
'Akhirnya...' Kai membanting tubuhnya ke atas ranjang hingga permukaan ranjang beriak dan bergelombang.
Kai memejamkan matanya perlahan sambil mengurut keningnya yang selalu terasa pening akibat banyak berpikir. Kai saat ini sudah merasa cukup lelah. Dia ingin segera tidur dan bermimpi.
Ting tong...
Di saat Kai masih setengah tertudur. Bel rumah Kai tiba-tiba berbunyi.
"Siapa sih malam-malam begini?" Kai menggerutu sekaligus bertanya-tanya. Siapakah yang menjadi tamu pertamanya di rumah .
Kaiini dengan sedikit ogah-ogahan berjalan ke depan untuk membuka pintu.
"Ka... Kalian?!" Kai sedikit kaget saat melihat ternyata Sila dan Mbak Ati lah yang datang ke rumahnya malam-malam begini.
"Ada apa?" tanya Kai tanpa mempersilahkan mereka berdua masuk.
Sila memandang ke arah Mbak Ati. Mbak Ati mengangguk pada Sila bijak.
"Jadi... Kami berdua ternyata nggak bisa tidur karena belum beradaptasi dengan suasana dari kamar baru kami," jelas Mbak Ati dengan suara dalamnya.
"Iya Kai... Aku nggak bisa tidur..." lanjut Sila setengah merengek.
"Jadi?"
"Kami minta tolong padamu agar mengizinkan kami untuk tidur di sini sama kamu," jawab Mbak Ati dengan nada yang pelan dan tenang.
"Iya Kai... Plisss... Malam ini saja!" Sila semakin merajuk. Dia berkata sambil menggoyang-goyang manja lengan Kai.
"Ok. Silahkan masuk," begitu Kai mempersilahkan masuk. Sila langsung berlari masuk ke dalam rumah. Dia berteriak-teriak mengagumi rumah Kai. Sedangkan Mbak Ati hanya memperhatikan sekitar sambil membisu.
Sebenarnya Kai sih inginnya nolak permintaan dari Sila dan Mbak Ati. Karena pada dasarnya Kai bukan lelaki hiper yang nafsunya gak pernah habis. Ada kalanya Kai tidak butuh kehadiran wanita seperti halnya yang dia rasakan malam ini.
Baginya olahraga tandem tidak lebih dari kegiatan penyaluran yang memang sesekali saja dia perlukan. Selain itu. Olahraga ini sangat baik untuk melepaskan penat setelah stress seharian.
Tapi Kai hanyalah pria biasa. Apa daya Kai yang tidak mungkin bisa menolak permintaan mereka. Lagipula. Ranjang Kai cukup besar untuk ditiduri oleh lima orang sekaligus.
__ADS_1
'Yah... Kalau gini sih mereka kayaknya nggak butuh rumah terpisah deh!' celetuk Kai sambil menaiki tangga. Kedua wanita cantik hanya berjalan mengikuti tanpa bersuara.
Baru saja Kai selesai nyeletuk begitu. Kai tersadar kalau sambil menaiki tangga Mbak Ati diam-diam sudah menanggalkan bajunya satu per satu. Sehingga hanya dua potong dalaman saja yang Mbak Ati masih kenakan begitu mereka sampai di lantai dua.
"Ngapain?" tanya Kai kaget melihat makhluk sangat seksi di belakangnya.
"Gerah!" jawab Mbak Ati santai.
"Gerah dari mana? AC sentralnya kenceng begini!" Kai mulai sewot.
"Di sini keringetan," Mbak Ati menggaruk garis kuku onta di bagian bawah tubuhnya.
Baik Sila maupun Kai terhenyak mendengar Mbak Ati mengatakan semuanya dengan nada datar. Dibalik kedewasaan. Suaranya yang dalam. Serta pembawaannya yang tenang. Mbak Ati ternyata merupakan yang terliar di antara semua wanita di sekitar Kai.
"Ya udah deh! Kalau mereka emang maunya gitu!" ujar Kai sambil melirik Sila yang menggigit-gigit bibirnya.
Bukan salah mereka tampak seperti kucing betina di musim kawin. Bagaimanapun juga. Berbagai kemampuan spesial yang dimiliki oleh Kai membuat siapapun akan begitu menggila mengharapkan permainan gairah pria berkulit legam tersebut.
Seandainya Yeyen dan Kristal bukan minion yang terikat sistem. Tentu saja mereka akan bereaksi sama. Dan jika Kika tidak benar-benar mencintai Yono. Tentu hawa nafsunya akan membawanya kembali pada Kai.
➖ 📱📱📱 ➖
Di sebuah kamar dengan penerangan minim. Tampak seorang pria tua dengan tubuh gempal sedang rebahan sambil memandangi handphone di tangannya.
Pria itu sedang tidak mengenakan selembarpun pakaian. Sementara tampak di atas bagian pahanya. Seorang gadis muda meliuk-liuk tanpa busana. Tangan gempal pria tersebut sesekali meremas kasar gumpalan bulat yang menggantung di dada sang gadis muda.
Pria tua gempal itu adalah Juragan Agung. Tatapan serta ekspresinya menunjukkan kemarahan yang luar biasa.
Juragan Agung tersenyum nyinyir melihat sosok Kika yang tercitra di layar gawainya.
"Makin cantik aja kamu sekarang ya..." gumam juragan Agung yang masih saja menyesalkan berhasil kaburnya sang gadis pemuas nafsu.
"Sudah sukses kamu ya sekarang...?" geram juragan Agung yang melampiaskan kekesalannya dengan mendorong gadis belia yang sedang melayaninya dengan kasar hingga terlentang.
Dengan hentakan sekuat tenaga. Juragan Agung menyiksa lubang peranakan sang gadis belia. Tak cukup itu saja. Cekikan, jambakan, dan juga tamparan turut Juragan Agung lancarkan. Seakan yang sedang berada di hadapannya saat ini adalah Kika.
__ADS_1
"Ampun gan... Ampun..." jerit si gadis malang itu kesakitan.
"Aku akan mendatangi mu Kika... Aku akan mendatangimu segera!" geram Juragan Agung diakhiri dengan gelak tawa.
➖ 📱📱📱 ➖
Setelah di malam sebelumnya Kai yang berniat untuk tidur cepat malah gagal total karena kedatangan Sila dan Mbak Ati. Pagi ini Kai tampak duduk memimpin rapat dengan peserta rapat ini adalah para pemimpin Laksa.
"Jadi apa yang kau jelaskan waktu kamu datang kemarin akan dieksekusi segera?" tanya Udin pada Yono setelah Mbak Ati menegaskan rencananya dalam mendirikan sebuah kerajaan baru di dalam wilayah kerajaan adidaya Indonesia.
"Tapi paling banter nanti kita akan dijadikan gubernuran di bawah pemerintahan Indonesia," sambung Kika masuk akal.
"Itu cukup. Sama saja kan? Pemerintahan Indonesia juga berada di bawah pemerintahan dunia."
"Tapi itu berarti kita harus membayar upeti rutin pada mereka," sambung Yono.
"Sama saja dengan pajak yang kita setorkan pada kades, gubernur, dan bupati kan? Anggap saja upeti itu sebagai pajak dari kerajaan kita."
"Apakah kita tidak bisa langsung menyerang pemerintahan pusat saja?" Udin mengusulkan tindakan agresif.
"Sebenarnya aku bisa saja menghancurkan Kerajaan Indonesia saat ini juga untuk langsung mengambil alihnya. Tapi aku tidak boleh terburu-buru. Karena tindakan itu hanya akan mengacaukan stabilitas politik di negara kita. Kemungkinannya nanti akan bermunculan berbagai kerajaan baru yang memerangi kita. Aku tidak mau jatuh korban yang sangat banyak di kalangan rakyat. Jadi sebelumnya kita harus membangun nama besar Kerajaan kita terlebih dahulu."
Semuanya terdiam mendengar penjelasan dari Kai.
"Untuk mendirikan kerajaan. Kita memerlukan wilayah," Mbak Ati melanjutkan pitching nya yang sempat terhenti.
"Istana ini apakah bisa dijadikan wilayah kerajaan?" tanya Sila pada semuanya.
"Ya. Bisa. Berhubung kita sudah punya struktur pemerintahan kecil. Sumber penghasilan. Dan juga mempunyai kekuatan militer," jawab Yono.
"Tapi sayang saja!" sambung Kristal.
"Sayang kenapa?" tanya Sila tak mengerti.
"Kecuali Sila. Kita semua di sini mempunyai hubungan yang erat dengan Cijagung. Sangat sayang kalau kita tidak membangun kekuatan di tempat kita jatuh," jelas Udin yang diamini pemimpin Laksa yang lain.
__ADS_1
➖ Bersambung ➖