
Jarum panjang pada sebuah jam dinding bergerak satu kali hingga menunjukkan angka dua belas.
Zzzap!
Sebuah suara sengat listrik yang menyakitkan terdengar dari dalam salah satu kamar.
“Uwaaaa!” teriak Kai yang langsung bangkit berdiri dari tempat tidurnya. Tepat pukul 13:00, Sistem membangunkan Kai dengan sebuah sengatan listrik yang bervoltase tinggi.
[Selamat Siang Host.]
Sapa sistem ramah.
‘Woi! Sistem! Bisa nggak membangunkanku dengan cara yang lebih normal gitu?!” protes Kai.
[Bisa. Tapi Sistem ingin menggunakan cara tercepat untuk membangunkan Host.]
‘Argh! Ya sudahlah!’ seru Kai sambil bangkit lalu meninggalkan kamarnya. Kai merasa kalau akan percuma saja bila dirinya harus berdebat dengan Sistem.
‘Hmmm… Wangi apa nih?’ begitu keluar dari kamar, Kai langsung mencium wangi dari sebuah masakan yang lezat.
‘Sepertinya Kika sedang memasak di dapur,’ simpul Kai.
Kai lalu menuju ke dapur yang ada di lantai satu. Kai dan Kika belum sempat menelusuri seluruh lantai yang ada di istana ini. Selama beberapa jam ini, mereka berdua hanya sanggup untuk menggunakan beberapa ruangan yang ada di lantai satu saja. Bahkan sepertinya masih sangat banyak denah di lantai satu yang belum dilalui oleh Kai dan juga Kika.
Memasuki dapur, Kai lihat Kika sedang asyik memasak sambil menggendong Dede.
“Masak apa?” tanya Kai sambil memeluk Kika dari belakang. Tidak lupa Kai beri kecupan ringan di batang leher jenjang milik Kika.
“Kamu tunggu aja sana di ruang makan…!” titah Kika pada Kai.
Kai menurut dan melepaskan pelukan mesranya pada Kika. Kai kemudian duduk santai di meja makan panjang dengan delapan kursi yang mengelilinginya.
Sambil menunggu, Kai iseng menengok toko sistem. Tapi sayangnya, Kai masih belum menemukan satupun kemampuan spesial yang menarik perhatiannya.
‘Akh… Sudahlah… Lagipula masih banyak kemampuan spesial yang kutandai tapi belum sempat kubeli,’ Kai coba menyamarkan kekecewaannya.
‘Aduh… Kok aku tiba-tiba malas keluar rumah ya… Jadi males banget harus beli handphone,’ keluh Kai dalam hati.
Ya iyalah Kai lagi betah di rumah! Wong di otaknya saat ini cuman ada Kika, Kika, dan Kika. Cowok kalau udah punya mainan baru ya gini…! Pengennya main mulu!
'Hmm... Sistem! Aku mau pakai satu kartu kesempatan,' karena malas membeli handphone dan ingin di rumah aja, Kai memilih untuk menggunakan kartu kesempatan.
[Satu Kartu Kesempatan sudah digunakan!]
[Selamat! Host telah mendapatkan satu mobil limousine mewah seharga lima puluh milyar berwarna putih. Anti peluru dan juga anti geranat tangan.]
[Host juga telah mendapatkan dua minion.]
'Minion? Apa itu?'
[Minion adalah entitas yang diciptakan Sistem untuk membantu Host. Tidak akan berkhianat dan selalu siap membantu Host.]
'Maksudmu seperti Pet dalam game RPG?'
[Ya benar.]
'Apakah aku bisa membeli minion seperti kemampuan spesial?'
[Tentu saja. Host bisa membelinya di toko sistem.]
'Kenapa kau tidak pernah cerita?'
[Karena Host tidak pernah bertanya.]
'Gimana mau nanya, fitur ini ada aja aku nggak tahu!' protes Kai.
'Lalu... Berapa harga minion?' tanya Kai kemudian.
[1 triliun koin.]
'Mahal amat?'
[Dan Host harus menggaji minion seratus juta per hari. Apabila Host tidak bisa menggajinya satu hari saja, minion akan menghilang.]
'Kau gila ya?! Uang tabunganku belum seratus juta. Dan sekarang aku harus membayar dua ratus juta per hari?!'
[Host masih punya waktu sampai tengah malam ini untuk mengumpulkan uang.]
'Sistem gila! Selalu kasih aku masalah baru!'
__ADS_1
[Tanpa masalah manusia tidak akan berkembang.]
'Tapi masalah yang kau berikan selalu lebih sulit dari kemampuanku!'
[Kalau mudah diatasi, itu bukan masalah.]
Kai menepok jidatnya. Tapi setiap jawaban yang diberikan oleh Sistem, membuat Kai teringat nasihat dari Kakek Arya.
'Jangan-jangan kau Kakek Arya?'
[Jangan bercanda Host.]
'Aku masih bisa berhutang kan?'
[Selama Host bisa membayarnya.]
'Kalau begitu aku ingin coba membeli satu minion.'
[Maaf. Level Host belum cukup.]
Kai speechless. Bahkan suara hatinya pun berhenti berbicara.
[Host ingin menamai dua minion baru dengan nama apa?]
'Mereka laki-laki atau perempuan?'
[Satu lelaki dan satu perempuan.]
'Kalau begitu, yang lelaki kunamai Yayan. Yang perempuan kunamaj Yeyen,' jawab Kai asal.
[Baiklah. Nama didaftarkan.]
'Bisakah aku lihat status Yayan dan Yeyen?'
[Silahkan dilihat Host.]
➖➖➖➖➖
Nama: Yayan
Wujud: Manusia Lelaki
Pekerjaan: Supir dan Bodyguard
Level 1 (0/100.000.000)
➖➖➖➖➖
• Pengemudi Tingkat Tinggi
• Ahli Senjata Api Tingkat Tinggi
• Ahli Beladiri Tingkat Tinggi
• Kewaspadaan Tingkat Tinggi
• Mati Rasa
➖➖➖➖➖
➖➖➖➖➖
Nama: Yeyen
Wujud: Manusia Perempuan
Pekerjaan: Supir dan Bodyguard
Level 1 (0/100.000.000)
➖➖➖➖➖
• Pengemudi Tingkat Tinggi
• Ahli Senjata Api Tingkat Tinggi
• Ahli Beladiri Tingkat Tinggi
• Kewaspadaan Tingkat Tinggi
__ADS_1
• Mati Rasa
➖➖➖➖➖
'Hmm... Yang lain sih aku udah kebayang. Tapi aku ingin dijelasin soal Kewaspadaan Tingkat Tinggi sama Mati Rasa.'
[Dengan senang hati.]
[Kewaspadaan tingkat tinggi akan membuat kedua Minion ini dapat memberikan peringatan dini kepada host Apabila ada ancaman yang mendekat.]
[Dengan memiliki mati rasa kedua Minion ini tidak akan merasakan yang namanya rasa sakit separah apapun hingga mereka mati.]
'Jadi mereka bisa mati?'
[Bisa. Kalau minion mati, Host memerlukan 1 quatriliun universe coin untuk menghidupkan mereka kembali.]
'Setara dengan membeli seribu minion baru.'
[Ya. Tapi minion akan menjadi teman paling setia bagi Host. Sistem yakin kalau Host adalah tipe yang akan lebih memilih untuk menghidupkan kembali minion nya daripada membeli minion baru.]
'Bisa jadi,' jawab Kai sepakat.
➖➖➖➖➖
Nama: Rumah Investasi Rakyat Indonesia
Pemilik : Raja Sugiyono Perkasa
Level 1 (0/5.000.000.000)
Nilai Perusahaan: 2.500.000.000
➖➖➖➖➖
Pendapatan :
[Harian] Rp.2.500.000,-
[Tutup Buku] 10% x Nilai Perusahaan
➖➖➖➖➖
Bonus :
• Nilai Perusahaan x2 saat tutup buku.
• Pendapatan x2 saat tutup buku.
➖➖➖➖➖
Kai lalu melihat dengan lebih detail perusahaan yang dia miliki. Sampai sekarang Kai belum sempat untuk berinvestasi barang sepeserpun untuk RIRI.
'Hmm... Bebanku besar juga...'
'Sistem...'
[Ya Host.]
'Kau mungkin tahu kalau aku sempat terpikirkan untuk memiliki banyak perusahaan.'
[Betul Host.]
'Dan Aku ingin kalau seluruh perusahaanku nantinya berada di bawah manajemen salah satu dari ketiga sahabat ku.'
[Yono, Udin dan Kika?]
'Betul...'
[Apakah kau ingin membuat Associates seperti Mafia, Triads atau Yakuza?]
'Atau sistem Houses di dalam kerajaan Inggris?'
[Sistem paham. Sistem dapat menyatukan Sistem Perusahaan dengan Sistem Pengikut Setia. Apakah Host ingin melakukannya?]
'Ya.'
[Host ingin menyebutnya apa? Gumi, Associates, House, atau Keluarga?]
'Gumi kan artinya kelompok, atau bisa juga diartikan seribu. Aku mau pakai kata Laksa saja. Bisa diartikan banyak atau bisa juga seribu.'
__ADS_1
➖ Bersambung ➖