Mandor Proyek Dan Janda Muda

Mandor Proyek Dan Janda Muda
Malam Pertama


__ADS_3

Keluarga mantan mertua Indri nyaris tak bisa berbicara setelah Indri menggelandang Adi ke dalam rumah. Wawan juga segera pergi ke tempat operator sound sistem yang ada di teras samping rumah.


Hanya Bu Sarmi saja yang masih mau menemani mereka.


Setelah beberapa saat kemudian, mereka pamitan.


Sementara Adi duduk di ruang tamu sambil duduk bersila di atas karpet, menunggu istri nya membuatkan kopi untuk nya.


Kuartet ghibah langsung menghadang Indri yang melangkah menuju dapur. Yu Nem yang sempat melihat mantan mertua Indri datang, segera bertanya pada Indri.


"Ndri,


Demit tua itu ngapain kesini?".


"Mereka buwuh Lik Nem, mungkin penasaran dengan suami Indri yang baru hehehehe", jawab Indri sambil menakar kopi dan gula pasir di gelas besar.


"Trus setelah mereka lihat, apa tanggapan mereka Ndri?", tanya Bik Sum kepo.


"Yo klejingan (mendapat malu) to Bik, wong suami Indri lebih ganteng, lebih keren, lebih kaya dari anak Bu Wati itu.


Ya to Ndri?", ujar Sudarti sambil memandang kearah Indri.


Indri hanya tersenyum sambil mengacungkan jempol nya.


"Sokor (syukur dalam konteks mengejek). Dari dulu aku tuh ndak suka sama perempuan sombong itu.


Beneran, kalau sampai bilang macam macam pasti tak remet (remas) mulutnya", Bu Yati gemas sekali sampai sampai dia meremas lengan Sudarti yang ada di dekat nya.


"Wadaaaauuuuhhhh...


Wong edan. Kenapa tangan ku yang kau remas Ti? Sakit tau", Sudarti mengelus tangan nya yang baru kena remas.


"Hehehehe,


Maaf Dar, aku gemas dengan mereka", Bu Yati cengengesan.


"Gemas yo gemas, tapi ya aja jangan aku yang jadi sasaran Ti", Sudarti mendelik sewot kearah Bu Yati.


Indri hanya terkekeh geli melihat ulah mereka berempat, lalu berjalan meninggalkan dapur sambil membawa kopi untuk suaminya.


Hari semakin sore, tamu masih banyak yang datang. Jam 4, Hari kakak Adi dan Pak Puh Bud datang dengan Cinta, karna Cinta akan menjadi plenguk (gadis kecil yang mendampingi manten di pelaminan).


Sementara sore itu kenduri manten dilaksanakan, di pimpin Kyai Samingun dan Mbah Sunar di ruang tamu rumah Bu Sarmi di lantai yang sudah di gelari tikar.


Jenang merah putih, urap sayuran, Ingkung ayam jantan, sambel goreng kentang, tahu goreng, mie goreng, nasi putih dan nasi gurih menjadi menu berkat kenduri manten mereka sore itu.


Mbah Sunar selaku dukun manten membacakan hajat niat secara adat jawa.


"Nuwun Sewu sedoyo mawon,


Sampun nglempak anggenipun ngaturi poro pisepah sederek ipun wonten dalem Bu Sarmi,


Bu Sarmi sak kulowargo gadah kajat niatipun meniko sekul suci ulam sari caos dumateng tiyang cikal bakal tanah dusun Mande ingkang kinurmatan wiwit dinten pitu pekenan gangsal windu wolu warsa sedasa jaman kalih, mila sedaya dipun pengeti meniko Bu Sarmi sekeluarga nuju kajat ndaupaken putri nipun ingkang asma Indri Hapsari pikantuk bagus Adi Prasetyo mugi mugi saget jejek langgeng ayem tentrem wiwit dinten meniko ngantos selaminipun angsal paseksen panjenengan Sedaya.....", Mbah Sunar membacakan hajat niat secara adat Jawa dengan lantang.


"Nggihh....", para undangan kenduri manten menjawab dengan kompak.


Selanjut Kyai Samingun membacakan doa manten secara Islami.

__ADS_1


Usai berdoa, mereka segera membagi kenduri manten. Usai acara para undangan kenduri manten segera undur diri membawa berkat manten dan menyalami Adi serta berkata "kabul kajate Yo mas".


Joko dan beberapa rewang laki laki segera menggelar karpet di ruang tamu yang baru di pakai kenduri untuk persiapan para rias manten yang sudah bersiap dari tadi. Para plenguk, Cinta dan Dhea segera di dandani. Kali ini Dhea sama sekali tidak rewel.


Satu orang rias manten yang khusus mendandani Indri, nampak begitu profesional mendandani Indri dengan baju adat Jawa.


Perempuan itu terlihat cantik.


Adi di dandani di tempat terpisah di rumah Wawan.


Setelah adzan magrib berkumandang dari mushola Kyai Samingun, prosesi adat Jawa temu manten dilaksanakan. Indri berdiri di depan terop diapit dua plenguk nya, Dhea dan Cinta. Dua orang gadis, Yuni dan Winda membawa 2 kembar mayang yang dibuat dari janur kuning dan beberapa daun seperti beringin, andong, puring, juga mayang jambe (pinang).


Adi berjalan dari rumah Wawan di apit oleh Joko dan Yudi yang membawa kembar Mayang. Di belakangnya Pak Puh Bud dan Mas Hari serta Wawan dan Pak Wito mengiringi langkah nya.


Gending Kebo giro terus berkumandang mengiringi langkah kaki Adi.


Suasana semakin ramai. Para tamu buwuh dan para tetangga berkerumun di sekitar tempat temu manten. Para tukang foto sampai kesulitan mengambil gambar karena banyaknya mereka berdesakan.


Mbah Sunar yang menuntun Adi langsung menyatukan tangan kedua mempelai saat mereka bertemu. Dua pasang kembar mayang ditukar saat mereka bertemu.


Lelaki tua itu berkomat-kamit membaca sesuatu. Di lanjutkan dengan tradisi melempar gantal yang terbuat dari daun sirih yang di gulung.


Setelah itu di lanjutkan dengan tradisi menginjak pipisan yang terdiri dari telur ayam, beras, dan aneka bunga yang bermakna pecah pemikiran saat sudah berumah tangga.


Kemudian di teruskan dengan tradisi ngabekti dimana Indri mencuci kaki Adi sebagai tanda dia akan menjadi istri yang berbakti kepada suaminya.


Sesudah itu, Mbah Sunar menjajarkan keduanya. Adi di sebelah kanan dan Indri di sebelah kiri. Dengan sebuah selendang Mbah Sunar menarik Adi dan Indri ke pelaminan.


Sesampainya di pelaminan, Adi dan Indri melaksanakan tradisi kacar kucur dimana Adi menuangkan beras, kacang tanah, uang receh,dan uang kertas sebagai tanda Adi memberikan nafkah untuk keluarganya.


Adi tersenyum lega saat semua prosesi pernikahan dilaksanakan. Begitu juga Indri yang tampak bahagia sekali.


Tak berapa lama kemudian walimatul urusy dilaksanakan. Para tamu undangan yang terdiri para tetangga, sanak saudara, kerabat dari dua keluarga hadir di bawah terop.


Acara berlangsung khidmat.


Sebelum memasuki acara inti, para pladen laki laki mengantar makanan pada para tamu undangan. Kali ini soto ayam kampung menjadi menu makanan mereka.


Bapak Kyai Haji Khoirul Anam yang memberikan maulidhatul khasanah bahkan sempat menyinggung Adi dan Indri agar tidak grogi saat malam pertama mereka. Para tamu undangan tertawa terbahak-bahak mendengar gurauan dari pengasuh pondok pesantren itu.


Usai acara walimah, dilanjutkan dengan acara foto keluarga. Hari dan Pak Puh Bud mewakili keluarga Bu Siti, Wawan dan Pak Jarno mewakili keluarga Bu Sarmi.


Usai foto keluarga, giliran Adi dan Indri yang jadi obyek foto malam itu. Bak model kelas internasional, mereka berdua 3 kali berganti baju. Adi sampai menggerutu karena capek bolak balik ganti baju.


Malam semakin larut. Cinta yang ketiduran, langsung di gendong Hari untuk pulang. Dhea kuda sudah ngowoh ketiduran di depan tv. Untung baju plenguk nya sudah dilepas.


Adi mengantar Mas Hari dan Pak Puh Bud sampai ke pagar halaman rumah.


Adi langsung masuk ke kamar tidur yang sudah di persiapkan oleh nya. Rasa badannya yang pegal semua, membuat Adi langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Indri masih membasuh make up wajah nya di bantu Nanik.


Berkali-kali Nanik melirik ke arah kamar tidur yang akan di tempati teman nya itu.


"Grogi gak Ndri?", tanya Nanik mulai kumat kepo nya.


"Tenang saja, aku sudah siap", jawab Indri sambil menjulurkan lidahnya ke arah teman nya itu.


Indri melangkah menuju ke kamar tidur nya.

__ADS_1


Saat masuk, dia melihat Adi sudah ketiduran. Indri tersenyum manis sambil menutup pintu kamar nya.


Perlahan wanita itu naik ke atas kasur. Nampak jelas raut lelah wajah Adi saat Indri mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya itu di malam pertama mereka.


Pelan saja, Indri mengecup bibir sang suami. Teringat dia beberapa waktu kemarin saat pertama kali bertemu di warung kopi X. Momen momen kebersamaan nya dengan sang suami melintas di ingatan Indri bagai layar lebar. Semuanya begitu berkesan dan bermakna.


Tanpa sadar, kecupan itu berubah menjadi ciuman panas dari Indri. Rasa memiliki terhadap sang suami, membuat nya lupa kalau sang suami sedang tertidur.


Sontak ciuman panas dari Indri membuat Adi terbangun dari tidurnya. Dia tidak menduga bahwa istri nya akan bisa seperti ini diatas ranjang.


Satu demi satu pakaian mereka lepas dari badan mereka.


Adi segera memutar posisi, ganti dia yang menindih tubuh sang istri.


Indri memejamkan matanya sejenak dan menggigit bibir bawahnya saat Adi mulai melakukan tugasnya sebagai suami dan membawanya terbang ke surga dunia.


Dengusan nafas berat dan erangan kenikmatan memenuhi seluruh ruangan kamar itu.


Saat mereka mencapai puncak kenikmatan hubungan suami istri, Adi ambruk sambil memeluk tubuh istrinya. Berjuta benih dia taburkan ke rahim Indri malam itu.


Indri tersenyum puas melihat kemampuan Adi diatas ranjang. Dengan gemas dia mencium bibir suaminya. Adi yang masih terengah-engah mengatur nafas, langsung tersenyum manis.


"Mau lagi yank??"


Dan Indri mengangguk.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Gak kuat author nerusin nulisnya 🙈🙈🙈


Terimakasih banyak author ucapkan kepada kakak reader tersayang semuanya yang sudah memberikan dukungannya terhadap cerita ini ❤️❤️❤️


Selamat membaca guys 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2