
Tak lama kemudian Kai akhrinya sampai ke lantai dua. Masih dengan berjalan cepat, Kai melesat menuju ke kamar Kika. Situasi hati yang sedang bergejolak membuat nafas Kai sedikit memburu dikarenakan emosi dan hawa nafsu.
‘Eh!’ Kai melihat kalau kamar Kika sedikit terbuka.
‘Lampunya masih nyala,’ Kai menyimpulkan kalau Kika begadang dan belum tertidur karena lampu kamarnya masih menyala terang. Berbeda sekali dengan kamar Yono, Mbak Ati, dan Udin dimana dari sela-sela pintu Kai tidak melihat nyala terang lampu sama sekali.
Kai berjalan perlahan mendekati kamar Kika. Disamping merasa lega kalau Kika belum tidur karena dia ingin menanyakan sebuah hal yang bagi Kai ini sangatlah penting. Tapi di sisi lain, ada perasaan aneh yang meminta Kai untuk tidak mendekati pintu kamar Kika.
“Ah… Ah… Ah…” suara manja Kika dalam balut kenikmatan seketika terdengar saat Kai hanya berjarak beberapa langkah dari gerbang kamar.
Tidak itu saja, suara tumbukan kulit dari dalam kamar membuat Kai bisa langsung menebak apa yang sedang Kika lakukan di dalam sana.
Kai kini benar-benar sampai di gerbang pintu kamar Kika. Dari sela pintu yang sedikit terbuka, Kai bisa melihat sosok lelaki gagah yang sedang bergerak non lokomotor di hadapan sosok perempuan yang sedang berbaring pasrah.
Kai tidak bisa melihat dengan jelas sosok yang sedang bergerak di hadapan Kika itu. Walaupun Kai sudah bisa menebak siapakah sosok itu. Tapi Kai enggan berspekulasi karena ada banyak lelaki di dalam rumah ini. Selain Kai, Udin, dan Yana. Masih ada ratusan anak buah Yono dan beberapa karyawan Kai yang berkelamin lelaki.
Kai dekatkan wajahnya ke celah pintu agar dapat melihat dengan lebih jelas wajah pria tersebut. Namun sebelum Kai benar-benar melihatnya, kalimat yang diucapkan Kika membuat Kai mengetahui siapakah pria tersebut.
“Yono… Plisss… Terus… Enak…” Kika berbisik.
“Aku sayang banget sama kami Kika… Kenapa kamu… Ah… Baru menyadarinya sekarang?”
“Aku juga Yono… Aku juga sangat sayang sama kamu…”
__ADS_1
Kai sudah tahu dan mendapatkan jawaban dari semuanya. Dia tahu kalau pria yang sedang menumbuk Kika adalah Yono. Sahabatnya sendiri dan mantan preman penguasa Cijagung. Selain itu, Kai juga sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan apakah Kika dan Yono benar-benar saling mencintai.
Tapi tetap saja Kai memajukan kepalanya demi untuk melihat dengan lebih jelas bagaiman Yono dan Kika sedang bermanis manja. Kai dengan jelas dapat melihat bagaimana tubuh kedua insan berbeda usia jauh itu bersimbah peluh saat beradu nafsu.
‘Argh… Beginikah rasanya?’ bukan sekali dua kali Kai merasa sakit hati. Tapi baru kali ini Kai merasa hatinya sakit sekali karena tidak dicintai oleh seorang wanita. Wanita pertama dalam hidupnya.
Kai sebenarnya tahu. Kalau sebagai pemilik Sistem. Dia bisa mendapatkan tubuh Kika dengan segala keunggulan yang dimiliki olehnya. Terlebih lagi posisi Kika dan Yono saat ini adalah bawahannya dimana tidak mungkin seorang bawahan dapat menentang atasan yang memiliki kuasa selayaknya Kai. Tapi ini bukan sekedar menikmati ‘rasa’ dari seorang wanita. Sebuah fakta yang mengatakan kalau Kika mencintai orang lain dan bukan dirinya sungguh telah benar-benar menyakiti harga dirinya sebagai seorang yang luar biasa.
Kai mengepalkan tangannya kuat hingga bergetar. Kai lalu menggenggam gagang pintu kamar Kika. Ingin sekali Kai menerobos masuk dan mengganggu kegiatan mereka. Mencabik tubuh Yono sebelum menikmati Kika secara paksa. Tapi tepat sesaat sebelum Kai hendak membuka pintu lebih lebar, Kai merasakan ada seseorang yang memegangi bahunya dengan kuat demi menghalangi Kai lanjut memasuki kamar.
“Terimalah Kai! Kika tidak pernah mencintaimu!” bisik suara lelaki tiba-tiba pada Kai.
“U… Udin… Kau belum tidur?” tanya Kai.
“Turun yuk… Mungkin kamu cuman perlu udara segar,” ajak Udin yang mengetahui kalau Yono dan Kika telah melakukan kegiatan bercocok tanam selama beberapa jam.
Udin mengajak Kai menjauhi kamar Kika karena dia memaklumi rasa sakit hati yang dialami oleh Kai. Tapi di lain sisi, dia juga tidak akan memaklumi jika Kai bertindak sewenang-wenang dengan menghalangi jalinan cinta antara Yono dan Kika. Dua anak buah yang sebenarnya kini sedang Kai pikirkan betul-betul masa depannya.
➖ 📱📱📱 ➖
Di Bar yang terdapat di area lantai satu istana milik Kai. Udin dan juga Kai tampak bersantai sambil mensesap rokok dan juga meminum bir dingin. Barusan setelah Udin menyarankan Kai untuk tidak masuk ke dalam kamar Kika, Kai menuruti permintaan Udin dan membiarkan Yono dan Kika melanjutkan kegiatan saling mengantarkan hasrat.
“Apakah kamu benar-benar mencintai Kika?” tanya Udin santai sambil menghembuskan asap rokoknya.
__ADS_1
Kai terdiam sejenak. Dia tidak bisa menjawab. Kai sendiri saat ini merasa kebingungan dengan segala macam perasaan yang dia alami. Kai tidak mengetahui apakah Kika di dalam hatinya adalah Cintanya ataukah sekedar wanita koleksinya. Kai tidak paham kalau rasa sakit yang dia alami apakah karena putus cinta, ataukah sebuah rasa yang sama seperti seorang anak kecil yang tidak bisa mendapatkan mainan yang disukainya.
“Sepertinya Iya!” Kai menjawab dengan penuh ragu. Udin langsung menerka bahwa Kai sebenarnya juga tidak menyimpan rasa terhadap Kika. Hanya saja Kai belum bisa membedakan antara cinta dan nafsu. Antara kenyamanan abadi dan nikmat sesaat.
“Kai, mungkin kamu bisa memiliki tubuh Kika dengan segala kuasamu. Tapi kamu tidak akan pernah memiliki hatinya,” Udin mengatakan hal yang sudah Kai sadari sedari tadi. Disamping itu, semenjak lama Kai sebenarnya juga sudah melihat sendiri bagaimana Kika hanya memiliki skor cinta pada dirinya tiga puluh lima saja. Padahal Kai sudah meniduri Kika sebanyak tiga kali.
‘Apakah dapat meniduri seorang wanita bukan sebuah pertanda dari cinta?’ Kai bertanya dalam hati.
[Tentu tidak Host. Sistem sudah menjelaskannya jauh-jauh hari. Intinya, nafsu dan cinta adalah dua hal yang benar-benar berbeda.]
‘Bagaimana membedakannya?’
[Cara paling sederhana. Cinta tidak akan membuat seseorang ingin memiliki. Cinta hanya mengharapkan kenyamanan dan kebahagiaan sosok yang dicintai walaupun itu berarti harus merelakannya pergi.]
Kai lalu berpikir dan menilai apa yang dirasakannya saat ini.
‘Itu berarti, dengan aku tidak ingin merelakan Kika meraih kebahagiaannya. Ingin terus memiliki Kika seutuhnya itu bukan Cinta?’
[Bukan Host. Itu adalah rasa egois dan harga diri. Setelah memiliki Sistem, Host merasa kalau Host dapat memiliki segalanya. Dan kini Host merasa kalau Kika tidak mungkin bisa Host miliki seutuhnya.]
[Kekuatan sistem adalah sebuah kekuatan yang akan menguji Host. Apakah kekeuatan Sistem akan membuat Host menjadi seorang diktator yang ingin mendikte segalanya. Seorang Penguasa yang ingin menguasai segalanya. Ataukah Host akan menjadi seorang Raja yang ingin memiliki segalanya.]
‘Apakah sistem tidak bisa membuat seseorang memiliki segalanya?’ tanya Kai pada Sistem.
__ADS_1
➖ Bersambung ➖