Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 15 : Laksa (Bagian 1)


__ADS_3

"Lebih dari itu. Dia mengaku bisa menyembuhkan Ayah," jawab Sila mewakili Kai.


Frank masih diam. Walaupun kecurigaan memenuhi lubuk hatinya, namun kesetiaan nya membuat dia tak berani membantah Nona nya tersebut.


"Biarkan kami masuk Paman..." pinta Sila.


"Tapi... Akan beresiko bila aku membiarkan..."


"Kita diam juga Ayah akan tiada kan?!" Sila menaikkan nada bicaranya. Membuat pria berwibawa itu langsung tertunduk. Frank sadar kalau apa yang dikatakan Sila sama sekali tidak salah. 


"Tapi Nona..."


"Tolonglah Paman... Lebih baik kita coba sesuatu daripada kita diam dan pasrah saja," jawab Sila mantap.


Kini Kai adalah satu-satunya harapan yang dimiliki oleh Sila.


"Baiklah... Tapi aku akan menghabisi sepupumu ini jika Ayahmu meninggal dunia gara-gara dia," ancam Frank dengan memberikan penegasan pada kata sepupu.


"Lakukanlah sesukamu. Yang penting biarkan kami mencobanya terlebih dahulu," seru Sila menantang balik Frank.


Frank memandang Kai dalam. Membuat Kai menelan saliva nya karena mendadak tidak yakin dengan kemampuannya sendiri.


Frank membuka pintu. Membiarkan Kai, Sila, dan Kristal masuk. Frank lalu mengikuti mereka dari belakang.


Kai duduk di sebelah Paman Pasal. Kai ingin menangis saat dia lihat wajah Paman Pasal sangat mirip dengan wajah Kakek Arya.


'Aku akan menyelamatkan anakmu Kek...' bisik Kai samil memegang dada Paman Pasal.


Perlahan dengan kemampuan spesial dokter sihir Kai perbaiki setiap kerusakan organ dan kelainan yang dimiliki oleh Pasal. 


'Sedikit lagi...' bisik Kai.


Kai lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Pasal. Kai kemudian berbisik, "Tolong Paman jangan membuka mata dan berpura-puralah masih sakit sampai besok. Aku menggunakan metode yang tidak biasa. Kalau Paman tidak mau seluruh negeri ini menjadi heboh, tolong turuti permintaan sederhana ku ini."


Pasal menggoyang jempolnya satu kali tanda dia akan menuruti keinginan dari Kai. Selama berapa menit barusan Pasal merasa kalau tubuhnya memang berangsur membaik dengan sangat cepat dan dia mempercayai segala macam apa yang dibisikkan oleh Kai.


Kai menyelesaikan pengobatannya. Pasal sekarang tidak hanya sembuh dari penyakit menahunnya. Namun kini dia juga memiliki kondisi tubuh yang jauh lebih baik daripada tubuh lemah yang selama ini dia miliki.


"Selesai," ujar Kai sambil menunjuk alat-alat kedokteran yang memberikan isyarat kalau Pasal sudah berhasil disembuhkan.


Benar saja. Selang beberapa saat. Beberapa dokter dan suster yang terus melakukan monitoring dari jarak jauh langsung menggeruduk ruangan Bapak Pasal.


"Nona ini keajaiban! Tanda vital Bapak tiba-tiba menjadi jauh lebih baik!" ujar salah satu perawat pada Sila.


"Be... Benarkah?!" Sila bersorak kegirangan.


Tak ingin membuat kehebohan Kai meninggalkan ruangan tersebut tanpa memberikam waktu bagi Sila untuk berterima kasih.

__ADS_1


Bersamaan dengan selesainya misi Penglihatan Seorang Tabib. Kai juga berhasil menyelesaikan misi Dewa Pematung. Sehingga sekarang Kai sudah menyelesaikan semua misinya.


'Dengan begini pondasi pertama untuk seluruh strategiku berhasil kudirikan,' bisik Kai puas di dalam hati.


'Eh. Dimana dia?' di tengah keharuan yang memenuhi ruang perawatan, Frank melihat Kai sudah tidak ada di tempat nya.


Sadar Kai sudah meninggalkan ruangan, Frank bergegas keluar dari kamar perawatan Paman Pasal.


Frank langsung memanggil salah satu anak buahnya dan meminta anak buahnya itu untuk segera mengejar dan mengikuti Kai.


➖ 📱📱📱 ➖


Beberapa menit kemudian dalam perjalanan pulang. Di dalam kabin penumpang Kai terlihat sedang memijat keningnya sambil tersenyum lebar.


'Hmmm... Ternyata kamu curigaan sekali ya Bonar,' ujar Kai yang sadar kalau dia kini sedang diikuti.


"Apakah perlu kita habisi mereka Tuan?" tawar Kristal pada Kai.


"Tak perlu... Biarkan saja..." jawab Kai semakin tersenyum.


"Baik Tuan," jawab Kristal kembali berkonsentrasi menyetir mobil.


Kai memang tidak mengenal pria dengan nama Frank. Tapi Kai kenal pria dengan wajah sama yang bernama Bonar.


Bonar sendiri adalah seorang pengamen yang rutin mengunjungi Kakek Arya selama delapan tahun ini. Dan Bonar jugalah yang mengajarkan Kai bagaimana caranya mengemudikan mobil dan juga motor.


➖ 📱📱📱 ➖


'Dini hari ya?' Kai teringat kalau Yono dan Udin berjanji akan tiba ke sini pada dini hari. 


"Kris... Aku nggak akan tidur hari ini," ujar Kai pada Kristal yang mengikutinya menuju lantai atas.


"Siap Tuan," kalau Kai memutuskan untuk bangun, berarti Kristal pun harus mengikutinya.


Tapi Kai tahu, walaupun bukan 'manusia', minion juga bisa lapar, lelah, dan mengantuk. Oleh karena itu Kai tidak ingin Kristal menemaninya malam ini.


"Kamu punya kamar sendiri kan? Tidurlah dan gunakan kamar itu," ujar Kai menggunakan bahasa kiasan.


"Tapi Tuan...".


"Tolong jangan membantah."


"Baik Tuan."


Sesampainya di lantai 4, Kristal memasuki kamarnya. Sementara Kai memutuskan untuk menunggu kawan-kawannya tiba sembari sedikit trading saham di ruang kerjanya.


➖ 📱📱📱 ➖

__ADS_1


Setelah membiarkan kepalanya sedikit berdenyut dan sedikit mimisan karena mengaktifkan Penglihatan Seorang Cenayang, Kai berhasil mendapatkan keuntungan yang kurang lebih sama dengan percobaan percobaan pertamanya.


'Kalau begini, aku bisa bakar uang untuk bisnis start up ku...' bisik Kai puas di dalam hati.


Kai memang ingin memulai beberapa bisnis dengan bantuan Laksa miliknya. Tapi setelah Kai hitung, tiga buah Laksa tidaklah cukup untuk menjalankan strateginya. Sehingga Kai memperkirakan kalau dia memerlukan lima buah Laksa agar strategi besarnya bisa berjalan baik.


'Kusebut apa ya nantinya? Panca Laksa, Lima Laksa, Laksa Limo... Ah! Yang penting kumpulkan 'nakama' dulu, aku perlu setidaknya dua orang lagi untuk kujadikan pemimpin Laksa,' Kai lagi self-talk.


Karena masih kurang 'nakama', maka Kai berencana akan menyelesaikan beberapa bobot pekerjaan sendirian. Dan membiarkan ketiga kawannya berkonsentrasi menjalankan usaha mereka.


➖ 📱📱📱 ➖


Kini hari sudah hampir pagi. Kai terhanyut dalam kegiatan tradingnya hingga tak sadar kalau waktu telah berjalan begitu lama. Mungkin hampir 5 jam. Kai menengok handphone miliknya.


'Nggak ada pesan dari Yono atau Udin.'


Yono sudah berjanji akan menghubungi Kai sebelum dia berangkat. Namun entah mengapa, hingga dini hari seperti sekarang ini. Baik Yono ataupun Udin tak satupun ada yang memberi Kai kabar. Baik melalui pesan ataupun langsunv menelepon.


'Mereka gak papa kan?' Kai bertanya dalam hati.


Di tengah kekhawatiran bercampur rasa letih yang melanda. Bersamaan dengan kokok ayam jago, akhirnya Kai tertidur juga di atas permukaan mejanya.


➖ 📱📱📱 ➖


Tok tok tok


Kristal yang sudah berpakaian rapi, mengetuk ruang kerja Kai.


"Ma... Masuk..." walaupun kepalanya masih terasa begitu berat, Kai tetap berusaha bangun.


"Ada apa?" tanya Kai pada Kristal yang memasuki ambang pintu.


"Tuan Yono dan Tuan Udin telah datang," Kristal memberitahukan Kai.


"Oh ya?" Kai senang bukan main.


Dia lirik jam dinding yang menunjukkan pukul delapan pagi. Lalu dia menuju jendela untuk melihat keadaan di bawah sana.


Kai lihat di bawah sana sudah ada mungkin beberapa ratus orang. Kai duga kalau mereka semua adalah anak buah Yono.


'Benar-benar sudah datang!' sorak Kai dalam hati.


'Pantesan lama. Ternyata Yono memboyong seluruh anak buahnya ke sini,' Kai semakin memaklumi keterlambatan Yono.


Tanpa memperdulikan Kristal, Kai langsung terbangun dan pergi menuju ke lantai bawah. Menemui dua orang sahabat pertamanya sejak terikat dengan Sistem.


➖ Bersambung ➖

__ADS_1


__ADS_2