Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam


__ADS_3

Fragmen 54 : Salah Target


Prang!


Sarapan pagi yang dibawa Bibi ART Tua tiba-tiba terjatuh. Membuat Laela yang sedang menunggu di meja makan tersentak kaget.


Bibi ART Tua menatap tajam ke arah Yono yang tiba-tiba mengeluarkan keringat dingin.


"Maaf Nona... Aku harus pergi dulu..." izin Yono pada Laela.


"A... Apa yang terjadi?" tanya Laela yang tak mengerti.


"Tidak apa-apa Nona. Pak Yono hanya sedang ada urusan. Sedangkan barusan tanganku licin. Aku akan mengambilkan sarapan yang baru lagi," jawab Bibi ART Tua seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Laela yang curiga mencoba untuk tidak peduli.


Di luar Villa Yono langsung dihampiri oleh ketiga Security, Tukang Kebun, dan juga Bibi ART Muda.


"Apakah Pak Yono merasakannya juga?!" tanya Tukang Kebun.


"Ya. Ini Prana milik Tuan!" jawab Yono.


"Kebocorannya luar biasa besar. Tuan dalam bahaya," tambah salah seorang security.


"Kau jaga di sini! Aku dan yang lain akan mencari Tuan!" Yono memberikan instruksi.


"Ha ha ha....Ternyata kita sudah disambut oleh sang legenda nih..." ujar seorang Pria bertampang sangar sambil memasuki gerbang Villa. Pria itu tidak berjalan sendirian. Dia diikuti oleh banyak sekali Mafia di belakangnya.


'Cih! Mengganggu saja!' gumam Yono dalam hati.


Beberapa detik kemudian Villa milik Kai telah dikepung oleh ribuan orang Mafia. Membuat Villa para tetangga ikut merasakan teror yang mencekam.


"Semuanya... Sepertinya sebelum mencari Tuan, kita harus kabulkan dulu keinginan mereka semua buat piknik ke alam baka," bisik Yono sambil memasang kuda-kuda diikuti oleh kelima orang yang berada di dekatnya.


...— x —...


"Monster! Tolooong!" teriak ratusan orang yang berlari berhamburan dari arah Villa Kai. Mereka baru saja melihat mimpi buruk terbesar dalam hidup.


Di dalam kamar Laela gemetaran sembari memandangi seluruh pekarangan Villa yang telah berubah menjadi lautan merah darah.


"A... Apa yang baru aku lihat? Mereka semua adalah monster berwujud manusia," bisik Laela di dalam hati.


Tukang Kebun terlihat menguap mengantuk. Tubuhnya paling berlumuran darah di antara seluruh karyawan Kai yang lain.


"Hoahm... Begini doang kualitas Keluarga Kalian?" celetuk Tukang Kebun sambil menendang satu kepala yang sudah terlepas dari badan.


"Aku akan mencari Tuan. Kalian bertiga juga!" ujar Yono yang melesat diikuti oleh Ketiga Security. Mereka langsung berpencar ke segala penjuru.


Sementara itu Bibi ART Tua bergumam pada Tukang Kebun dan Bibi ART lainnya, "Sekarang masalahnya bagaimana cara kita bertiga membereskan ini semua?"


Mereka bertiga tertunduk di antara tumpukan ribuan mayat. Mereka seketika menjadi stress karena kini mereka harus begadang semalaman.


...— Bersambung —...


Fragmen 55 : Juragan Property


Tiga hari telah berlalu semenjak Dungeon Quest berakhir.


"Apakah Tuan sudah bangun?" tanya Yono sambil memasuki kamar Kai.

__ADS_1


"Kau lihat sendiri," jawab Kai santai sambil menunjuk Laela yang tengah mengenakan T-Shirt pria oversize.


Laela saat ini sedang naik turun di atas pangkuan Kai yang masih berbaring tak berdaya di atas ranjang. Kai memang masih belum bisa bangun. Tapi si Dino sudah sehat dan bisa bangun dengan sempurna.


"Ehem! Bisa ininya nanti aja? Aku ingin menyampaikan sesuatu yang penting Tuan."


"Nggak papa. Aku masih bisa konsentrasi kok."


"Baik Tuan. Semenjak penyerangan dari Keluarga Mafia itu kemarin, Tuan mendapatkan banyak aduan dari pemilik Villa yang lain."


"Oh ya?" tanya Kai konfirmasi.


"Ya Tuan. Mereka merasa kalau keberadaan Tuan membuat tempat ini menjadi tidak aman. Dan berkat kejadian kemarin, seluruh penyewa Villa yang ada di bukit ini membatalkan pesanannya."


"Lalu bagaimana dengan Villa yang berada di bukit lain?" tanya Kai kembali. Area komplek Villa di dekat Cijagung ini sangat luas. Meliputi beberapa bukit dan gunung.


"Mereka senang karena potensi mereka mendapatkan pelanggan menjadi lebih besar."


"Hmm... Jadi begitu ya...?" Kai memegang dagunya seperti sedang berpikir. Namun mata Kai tampak berbinar-binar.


"Sepertinya aku punya jalan keluar dari persoalan ini," Kai menjelaskan.


"Apakah itu Tuan?"


"Lihat saja besok. Aku yakin kau akan terkejut," jawab Kai penuh misteri.


"Aku menantikannya Tuan."


"Sudah sepatutnya."


"Baiklah... Aku permisi dulu Tuan!"


Seperginya Yono, Kai memandangi Laela yang masih asyik menikmati Dino yang telah tertanam sepenuhnya.


"Apakah gak papa kamu kerja sendiri gitu La?" tanya Kai sambil menunjukkan infus dan berbagai alat bantu kesehatan yang melekat di badannya.


"I... Iyah... Gak papah... Hmph..." jawab Laela yang sebenarnya enggan untuk menjawab.


"Maaf ya..."


"Iyah... Gak... Gak Pa... Pauh..."


Dipersilahkan Laela untuk tidak ikut bekerja. Kai mulai menjalankan ide yang barusan terbersit di kepalanya sambil meresapi himpitan daging yang berkedut-kedutan.


'Sistem. Kalau aku membeli seluruh bukit ini beserta seluruh isinya, Aku harus keluar uang berapa?'


[350 Juta Tuan.]


Wah... Mahal sekali...


[Itu karena tidak semua Pemilik Villa sedang ingin menjual Villa mereka. Jadi untuk dapat membelinya akan dibutuhkan harga yang lebih mahal.]


'Padahal kukira setelah protes begitu, mereka akan melepaskan aset mereka padaku.'


[Mereka hanya ingin Tuan pergi.]


'Baiklah kalau begitu!' mendengar jawaban dari Sistem, Kai jadi sedikit emosi.

__ADS_1


'Kalau mereka memang ingin mengusirku, maka akulah yang akan mengusir mereka dari sini! Beli semua tanah dan Villa yang ada di bukit ini!'


[Satu buah bukit dengan dua belas buah Villa di atasnya telah dibeli.]


'Seperti biasa... Aku ingin merekrut lebih banyak karyawan untuk mengurus seluruh Villa yang ada. Apakah kamu ada rekomendasi?'


[Untuk posisi manajer, Sistem sarankan untuk menaikkan gaji Yono. Yono bisa mengurus seluruh bukit ini.]


'Baiklah. Aku sepakat soal itu.'


[Dan untuk calon karyawan yang lainnya. Berikut ini adalah daftarnya.]


'Kalau aku kontrak masing-masing mereka tiga tahun, berapa sisa uangku?' tanya Kai setelah memilih karyawan yang diperlukan.


[2 ribu Haipur.]


Sistem memberitahukan Kai kalau aksinya kali ini akan membuat Kai menjadi bangkrut.


'Tapi yang ini belum dihitung kan?' Kai tunjuk Laela yang sedang naik turun semakin liar karena kenikmatan yang tengah dirasakan.


[Belum Tuan.]


'Baguslah. Kontrak mereka semua selama tiga tahun.'


[Selesai.]


[Selamat. Tuan sudah memiliki aset property yang terpusat dan cukup luas.]


[Silahkan Tuan beri nama komplek Villa ini.]


'Ah... Bagaimana kalau nama kayu termahal di dunia. Karena Komplek Villa ini adalah yang termahal yang pernah kubeli hingga saat ini.'


[Apakah Tuan mau memberikan nama dengan versi International atau versi Indonesia?]


'Agarwood atau Gaharu ya?' Kai berpikir sejenak di dalam kepalanya.


'Indonesia aja deh...' Kai memutuskan.


[Komplek Villa Gaharu Hill telah dibuat.]


[Gaharu Hill terkoneksi dengan Sistem.]


[Selamat! Scavenging Source yang baru telah didapat.]


'Benarkah ini Sistem?!' Kai terkejut senang.


Berniat membakar habis uangnya, Kai malah mendapatkan sumber kekayaan yang baru dari Sistem. Kai kemudian membaca keterangan dari Scavenging Source barunya tersebut.


[Juragan Property.]


[Property yang Tuan miliki akan menjadi sangat laku. Keuntungan dari penjualan dan sewa property akan dikalikan seratus oleh system.]


'Wow...' Mata Kai semakin berbinar.


Mengingat harga sewa Villa di sini berkisar antara lima ribu sampai 20 ribu Haipur per hari. Itu berarti dalam sehari Kai bisa dapat 500 ribu sampai 2 juta Haipur per Villa. Dan Kai saat ini sudah memiliki 12 buah Villa.


'Kalau gini sih... Aku jadi tidak perlu bercinta setiap hari. Hasil yang kudapatkan dari Juragan Property sudah sangat besar sekali,' simpul Kai yang hampir meledak akibat rasa senang.

__ADS_1


...— Selesai —...


__ADS_2