
...• Bab 26 •...
...Altar Berdarah...
...– Bagian 2 –...
...•••...
...[Rating 21+]...
...Selain mengandung unsur kekerasan fisik dan juga kekerasan psikis, cerita ini juga dibumbui oleh hubungan tanpa ikatan pernikahan serta berbagai unsur yang berhubungan dengannya....
...Walaupun banyak referensi yang diambil dari fakta juga sejarah di dunia nyata. Tapi cerita ini merupakan sebuah kisah fiksi yang terjadi di alam semesta yang berbeda dengan dunia nyata....
...•••...
Melalui jendela lantai dua rumah barunya. Kai melihat ada kehebohan yang tidak biasa. Kai duga kalau apa yang dia lihat bukanlah sebuah kehebohan yang diakibatkan oleh persiapan pernikahan antara Yono dan juga Kika.
"Ada apa ya di sana?" tanya Kai yang hanya mengenakan kimono tanpa mengenakan apapun lagi pada Kristal yang sedang mengaitkan penyangga gunung kembar di dadanya.
"Sebentar Tuan, aku tanyakan dulu pada Yayan,"
jawab Kristal yang baru saja selesai menaikkan penutup lahan lembab berumput hitam jarang-jarang.
Kristal lalu bertanya pada Yayan melalui telepon genggamnya tanpa lebih lanjut mengenakan pakaiannya. Membiarkan keseksian yang tak berhasil ditutupi oleh dua potong dalaman berwarna pastel.
Kristal tampak serius mendengarkan penjelasan dari Yayan yang lumayan panjang, lalu berkata pada Kai, "Kata Yayan, sudah lebih dari dua jam Dede menghilang. Besar kemungkinan Dede diculik. Hanya saja entah Dede diculik oleh Mbak Babysitter atau oleh orang lain."
__ADS_1
Kai terdiam sejenak lalu bersuara, "Ku pikir tidak mungkin kalau Mbak Babysitter menculik Dede. Jadi kemungkinan besar mereka berdua telah diculik oleh seseorang."
Kai dapat menyimpulkan seperti itu karena salah satu kemampuan spesial yang dia miliki membuat Kai dapat menilai sifat dan kelakuan seseorang secara akurat. Dan berdasarkan yang Kai tahu. Mbak Babysitter adalah orang yang sangat jujur dan bertanggung jawab. Sehingga dia tidak mungkin melakukan penculikan terhadap Dede.
"Apakah kau mau turun ke bawah untuk membantu Yono?" tanya Sila yang baru selesai mandi. Dengan sangat kurang ajar Sila hanya mengalungkan handuknya di batang leher jenjangnya. Sehingga bagian-bagian terseksi dari tubuh Sila tidak tertutupi oleh apapun juga. Sebagai pria normal. Tentu yang dilakukan oleh Sila cukup untuk membuat Kai refleks meneguk ludahnya sendiri.
"Nggak perlu. Untuk kali ini sebaiknya kubiarkan Yono untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri," jawab Kai sambil mengalihkan pandangannya kembali ke arah jendela. Menolak untuk terhipnotis oleh dua sosok cantik di dalam kamarnya yang semalam tadi baru saja melayaninya hingga berjam-jam.
Yono adalah seorang pria. Dia juga adalah orang yang akan bertanggung jawab penuh atas hidup Kika dan juga anaknya. Ditambah lagi, Yono juga merupakan seorang pemimpin Laksa. Sehingga dia pun tentu mempunyai harga diri dimana sebuah bantuan yang berlebihan hanya akan membuat martabatnya tergores.
'Sistem. Tolong berikan Yono insight yang bisa membuatnya menemukan Dede segera,' Kai meminta bantuan Sistem. Walaupun Kai harus menghargai Yono. Akan tetapi tetap saja Kai tidak tidak mungkin membiarkan Yono menyelesaikan masalahnya tanpa dibantu sama sekali.
[Baik Host.]
[Lima buah Insight telah ditanamkan.]
Luar biasa. Lima buah Insight diberikan oleh Sistem sekaligus demi membantu Yono dalam melacak keberadaan para penculik. Sejak Kai mencapai level maksimal. Sistem memang selalu memberikan Kai lebih dari apa yang Kai minta. Dan ini bukanlah hal yang buruk. Melainkan sebuah hal yang bagus. Sangat bagus.
...•••...
Di atas motor trail yang dikendarainya, mata Yono terlihat kosong tanpa pikiran. Bila kita perhatikan warna wajah Yono yang pucat. Maka jelaslah tersirat kalau Yono memang tidak tahu hendak pergi ke arah mana.
Yono hanya kebingungan. Yang bisa dia lakukan saat ini cuman mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi tak tentu arah.
Di tengah ketidakpastian tersebut. Kornea mata Yono tiba-tiba mengecil. Insight yang dikirimkan oleh Kai barusan akhirnya sampai juga pada Yono.
Yono merasakan ada perubahan dalam dirinya. Yono tiba-tiba merasa kalau instingnya telah menguat. Yono mendadak seperti yang tahu dia harus ke mana untuk menemukan para penculik Dede dan juga si Mbak.
__ADS_1
Pikiran Yono tiba-tiba menganalisa segalanya dengan begitu mendetail. Seakan Yono sendiri lah yang menjadi penculiknya.
"Dede dan Mbak diculik pada pagi hari. Tempat yang paling sepi dan cocok untuk melakukan penculikan adalah di gang itu. Lima ratus meter dari taman. Dan pagi hari di daerah ku sebenarnya sudah cukup ramai. Sehingga besar kemungkinan mereka berdua diculik dalam kecepatan yang cukup tinggi menggunakan mobil yang cukup besar agar bisa menutupi kejadian penculikan. Kalau sudah selama ini seharusnya mereka sudah berada di tempat yang sangat jauh. Tapi ada satu variabel yang dapat membuat mereka masih berada di dekat sini. Yaitu kecantikan yang dimiliki oleh si Mbak. Jika kecantikan si Mbak bisa membuat mereka tergoda dan lengah. Maka tempat terbaik untuk mereka menggarap ladang si Mbak adalah komplek ruko yang ada di sana!' Yono berpikir mantap. Menilai segala detail variavel yang ada.
'Sebaiknya aku pergi ke sana dulu! Kalau mereka tidak ada di sana, barulah aku langsung pergi keluar kota!' simpul Yono yang dengan tatapan penuh keyakinan langsung mempercepat laju motornya.
...•••...
Yono menetralkan gigi lalu mematikan motornya beberapa meter dari sebuah komplek ruko tua yang berada agak jauh dari jalan utama. Yono membiarkan motornya meluncur dalam sisa-sia kecepatan laju sebelumnya.
Komplek ruko ini sebetulnya cukup luas dan menjanjikan untuk dijadikan target investasi properti. Akan tetapi posisinya yang agak jauh dari jalan utama membuat komplek ruko ini menjadi kurang diminati.
Akhirnya komplek ruko ini hanya digunakan oleh beberapa perusahaan kecil saja. Yono menduga, besar kemungkinan perusahaan-perusahaan itu adalah sebuah perusahaan boneka yang digunakan untuk menutupi usaha gelap yang dilakukan oleh geng-geng kecil yang beroperasi di area sekitar sini.
Motor Yono berhenti dan terparkir tepat di sebelah mobil van berwarna hitam.
"Ini dia!" keyakinan Yono menguat saat melihat bentuk dari van ini yang Yono nilai begitu cocok bila digunakan untuk menculik seseorang.
Yono turun dari motornya tanpa bersuara. Kemudian dengan berhati-hati dia masuk ke dalam sebuah gang yang berada di antara dua buah ruko yang yang kedua temboknya tidak menyatu.
Yono melihat sebuah majalah di atas tempat sampah. Yono mengambil majalah itu lalu merobek satu buah halaman majalah. Yono melipat lipat halaman tersebut hingga membentuk segitiga dengan kaki yang sangat panjang.
Dengan menggunakan kukunya, Yono mengukir-ngukir salah satu sisi lipatan kecil majalah itu. Terlihat seperti gerakan seseorang yang sedang meraut dan menajamkan sesuatu.
Suara decitan mengerikan terdengar setiap kali Yono mengurut salah satu sisi halaman majalah itu. Yono barusan tidak sempat membawa senjatanya. Dan selembar majalah ini akan Yono gunakan sebagai senjata seadanya.
Pertanyaannya... Emang bisa?
__ADS_1
...• Bersambung •...