Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 7)


__ADS_3

“Jadi menurutmu sebaiknya aku berbisnis saja?”


“Ya,” jawab Kai mantap.


“Tapi ada beberapa hal yang harus kuperhitungkan dulu. Aku harus menunggu kedatangan Yono dan Udin untuk memutuskan semuanya,” tambah Kai.


“Makasih banget Kai,” Kika serta merta mencium pipi Kai. Dan Kika melakukannya di muka umum.


“Kamu bener-bener Dewa Penolong aku,” bisik Kika di telinga Kai.


Pipi yang dicium. Singkong yang mengembang. Kai jadi ingat cepat-cepat pulang.


“By the way…” ujar Kika sambil kembali memparkir bokongnya dan menjilat es krimnya.


“Kalau aku bisnis, dengan pengalamanku yang nol besar ini, apakah aku bisa sesukses dirimu?” tanya Kika.


“Nggak mungkin,” jawab Kai apa adanya.


Kika tersinggung mendengar Kai yang bicara tanpa tedeng aling-aling. Mana ada orang yang belum tahu seluk beluk bisnis bisa sukses dalam waktu singkat.


Bahkan jika kita bisa mendapatkan uang sepuluh ribu dollar setiap hari sejak zaman Firaun, kekayaan yang kita kumpulkan pada 2022 ini hanya mencapai 6% dari total kekayaan milik Elon Musk.


Selain itu, seandainya Kika pebisnis yang handal sekalipun, Kika tidak mungkin bisa lebih kaya dibandingkan dengan Kai.


Karena Kika saat ini sudah dicatat oleh Sistem sebagai laksa dari Kai, keuntungan yang Kika peroleh sebagiannya adalah keuntungan milik Kai juga. Jadi sekaya-kayanya Kika, Kai pasti akan jauh lebih kaya.


Kika hingga saat ini belum mengetahui mengenai dirinya yang sudah menjadi pemimpin dari Laksa Rembulan. Karena Kai berniat untuk membicarakan perihal Laksa ini kepada Kika setelah Yono dan Udin sudah datang ke Bandung.


“Ngomong-ngomong soal hidup seperti diriku…” Kai kembali berbicara tanpa mempedulikan wajah Kika yang tertekuk murung.


“Aku ingin membelikan satu hal lagi untukmu,” ujar Kai pada Kika.


Kika terdiam menunggu Kai melanjutkan kalimatnya. Rona wajah Kika sedikit berubah saat Kai berkata kalau dia akan dibelikan sesuatu oleh Kai. Kika duga kalau yang akan dibelikan Kai bukanlah hal yang biasa-biasa saja.


'Beruntungnya jadi bagian kisah Cinderella ini...' Kika nge halu di dalam hati.


“Bisa kan Kristal?” tanya Kai tanpa berkata apapun lagi.


“Bisa Tuan, aku akan antarkan Tuan dan Nona ke sana,” jawab Kristal.


Kika terbengong melihat Kristal yang langsung mengerti keinginan Kai padahal Kai tidak mengatakan apa-apa. Kika merasa kalau Kristal dan Kai memiliki tingkat saling mengerti yang luar biasa sangat tinggi.


"Yuk!" ajak Kai pada Kika.


"Yuk!" Kika mengamini ajakan Kai.

__ADS_1


Mereka bertiga lalu berjalan beriringan menuju ke pintu masuk Mall tersebut. Dan dengan begitu luar biasanya, mobil yang dikemudikan Yeyen juga baru sampai di pintu Mall saat mereka bertiga tinggal berjarak sepuluh langkah dari luar area Mall.


Sehingga mereka bertiga bisa langsung masuk ke dalam mobil tanpa menunggu barang sedetikpun.


‘Beneran luar biasa banget ini Kristal sama Yeyen. Cara kerjanya top banget. Bahkan gak ada karyawan Juragan Agung yang bisa menyamai kinerja mereka berdua,’ puji Kika dengan tulus di dalam hatinya.


➖ 📱📱📱 ➖


Dua jam kemudian, sampailah mobil limo putih milik Kai di dealer khusus mobil mahal yang berada di kota sebelah. Kedatangan Kai langsung mendapatkan sambutan dari para sales dealer mobil tersebut. Wajar saja, karena semahal-mahalnya mobil di dealer ini, tidak ada yang semahal mobil milik Kai.


Kai tahu dari hasil googling menggunakan ponsel pintar barunya kalau mobil yang dia gunakan saat ini adalah mobil yang tidak dijual di Indonesia. Karena memang mobil model ini hanya digunakan oleh orang super kaya dan para pemimpin negara.


Mobil ini sebenarnya adalah mobil coupe mewah yang memang telah disulap menjadi sebuah mobil limosin anti peluru. Harga jualnya pun akhirnya meningkat dua kali lipat daripada harga sebenarnya.


"Kai… Kamu mau belikan aku mobil?" tanya Kika pada Kai.


"Ya."


"Tapi aku nggak bisa nyetir," rengek Kika.


"Gampang itu…"


"Apakah aku harus belajar nyetir mobil?"


"Itu bisa… Tapi walaupun kamu nggak bisa nyetir, kamu bisa mempekerjakan supir pribadi. Nanti Kristal yang akan mencarikannya untukmu," jelas Kai.


Ya iyalah nurut aja… Wong mau dikasih mobil mewah gratisan.


"Jadi tuan mau mobil yang seperti apa?" tanya Kristal yang sudah didatangi salah satu sales cantik pada Kai.


"Aku ingin mobil yang mirip seperti mobilku," ujar Kai.


"Bapak mau mobil model limosin?" tanya sales tersebut.


"Ya. Jawab Kai."


"Tapi kami tidak menjual mobil Limo," Kai tidak sadar kalau yang dia masuki adalah dealer mobil sport mahal. Sehingga kebanyakan mobil yang ada di sana adalah mobil sport mahal.


"Kami menyediakan berbagai jenis mobil sport dan ada beberapa model mobil SUV, MPV dan Coupe eksklusif," lanjut sales tersebut sedikit kecewa.


Lagipula menjual limosin di negara berpegunungan seperti Indonesia ini lumayan beresiko. Selain tidak mungkin banyak yang sanggup beli, model jalanan di Indonesia sangat tidak ramah dengan mobil yang begitu panjang kayak limosin.


"Kalau mobil bertipe sama dengan mobilku tapi bukan model limo ada?" tanya Kai pada sales tersebut.


"Oh... Rolls Royce Phantom ya? ," tanya sales itu kembali.

__ADS_1


"Ada. Kebetulan di sini ada satu," jawab Sales tersebut.


'Cuman satu?' Kai dalam hatinya merasa kecewa.


[Berapa unit mobil yang ingin Host beli?]


Sistem bertanya mewakili Kristal.


'Aku ingin beli sepuluh unit mobil. Selain Kika. Udin dan Yono juga harus aku kasih mobil juga. Dan sisanya akan kupergunakan sebagai armada dari anggota Laksa. Tapi pastikan warna mobilnya juga putih dan memiliki grade di bawah mobilku,' jelas Kai pada sistem.


Kai tidak ingin mobil anak buahnya berada di atas grade mobil miliknya. Walaupun agak sulit mencari mobil dengan harga di atas mobil Kai. Kecuali beberapa model mobil sport edisi terbatas tentu saja.


Dan Kai sebenarnya bukan penyuka warna putih. Dia lebih suka warna hitam. Sesungguhnya dia ingin semua anak buahnya juga menggunakan mobil yang serba hitam.


Tapi berhubung mobil Presiden Amerika yang dia gunakan saat ini berwarna putih, sehingga Kai memilih warna putih sebagai warna khas dia dan juga seluruh anak buahnya.


Toh warna serba hitam kan sudah digunakan oleh para Yakuza dan juga Mafia. Sehingga Kai berpikir, mungkin salah satu warna favorit dari Pablo Escobar ini adalah pilihan yang terbaik untuknya saat ini.


"Bisa aku bicara dengan manager? Kami ingin membeli banyak mobil," ujar Kristal pada sales tersebut.


"Ba… Baik… Mari…" sales itu menunjukkan ruang manager pada Kristal dan Kai.


"Kau urus saja semua. Aku akan menunggu di sini," ujar Kai malas.


"Baik tuan…" Kristal pamit lalu mengikuti sales tersebut.


➖ 📱📱📱 ➖


[Level Up]


[Level Up]


[Level Up]



[Level Up]


Beberapa belas menit berlalu, Kai kembali naik level karena Kristal telah selesai bertransaksi. Kristal memesan tiga buah mobil ber merek dan tipe sama dengan milik Kai untuk Kika, Udin, dan Yono. Tapi yang bukan limo dengan harga masing-masing 25 milyar. Dan Kristal juga memesan tujuh limo dari pabrikan Jepang untuk armada seluruh laksa milik Kai.


Total yang dikeluarkan Kai adalah 86 milyar. sehingga Kai naik level sebangak 9 kali.


'Ini baru yang namanya Power Leveling,' Kai merasa puas di dalam hati.


Kristal keluar dari ruang manager dengan senyum lebar di wajah manager dan salesnya. Sang manager bahkan mengikuti Kristal untuk menemui Kai.

__ADS_1


"Terima kasih atas pembeliannya Tuan Kai. Tuan memang luar biasa," puji sang Manager pada Kai.


➖ Bersambung ➖


__ADS_2