
[Tentu tidak. Kalaupun Host memaksakan kehendak dengan memanfaatkan kekuatan Sistem. Host hanya dapat memilki cangkangnya, namun tidak akan memiliki isinya. Bagiamanapun Host hanyalah manusia. Host tidak mungkin bisa mendapatkan segalanya.]
‘Itu kau benar. Tapi…’ belum dua bulan Kai mendapatkan Sistem, Kai merasa kalau hidupnya sangatlah mudah serta menyenangkan.
‘Bukankah waktu kau jelaskan padaku kalau Sistem ada untuk mereka yang memiliki keinginan yang kuat?’
[Ya benar Host. Sistem hanya akan didapatkan oleh mereka yang tetap memiliki keinginan serta melakukan usaha walaupun mereka dalam situasi yang paling buruk sekalipun.]
‘Lalu apalah artinya jika pemilik sistem tidak dapat memiliki segalanya,’ tanpa Kai sadari sedikit demi sedikit kekuatannya telah meracuni hatinya. Tanpa Kai sadari. Di dalam dirinya mulai tumbuh parasit yang bernama keegoisan, harga diri, serta ketamakan.
[Janganlah Host menjadi seperti kebanyakan pemilik Sistem lain yang pada akhir hidupnya mereka malah dicap sebagai orang-orang yang kejam, tidak berperasaan, dan juga egois. Padahal di awal Sistem datang pada mereka, mereka memiliki tujuan hidup yang mulia.]
‘Kebanyakan? Bisakah kau salah satunya?’
[Ramses, Napoleon, Hitler, Musolini. Pada awalnya yang mereka inginkan hanyalah kejayaan negaranya. Tapi pada akhirnya Ramses mengakui kalau dirinya adalah Tuhan. Napoleon tak pernah merasa puas dengan wanita dan kekuasaan. Sedangkan Hitler dan Musolini, pada akhirnya Mereka hanya menjadi penjahat perang.]
‘Jadi akupun besar kemungkinan akan menjadi seperti mereka semua?’
[Ya Host. Kebanyakan dari pemilik sistem, di akhir hidupnya hanya bertindak dan berperilaku seperti layaknya binatang yang dapat melakukan segalanya dan ada yang dapat menentang.]
‘Bila aku berubah menjadi seseorang yang seperti itu, apakah yang akan terjadi? Apakah kau akan meninggalkanku?’
[Tidak Host. Sistem tidak akan meninggalkan Hostnya. Tapi Sistem jamin Host tidak akan mendapatkan kebahagiaan seumur hidup Host jika Host pada akhirnya hanya menjadi binatang dalam cangkang kulit manusia.]
‘Adakah kemungkinan pemilik sistem menjadi orang baik?’
[Tidak banyak. Tapi ada beberapa pemilik Sistem sebelum diri Host yang pada akhir hidupnya memilih untuk hidup selayaknya manusia dan tidak bermain peran menjadi seorang Dewa.]
‘Kalau begitu, Aku ingin menjadi bagian dari para pemilik Sistem yang sedikit itu,’ bisik Kai.
[Semoga saja Host dapat melakukannya.]
Bahkan Sistem pun tidak yakin bila Kai dapat menjaga agar segala kuasa yang akan dimilikinya kelak tidak akan meracuni hatinya lebih parah daripada saat ini.
‘Terima kasih telah mengingatkanku Sistem,’ ujar Kai tulus.
[Sama-sama Host.]
“Kai, kusarankan padamu. Sebagai pemimpin dari kami semua, cobalah untuk bertindak dengan lebih dewasa dalam menghadapi segala permasalahan,” saran Udin yang lupa kalau baik dirinya ataupun Kai saat ini masih berusia delapan belas tahun. Bereka berdua pada dasarnya adalah yang termuda dari empat orang sekawan.
➖ 📱📱📱 ➖
Beberapa menit mereka mengobrol ngalor ngidul demi agar Kai dapat mengobati ganjalan di dalam hatinya.
“Kai… Sebenarnya aku sudah tahu sejak beberapa pekan yang lalu kalau Yono sebenarnya sangat mencintai Kika,” jelas Udin.
__ADS_1
“Darimana kamu bisa tahu hal itu?” Kai menenggak gelas miras di tangannya.
“Aku tahu karena Yono sempat curhat sama aku waktu itu saat masih di Cijagung. Tapi untuk perasaan Kika aku tidak tahu,” ujar Udin.
“Kika juga sangat mencintai Yono,” jawab seorang wanita setengah baya yang sedang berjalan di belakang mereka.
“Eh. Mbak Ati!” sapa Udin pada Mbak Ati.
“Kika pernah cerita juga sama aku,” Mbak Ati melanjutkan tanpa menjawab sapaan Udin.
“Kenapa Mbak Ati turun ke bawah? Nggak bisa tidur juga?” tanya Udin kembali.
“Kalian lupa? Kamarku di sebelah kamar Kika. Dan mereka berisik sekali,” jelas Mbak Ati yang langsung disambut uluran segelas minuman dari Kai.
“Terima kasih,” Mbak Ati langsung menikmati minuman yang disodorkan Kai.
‘Oke kalau Kika curhat sama Mbak Ati. Itu masih wajar. Lagipula Kika pernah cerita kalau Mbak Ati udah kayak kakaknya sendiri. Tapi kalau seorang Yono sampai curhat?! Ditambah lagi curhatnya ke si Udin?!’ Kai bertanya-tanya di dalam hati sambil memastikan apakah dia sedang bermimpi.
“Heran kan kenapa Yono mau curhat sama aku?” Udin sudah bisa menebak isi kepala Kai.
“Ya. Tentu saja. Yono begitu irit kalau bicara, dan kamu kan…” jawab Kai.
“Aku apa?” tanya Udin.
“Nggak bisa dipercaya,” bisik Kai pelan.
“Karena nggak ada yang lain,” Kai bercanda.
Ya Udin benar. Walaupun Udin ini konyol dan selengean. Tapi dia adalah orang jujur dan dapat dipercaya untuk diberikan amanah. Tapi tetap saja… Aneh kalau Kai harus berpikir saat Yono curhat sama Udin. Bikin merinding.
Udin sedikit menggeram kesal. Tapi dia yakin kalau Kai memang hanya bercanda. Lalu dia lanjut berbicara.
“Jadi, waktu itu Yono juga cerita alasan kenapa dia mau curhat sama aku.”
“Kenapa katanya?” Kai penasaran. Tidak hanya Kai, ternyata Mbak Ati juga memasang muka serius bersiap untuk mendengarkan.
“Yono cerita kalau dia tidak ingin aku melakukan kesalahan besar seperti apa yang dia lakukan. Sehingga nantinya aku akan berubah menjadi sosok sendu seperti dirinya saat ini,” jelas Yono kembali.
“Memangnya si Yono berubah seperti apa?” tanya Kai yang belum paham.
“Yono cerita kalau dulu dia juga bawel kayak aku,” jawab Udin.
“Ah Masak?!” Mbak Ati memekik turut tidak percaya.
“Iya. Dia bilang begitu. Tapi ya gitu… Cuman gara-gara hanya satu kesalahan saja. Pada akhirnya tanpa dia sendiri sadari, Yono benar-benar berubah. Rasa bersalah yang terus memenuhi hatinya hingga saat ini membuat dia lupa bagaimana caranya tersenyum,” jelas Udin.
__ADS_1
Kai sudah membaca sedikit masa lalu Yono melalui penglihatan detektif. Yono yakin kalau kesalahan yang dimaksud Kai berkaitan dengan almarhum istrinya Yono.
“Bagaimana ceritanya? Apakah ini rahasia?” tanya Mbak Ati penasaran.
Kai menoleh ke arah Mbak Ati yang antusias. Kai merasa sedih saat melihat Mbak Ati datang ke rumah ini. Tapi Kai kini bersyukur karena Mbak Ati tidaklah semendung saat dia datang.
“Si Yono memang tidak banyak cerita. Apalagi soal masa lalunya. Tapi kurasa ini bukanlah sebuah rahasia. Dan kupikir ada baiknya kalian berdua mengetahui hal ini,” Udin mencari alasan yang tepat untuk menjadi manusia ember yang kerap membocorkan rahasia orang.
‘Baru aja dia bilang kalau dia orang yang bisa dipercaya,’ kritik Kai di dalam hati. Kai hanya berani mengkritik di dalam hati karena dia juga penasaran dengan kisah hidup Yono di masa lalu.
“Apakah kamu mau mendengarkannya Kai?” tanya Udin memastikan.
“Tentu saja, aku harus tahu semua yang terjadi pada anak buahku di masa lalu demi objektifitasku,” seperti Udin, Kai mencari alasan yang tepat sebagai kedok dari ke kepo annya.
Udin melirik Mbak Ati penuh arti.
“Aku cewek!” jawab Mbak Ati.
Dua kata yang menjawab semuanya. Cewek mana yang gak seneng gosip dan kepoin hidup orang.
“Satu hal yang mungkin harus kalian tahu terlebih dahulu, Yono sebenarnya adalah Kakak Ipar dari Kika,” Udin mengawali pembicaraannya dengan sebuah fakta yang mengejutkan.
“Loh... Tapi kok... Kika kayak yang nggak tahu?” tanya Mbak Ati.
“Ya. Kika memang nggak tahu. Ada cerita kenapa Yono merahasiakan statusnya ini pada semua orang,” Udin meminta kedua pemirsah untuk sedikit lebih bersabar.
Kai terkejut dengan fakta baru ini. Dia kemudian bertanya pada Sistem.
‘Kenapa penglihatan seorang detektif tidak memberitahukan fakta penting seperti ini saat aku menyelidiki mereka semua melalui penglihatanku?’.
[Ada beberapa hal yang memang sengaja Sistem rahasiakan agar beberapa hal itu dapat menjadi fakta mengejutkan saat Host mengetahuinya.]
‘Padahal sebenarnya kan apa salahnya kalau aku diberitahukan segalanya?’
[Tidak Host. Saat Host mengetahui segalanya. Maka Host bukanlah seorang manusia lagi.]
‘Oh iya… Masih nyambung dengan penjelasan kamu dari tadi ya…?’
[Ya Host. Sistem akan berusaha untuk memberikan Host banyak keunggulan. Namun di sisi lain, Sistem ingin Host tetap merasakan berbagai sensasi sebagai seorang manusia biasa.]
Jawab Sistem masuk akal.
“Jadi…” Udin sengaja menjeda perkataannya untuk membuat kedua temannya itu menjadi penasaran.
“Kisah ini dimulai sejak enam belas tahun yang lalu…”
__ADS_1
➖ Bersambung ➖