Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 19 : Pertemuan Kembali (Bagian 3)


__ADS_3

Kai sudah menghilang dari pandangan dan muncul kembali ketika tengah memegang kepala orang yang sedari tadi berdiri di hadapan Kai dan Sila.


Kai berkonsentrasi untuk mengaktifkan kemampuan spesial dokter sihir yang dimilikinya. Dalam sepersekian detik, Kai dapat melihat seluruh aliran energi, kinerja organ dan aliran darah orang tersebut di dalam pikirannya. Kai kemudian menggunakan kekuatan penyembuhnya itu untuk melakukan sesuatu yang berbeda.


Karena dokter sihir bisa mengendalikan segala macam apa yang ada di dalam tubuh orang yang sudah dia pegang dan terawang. Kai berkonsentrasi untuk membalikkan aliran energi serta aliran darah yang dimiliki oleh orang tersebut.


Saat energi tubuh dan darah yang dimiliki orang tersebut berhasil Kai buat mengalir ke arah sebaliknya. Tubuh orang tersebut langsung menggelembung di sana sini. Bagaikan bisul-bisul yang bermunculan dengan cepat, namun masing-masing darinya berukuran besar. Yang terkecil sebesar kepalan tangan.


Lalu… DUAR!


Tubuh orang tersebut meledak. Memuntahkan cairan merah beserta organ dalam yang turut hancur berantakan. Ledakan tersebut sangatlah dahsyat hingga mengenai tembok dan juga langit-langit ruangan. Cairan kental itu otomatis turut menyiram seluruh orang yang ada di sana.


Termasuk di antaranya Sila yang masih duduk dengan memejamkan matanya. Sila terkejut akibat suara ledakan barusan diikuti dengan cairan hangat dan juga berbau amis tiba-tiba menyiram tubuhnya. Sensasi yang dirasakan tersebut membuat Sila menjadi takut untuk berspekulasi. Sila semakin erat menutup matanya dan enggan untuk membuka matanya walaupun hanya sedetik saja.


“Aaaaa…!”


Horror. Suara teriakan ketakutan beberapa preman terdengar. Setelah mereka melihat bagaimana tubuh kawan mereka hancur tepat di depan mata mereka. Mereka semua langsung berlari berhamburan keluar ruangan tersebut. Menyisakan beberapa orang yang hanya terdiam karena shock yang sangat hebat.


“Kalau kalian diam begini, kalian semua berarti siap untuk menghilang dari dunia ini dong…” ujar Kai dengan hawa membunuh yang begitu dingin menusuk sanubari.


“Pulung!”


“Pulung!”


“Pulung!”


Bagaikan malaikat pencabut nyawa yang sedang memulung nyawa manusia Kai menyentuh seluruh pria yang barusan sudah berani macam-macam pada sepupunya. Kai sudah sangat terampil dalam mengaktifkan kemampuan dokter sihirnya. Hanya dengan menyentuh dalam jangka waktu kurang dari satu detik. Kai berhasil membalik aliran energi dan darah dari para calon korbannya.


BLAM! BLAM! BLAM!


Beberapa kali suara ledakan tiba-tiba terdengar. Mereka yang semula merasa shock karena pecahan organ berwarna merah yang amburadul menerpa tubuh mereka. Kini giliran tubuh mereka sendirilah yang hancur hingga porak poranda. Sila tak sengaja menangis karena bau amis menyengat semakin terasa mengganggu hidungnya. Selain berbau amis, kini seluruh ruangan tertutup yang barusan digunakan untuk menyekap Sila tersebut berubah menjadi berwarna merah mengerikan.

__ADS_1


Kai menoleh dan melihat ke arah Sila yang wajahnya berlumuran cairan merah. Dia sadar kalau Sila masih belum berani membuka matanya. Malah Sila tampak memejamkan matanya dengan lebih kuat daripada sebelumnya. Kai membelai kepala Sila dengan lembut.


“Tutup saja terus kalau kau takut,” ujar Kai yang tidak mempedulikan seluruh tubuhnya yang juga berlumuran cairan emas segar.


“Pegang tanganku, jangan kau buka matamu. Percayalah padaku,” ujar Kai pada sepupunya itu. Sila mengangguk dan mengikuti bimbingan dari Kai. Dengan telaten Kai membimbing Sila untuk keluar dari ruangan tersebut.


“Krieeet…” Kai dengan perlahan membuka pintu ruangan penyekap tersebut.


Begitu pintu terbuka. Kai langsung terdiam saat melihat apa yang ada di hadapan mereka.


Empat orang yang berlumuran darah segar berdiri di sana. Namun di sekitar mereka tampak berdiri ratusan orang yang bersiap untuk melancarkan serangan. Mereka semua berpikiran kalau dengan mengandalkan jumlah, mereka dapat memenangkan pertarungan yang mengerikan ini.


Walaupun ratusan orang itu tampak bersiap di posisi mereka masing-masing. Tapi Kai tahu. Di balik kesan menantang yang mereka tunjukkan, jauh di lubuk hati mereka. Mereka semua kini sedang ketakutan.


Kai melihat seseorang yang menggunakan bandana.


“Pulung!”


Kai kini telah berada di hadapan orang berbandana. Dia memegang bandana orang tersebut. Kai yang dengan santainya sudah berada di antara mereka semua. Terlebih lagi hal tersebut dia lakukan dalam sekejapan mata. Membuat seluruh preman di sana terkejut luar biasa.


“Pinjam sebentar!” ujar Kai pada mereka pria ber bandana itu.


Pria itu terpaku diam.


“Boleh kan?!” tanya Kai pada pria ber bandana.


“Bo… Boleh…”. Jawabnya sambil mengangguk dengan cepat.


Kai lalu kembali menghilang. Kini dia sudah berada di hadapan Sila, Kai lalu memakaikan bandana tersebut pada Sila. Dia menutup mata Sila dengan bandana yang baru dia pinjam. Kai berpikir, kalau Sila memejamkan mata dengan kuat seperti itu tentulah tidak nyaman. Dengan begini, Sila tidak perlu terlalu effort untuk mensensor pandangannya.


“Tunggulah sebentar ya Sepupu…” bisik Kai pada Sila sambil mendudukkan Sila agar lebih bersantai. Sila kembali menganggukkan kepalanya perlahan tanpa berkata sepatah katapun.

__ADS_1


“Aku akan selesaikan ini dengan sangat cepat,” ujar Kai pada Sila.


Duesh!


Dengan kemampuan bela diri kuno yang dia miliki Kai langsung bergerak lincah memasuki kerumunan orang-orang. Kai bergerak ringan seperti air yang mengalir. Meliuk melewati setiap orang yang berdiri bagaikan pion catur yang tidak bergerak.


Tap Tap Tap Tap


Mereka tidak bisa merespon pergerakan Kai. Sementara yang Kai lakukan hanyalah menyentuh tubuh mereka sepersekian detik saja. Seperti seorang anak kecil yang sedang bermain kucing-kucingan.


Seperti yang dia lakukan di dalam ruangan barusan. Kai turut mengaktifkan kemampuan spesial dokter sihir di setiap sentuhan yang dia lakukan. Dimana Kai menggunakan kemampuan penyembuh bukan untuk menyembuhkan. Tapi untuk membunuh serta menghancurkan dengan cara membalikkan aliran energi dan darah orang-orang tersebut.


Kai berhenti bergerak saat dia kini sudah berada di dekat pintu keluar gudang. Di belakang orang-orang yang saat ini masih menghadap ke arah Sila. Ratusna orang-orang di sana sanagt terkejut karena mereka tidak dapat mengikuti pergerakan Kai sama sekali.


Mereka semua berbalik badan. Melihat Kai yang dengan santainya berdiri bersandar pada dinding gudang. Lalu dengan merujuk pada komik tinju bintang utara yang sempat dibacanya Kai berkata pada seluruh preman di sana. “Kalian semua kini sudah mati.”


“DASAR PEMBUAL! SERAAAAAANG!”


Karena mereka tidak merasakan apa-apa. Mereka pikir kalau Kai hanya membual. Lalu dengan kompak mereka menyerang Kai dengan kecepatan penuh.


“APA?!” teriak mereka semua saat mereka melihat di tubuh mereka muncul gelembung-gelembung panas yang mengerikan.


BLAM! BLAM! BLAM!


Ratusan ledakan langsung terdengar nyaris bersamaan. Tubuh seluruh orang yang ada di sana meledak beriringan. Memancarkan darah segar dari seluruh tubuh mereka. Bagaikan kembang api tahun baru yang bersahut-sahutan. Beberapa dari mereka sempat berusaha melarikan diri saat sadar akan betapa mengerikannya pemandangan ini. Tapi percuma, hanya tiga langkah mereka berlari, tubuh mereka turut hancur menyusul kawan yang telah lebih dulu menghadap ilahi.


Teriakan mengerikan menggema di seantero gudnag membuat Sila turut telinganya. Karena bahkan setelah Sila mensensor pandangannya sekalipun, suara teriakan kematian yang terdengar membuat Sila bergidik ketakutan.


Beberapa detik kemudian suasana gudang kembali tenang.


Crak Crak Crak Crak

__ADS_1


Hanya terdengar suara langkah kaki yang melewati lantai gudang yang becek dan berubah seperti sebuah kolam darah berwarna merah.


➖ Bersambung ➖


__ADS_2