Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam


__ADS_3

Fragmen 44 : Ledakan Prana


Boom!


Sebuah ledakan nuklir terjadi begitu Kai kehilangan kesadarannya. Ledakan prana itu membuat retakan pada benteng prana yang dibuat oleh ketujuh Karyawan Kai.


"Bertahan semuanya!" teriak Yono sambil mengerahkan segenap prananya agar ledakan yang terjadi tidak merusak alam sekitar.


"Argh...!" teriak ketujuh Karyawan Kai bersamaan.


Wung Wung Wung


Pusaran prana perlahan mengecil dan menghilang.


"Tuan! Bertahanlah!" ujar Yono berlari ke arah Kai yang tampak telungkup tak sadarkan diri di atas tanah. Sementara itu keenam karyawan Kai yang lain jatuh terduduk karena kelelahan.


"Gila! Aku gak nyangka bakal ngeliat orang yang mengalami transendensi di dalam hidupku."


"Dan masalahnya itu terjadi secara tiba-tiba."


"Kau benar! Ini sangat berbahaya."


Komentar para karyawan Kai yang merasa lega.


"Sudah selesai!"


"Transendensi selesai!


"Sudah selesai!"


"Transendensi berhasil!"


"Wuoooh!"


Terlihatlah ribuan ahli bela diri sedang berada di area sekitar Villa Kai. Mereka semua datang langsung dari perguruan ketujuh Karyawan Kai untuk memberikan bantuan. Selain itu, demi keselamatan Kai ke depannya, kejadian ini sebisa mungkin harus dirahasiakan.


...— Bersambung —...


Fragmen 45 : Recovery


Kai membuka matanya yang terasa berat. Terbaring di atas ranjang, Kai kini tengah dikelilingi oleh Yono, Laela, dan seorang asing berjubah dokter.


"Kai!" Laela berteriak sambil memeluk Kai.


"Tuan sudah sadar?" tanya Yono.


"Berapa lama aku pingsan?"


"Enam jam", jawab pria berseragam dokter.


Kai langsung membenahi posisinya hingga terduduk. Dia melihat sebuah infus menancap di tangan kanannya.


"Tuan. Apakah aku boleh bertanya?" izin Yono pada Kai.


"Silahkan Pak Yono."


"Apakah Tuan sengaja mengumpulkan para jawara di tempat ini karena Tuan tahu kalau Tuan akan mengalami transendensi?"

__ADS_1


Kai ingat kalau Bang Bonar kerap membanggakan dirinya yang juga pernah mengalami transendensi.


Bang Bonar juga cerita kalau hanya sedikit orang yang bisa mengalami transendensi. Dan biasanya hal ini dapat dideteksi sejak dini. Sehingga transendensi biasanya terjadi di tempat tersembunyi dan dengan persiapan yang matang.


"Aku tidak tahu kalau aku akan mengalami transendensi."


"Oh ya? Apakah gurumu tidak memberitahumu? Aku diramalkan akan mengalami transendensi sejak berusia 2 tahun oleh guruku. Dan perguruan kami melakukan persiapan hingga bertahun-tahun agar perguruan kami tidak hancur akibar ledakan prana," Yono bercerita panjang lebar.


Kai menatap sinis ke arah Yono karena dia tahu kalau Yono tidak bermaksud bertanya. Dia cuman ingin flexing kalau dia juga pernah mengalami transendensi.


'Apakah Bang Bonar tak pernah memberitahu kalau aku suatu saat akan mengalami Transendensi?' gumam Kai mengulang pertanyaan Yono sambil menghembuskan nafas panjang.


Jangankan memberitahukan Kai hal sepenting itu. Hanya ada satu satu kalimat dari Bang Bonar yang selalu terngiang di kepala Kai setiap mengingat wajah gurunya.


"Dia selalu bilang kalau aku ini payah."


"Guru edan! Bisa-bisanya dia biarkan ini terjadi tanpa persiapan," ujar pria berseragam dokter geram.


"Mungkin dia merasa kalau dia bisa mengatasi ini semua sendiri," jawab Kai ketika mengingat betapa percaya dirinya seorang Bang Bonar.


"Emangnya siapakah gurumu Hah?! Bonar Prayoga?!"


'Ya. Itu nama guruku,' jawab Kai dalam hati.


"Aku tak bisa memberitahukan namanya pada kalian," jawab Kai sambil menatap heran Laela yang masih sesenggukan.


Kai tahu kalau para ahli beladiri itu saling mengenal satu sama yang lain. Apalagi kalau dia cukup hebat dan terkenal. Tapi Kai tidak menyangka kalau dia akan mendengar nama Bang Bonar dari dokter yang tampaknya ahli beladiri juga.


'Sehebat apa sih Bang Bonar sebenarnya?' bisik Kai penasaran.


"Transendensi hanya akan terjadi saat seseorang memiliki bola prana minimal setara dengan 3.000 tahun di dalam dirinya sejak lahir. Dan saat jalan prana orang ini terbuka, maka akan terjadi ledakan pusaran prana yang dahsyat seperti nuklir," Kai menjelaskan.


"Dan untuk mencegah ledakan prana terjadi, diperlukan ahli bela diri yang sudah menjadi jawara untuk membuat benteng prana, sehingga persiapannya tidak bisa sebentar," lanjut Yono.


"Be... Berarti kalian bertujuh?" tanya Laela


"Kami baru mengetahuinya kemarin. Ternyata kami semua adalah jawara," jawab Yono sambil menatap tajam ke arah Kai.


'Sistem... Kenapa seluruh karyawanku adalah jawara?' Kai yang kikuk ditatap tajam begitu akhirnya bertanya pada Sistem.


[Hehe.]


Bukannya menjawab, Sistem malah tertawa pendek.


"Sekarang kamu istirahatlah dulu... Jangan berlatih selama beberapa hari," ujar sang dokter yang masih terlihat kesal akibat kesembronoan yang dimiliki oleh Bang Bonar.


"Baiklah..." Kai menurut. Toh dia sudah menyelesaikan semua Side Questnya. Sekarang Kai tinggal fokus untuk menyelesaikan misi utamanya saja.


"Kami pergi dulu Tuan," Yono mohon izin undur diri untuk meninggalkan ruangan.


"Ya silahkan..."


"Cobalah makan obat dariku dan jangan lupa gunakan pranamu untuk mempercepat pemulihan," ujar sang dokter sambil mengikuti Yono dari belakang.


"Baik Dok..."


Walaupun samar, tapi Kai tanpa sengaja dapat mendengar percakapan yang dilakukan oleh dokter dan Yono dengan berbisik-bisik.

__ADS_1


"Jadi berapa tahun?" tanya Dokter.


"Apabila ditotal, kemarin kami mengerahkan prana kurang lebih setara dengan 300 ribu tahun."


"Kalau melihat kalian begitu kesulitan, berarti..."


"Bola prana yang dimiliki Tuan Kai mungkin setara dengan 30 ribu tahun atau bahkan lebih," lanjut Yono.


"Kita telah menemukan monster Yon..." bisik dokter dengan nada bergetar.


Kai tahu kalau dengan memiliki prana setara tiga ribu tahun saja sudah membuat seseorang bisa dikategorikan sebagai jawara. Apalagi ini 30 ribu tahun! Dan prana yang Kai miliki bukan berasal dari hasil latihan selama puluhan tahun, melainkan berasal dari bola prana bawaan sejak lahir.


'Sistem... Benarkah yang kudengar itu?'


[Benar. Pada dasarnya Tuan memiliki bakat untuk menjadi monster.]


'Apakah itu adalah alasan kenapa Bang Bonar dengan sukarela melatihku?'


[Ya. Benar Tuan.]


'Lalu apakah mereka semua sengaja kau kumpulkan karena tahu ini akan terjadi?' tanya Kai merujuk pada seluruh karyawannya yang merupakan seorang jawara.


[Tentu saja Tuan. Sistem berusaha untuk mencegah hal buruk akan terjadi pada Tuan.]


'Kenapa kau kemarin tidak langsung terus terang padaku?'


[Karena kemarin belum saatnya Tuan untuk mengetahui.]


Kai sebenarnya setuju dengan alasan yang diberikan oleh Sistem. Bila kemarin dia sudah mengetahui segalanya dari awal, tentu Kai tidak akan merasa hidupnya semenarik ini.


'Btw... Apakah di awal kedatanganku ke sini, semua karyawanku bisa melihat bola prana yang kumiliki?'


[Mereka hanya bisa melihatnya sedikit saja. Karena gurumu telah menyegelnya.]


'Ah... Bang Bonar... Apa yang sebenarnya kau rencanakan?'


[Maaf Tuan. Sistem mendeteksi banyak sekali pertanyaan di benak Tuan. Sayangnya Sistem belum bisa menjawabnya.]


'Ya. Akan lebih menarik jika aku mencari tahunya sendiri,' bisik Kai sambil memperhatikan baju casual yang sedang dikenakan oleh Laela.


"La... Kamu gak pake daleman ya?" tanya Kai sambil menunjuk dua benjolan kecil di dada Laela yang bulat.


Bug!


Laela memukul Kai manja.


"Hei! Aku pasien di sini!" ujar Kai datar.


"Aku diamankan cukup jauh dari Villa. Dan aku langsung buru-buru ke sini begitu diberitahukan soal kondisimu oleh Bibi ART," ucap Laela panjang lebar.


"Emangnya kamu lagi ngapain sampe gak pake baju?"


"Menurutmu?! Ya lagi mandi lah..." Laela bersungut manja.


"La..." merasa gemas melihat ekspresi Laela, Kai beraksi memeluk lalu menyesap bibir seksi Laela. Jujur saja Kai sebenarnya merasa penasaran. Apakah yang akan terjadi bila dia mengaktifkan jalan prana miliknya ketika sedang bercinta.


...— Bersambung —...

__ADS_1


__ADS_2