
Kini Kai memiliki empat buah Asset. Property Pribadi Kai yakni rumah yang kini sedang dia tempati senilai dua puluh Miliar. Kendaraan Pribadi yaitu mobil limosinnya yang seharga lima puluh Miliar. Adapun lima belas mobil lain yang Kai beli tidak dinilai sebagai aset miliknya. Karena mobil-mobil itu memang digunakan untuk keperluan Laksa dan akomodasi seluruh karyawannya.
Ketiga Laksa Kai sendiri kini memiliki nilai yang ditaksir mencapai sepuluh Triliun. Dan aset terakhir Kai adalah saham senilai empat puluh Triliun dengan total nilai dividen tahunan sekitar 4 triliun rupiah.
Kai semakin puas dengan statusnya saat dia memiliki pengeluaran rutin harian hanya lima persen dari total penghasilan hariannya yakni satu milyar rupiah. Jadi wajar bila tabungan Kai tidak akan pernah ada habisnya.
Sekilas saja, Saldo Bank yang dimiliki Kai saat ini berada di angka lima triliun rupiah dan Universe Coin berada di angka dua puluh lima triliun coin. Sebenarnya ini sudah nggak penting bagi Kai. Karena dengan strategi yang tepat, saldo bank dan universe coin miliknya tidak akan pernah ada habisnya. Hal ini sudah dibuktikan saat Kai membeli saham sejumlah empat puluh triliun hanya dalam tiga hari.
➖ 📱📱📱 ➖
"Kristal," panggil Kai yang masih duduk di meja kerjanya.
"Ya Tuan," jawab Kristal yang duduk di sofa yang ada di ruangan kerja Kai semalaman juga tanpa tidur.
"Kau tampak lelah, tidurlah!" perintah Kai.
"Tapi Tuan, Tuan pun tampak lelah setelah tiga hari ini hanya tidur dan makan sedikit."
"Bukankah kau juga melakukan hal yang sama?" balas Kai.
"Sekarang aku minta kau beristirahat. Aku akan menyusulmu," jawab Kai memaksa.
"Tapi Tuan..."
"By the way..." Kai tidak membiarkan Kristal menyelesaikan alasannya. Walaupun kristal adalah seorang Minion dan bukan manusia. Tapi kristal juga memiliki sifat-sifat manusia di mana Dia pun harus tidur dan juga makan.
"Pelatihan untuk Udin, Yono dan Kika sudah selesai kan?"
"Sudah Tuan..."
"Sebelum kau beristirahat, panggil ketiga sahabatku kemari."
"Baik Tuan."
"Dan ingat..." hambat Kai saat Kristal hendak keluar ruang kerja Kai.
"Kau harus langsung beristirahat," Kai mengucapkan dengan nada yang dingin sedikit mengancam.
➖ 📱📱📱 ➖
Beberapa menit kemudian ketika sahabatnya terlihat memasuki ruangan kerja Kai. Dengan tidak adanya Kristal di sana, Kai menjadi tenang setidaknya Kristal mengikuti sarannya untuk beristirahat.
__ADS_1
"Ada apa kau memanggil kami?" tanya Udin yang tampak lelah. Tidak hanya Udin, ketiga sahabatnya menunjukkan wajah yang kuyu tampak begitu kelelahan. Dan tidak hanya ketika sahabatnya, semua orang yang ada di ruangan ini pun kini memiliki kantung mata yang begitu tebal.
"Aku ingin melakukan sesuatu yang menurutku sangat penting," jawab Kai.
"Apa itu?" tanya Kika
"Aku ingin membuatkan kalian tattoo sebagai pertanda kalau kalian adalah bagian dari laksaku," jawab Kai.
"Wah... Tattoo?!" Udin terkejut sambil mencari alat pembuat Tattoo tapi tidak menemukannya.
"Lama dong..." keluh Udin mengeluh. Dia sudah ingin cepat-cepat beristirahat panjang.
"Aku punya cara dan bisa melakukannya dengan cepat," jawab Kai.
"Bagaimana caranya?" tanya Kika penasaran akan kejutan apa lagi yang akan Kai tunjukkan.
"Nanti kalian akan melihatnya sendiri. Tapi sebelumnya aku ingin bertanya, setelah mendapatkan pelatihan dari Kristal,"
'Dan setelah ditanamkan insight dariku' tambah Kai dalam hati.
"Apa yang ingin kalian lakukan selanjutnya untuk mengembangkan laksa yang kalian pimpin?"
Yono dengan Cepat langsung menjawab pertanyaan dari Kai, "Aku akan mulai mengerahkan para anak buahnya untuk memetakan area kekuasaan di sekitar basecamp kita."
"Ya. Kami akan coba mencari tahu lapak yang masih bisa dibeli dan mana yang harus direbut dengan paksa," jelas Yono yang sudah memahami cara kerja dunia jalanan.
"Area kekuasaan bisa dibeli?" tanya Kika yang baru denger.
"Iya. Area parkir, pasar, terminal. Semuanya bisa dibeli jika harganya cocok. Kita tidak perlu menggunakan kekerasan," jawab Yono.
"Hooo..." Udin juga baru tahu akan hal itu.
"Lalu?" tanya Kai.
"Itu dulu. Kami akan mulai dengan area kecil dulu dan memaksimalkan anggota yang ada. Setelah itu barulah kami akan memperluas kekuasaan sedikit demi sedikit sambil terus menambah anggota Laksa. Karena semakin luas area yang kami urus, kami memerlukan semakin banyak anggota."
"Ok. Gaskeun. Tapi ingat! Lima puluh milyar per hari bukan jumlah yang kecil. Kau bisa menambah area kekuasaan dengan cepat," jawab Kai.
"Tidak bisa Kai. Aku terpaksa menolak suntikan dana darimu." tolak Yono.
Kai diam bersiap mendengarkan alasan Yono menolak dana yang hendak dia suntikkan setiap hari.
__ADS_1
"Dengan uang besar. Semuanya bisa didapat dengan cepat. Tapi kesetiaan dan rispek tidak bisa dibangun dalam sehari. Uang yang kau tawar kan terlalu besar," jelas Yono.
"Jadi kau butuh berapa?"
"Aku belum tahu. Tapi aku tidak ingin mrmbakar uang dengan percuma," jawab Yono.
"Ya sudah. Aku tidak akan memodalimu kalau kamu nggak minta," jawab Kai.
"Aku setuju."
"Tapi, berapapun modal yang kamu butuhkan, aku siap memberikan. Kamu bisa kontak aku atau Kristal langsung," tutup Kai.
"Siap."
"Kalau kamu Udin?" Kai lempar pertanyaan pada Udin.
Udin menjawab kalau dia juga tidak membutuhkan suntikan dana besar untuk saat ini. Dia akan melakukan perekrutan karyawan terlebih dahulu.
Dan tidak Kai sangka, Kika juga mengatakan hal yang sama persis dengan apa yang dikatakan oleh Tono.
Kai pada awalnya memang berniat menggelontorkan dana dengan cepat demi menaikkan levelnya. Namun tak disangka. Ternyata insight ahli manajemen bukannya membuat mereka sanggup menghamburkan uang, malah sebaliknya. Membuat mereka memilih untuk berhemat.
Ya sudah lah... Toh memang Kai tidak berniat membuat bisnis start up yang menjual saham semu tanpa sedikitpun mampu mencetak keuntungan.
"Tapi Kai... Setelah perekrutan karyawan selesai, aku ingin mencari property untuk disewa sebagai kantor," tambah Udin.
"Tidak perlu sewa. Beli saja!" jawab Kai ringan.
"Aku paham kalau memang akan lebih menguntungkan kalau kami membeli property. Tapi..."
"Modal gak usah dipikirin," tegas Kai tahu apa yang ingin dikatakan oleh Udin.
"Kalau bisa... Belilah satu gedung di tengah kota. Setidaknya, kalaupun kalian tidak akan memakai gedung itu, pertambahan harga property nya tentu akan menguntungkan. Selain itu kalian bisa menyewakannya." tambah Kai pada Udin.
"Baiklah... Tapi untuk membeli sebuah gedung akan memerlukan perizinan yang panjang. Kami akan coba membeli property biasa dulu di sekitar sini," jawab Udin dengan maksud agar bisnisnya segera dapat berjalan.
"Ya. Aku setuju," Kai mengangguk paham.
"Jadi karena kalian semua tampaknya sudah matang mengetahui langkah-langkah yang hendak kalian lakukan, aku ingin membuat kalian tattoo sekarang," tutup Kai.
Kai merasa puas dengan jawaban dari para sahabatnya yang kini sudah tahu langkah apa saja yang harus mereka lakukan untuk kedepannya. Ternyata memang insight yang ditanamkan oleh Kai pada mereka Langsung menghasilkan efek yang luar biasa. Walaupun di sisi lain kain merasa tidak puas karena para sahabatnya menolak modal tidak terbatas yang siap dia gelontorkan.
__ADS_1
➖ Bersambung ➖