang ada di showcase.
Adi segera mengambil 2 botol teh pucuk dan meletakkan di meja mereka. Tak berapa lama kemudian, si mas pelayan datang dengan membawa nampan berisi 2 mangkok bakso yang masih panas.
"Mas, ada lontong gak?", tanya Adi saat si mas pelayan selesai meletakkan bakso pesanan mereka.
"Oh ada mas. Tunggu sebentar ya", si mas pelayan segera bergegas menuju ke dalam dan kembali sambil membawa lontong daun pisang yang di tempatkan pada piring melamin oval.
Adi segera membuka satu lontong dan memotong nya di mangkok bakso Indri.
"Mas, udah dong. Nanti kekenyangan aku", rengek Indri.
"Lah kamu belum makan apa apa juga dari tadi.
Habiskan saja yank, biar gak resiko asam lambung", Adi meringis menahan tawa. Indri hanya bisa pasrah.
Adi kemudian mengambil satu lontong lain dan membukanya lalu memotong lontong itu di mangkuk nya.
Mereka makan bersama dengan lahap karena perut mereka benar-benar lapar.
Interaksi antara dua orang itu menarik perhatian para pengunjung di warung bakso solo itu. Kemesraan mereka mengingatkan pada video yang pernah viral beberapa hari yang lalu.
Seorang ibu muda langsung mencari video itu di media sosial nya. Saat ketemu, mereka langsung tau bahwa itu adalah mereka berdua, ditambah Indri yang berjalan dengan kruk.
"Ini beneran mereka mbak. Coba lihat baik baik to", ujar si ibu muda itu ke teman temannya.
"Yuk kita samperin aja. Minta foto bareng biar sekalian ikut terkenal", ujar seorang wanita muda yang berambut pirang.
4 wanita itu segera mendekati Adi dan Indri.
"Maaf mbak, boleh minta foto bareng gak?", ujar wanita berambut pirang itu pada Indri. Janda muda itu hanya melongo mendengar ucapan si wanita rambut pirang itu.
"Maksudnya apa ya mbak?", Indri balik tanya.
"Mbak kan yang kemarin ada di video viral kemarin ya?", si wanita rambut pirang itu menatap wajah Indri dan Adi bergantian.
"Video viral? Kog gak ngerti ya aku", Indri garuk-garuk kepalanya.
Wanita itu segera menunjukkan sebuah video. Indri segera mengenali pria dan wanita yang ada di video itu. Dia dan Adi.
"Lah kog bisa ya? Siapa yang bikin video ini?", Indri kebingungan. Adi hanya tersenyum saja, dia sudah tau video itu dari kemarin.
"Nah berarti benar si mbak ini kan? Ya udah minta foto bareng ya mbak. Biar kita kita ketularan virus mesranya mbak sama masnya", ujar si wanita rambut pirang itu yang segera mengubah ponsel nya menjadi kamera.
Jadilah acara makan Adi dan Indri berubah menjadi ajang selfi emak emak gaul yang ingin ikut tenar.
Usai emak emak gaul itu, si mas pelayan warung bakso solo juga ikutan memotret Adi dan Indri. Lalu selfi dengan background mereka berdua. Si mas pelayan dengan pedenya mengunggah foto selfi itu di medsos dengan caption "Pasangan Mesra Pantai Tambakrejo makan di warung bakso kami Gaes".
Usai makan dan membayar, Adi segera mengajak Indri pulang. Dia mulai risih dengan celotehan orang orang yang mengajak foto bersama.
Setelah membantu Indri naik, motor Adi segera meninggalkan tempat itu menuju ke rumah Indri.
Saat mendekati lokasi proyek talud CV Multi Guna, Antok kembali melihat mereka berdua.
Adi hanya tersenyum saja sambil mengklakson 2 kali.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian, motor Adi sudah sampai di rumah Indri.
Adi segera memarkir motornya di depan teras rumah Indri. Dengan hati hati, dia membantu Indri turun dari jok belakang motor nya. Mereka berdua segera masuk ke dalam rumah.
Adi lalu mengambil tas plastik yang berisi cincin emas dan nota pembelian nya dari dalam tas ransel punggungnya dan menyerahkannya pada Indri.
"Ini kamu simpan yank. Besok malam baru kita pakai", Adi tersenyum penuh arti. Indri menerima nya dengan bahagia.
Setelah ngobrol sebentar beberapa saat, Adi pamitan pada Indri untuk berangkat kerja lagi.
Perempuan itu tersenyum manis sambil mencium punggung tangan Adi saat bersalaman.
Segera Adi menjalankan motor nya menuju proyek talud CV Multi Guna yang di kerjakan oleh Antok.
Begitu Adi memarkir motornya, Antok segera berlari mendekati bosnya itu.
"Itu tadi siapa bos?", Antok langsung menodong pertanyaan pada Adi dengan penuh penasaran.
"Calon Tok", jawab Adi singkat.
"Calon apa bos?", Antok masih juga ngeyel bertanya.
"Calon istri Tok ", Adi kembali menjawab singkat padat dan jelas.
"Istri siapa bos?", Antok kekeuh bertanya.
"Mbuh Tok, yang jelas istri orang bukan istri monyet. Sebel aku sama kamu", Adi kesal dengan kegoblokan Antok yang hakiki. Masak cuma masalah ini saja sampai tidak paham, perlu di rukyah sepertinya orang ini, gerutu Adi dalam hati.
"Tok besok pagi jangan lupa. Total bayaran pekerja. Kalau sampai terlalu siang, ogah aku bayari. Besok aku repot, jadi jangan coba coba cari perkara. Ngerti kamu?", Adi menatap wajah Antok.
"Siap bos", jawab Antok segera.
Adi segera memacu motornya menuju ke arah proyek jembatan CV Barata Konstruksi.
Disana Didik dan Paino, tengah mengumpulkan alat kerja untuk pindah lokasi ke Dam sungai kecil.
"Sudah bos. Kemarin sore ngecatnya sudah beres. Monggo di lihat", jawab Paino.
Adi segera melangkah keatas jembatan yang baru selesai. Dia memperhatikan setiap detail konstruksi nya.
Hemmmm
'Tinggal pembersihan lokasi nih', batin Adi dalam hati.
"Dik, sudah bilang kalau jembatan ini tidak bisa dilewati sebelum 21 hari terhitung sejak selesai di cor?", Adi menyulut sebatang rokok nya.
"Sudah bos, malahan kamituwo bilang kalau akan di gerakkan warga untuk bergilir jaga di jembatan ini bos", Didik melemparkan tali untuk mengikat barang bawaan nya. Paino langsung menerima tali itu.
"Yo wes, bagus kalau begitu.
Kalian sudah tau lokasinya kan?", tanya Adi kemudian.
"Sudah bos", jawab Didik sambil terus mengikat tali di bak pikep nya.
"Oiya, kalian masuk lagi hari Senin saja. Sabtu Minggu libur. Bayaran bisa kau ambil di rumah ku Dik. Sabtu pagi besok, roll nya kamu bawa. Siang sampai malam jangan ada yang WA urusan pekerjaan. Aku ada kerepotan", perintah Adi.
Dua orang itu segera mengangguk tanda mengerti. Adi jarang sekali ada kerepotan, sekali ada kalau diganggu bisa ngamuk. Bos Alex saja takut untuk ganggu kalau Adi sudah bilang gitu.
Usai berkata demikian, Adi segera menuju ke motor nya.
Hari ini dia mau pulang awal sekaligus menanyai Bu Siti sejauh mana persiapan acara lamaran.
20 menit kemudian, Adi sudah sampai di rumah nya. Selesai melepas helm KYT putih nya serta jaket kulit dan ransel punggungnya, Adi segera mencari Bu Siti ke dalam rumah.
"Ta, buk e mana?", tanya Adi pada Cinta yang asyik menonton YouTube dari hp nya.
__ADS_1
"Gak tau yah, tadi sama Puh Hari", jawab Cinta kemudian.
"Eh Ta, tolong ayah dong. Belikan ayah rokok di warung Bu Retno ya? Yang tulisannya Diplomat. Yang warna hitam", Adi menarik duit 25 ribu dan memberikan pada Cinta.
"Kalau sisa, buat beli jajan".
Cinta kegirangan mendengar ucapan ayahnya itu. Gadis kecil itu segera meletakan hapenya dan berlari ke warung Bu Retno.
Bu Siti masuk ke rumah di ikuti Hari, kakaknya Adi.
"Lo sudah pulang Le? Cepet banget", ujar perempuan paruh baya itu melihat Adi sudah di rumah.
"Eleh buk e ni kog ngrepotin. Pulang cepat salah, pulang malam salah lagi", Adi melengos pergi.
"Eee tunggu Le, main pergi saja sukanya.
Tuh semua sanggan sudah siap. Tadi ibuk pinjam duit nya mas mu. Sana ganti", ujar Bu Siti.
"Berapa mas?", tanya Adi pada Hari yang mengekor di belakang Bu Siti.
"Dua juta empat ratus ribu. Mobil untuk berangkat kamu urus sendiri. Mas besok ikut bawa mbak mu sama anak anak pakai panther di rumah. Ibuk, Puh Bud, sama Cinta ikut mobil yang kau rental", jawab Hari kemudian.
"Ya elahhh, perhitungan banget sama adik. Ni dua juta. Sisanya ngutang", Adi menyerahkan duit 2 juta pada Hari dan segera ngeloyor pergi ke kamar nya.
Hari hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Adi.
'Dasar adik gak ada akhlak', gerutu Hari.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bener banget tuh, mas Adi kadang memang gak ada akhlak nya 😂😂😂
Ikuti terus kisah selanjutnya guys, jangan lupa untuk sedekah like vote dan komentar nya 👍
Kasih hadiah juga diperbolehkan 😁😁
Yang sudah kasih like, vote dan komentar nya, author doakan semoga dilancarkan rejeki nya oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Yang pelit, author doakan semoga Tuhan sayang sama dia, dan cepat bersama dengan Tuhan 😂😂😂😂
__ADS_1
Canda dikit Gaes, biar gak spaneng 🙏🙏🙏
Selamat membaca 😁😁