Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 24 : Laksa Utama dan Keluarga Prayoga (Bagian 7)


__ADS_3

"Dan sebenarnya. Sangat sayang sekali kalau kita mendeklarasikan berdirinya kerajaan hanya di wilayah ini. Padahal aku dan Udin sudah membeli banyak property. Ditambah lagi Yono juga sudah menguasai banyak wilayah," tambah Kai.


Kristal lalu menampilkan sebuah peta di layar presentasi.


"Untuk merebut Cijagung. Kita harus mengepung wilayah kekuasaannya terlebih dahulu," jelas Kristal sambil menunjuk wilayah yang harus mereka kuasai sebelum merebut Cijagung.


"Dan untuk saat ini. Tanah yang kita miliki tidak terpusat dan tercerai berai," lanjut Kristal saat layar presentasi menunjukkan bagian peta yang diwarnai bidang-bidang hijau di banyak bagian.


"Ini adalah property milik Tuan Udin."


Lalu bidang peta yang berwarna hijau semakin bertambah banyak saat Kristal mengatakan, "Ini kalau ditambahkan dengan property milik Tuan Kai dan Nona Kika."


Kemudian muncul bidang yang begitu besar berwarna merah di atas peta.


"Dan ini adalah wilayah kekuasaan dari Tuan Yono."


"Jika disatukan. Wilayah kita sebenarnya sudah sangat besar," jelas Kai.


"Sayangnya wilayah kekuasaan Yono ini adalah wilayah gelap. Bukan wilayah yang resmi tercatat dan diakui bukan?" bantah Udin.


"Aku bisa saja menekan pemilik tanah di wilayah kekuasaanku untuk menjual tanahnya pada kita," Yono membela integritasnya di mata kawan-kawannya.


"Ya. Aku baru mau memintamu untuk melakukan itu," sambung Kai membenarkan apa yang dikatakan Yono.


"Lalu Udin. Kalau kita melihat seluruh warna ini. Kita belum benar-benar menyatukan wilayah kita. Dan untuk itu kamu harus membeli lebih banyak tanah lagi. Namun kali ini, bukan potensi pertambahan harga yang kamu harus perhitungkan. Melainkan bagaimana caranya wilayah kita yang tercerai berai ini dapat disatukan."


"Baik. Tapi ini kan hanya di Bandung. Sebenarnya kan aku masih menyimpan peroperty di kota lain."


"Yang terlalu jauh. Untuk sementara ini kita biarkan saja dulu."


"Baiklah..." Udin memainkan pulpen di tangannya sambil mengingat wilayah-wilayah yang harus dia ambil alih.


"Eh! Tunggu sebentar!" Sila berkata seperti teringat sesuatu.


Sila langsung berdiri lalu mendekati layar.


"Kalau nggak salah di bagian ini sampai sini adalah milik keluarga Prayoga deh. Kalau benar. Aku bisa minta ke Papah buat jual property ini kepada kita."


"Sebentar. Saya cek dulu sebentar Nona," Kristal menanggapi.


"Oh iya benar! Sebentar saya akan coba tampilkan di layar," lanjutkan Kristal yang menampilkan warna biru sebagai tanda tanah milik keluarga Prayoga."


"Benarkah kau bisa melakukannya Sila?" tanya Kai senang pada Sila.


"Gampang... Aku pasti bisa bujuk Papah..." jawab Sila bersemangat. Dia senang karena dia bisa berguna.

__ADS_1


"Jadi kalau dihitung dengan wilayah yang dimiliki oleh keluarga Prayoga. Ditambah dengan wilayah yang kini dikuasai oleh Yono. Maka yang harus kau beli hanya wilayah sini sampai sini. Itu hanya 25% saja," Kai memberikan instruksinya pada Udin.


"Siap," jawab Udin.


"Kalau kita sudah menguasai seluruh wilayah ini. Berarti selanjutnya kita tinggal mendeklarasikan diri sebagai sebuah kerajaan baru. Setelah itu tinggal kita bergerak untuk mengambil alih tanah dari sini hingga ke Cijagung," tangan Kai mengular menunjuk peta hingga Cijagung.


Mereka semua mendadak kompak mengurut kepala mereka karena dipaksa berpikir.


"Untuk sekarang kita masih belum tahu bagaimana caranya. Tapi coba saja kita asumsikan kalau kita dapat menggunakan cara yang sama. Sehingga aku minta agar Udin serta Yono agar bergerak lebih dahulu."


"Siap," Yono dan Udin kompak menjawab.


"Udin kutugaskan untuk membeli property sebanyak-banyaknya. Selain itu jangan lupa menanamkan modal tak masuk akal yang tidak mungkin dibayar kepada para pemilik tanah yang ada di sekitar sini. Sehingga walaupun mereka tidak menyerahkan tanah mereka. Mereka tetap berada dalam jerat kekuasaan kita."


"Siap," Udin langsung paham.


"Dan Yono. Kau cobalah untuk menguasai lebih banyak wilayah dari bawah. Dan setelahnya. Lakukan tekanan agar para pemilik tanah di wilayah tersebut mau menjual tanah mereka pada kita."


"Siap," jawab Yono cepat.


"Kira-kira kalian bisa menyelesaikan ini semua berapa lama?"


"Aku memprediksi. Tahap pertama akan memakan waktu maksimal tiga bulanan tergantung ketersediaan dana," jawab Udin.


"Jangan pernah kau memikirka masalah dana! Kayak yang nggak tahu aja kalau danaku tak terbatas." jawab Kai.


"Dua bulan," bantah Yono.


"Dengan tekanan yang Laksaku berikan dari bawah. Kupikir kita akan bisa melakukannya satu bulan lebih cepat," jelas Yono.


"Baiklah. Dua bulan," sahut Udin sambil mengangguk.


"Bagus," Kai mengangguk senang.


"Lalu untuk tahap ketiga. Kita akan mengambil alih wilayah di seluruh Cijagung. Kecuali yang dimiliki oleh Juragan Agung. Sehingga kita terlebih dahulu akan memberikan tekanan besar bagi Juragan Agung sebelum menghancurkannya."


"Tapi Kai!" potong Yono.


"Ya?"


"Kalau kekuasaan kita sudah mengular sampai ke sini. Maka mengurung kekuasaan Juragan Agung sebenarnyabnggak susah. Mulai dari wilayah sini sampai sini. Kebetulan aku kenal bail dengan para pemilik tanahny. Kuperkiraakan kita hanya akan memerlukan satu kali pertemuan saja untuk menyelesaikan semuanya," tegas Yono.


"Hmm... Menarik," Kai mengangguk ngangguk tak menyangka mengambil Cijagung akan lebih mudah dari perkiraannya.


"Baiklah. Aku percayakan mayoritas proses persiapan sebelum merebut Cijagung kepada kalian berdua. Tapi ingat. Walaupun nanti tanah-tanah itu akan berada di bawah nama Laksa Cahaya. Tapi untuk proses pengambilalihan, Mbak Ati harus hadir. Karena sosok dia harus kita munculkan sebagai Ratu dari kerajaan ini."

__ADS_1


"Lalu nama kerajaan kita nanti apa?" tanya Kika pada Kai.


"Pancalaksa," Kai sudah memikirkan nama ini dari jauh hari.


"Karena seperti yang kalian semua tahu. Itulah pondasi dari seluruh usaha yang kulakukan," jelas Kai.


"Bagus. Aku suka nama itu," sahur Udin.


"Aku juga."


"Aku juga."


"Nama yang bagus."


Semua yang di sana sepakat dengan nama kerajaan yang akan digunakan oleh Kai.


"Lalu untuk Sila. Selain menghubungi Paman Pasal. Mungkin kamu tidak akan terlibat banyak dalam usaha perebutan kekuasaan ini. Jadi sambil menunggu. Aku ingin kamu memperkuat pondasi keuangan kita dengan terus mengambil alih sumber-sumber penghasilan strategis. Sekaligus aku minta kamu untuk memikirkan. Kira-kira sumber penghasilan yang bisa kita genjot kalau seluruh wilayah ini sudah berhasil kita kuasai," jelas Kai pada Sila.


"Genjot? Bukannya semalem udah genjot-genjot. Masih belum puas gitu?" bisik Mbak Ati pelan sekali.


Tapi suaranya bisa terdengar oleh semua orang yang ada di sana. Kai dan Sila menunduk sambil menggeleng kepala. Kristal melotot pada Kai karena tidak diajak-ajak. Sedangkan ketiga anggota Laksa lain melongo mendengar betapa tak terpagarnya mulut dari Mbak Ati.


"Okey!" Kai menepuk tangannya kencang hingga membuat semua yang terdiam kembali sadar.


"Lalu untuk Kika. Selama rencana ini dijalankan. Buatlah konten yang besar. Yang bikin heboh. Alihkan perhatian orang-orang dari apa yang kita lakukan selama empat bulanan ke depan. Saranku buatlah sebuah kontroversi!" titah Kai pada Kika.


"Kontroversi apa?" tanya Kika yang nggak pernah berniat mencoreng nama baik yang telah ia bangun.


"Apapun!" Kai juga sebenarnya nggak kepikiran.


"Pura-pura keceploasan dengan hal-hal yang berbau SARA adalah hal yang bagus untuk mengarahkan perhatian semua orang pada dirimu. Dan karena empat bulan adalah waktu yang lama. Sepertinya kamu harus menyiapkan banyak kontroversi."


Kika terdiam berpikir. Dia tidak pernah terpikirkan untuk merusak citra nya secepat ini.


"Tenang saja. Setelah Cijagung dikuasai. Minta maaflah. Orang Indonesia itu pemaaf kok," Kai coba meyakinkan Kika.


"Baik. Aku coba," jawab Kika setuju.


Brak!


Pintu ruangan tiba-tiba dibuka kasar oleh salah satu anak buah Yono.


"Gawat! Kita diserang!"


"Di... Diserang?!" Yono bangkit berdiri.

__ADS_1


'Apakah Juragan Agung telah bergerak lebih dulu?' Kai bergidik menolak apa yang dia pikirkan.


➖ Bersambung ➖


__ADS_2