Mandor Proyek Dan Janda Muda

Mandor Proyek Dan Janda Muda
Dangdutan


__ADS_3

Eko tersenyum tipis mendengar kata dangdutan dari Adi. Terbayang malam ini akan joget bersama biduan bohay.


Mobil Eko terus melaju meninggalkan rumah Bu Sarmi menuju ke tempat Adi. Setengah jam kemudian, mobil Eko perlahan berhenti di depan terop rumah Adi. Masih ada orang berlalu lalang di bawah terop.


Adi turun dari mobil di ikuti Indri dan Dhea. Juga Nanik yang ikut semobil dengan mereka.


Bu Siti segera menyambut mereka.


"Alhamdulillah,


Mantu ku teko (datang). Selamat datang di rumah Adi Nduk", ujar Bu Siti penuh kegembiraan.


Indri segera menyalami tangan Bu Siti dan mencium punggung tangan nya. Dhea ikut menyalami tangan Bu Siti dan juga mencium punggung tangan nya.


"Duh pinter nya...", puji Bu Siti.


Cinta langsung menyalami tangan Indri dan mencium punggung tangan nya. Indri segera berjongkok dan mencium putri sambung nya itu dengan gemas. Berturut-turut yang menyambut kedatangan Adi, Indri dan keluarganya setelah Bu Siti dan Cinta, ada Pak Puh Bud, Mas Hari, Heru, dan Nita.


Sore itu semua orang sibuk mempersiapkan acara pondohan manten. Para pladen laki laki mempersiapkan kursi di bawah terop. Para rewang perempuan sibuk menata soto ayam di dapur untuk acara nanti malam.


Indri segera berdandan cantik, dan mulai ikut menyambut tamu Bu Siti yang masih aja ada yang datang.


Salah satu nya adalah Bu Mamik. Perempuan itu melengos tanpa berkata saat Indri mengulurkan tangannya.


"Ini to jeng pilihan Adi?", tanya Bu Mamik pada Bu Siti yang berdiri di samping Indri.


"Iya jeng Mik, ini Indri dari kecamatan Panggung", jawab Bu Siti sambil tersenyum tipis. Dia jadi tidak enak dengan Indri melihat Bu Mamik tidak mau menyalami Indri. Bu Mamik rupanya masih belum bisa menerima Adi memilih Indri dari pada Heni anak nya yang seorang guru SMA.


Indri hanya bisa tersenyum tipis mendapat perlakuan seperti itu.


'Pasti ini orang yang ngarepin mas Adi jadi jadi mantu nya', batin Indri dalam hati.


Elekton plus yang di sewa Adi juga sudah datang. Kebetulan yang pegang keyboard adalah Trisno. Adi kenal saat dulu mengisi acara 17 an di kantor desa Mande.


"Loh ini rumah mu to mas?", tanya Trisno sambil tersenyum lebar. Pria bertubuh gendut itu nampak klimis dengan dandanan layaknya pegawai kantoran.


"Iya mas, ini gubuk ku. Lama mas sampean ikut Bagio?", Adi balik bertanya. Pria jangkung itu mengeluarkan sebungkus rokok dan mengambil sebatang lalu menyulut nya.


"Ah gak mas, freelance aku nih. Siapa yang ajak asal cocok ikut mas hehehehe", Trisno terkekeh kecil.


"Biduan nya darimana mas?", tanya Adi kemudian.


"Walah gak tau mas. Itu pak Bagio yang ngurus. Aku cuma bagian mijitin keyboard doang", jawab Trisno yang kemudian mengambil ponselnya saat panggilan telepon dari seseorang masuk.


"Maaf mas, telepon dari tukang kendang. Sebentar nggeh", ujar Trisno sambil sedikit menjauh dari Adi.


Setelah itu cek sound antara keyboard dan mixer sound.


Trisno mencoba beberapa nada untuk menyetel suara keyboard nya. Abik yang jadi operator langsung mengulurkan mik pada Adi.


"Cek cek 123 suara di coba..


Cek..


Cekkk...


Bas nya Bik kamu kurangi sedikit...", perintah Adi pada Abik sang operator.


"Cek..


Cek 123


Cekkk...", Adi mengacungkan jempol nya pada Abik tanda suaranya sudah oke.

__ADS_1


"Woke Assalamualaikum warohmatulahhi wa barokatuh..


Salam jumpa semua nya. Ijinkan kami semua rombongan artis dan musisi memberikan satu hiburan yang menarik untuk anda semuanya.


Masih bersama Trisno Pro Elekton, ijinkan saya gantengnya Jawa Timur memberikan sebuah lagu untuk anda..", oceh Adi layaknya MC kondang. Sebagai mantan vokalis band, mulutnya lancar sekali cuap cuap. Semua pladen dan rewang sampai heboh mengira dangdut nya mulai.


Adi mendekat ke arah Trisno.


"Mas, ada teks Bahtera Cinta?", tanya Adi.


Trisno segera mengambil sebuah buku tebal yang berisi lirik lagu dari dalam tas nya. Adi langsung membolak-balik halaman buku dan menemukan apa yang dicarinya.


Jreng....


Alunan musik dari keyboard langsung berbunyi indah. Adi yang melihat Indri langsung mendekati istrinya itu dan menarik tangan nya untuk ikut.


"Ngapain mas?", tanya Indri penasaran.


"Duet dong yank", jawab Adi singkat.


Adi membuka buku lirik lagu di hadapannya.


🎵🎵


Adi : Beredar sang Bumi mengitari matahari


Indri : Merangkaikan waktu tahun tahun berlalu


Adi + Indri : Namun cintaku takkan pernah berubah masa demi masa..


Kita berdua tak kan pernah terpisah baur dalam cinta


Adi : Berlayar bahtera mengarungi samudra


🎵🎵**


Adi : Badai dan gelombang yang datang merintang, tak kan merubah haluan cinta kita.


Indri : **Padamu nahkoda ku tambatkan cinta, bawalah daku ke pulau bahagia


🎵🎵**


Mereka berdua duet romantis di saksikan para pladen dan tamu Bu Sarmi. Untung saja Indri cukup tau lagu ini. Walaupun suaranya gak bagus bagus amat, tapi keromantisan mereka membuat yang menyaksikan benar benar iri.


Tak terkecuali Bu Mamik yang dari awal sudah tidak suka kehadiran Indri.


"Huhhh..


Suara kayak kaleng rombeng gitu pede banget nyanyi lagu favorit ku", gerutu Bu Mamik sambil mengunyah pisang goreng yang terhidang di meja.


Bu Siti hanya tersenyum tipis melirik Bu Mamik.


'Kalau dasarnya sudah tidak suka, suara sebagus apapun akan jadi jelek'.


Usai bernyanyi, Adi dan Indri segera menuju ke dalam rumah. Tak berapa lama kemudian, dua biduan dangdut dan pemain gitar serta tukang kendang datang dengan mobil.


Mereka bersiap siap untuk tampil.


Adzan magrib terdengar merdu di musholla Kyai Harun.


Semua aktifitas terhenti. Adi yang baru mengambil air wudhu, langsung bergegas sholat. 5 menit kemudian dia sudah keluar.


"Yank, sholat dulu ya..", ujar Adi sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


Indri tersenyum manis dan menuruti perintah Adi. Walaupun harus pinjam mukena Bu Siti, Indri sholat magrib dengan khusu'.


Musik dari keyboard Trisno langsung mengalun setelah sholat magrib selesai. Dua orang biduan dangdut bohay langsung menyanyikan lagu-lagu populer.


Tamu undangan walimah satu persatu mulai hadir di halaman rumah Adi. Setelah Kyai Harun dan Ustadz Sanuri datang, musik elekton plus berhenti untuk acara utama. Lurah Bejo, Kamituwo Slamet, Bayan Wardi turut hadir dalam acara walimah itu.


Berbagai kata sambutan berlangsung cepat. Pasrah manten dari pihak Bu Sarmi yang di lakukan oleh Pak Jarno, dilanjutkan dengan penerimaan manten yang dilakukan oleh Pak Puh Bud berlangsung meriah. Ada lelucon yang menggelitik dari ucapan Pak Puh Bud.


"Manten e rondho oleh dudo (Pengantin nya janda dapat duda). Ibarat Tumbu oleh tutup (ibarat wadah gabah dapat penutup)", ucapan Pak Puh Bud disambut senyum oleh segenap hadirin.


Mas Hari langsung memberi kode pada para pladen laki laki untuk maju menghilangkan makanan. Menu utama nya soto ayam khas kota Patria. Resep andalan Bu Siti yang terkenal enak. Para pemain musik langsung menyanyikan lagu kalem untuk menemani para hadirin menyantap hidangan yang disajikan.


Setelah itu maulidhatul khasanah yang di sampaikan oleh Kyai Harun. Kyai sepuh itu benar-benar pintar dalam memilih dalil agama yang pas untuk acara malam itu.


Di tutup doa oleh Ustadz Sanuri.


Begitu doa selesai, musik dangdut langsung bergema di malam itu. Sebagian besar tamu memilih pulang sedang yang muda memilih untuk menyaksikan elekton plus.


Semakin malam acara semakin meriah.


Jam sudah menunjuk angka 20.30


"Mas Bud, kami sekeluarga mohon diri dulu nggeh.


Titip Indri sama Dhea", ujar pak Jarno sambil bersalaman dengan Pak Puh Bud.


"Enggeh mas Jarno, hati hati di jalan", jawab Pak Puh Bud tersenyum tipis.


Keluarga Indri kemudian naik mobil. Nita yang mengantar jajan dan makanan untuk keluarga Indri menarik nafas lega setelah selesai melaksanakan tugas dari Bu Siti.


Cinta dan Dhea, putri putri Adi dan Indri sudah tertidur pulas di depan tv. Bersama Jeni dan Novel putri mas Hari.


Eko yang sudah gatal pengen nyawer dari tadi sore, langsung merangsek maju ke depan penyanyi saat lagu favorit nya dari Denny Caknan "Kartonyono Medot Janji", mengalun indah dari bibir sang biduan dangdut bohay, Nova Kharisma.


Adi dan Indri?


Jangan tanya mereka sedang apa...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Los dol lek 😂😂😂😂


Terimakasih banyak author ucapkan kepada kakak reader tersayang semuanya atas dukungannya terhadap cerita ini 👍❤️❤️❤️

__ADS_1


Selamat membaca guys 😁


__ADS_2