
“Tuan! Nona Sila!” teriak Kristal yang berlari bersama Yeyen menghampiri Kai.
“Ya. Tapi waktunya nggak banyak. Sepertinya aku akan pergi sendiri,” ujar Kai sambil memasuki ke dalam rumahnya.
Singkronisasi antara Kai dan para Minionnya sekarang sudah di tingkat mereka bisa mengetahui bahaya yang sedang dialami oleh Kai dan para koleganya.
“Bisakah Tuan membawa kami?” tanya Yayan coba menyusul Kai.
“Tidak. Aku akan menggunakan kemampuan spesial baruku. Aku tidak bisa mengambil resiko,” jelas Kai pada Yayan. Mendengar penjelasan tuannya, Yayan berangsur mundur walaupun sedikit kecewa.
➖ 📱📱📱 ➖
Sesampainya di dalam ruang kerjanya. Kai sempat mengecek kondisi sekitar sejenak. Menutup jendela agar tidak ada seorangpun yang dapat melihat apa yang hendak dia lakukan.
Kai lalu memejamkan matanya. Dia coba untuk berkonsentrasi menggunakan kemampuan spesial barunya. Kemapuan spesial Kai nomor sembilan belas. Sebuah kemampuan spesial yang bernama Teropong Semesta.
Dengan kemampuan spesial ini Kai dapat melihat kondisi alam semesta dengan mengkonsentrasikan pikiran dan memejamkan matanya. Kemampuan Spesial ini memiliki kekuatan yang biasa digunakan oleh para dukun untuk mencari keberadaan barang yang hilang, buronan, ataupun keberadaan seseorang yang sedang dicari.
Dengan mata yang terpejam. Kai dapat melihat segalanya. Bagaikan sebuah drone yang bergerak cepat dia menulusuri seluruh kota Bandung. Kai merasa sedikit pusing. Hidungnya mimisan karena dia harus segera menemukan Sila yang entah ada dimana.
Merasa tidak bisa menemukan Sila di Bandung. Kai terus berkonsentrasi mencari ke kota dan desa sekitar. Hingga sampailah dia ke Purwakarta. Di sebuah gudang kosong yang biasa digunakan oleh berbagai pabrik yang ada di sana. Kai melihat Sila sedang terikat di atas sebuah kursi.
Di sekitarnya ada beberapa pria yang tampak tersenyum dan beberapa di antaranya tertawa terbahak-bahak. Dari senjata tajam yang para pria itu mainkan. Sepertinya mereka sedang mengancam Sila. Dan bila kita melihat betapa cantiknya Sila saat itu. Tentu kita tahu apa yang sedang mereka katakan.
Bagi orang-orang seperti mereka. Sila adalah orang yang terlalu cantik untuk dibunuh begitu saja. Tentu saja mereka akan menginginkan hal lain yang seluruh pikiran kotor pria pikirkan sebelum benar-benar menghabisi nyawa Sila.
Kai lalu berkata di dalam hatinya, ‘Semoga saja ini bisa dilakukan.’
‘Pulung!’ pekik Kai saat mengkonsentrasikan teropong semesta pada bahu Sila.
__ADS_1
Zap!
Kai berhasil. Dia berhasil mengkombinasikan kemampuan spesial teropong semesta dan pulung. Kai kini telah berteleportasi tepat di sebelah Sila.
“Hmfh!” Sila terbelalak melihat Kai tiba-tiba muncul di sebelahnya. Mulutnya yang sedang disumpal membuat Sila tidak bisa mengungkapkan keterkejutannya dengan lebih jelas.
Dengan kemampuan spesial seorang detektif Kai menyelidiki identitas setiap orang yang ada di sana.
‘Hmmm…; ternyata mereka semua adalah anggota PMI. Pemuda Mandiri Indonesia. Sebuah ormas yang menjadi penguasa di Kota Bandung setelah Keluarga Prayoga. Ormas yang sering berbenturan dengan Laksa Perkasa akhir-akhir ini.
Kai mencoba mencari sosok yang paling bertanggung jawab dengan kejadian ini. Pemimpin mereka yang bernama Sandi. Tapi Sandi tidak ada di ruangan tersebut.
“Menyerah, atau kalian semua akan aku habisi dalam lima detik,” ancam Kai pada lima belas orang pria yang berada di ruangan tersebut.
Kai sudah memperhitungkan segalanya melalui Kemampuan Spesial Penglihatan Seorang Matematikawan yang dimilikinya.
Mereka semua masih terkejut dengan kemunculan Kai yang tiba-tiba. Mereka benar-benar merasa ketakutan. Karena hanya para jawara tingkat tinggi yang dapat berpindah tempat secara sekejap seperti yang dilakukan oleh Kai.
“Haha…” sadar dengan kekonyolan mereka akibat sempat terkejut tadi. Salah seorang dari mereka yang sepertinya merupakan atasan dari keempat belas orang lainnya langsung tertawa. Selain mentertawakan Kai, dia juga mentertawakan kekonyolannya barusan.
“Baru punya ilmu segitu aja kamu udah sombong banget sih…” ejek pemuda itu sambil ditutup dengan tawa.
Apa yang dikatakan sang atasan membuat keempat belas orang lainnya turut tertawa. Tidak hanya Sandi yang berilmu tinggi dan merupakan calon dari penguasa dunia bawah di Indonesia. Di kelompok mereka, ada banyak orang yang memiliki ilmu kanuragan tingkat tinggi. Sehingga kini Mereka benar-benar berani meremehkan kemampuan Kai yang kini sedang menatap tajam ke arah mereka.
“Benarkah kalian berani menghadapiku?” tanpa menggunakan kemampuan spesialnya, Kai coba memberikan intimidasi dengan nada suara yang dingin serta keinginan membunuh yang kuat.
Intimidasi yang diberikan oleh Kai bukan berasal dari kemampuan spesial tapi berasal dari rasa percaya diri dan juga keinginan untuk membunuh yang dimiliki oleh Kai. Namun itu semua sudah bisa membuat setengah dari para pria yang ada di sana menelan salivanya karena kerongkongan yang mendadak tercekat dan mengering.
Melihat kelima belas orang di sana mematung dan waspada akibat mereka menunggu pergerakan pertama yang akan dilakukan oleh Kai.
__ADS_1
Kai akhirnya menyempatkan dirinya untuk membebaskan Sila. Dengan Bela Diri Kuno yang dia miliki. Kai lalu memutus tali yang mengikat tangan Sila dengan telunjuk yang sudah dialiri tenaga dalam. Lalu Kai sembuhkan seluruh luka dan juga rasa letih yang dialami Sila dengan kemampuan spesial dokter sihir.
Melihat luka lebam dan luka gores yang Sila alami mendadak sembuh. Seluruh preman kembali mundur selangkah. Kejutan apa lagi yang Kai tunjukan di hadapan mereka semua.
‘Si… Siapa Orang ini? Sesakti apakah dia?’ bisik pria yang menjadi atasan dari seluruh preman di sana.
Pria itu kini kembali ragu. Memang benar dia memiliki ilmu kanuragan. Tapi ilmunya tidak setinggi Kai. Memang benar Sandi bisa jadi sama kuat atau bahkan lebih kuat dari Kai. Tapi Sandi tidak ada di sini. Bagaimanapun dirinyalah yang sedang terancam nyawanya saat ini. Bukan Sandi.
Dan yang lebih membuatnya waswas. Dia tidak bisa merasakan pancaran prana dari diri Kai. Ini pertanda dua hal. Ilmu prana Kai terlalu tinggi untuknya sehingga Kai dapat menyembunyikan pancaran prananya. Atau memang Kai tidak memiliki prana sama sekali.
Tapi melihat apa yang dapat dilakukan oleh Kai hingga saat ini. Dia menduga sangat tidak mungkin kalau Kai tidak memiliki Prana sama sekali.
“Kai terima kasih,” bisik Sila saat Kai sudah membukakan penyumpal di mulutnya.
“Tetap duduklah di sana. Dan pejamkan matamu,” ujar Kai pada Sila.
“Tapi Kai…” Sila protes karena dia sudah terbiasa melihat pembunuhan dan penyiksaan yang dilakukan oleh keluarganya pada siapapun yang macam-macam dengan keluarga Prayoga.
“Tutuplah… Ini akan jauh lebih mengerikan daripada yang pernah kau alami. Aku sedang kesal,” jelas Kai dingin.
Sila mendadak merinding akibat hawa pembunuh yang semakin pekat terpancar dari dalam diri Kai. Kai kemudian memejamkan matanya.
[Tuan. Benarkah Kau akan melakukannya?]
Tanya Sistem pada Kai. Di awal kedatangan Kai dan Kika ke Kota Bandung. Kai sempat mencoba melakukan sesuatu yang membuat tubuhnya berkeringat hebat akibat rasa sakit yang diakibatkan kemampuan spesial yang dia cobakan pada dirinya sendiri.
‘Benar! Aku ingin menyelesaikan ini dengan cepat,’ jawab Kai.
Kai melesat dengan kemampuan spesial bela diri kuno. Ilmu peringan tubuh yang di miliki Kaimembuat pergerakannya tidak bisa dilihat oleh semua orang yang ada di sana.
__ADS_1
Dan tiba-tiba saja…
➖ Bersambung ➖