
"Apakah kalian mau menyerahkan uang itu dengan sukarela, atau kami tidak akan segan-segan berbuat buruk pada kalian," ancam pemimpin geng motor tersebut.
"Haha... Kalian mengancam akan berbuat buruk pada kami saat kami saat ini tidak akan segan-segan untuk menghabisi nyawa kalian semua!" hardik balik anak buah Yono yang barusan menyetir.
Yono meminta anak buahnya mundur selangkah untuk mengatur emosinya yang sudah mulai terpancing. Sebagai orang yang berpengalaman, Yono tahu kalau amarah hanya akan membuat mereka berlima lebih mudah untuk dihabisi.
"Kalian berurusan dengan orang yang salah. Kami berikan kalian waktu sepuluh detik untuk pergi jika kalian ingin tetap hidup," Yono mengeluarkan suara yang dingin namun mengintimidasi.
Yono menduga kalau para remaja yang menghadang mereka ini hanyalah geng jalanan doang. Dan tiga puluh orang tentu merupakan jumlah yang terlalu sedikit untuk dapat mengimbangi kemampuan mereka berlima.
"Ah! Dasar Tua bangka sialan! Kalian gak bisa ngitung Hah?! Kalian kalah jumlah tahu!" pemimpin geng menggertak kembali. Tapi dari nada suaranya terdengar kalau sang pemimpin Geng sudah terintimidasi oleh Yono.
"10!" Yono mulai menghitung.
"9!"
"Sialan! Teman-teman! Bersiaplah! Sepertinya mereka perlu dikasih tahu siapa kita!" teriak pemimpin geng yang diikuti seluruh anak buahnya yang turun dari motor dan bersiap-siap bertempur.
"8! 7!" sementara Yono menghitung. Keempat anak buah Yono langsung maju ke depan Yono dan menghalangi Bossnya tersebut.
"6!"
Dari suasana yang terbangun, sepertinya baik anak buah Yono ataupun geng motor muda itu, semuanya sudah bersiap untuk bertempur.
"3! 2! 1!"
"Haaaaa!"
"Hwooo!"
Begitu Yono selesai menghitung, para anggota geng langsung berlari menerjang mereka. Begitupun dengan keempat anak buah Yono yang langsung menerjang ke tiga puluh remaja tersebut.
Yono kemudian dengan santai menyalakan rokoknya tanpa berniat untuk terlibat dalam pertempuran sama sekali. Yono merasa kalau keempat anak buahnya sudah cukup untuk menghabisi para remaja labil yang mungkin di dua atau tiga tahun ke depan akan berhenti jadi geng motor dan menjalankan kehidupan yang lebih normal dan jauh dari perkelahian.
➖ 📱📱📱 ➖
__ADS_1
Dan apa yang Yono duga benar-benar terjadi. Walaupun Yono sama sekali tidak terlibat dalam pertarungan, keempat anak buah Yono dapat menghabisi ke tiga puluh lebih anak jalanan ini dengan begitu mudah dalam waktu kurang dari sepuluh menit saja.
Yono sedari awal memang sudah sangat percaya diri dengan kemampuan anak buahnya. Bagaimana tidak. Keempat orang ini adalah orang-orang andalan Yono yang dapat membuatnya menjadi penguasa Cijagung.
Berdasarkan fakta dimana dari awal memang kemampuan bela diri mereka semua sudah luar biasa. Ditambah lagi tanpa sepengetahuan Yono dan kawan-kawan, Kai telah menanamkan insight bela diri kuno pada mereka semua. Sehingga kini kemampuan bela diri mereka meningkat dengan sangat luar biasa.
Tak ayal kini tempat tersebut dipenuhi oleh anak jalanan yang mengerang kesakitan. Dimana sebagian besarnya sudah tidak sadarkan diri lagi.
"Kalian pindahkan mereka semua ke pinggir!" Yono meminta anak buahnya untuk memindahkan para anak jalanan yang terkapar ini ke pinggir jalan agar mobil mereka bisa lewat.
Yono hanya merokok menunggu anak buahnya memindahkann motor dan penumpangnya ke sisi jalan.
Vrooom...
Vrooom...
Vrooom...
Saat Yono mau naik mobil karena rokoknya sudah habis. Terlihat ratusan motor datang ke tempat ini. Dan kini tidak hanya motor. Beberapa di antara mereka tampak menggunakan mobil.
"Kerahkan seluruh kemampuan kalian. Walaupun hal ini bisa membahayakan nyawa mereka, tapi hanya itu cara kita agar dapat mengimbangi jumlah mereka yang terlalu banyak ini!" nasihat Yono pada seluruh anak buahnya.
"Woooo!"
"Aaaaargh!"
Berbeda dengan sebelumnya Yono sekarang juga ikut turun terjun ke lapangan. Dia turut berdansa mengayunkan tinju dan tendangan untuk menghabisi seluruh ABG labil yang mengeroyoknya.
Gerakan Yono dan anak buahnya yang eksplosif, gesit, juga efisien membuat para Remaja tersebut bergidik ketakutan. Mereka merasa kalau saat ini mereka sedang berhadapan dengan lima orang monster.
Walaupun tidak ada harapan bagi para ABG ini untuk memenangkan pertarungan. Tapi bertarung dengan lawan sebanyak ini tetap saja melelahkan dan membutuhkan waktu yang sangat lama.
Sehingga Yono dan anak buahnya mulai kehabisam stamina dan mulai kewalahan dalam menghabisi ratusan orang remaja sekaligus.
Kemampuan bela diri mereka ditambah dengan kemampuan bela diri kuno yang telah ditanamkan Kai melalui insight tidak lantas membuat pertarungan berjalan mudah.
__ADS_1
Terlihat dari banyaknya pukulan dan tendangan yang akhirnya berhasil mendarat di tubuh Yono dan juga keempat anak buahnya.
"Boss... Kok merrka gak habis-habis?" keluh salah satu anak buah Yono yang memberikan tendangan telak pada seorang pemuda bersenjatakan tongkat baseball yang hendak menyerang Yono.
"Akh sial!" umpat Yono yang neninju salah satu anak muda di sana hingga tersungkur.
"Berjuanglah nafas ember!" Yono mengkritik para anak buah serta dirinya sendiri yang selama ini selalu mabuk-mabukan dan merokok sehingga bernafas pendek.
Vroom...
Vroom...
Vroom...
Pertarungan yang sedang berlangsung begitu sengit tiba-tiba Berhenti sejenak saat tampak ketujuh mobil mewah yang dibelikan Kai sebagai Armada laksa Perkasa tiba.
Mobil itu berhenti dengan membentuk lingkaran mengelilingi lokasi pertempuran. Dari dalam mobil keluarlah tiga puluh anak buah Yono yang sudah diberikam seragam gas oleh Kai.
"Wah… Bala bantuan datang. Mampus kalian!" teriak senang salah satu anak buah Yono.
"Selamatkan Boss!" teriak salah satu pahlawan kesiangan.
"Uwooo!" sahut anak buah Yono yang lainnya.
Ketiga puluh anak buah Yono kemudian berlari mendekati para ABG yang hanya merasa hebat saat mereka sedang bersama-sama seperti saat ini.
Teriakan berani mati yang dikumandangkan membuat seluruh preman setengah matang itu menjadi panik saat menghadapi serbuan Laksa Perkasa. Para pemuda ini sudah patah arang. Saat menghadapi lima orang aja sulitnya bukan main. Apalagi kini bertambah puluhan orang yang lain.
Kemampuan asli yang sudah diatas rata-rata. Insight yang diberikan Kai. Dan mental yang sudah jatuh. Membuat dalam sekejap musuh muda ini langsung terbantai fisik dan mental. Pertempuran antara tiga puluh lima orang tua dari Laksa Perkasa melawan lebih dari lima ratus ratus lima puluh orang pemuda labil akhirnya dimenangkan oleh Laksa Perkasa.
Geng anak jalanan dari kota besar seperti Bandung tentu bukanlah lawan yang sulit bagi Laksa Perkasa. Sehingga Yono kembali ke rumah tidak dalam kondisi senang ataupun bangga.
Walaupun ini adalah sebuah kemenangan besar pertama mereka di Kota Bandung. Tapi lawan mereka bukanlah tandingan Laksa Perkasa sama sekali. Yono tahu kalau ada banyak kelompok yang jauh lebih tangguh dari Laksa Perkasa saat ini.
Dan tentu saja lawan yang paling Yono takut kan adalah kartel Prayoga.
__ADS_1
âž– Bersambung âž–