Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan
Kisah 20 : Kika yang Terlupakan (Bagian 2)


__ADS_3

“Oh… Ternyata Kristal lagi di interogasi nih ceritanya?” gurau Mbak Ati kepada Yono, Udin, dan Kika begitu keluar dari dalam kamarnya..


“Yuk Kristal… Kita pergi sekarang,” Mbak Ati sudah berdandan dengan sangat cantik.


Dengan pakaian yang memang sudah tersedia di dalam kamarnya, ditambah berbagai make up lengkap yang siap di isi ulang selalu oleh para karyawan Kai, membuat Mbak Ati dengan leluasa dapat meningkatkan kecantikan alami yang dia miliki.


“Baik Nona… Mari ke sini…”


“Oh iya… Mau nitip salam?” tanya Mbak Ati pada Udin.


“Tentu saja. Bilang sama Kai, kami menunggunya di sini. Tapi kalau memang dia harus menjalankan misi yang begitu penting sehingga kehadiran kami bisa mengganggunya, dia tidak perlu khawatir. Karena kami akan tetap bertanggung jawab dengan tugas kami,” jawab Udin panjang lebar demi menekan kecemburuannya kepada Mbak Ati sekaligus menjawab pernyataan Kai yang barusan disampaikan oleh Kristal.


“Baiklah… Aku pergi dulu ya…” Mbak Ati melambaikan tangannya kepada Kika.


“Ati-ati di jalan Mbak,” ujar Kika pada sosok yang sudah dia anggap sebagai Kakaknya sendiri tersebut.


“Makasih…” Mbak Ati turun ke bawah mengikuti Kristal yang berjalan terlebih dahulu.


Begitu di garasi Mbak Ati tidak hanya melihat Yeyen dan mobil limosin milik Kai. Tapi Yeyen seperti yang sudah selesai menyiapkan segalanya dimana limosin itu kini dalam keadaan menyala dan siap untuk meluncur.


➖ 📱📱📱 ➖


Mbak Ati tidak terlalu terkejut saat dirinya sadar bahwa mobil yang dikendarainya berhenti di depan sebuah komplek apartemen yang cukup mewah di kota Bandung.


“Mari Nona…” Yeyen membukakan pintu mobil begitu mobil limo mewah tersebut sampai di depan gerbang masuk apartemen.


Salah satu vallet menawarkan dirinya untuk membantu Yeyen memparkir mobil. Yeyen yang harus membawakan beberapa barang langsung setuju dan mempersilahkan sang Vallet untuk melakukannya.

__ADS_1


Kai meminta Kristal dan Yeyen membawa baju ganti dan beberapa peralatan yang mungkin akan diperlukan saat Kai akan menjalankan rencana besarnya saat ini. Dan demi merahasiakan apa yang akan Kai lakukan bersama Mbak Ati demi berjalannya strategi ini. Kristal dan Yeyen juga turut membawakan baju ganti untuk Mbak Ati tanpa sepengatahuan wanita tua namun menggoda tersebut.


Mbak Ati masih kalem dan santai saat kedua minion dari Kai menuju ke sebuah lift yang lebih mewah daripada lift yang pernah Mbak Ati lihat seumur hidupnya. Berbeda dengan gadis desa pada umumnya, Mbak Ati adalah wanita yang secara finansial tersupport dengan baik oleh Juragan Agung. Suami edan yang belum menceraikannya. Oleh karena itu, hal-hal seperti hotel mewah, mobil mewah, ataupun apartemen mewah bukanlah hal yang mengherankan bagi Mbak Ati.


“Ke Penthouse kan?” tebak Mbak Ati sesaat sebelum lift dengan interior khas Eropa Tua itu tertutup.


“Ya,” jawab Kristal.


Mbak Ati tahu, kalau area Penthouse biasanya terletak di beberapa lantai teratas. Dan di satu lantai biasanya hanya terdapat beberapa Penthouse saja, Tidak seperti apartemen reguler yang memiliki puluhan hingga ratusan ruang kamar di setiap lantainya.


Kalau yang Mbak Ati lihat dari tombol A & B di sepuluh lantai tertatas, Mbak Ati menduga kalau satu lantai apartemen ini memiliki dua buah Penthouse. Dan kalau melihat dari luasnya bangunan Apartemen ini, berarti Penthouse yang terdapat di komplek apartemen ini sangat luas sekali.


‘Berarti selain pintu belakang, di belakang ku adalah pintu juga…’ simpul Mbak Ati sambil memperhatikan jajaran tombol di depannya.


Tapi Mbak Ati langsung tercekat saat Kristal tidak menekan tombol manapun. Kristal meletakkan jempolnya pada area kosong di atas jajaran tombol. Yang ternyata lempengan besi kosong tersebut merupakan sebuah scanner sidik jari.


Ting!


Brang! Brang!


Lift berhenti sebentar saat suara benturan besi terdengar. Lift itu kemudian naik lagi dengan kecepatan lebih lambat..


“Wooooow…” Mbak Ati terkesima karena seluruh dinding-dinding lift tertinggal di lantai bawah. Menyisakan dinding-dinding kaca yang bergerak di dalam sebuah tabung transparan yang terletak di tengah sebuah Penthouse yang luar biasa besarnya.


Penthouse ini memiliki tiga lantai. Dengan beberapa pintu ruangan dengan disen yang klasik juga mewah. Guna mengimbangi tembok, pintu, langit-langit, juga tangga yang berdisen arsitektur menawan, Penthouse ini juga dipenuhi oleh banyak sekali perabotan yang tak kalah berkelas.


Ting!

__ADS_1


Lift yang berubah transparan itu berhenti tepat di lantai teratas Penthouse ini. Di depan sebuah ruang keluarga yang nyaman juga luas.


“Kai dimana?” tanya Mbak Ati pada Kristal saat pintu kaca dihadapannya terbuka.


“Kemari Nona… Tuan Kai ada di ruang kerja sudah menunggu kedatangan Nona Melati,” jawab Kika sambil berjalan perlahan meninggalkan lift.


Sementara Kristal mengantarkan Mbak Ati ke ruang kerjanya. Yeyen membawa seluruh tas bawaan ke beberapa ruangan sesuai dengan pembagian kamar yang sudah diatur oleh Kristal.


“Btw, ini punya siapa?” tanya Mbak Ati penasaran.


“Tuan Kai baru membelinya beberapa hari yang lalu,” jawab Kristal santai.


Loh… Kok ini adalah apartemen Kai? Bukankah sepekan kemarin Kai dan Sila pergi menuju apartemen Sila setelah konflik yang terjadi antara Kai dan ormas PMI? Sebenarnya apa yang telah terjadi sampai-sampai Kai bisa berada di penthouse mewah yang ternyata merupakan miliknya sendiri?


Jawaban santai dari Kristal tidak ditanggapi dengan santai oleh Mbak Ati. Bagaimana tidak! Kai adalah pemilik dari komplek istana super mewah yang terus meluas dan bertambah bangunannya dari waktu ke waktu seperti seakan tidak pernah kehabisan uang. Dan kini Kai tiba-tiba memiliki sebuah penthouse mewah yang mungkin merupakan penthouse termewah yang pernah Mbak Ati lihat seumur hidupnya.


‘Dan Kai membelinya kapan? Beberapa hari yang lalu? Sebenarnya sebanyak apa sih uang si Kai itu?’ tanya Mbak Ati dalam hati.


‘Ngeluarin uang kok kayak yang lagi pipis!’ celoteh Mbak Ati dalam hatinya kembali.


➖ 📱📱📱 ➖


Memerlukan waktu lebih dari satu menit bagi Kristal dan Mbak Ati sehingga bisa sampai di depan ruang kerja milik Kai.


“Eh! Sebentar…!’ Mbak Ati mendengar suara samar dari dalam ruang kerja milik Kai tersebut. Dan bagi Mbak Ati yang sudah berpengalaman dalam urusan tindih menindih, dia tahu kalau suara ini adalah suara dari kegiatan tumbuk menumbuk antara sepasang manusia.


Mbak Ati memperhatikan pintu ruang kerja Kai yang memiliki tinggi dua kali tinggi badannya tersebut. Mbak Ati yakin sekali kalau ruangan tersebut kedap suara. Hal ini Mbak Ati sadari karena suara lolongan wanita yang terdengar cukup teredam dan tidak terlalu jelas. Akan tetapi Mbak Ati penasaran. Sebenarnya sekeras apa sih suara yang dikeluarkan oleh perempuan yang ada di dalam ruangan itu sampai-sampai suaranya tetap terdengar walaupun berada dalam ruangan yang kedap suara.

__ADS_1


➖ Bersambung ➖


__ADS_2