
Fragmen 42 : Transendensi
Karena belum berhasil menyelesaikan misi yang dia pikir tinggal selangkah lagi. Kai yang awalnya harus beristirahat karena sudah lewat tengah malam langsung melanjutkan latihannya kembali.
Berjam-jam kemudian Kai terus mengulang kedua rangkaian jurus yang dimilikinya dengan lebih serius. Hingga tanpa Kai sadari dia telah mengulang keduanya sebanyak tiga ribu kali.
Awalnya Kai melakukan gerak rangkaian jurus dengan kecepatan lambat. Lalu sedikit demi sedikit otot-otot Kai mulai hafal dengan rangkaian jurus-jurus itu sehingga semakin lama Kai dapat mengulanginya dengan semakin cepat.
Angin di sekitar Kai berderu saat Kai mengaktifkan Bonar Style Snake Flow. Dan tanah di bawah kaki Kai bergetar saat Kai mengaktifkan Bonar Style Tortoise Flow.
[Bonar Style Snake Flow telah meningkat menjadi Grade SS]
[Bonar Style Tortoise Flow telah meningkat menjadi Grade SS]
[Anda mengalami Transendensi.]
'Aku mengalami Transendensi?' bisik Kai saat melihat dunia di sekitarnya tiba-tiba berubah menjadi berwarna biru dan bergerak dengan begitu lambat.
Kai tahu dari Bang Bonar kalau Transendensi adalah sebuah kondisi di mana seorang ahli bela diri memasuki alam prananya. Transendensi bukanlah tanpa resiko. Jika Transendensi berhasil, maka seseorang langsung bisa menjadi seorang jawara. Namun jika gagal, maka kemungkinan sang ahli bela diri itu akan mati.
'Ya sudahlah! Apa yang terjadi biarlah terjadi,' gumam Kai mencoba tak peduli dan lanjut mengulang jurus-jurusnya kembali.
Sementara itu luar Zona Transendensi terjadi kehebohan yang begitu luar biasa. Bersamaan dengan setiap gerakan yang Kai lakukan, angin berderu bagaikan topan, bumi berdentum bagaikan gempa. Mata Kai terlihat memutih seutuhnya. Kulit hitam Kai memerah bagaikan batu bara panas. Tubuh Kai mengepulkan uap putih yang begitu pekat.
"Kai... Apa yang terjadi..." teriak Laela sambil berlari memanggil Kai yang tenggelam dalam pusaran prana dahsyat.
"Jangan Nona!"
Wush!
Yono melesat bak anak panah untuk memeluk Laela dari belakang. Sementara ketiga security Villa bergerak ke depan Laela sambil mengeluarkan benteng prana ke arah Kai. Keempat pria tersebut tampak pucat pasi karena Laela berbuat nekad.
Laela melotot ke arah Yono karena kedua tangan Yono entah sengaja atau tidak, kini hinggap dengan nyaman di payudara sintalnya.
'Ehem' Yono melepaskan dekapannya sambil berdehem canggung.
"Lihatlah Nona... Saat ini Tuan sedang mengalami Transendensi. Kalau Nona menghampiri Tuan, maka baik Tuan ataupun Nona akan celaka," Yono menjelaskan dengan wajah memerah malu.
"Apa maksudmu Kai akan celaka?! Bukankah membiarkan Kai di sana akan lebih berbahaya?"
Drap!
Bibi ART tua yang semula tak ada di sana. Tiba-tiba turun dari langit.
"Tuan Kai akan baik-baik saja karena itu adalah pusaran prananya sendiri," jelas Bibi ART.
"Ya. Bibi benar. Justru kalau Nona menghentikannya sekarang, maka Transendensi yang sedang dialami Tuan akan berbalik menghancurkan tubuhnya sendiri. Bila Tuan tidak mati, maka Tuan akan lumpuh seumur hidup," lanjut Yono turut menjelaskan.
"Pak Manajer, biarkan saya bawa Nona ke tempat yang aman."
__ADS_1
"Baiklah... Tolong ya Bi..." ujar Yono.
Bibi ART lalu melompat tinggi ke angkasa meninggalkan Villa.
Laela tanpa sengaja melihat Bibi ART lain yang berusia lebih muda tampak sedang berdiri di atas genteng menatap takut ke arah Kai.
"Jangan diam saja! Turun dan bantu yang lain!" teriak Bibi ART yang kini sedang menggendong Laela.
Tanpa menjawab, Bibi ART yang berusia lebih muda itu turun dari atap bagaikan air yang mengalir lembut.
Laela mengerutkan kepalanya heran. Kenapa kok Villa Kai yang awalnya tampak biasa saja kini tiba-tiba berubah jadi kayak perguruan silat begini?!
"Kalian berempat pertahankan terus benteng prana di sekitar Tuan agar pusaran prana ini tak menyebar ke Villa yang lain. Aku akan coba mencari tabib untuk berjaga-jaga bila transendensi Tuan gagal," ujar Yono pada ketiga pria dan satu orang wanita di sana.
"Baik Pak Manajer!" ucap keempatnya kompak.
Yono lalu melompat ke udara. Sekilas dia melihat Tukang Kebun Muda tampak sedang mengaktifkan benteng Prana untuk melindungi bangau dan kura-kura yang baru saja dibelinya.
'Bahkan bocah ingusan itupun sudah memiliki Prana,' bisik Yono yang baru sadar kalau semua karyawan di Villa ini ternyata memiliki beladiri tingkat tinggi.
Seandainya Kai tidak mengalami Transendensi secara tiba-tiba, tentu saja ketujuh karyawan Kai ini akan tetap menyembunyikan jalan prana serta jati diri mereka yang sesungguhnya.
Satu hal yang mereka semua tak sadari. Yang mengumpulkan mereka di sini bukanlah Kai. Melainkan Sistem. Bahkan Kai pun tidak mengetahui bila seluruh karyawannya bukanlah orang sembarangan.
...— Bersambung —...
Fragmen 43 : Jurus Baru
Di luar sana ketujuh karyawan Kai masih berjibaku menahan pusaran prana. Laela sudah diungsikan ke Villa lain yang berjarak ratusan meter dari Villa Kai. Sementara beberapa ahli beladiri sihir yang dihubungi oleh Yono tampak mengeluarkan sihir mereka untuk memanipulasi citra di udara hingga kekacauan yang terjadi di dalam Villa Kai tidak terlihat oleh orang lain.
Berbeda dengan kesibukan yang terjadi di dunia nyata. Di dalam Zona Transendensi Kai masih terus bergerak. Dia kini mulai menggabungkan rangkaian Bonar Style Tortoise Flow dan Bonar Style Snake Flow dalam sebuah rangkaian jurus tunggal.
Setelah ribuan kali mencoba dan menyusun ulang. Kai akhirnya mulai mendapatkan rangkaian yang sesuai dengan keinginannya. Memiliki serangan yang dahsyat tapi juga tetap memiliki pertahanan yang kokoh.
[Bonar Style Snake Flow naik menjadi Grade SSS.]
[Bonar Style Tortoise Flow naik menjadi Grade SSS.]
Kai yang sedang tenggelam dalam aliran bela dirinya sendiri merasakan ada sesuatu yang hangat di dalam aliran darahnya. Tidak hanya mengalir dengan cepat. Namun juga terasa meletup-letup tiada henti.
'Inikah jalan pranaku?'
[Skill Jalan Prana didapat.]
Kai excited saat mendengar notifikasi dari Sistem. Dia telah menemukan jalan prananya. Yang berati proses transendensi sudah hampir pasti akan berhasil.
Kai lalu coba berkonsentrasi untuk mengendalikan jalan prananya sambil terus bergerak mengulang-ulang jurusnya.
[Bonar Style Snake Flow naik menjadi Grade M.]
__ADS_1
[Bonar Style Snake Flow sudah mencapai Grade maksimal.]
[Bonar Style Tortoise Flow naik menjadi Grade M.]
[Bonar Style Tortoise Flow sudah mencapai Grade maksimal.]
[Jalan Prana naik dengan cepat menjadi Grade S akibat Transendensi.]
[Selamat. Tuan berhasil menyatukan Bonar Style Tortoise Flow dan Bonar Style Snake Flow.]
[Aliran beladiri baru telah ditemukan.]
[Silahkan Tuan berikan nama.]
'Apakah aku sudah berhasil?' Kai tersenyum pada Sistem
[Ya Tuan. Tuan sudah berhasil.]
Kai menghentikan pengulangan jurusnya untuk berpikir sejenak demi mendapatkan nama yang paling pas untuk aliran beladiri barunya.
Sementara itu...
Di luar Zona Transendensi pusaran prana Kai berputar semakin cepat. Mengelilingi Kai yang tengah berdiam diri.
"Bertahan semuanya!" teriak Yono.
"Baik Pak!" jawab seluruh karyawan Kai yang lain.
Di dalam Zona Transendensi Kai teringat kalau arti namanya adalah kayu. Dan Kai pun ingat kalau ada sebuah kayu langka dan yang paling kuat di muka bumi. Namanya adalah Quebracho yang berarti penghancur kapak.
'Quebracho!' jawab Kai.
[Quebracho Style Grade M berhasil didapat.]
[Quebracho Style telah mencapai Grade maksimal.]
[Bonar Style Snake Flow Grade M berubah menjadi Quebracho Style Snake Flow Grade M]
[Bonar Style Tortoise Flow Grade M berubah menjadi Quebracho Style Tortoise Flow Grade M]
[Jalan Prana naik menjadi Grade M]
[Jalan Prana telah mencapai Grade maksimal.]
[Selamat! Side Quest telah berhasil diselesaikan.]
[Selamat! Tuan telah naik level jadi Level 25]
'Akh... Selesai juga...' Kai yang merasa lega akhirnya kehilangan kesadaran akibat kelelahan.
__ADS_1
...— Bersambung —...